Profil penulis
Ahmad
167 karya publik ditemukan.
Tafsir Tarbawi
Sumbangan Keilmuan Islam pada Dunia.
Sumbangan Keilmuan Islam pada Dunia
Konsep Ketenangan Hati Dalam Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd Ayat 28 Menurut M. Quraish Shihab Dan Buya Hamka
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan kehidupan yang dapat menimbulkan kegelisahan, kecemasan, ketakutan, dan ketidaktenangan dalam diri manusia. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup memberikan penjelasan mengenai ketenangan hati, salah satunya dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep ketenangan hidup menurut M. Quraish Shihab dan Buya Hamka berdasarkan penafsiran Surah Ar-Ra'd ayat 28, memahami penafsiran kedua tokoh terhadap ayat tersebut, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir komparatif (muqāran). Data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan penafsiran kedua tokoh terhadap Surah Ar-Ra'd ayat 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab dan Buya Hamka sama-sama memandang ketenangan hidup sebagai buah dari keimanan dan dzikrullah. M. Quraish Shihab lebih menekankan aspek kebahasaan, konseptual, dan kesadaran batin dalam memahami dzikir, termasuk penghayatan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Sementara itu, Buya Hamka lebih menekankan aspek moral-spiritual dan praktis, dengan memandang dzikir sebagai sarana untuk mengatasi kegelisahan, ketakutan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati. Persamaan kedua penafsiran terletak pada pandangan bahwa iman dan dzikir merupakan dasar tercapainya ketenangan hati. Adapun perbedaannya terletak pada fokus dan corak penafsiran yang digunakan. Dengan demikian, konsep ketenangan hidup dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 menurut kedua tokoh menunjukkan bahwa ketenangan sejati diperoleh melalui keimanan, dzikrullah, kesadaran akan kehadiran Allah, dan penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.
Konsep Ketenangan Hidup Dalam Al-qur'an Surah Ar-ra'd Ayat28 Menurut M. Quraish Shihab Dan Buya Hamka
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan kehidupan yang dapat menimbulkan kegelisahan, kecemasan, ketakutan, dan ketidaktenangan dalam diri manusia. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup memberikan penjelasan mengenai ketenangan hati, salah satunya dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep ketenangan hidup menurut M. Quraish Shihab dan Buya Hamka berdasarkan penafsiran Surah Ar-Ra'd ayat 28, memahami penafsiran kedua tokoh terhadap ayat tersebut, serta mengetahui persamaan dan perbedaan penafsiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir komparatif (muqāran). Data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur lain yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan penafsiran kedua tokoh terhadap Surah Ar-Ra'd ayat 28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab dan Buya Hamka sama-sama memandang ketenangan hidup sebagai buah dari keimanan dan dzikrullah. M. Quraish Shihab lebih menekankan aspek kebahasaan, konseptual, dan kesadaran batin dalam memahami dzikir, termasuk penghayatan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Sementara itu, Buya Hamka lebih menekankan aspek moral-spiritual dan praktis, dengan memandang dzikir sebagai sarana untuk mengatasi kegelisahan, ketakutan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati. Persamaan kedua penafsiran terletak pada pandangan bahwa iman dan dzikir merupakan dasar tercapainya ketenangan hati. Adapun perbedaannya terletak pada fokus dan corak penafsiran yang digunakan. Dengan demikian, konsep ketenangan hidup dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 menurut kedua tokoh menunjukkan bahwa ketenangan sejati diperoleh melalui keimanan, dzikrullah, kesadaran akan kehadiran Allah, dan penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.