Tradisi mambayar nazar di desa Bonan dolok kecamatan siabu kabupaten mandailing natal
ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.