Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ERNA AGUSTINA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Penafsiran Al-Qur'an Surah Hud tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Penafsiran Q.S. Hud Tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar”, yang disusun oleh saudari Erna Agustina, NIM 2219035, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep istighfar dalam Al-Qur'an secara komprehensif. Istighfar tidak hanya dimaknai sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT tetapi juga mengandung nilai nilai pendidikan spiritual, pembinaan akhlak, serta perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran yang kontekstual terhadap ayat-ayat istighfar, khususnya dalam Q.S. Hud ayat 3, 52, 61, dan 90, dengan menghubungkan pesan Al-Qur'an terhadap realitas kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir maudhu'i Muhammad al-Ghazali as Saqa dengan mengidentifikasi tema utama, menganalisis keterkaitan antar ayat, serta menjelaskan kandungan ayat. Adapun yang menjadi rumusuan masalah yaitu Deskrifsi ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud: 3, 52, 61, dan 90 serta penafsiran ayat tersebut dalam Kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighfar dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 168 kali, dan istighfar berupa perintah terdapat 24 ayat dari 17 surah yang berbeda. Dalam skripsi ini penulis hanya membahas tentang istighfar yang terdapat dalam Q.S. Hud yang di bagi menjadi dua tema pembahasan yang pertama tentang keutamaan Istighfar dan Tobat yaitu Allah akan memberi kenikmatan dan kekuatan diatas kekuatan kita bagi orang yang beristighfar dan bertobat. Kedua tentang seruan Nabi Saleh kepada kaum samut agar meminta ampun dan bertobat kepada Allah, serta seruan Nabi Syu‟aib kepada umatnya agar memohon ampun kepada Allah dan minta tobat karna sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan penerima Tobat yang sungguh- sungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep istighfar menurut Buya Hamka memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang saling berkaitan. Istighfar bukan hanya sarana memperoleh ampunan Allah SWT tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, perbaikan hubungan antar sesama manusia, serta pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT.

PENAFSIRAN Q.S. HUD TENTANG ISTIGHFAR DALAM KITAB TAFSIR AL-AZHAR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul Penafsiran Q.S. Hud Tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar”, yang disusun oleh saudari Erna Agustina, NIM 2219035, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep istighfar dalam Al-Qur'an secara komprehensif. Istighfar tidak hanya dimaknai sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT tetapi juga mengandung nilai nilai pendidikan spiritual, pembinaan akhlak, serta perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran yang kontekstual terhadap ayat-ayat istighfar, khususnya dalam Q.S. Hud ayat 3, 52, 61, dan 90, dengan menghubungkan pesan Al-Qur'an terhadap realitas kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir maudhu'i Muhammad al-Ghazali as Saqa dengan mengidentifikasi tema utama, menganalisis keterkaitan antar ayat, serta menjelaskan kandungan ayat. Adapun yang menjadi rumusuan masalah yaitu Deskrifsi ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud: 3, 52, 61, dan 90 serta penafsiran ayat tersebut dalam Kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighfar dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 168 kali, dan istighfar berupa perintah terdapat 24 ayat dari 17 surah yang berbeda. Dalam skripsi ini penulis hanya membahas tentang istighfar yang terdapat dalam Q.S. Hud yang di bagi menjadi dua tema pembahasan yang pertama tentang keutamaan Istighfar dan Tobat yaitu Allah akan memberi kenikmatan dan kekuatan diatas kekuatan kita bagi orang yang beristighfar dan bertobat. Kedua tentang seruan Nabi Saleh kepada kaum samut agar meminta ampun dan bertobat kepada Allah, serta seruan Nabi Syu‟aib kepada umatnya agar memohon ampun kepada Allah dan minta tobat karna sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan penerima Tobat yang sungguh- sungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep istighfar menurut Buya Hamka memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang saling berkaitan. Istighfar bukan hanya sarana memperoleh ampunan Allah SWT tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, perbaikan hubungan antar sesama manusia, serta pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT.