Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD MAHYUDIL FEJRA

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

Ayat-Ayat Antropomorfisme Dalam Kitab Tafsir An-Nuur dan Al-Furqan (Studi Komparatif Kitab Tafsir)

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ayat-ayat mutasyabihat (ayat-ayat Antropomorfisme ) dalam al-Qur’an dan untuk memahami dan menejemahkan ayat-ayat ini, maka para ulama telah banyak menulis kitab-kitab tafsir, terutama di Indonesia telah bermunculan para mufassir, salah satunya Teungku Muhammad Hasbi Ash-shiddieqy (1975w)., yang telah menulis kitab tafsir An-nur dan kitab tafsir al-Bayan. Kitab tafsi An-Nuur yang nama lainnya Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nuur dan juga kitab Tafsir al-Furqan yang ditulis oleh Ahmad Hasan (1958w), Fokus pembahasan terdiri dari 2: Pertama, menklasifikasi ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab al-Qur’an Karim. Kedua, mengetahui penafsiran ayat-ayat Antropomorfisme dan menalisis penafsiran ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab tafsir an-Nuur dan al-Furqan . Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian pustaka dengan pendekatan penelitian kualitatif dan metode analisa deskpisi. Dengan metode muqaron yang membandingkan dua kitab sumber serta menganalisa ayat-ayat Antropomorfisme yang ada didalamnya. Untuk mengklasifikasi ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab al-Qur’an al-Karim penulis menggunakan kitab al-Mu’jam al-Mufahras li al-Fazhi al-Qur’an al-Karim karangan Muhammad Fuad Abdul Baqi. Di dalam penelitian ini, penulis hanya menkhususkan kepada ayat-ayat yang berkenaan jism Allah seperti Wajh, A’in, Yad, dan Saaq. Lafadz Wajh terdapat pada Q.S 02:115, Q.S 02:272, Q.S 06:52, Q.S 13:22, Q.S 18:28, Q.S 28:88, Q.S 30:38-39, Q.S 55:27, Q.S 76:9, dan Q.S 92:20. Dan lafadz A’in terdapat pada Q.S 11:37, Q.S 20:39, Q.S 23:27, Q.S 52:48, dan Q.S 54:14. Sedangkan lafadz Yad dapat ditemukan pada Q.S 03:26, Q.S 03:73, Q.S 05:64, Q.S 23:88, Q.S 36:83, Q.S 48:10, Q.S 57:29dan Q.S 67:1. Dan Lafadz Saaq hanya terdapat pada Q.S 68:42. Setelah melakukan analisis penulis dapat menyimpulkan penafsiran M.H. Ash-Shiddieqy dan Ahmad Hassan dalam menafsirkan ayat-ayat Antropomorfisme, tidaklah jauh berbeda, adakala melakukan takwil dan adakala melakukan literal sesuai tema ayat itu sendiri. Adapun penafsiran ayat-ayat Yad M.H. Ash-Shiddieqy dan Ahmad Hassan lebih cendrung kepada literal, ini terlihat jelas pada tabel 4.3 yang membahas lafazh yad. Begitu juga dengan ayat Saaq dengan makna betis, mereka juga memilih penafsiran literal, namun Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy menambah keterangan tambahan dalam kurung “terjadi bencana besar”

Ayat-Ayat Antropomorfisme Dalam Kitab Tafsir An-Nuur dan Al-Furqan (Studi Komparatif Kitab Tafsir)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya ayat-ayat mutasyabihat (ayat-ayat Antropomorfisme ) dalam al-Qur’an dan untuk memahami dan menejemahkan ayat-ayat ini, maka para ulama telah banyak menulis kitab-kitab tafsir, terutama di Indonesia telah bermunculan para mufassir, salah satunya Teungku Muhammad Hasbi Ash-shiddieqy (1975w)., yang telah menulis kitab tafsir An-nur dan kitab tafsir al-Bayan. Kitab tafsi An-Nuur yang nama lainnya Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nuur dan juga kitab Tafsir al-Furqan yang ditulis oleh Ahmad Hasan (1958w), Fokus pembahasan terdiri dari 2: Pertama, menklasifikasi ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab al-Qur’an Karim. Kedua, mengetahui penafsiran ayat-ayat Antropomorfisme dan menalisis penafsiran ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab tafsir an-Nuur dan al-Furqan . Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian pustaka dengan pendekatan penelitian kualitatif dan metode analisa deskpisi. Dengan metode muqaron yang membandingkan dua kitab sumber serta menganalisa ayat-ayat Antropomorfisme yang ada didalamnya. Untuk mengklasifikasi ayat-ayat Antropomorfisme dalam kitab al-Qur’an al-Karim penulis menggunakan kitab al-Mu’jam al-Mufahras li al-Fazhi al-Qur’an al-Karim karangan Muhammad Fuad Abdul Baqi. Di dalam penelitian ini, penulis hanya menkhususkan kepada ayat-ayat yang berkenaan jism Allah seperti Wajh, A’in, Yad, dan Saaq. Lafadz Wajh terdapat pada Q.S 02:115, Q.S 02:272, Q.S 06:52, Q.S 13:22, Q.S 18:28, Q.S 28:88, Q.S 30:38-39, Q.S 55:27, Q.S 76:9, dan Q.S 92:20. Dan lafadz A’in terdapat pada Q.S 11:37, Q.S 20:39, Q.S 23:27, Q.S 52:48, dan Q.S 54:14. Sedangkan lafadz Yad dapat ditemukan pada Q.S 03:26, Q.S 03:73, Q.S 05:64, Q.S 23:88, Q.S 36:83, Q.S 48:10, Q.S 57:29dan Q.S 67:1. Dan Lafadz Saaq hanya terdapat pada Q.S 68:42. Setelah melakukan analisis penulis dapat menyimpulkan penafsiran M.H. Ash-Shiddieqy dan Ahmad Hassan dalam menafsirkan ayat-ayat Antropomorfisme, tidaklah jauh berbeda, adakala melakukan takwil dan adakala melakukan literal sesuai tema ayat itu sendiri. Adapun penafsiran ayat-ayat Yad M.H. Ash-Shiddieqy dan Ahmad Hassan lebih cendrung kepada literal, ini terlihat jelas pada tabel 4.3 yang membahas lafazh yad. Begitu juga dengan ayat Saaq dengan makna betis, mereka juga memilih penafsiran literal, namun Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy menambah keterangan tambahan dalam kurung “terjadi bencana besar”