Tradisi Tolak Bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (kajian Living Qur’an)
Judul skripsi ini yaitu: “TRADISI TOLAK BALA DI DESA RANTO NATAS KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR KABUPATEN MANDAILING NATAL ( Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Muhammad Ridwan, Nirm S1.VI.19.19.486, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang Fenomena living Qur'an yang merupakan respon sosial suatu komunitas atau masyarakat tertentu dalam meresepsi kehadiran Al-Qur'an seperti yang terjadi di Desa Rato Natas, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah: bertujuan untuk mengetahui sejarah pelaksanaan tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, bagaimana prosesi tradisi tolak bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal, serta bagaimana persepsi dan manfaat Tolak Bala bagi masyarakat Desa Ranto Natas Kecamatan Panyabungan Timur. Pada pembahasan skripsi ini penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menggambarkan kegiatan tradisi tolak bala dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi, kemudian menganalisis dan mereduksi data yang telah didapatkan. Adapun pendekatan penelitian dalam skripsi ini adalah pendekatan sosial karena Penulis menemukan adanya kajian Living Qur’an dalam pelaksanaan Tradisi Tolak Bala di Desa Ranto Natas Kecamatan Pnyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal. Hasil penelitian ini adalah Pertama, Pristiwa yang melatar belakangi tradsi Tolak Bala yang di laksanakan di Desa Ranto Natas adalah pada zaman sebelum di laksanaknnya tradisi Tolak Bala masyarakat ranto natas pernah dilanda berupa penyakit, beberapa hama yang mengganggu tanam-tanaman masyarakat dan bencana alam lainnya seperti longsor baik yang dekat maupun di dengar dari kejauhan. Kedua, Pelaksanaan dalam tolak bala ini ada dua rangkaian acara yaitu dimulai dari persiapan seperti mempersiapkan tempat, menentukan waktu, anggota, sarana prasarana, dan pembawa acara. Kemudian pelaksanaan yaitu, istighfar 3 kali, membca alfatihah, membaca surah yasin, tahlil, membaca ayat pendek, dan doa. Ketiga, pandangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah melaksanakan tolak bala, yaitu masyarakat menerima dengan baik dan mendukung dengan kegiatan tersebut, manfaat yang dirasakan sangat banyak diantaranya setelah di adakan kegiatan tolak bala ini desa ranto natas terasa aman dan jauh dari hal-hal yang membuat kurang nyaman.