2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul “Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu,
kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM
S1.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam
Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang penulis memilih judul Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi
kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, ini karena yang pertama, Dari
pengajian yang penulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang
mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah
Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain
mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang
kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa
Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan
sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu
dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat
melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek
pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research),
karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan
melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing
Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu:
sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yangterkait seperti
tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan.
Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat,serta bukubuku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi
tahlilan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar tahlilan di desa
Tangga Bosi ini berasal dari ulama-ulama terdahulu yang melaksanakan tahlilan
setiap ada orang yang meninggal, kemudian tahlilan tersebut menjadi tradisi yang
dilaksanakan sampai sekarang, jika ada salah satu warga yang meninggal di desa
Tangga Bosi, maka tiga malam sesudah mayit tersebut dikuburkan, kaum bapak
melaksanakan tahlilan di kediaman si mayit, atau rumah ahlu bait, dan
pelaksanannya dilakukan oleh kaum laki-laki terkhususnya kaum bapak, dan tidak
diikutsertakan perempuan atau kaum ibu, karena menjaga fitnah bagi perempuan,
apalagi karena tahlilan ini dilakukan di malam hari, oleh sebab itu yang ikut serta
dalam pelaksanaan tahlilan ini hanya untuk laki-laki atau kaum bapak. Dalam
pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi ada beberapa tahapan yaitu: Persiapan,
Pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi dan Penutup (doa).
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.