Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Rizal Khomsyah

3 karya publik ditemukan.

2024: 3

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan murid-murid dalam menyempurnakan pengucapan makharijul huruf dalam membaca surat Attakwir, untuk mengetahui kemampuan murid-murid dalam menerapkan kaidah mad wal qashr dalam membaca surat At-takwir. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki media yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an yaitu membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan media yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa.

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.