Korelasi Lafazh Shalat dan Zakat yang Beriringan dalam al Qur’an (Studi Analisis Tafsir Al Azhar)
Judul skripsi ini yaitu : “Korelasi Lafazh Shalat dan Zakat yang Beriringan dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Al-Azhar)” dibuat oleh Sopiah, Nirm S1.VI.19.19.520, Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Quran (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi karena lafazh mendirikan shalat disebut secara berulang-ulang diiringi dengan menunaikan zakat. Shalat dan zakat merupakan dua hal yang selalu disandingkan dalam rangkaian ayat Al-Quran. Penyandingan kedua lafazh perintah tersebut merupakan rukun Islam yang kedua dan ketiga. Melirik dari segi hukumnya, zakat merupakan kewajiban dari Allah bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dengan syaratsyarat tertentu. Sedangkan shalat adalah sesuatu kewajiban dari Allah atas setiap muslim. Di antara yang di syariatkan oleh islam, jika ditinjau dari segi tujuannya, zakat di tunaikan untuk mensucikan jiwa. Shalat dan zakat merupakan dua hal yang selalu disandingkan dalam rangkaian ayat Al-Quran.Penyandingan kedua lafazh perintah tersebut merupakan rukun Islam yang kedua dan ketiga. Melirik dari segi hukumnya, zakat merupakan kewajiban dari Allah bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisab dengan syarat-syarat tertentu. Sedangkan shalat adalah sesuatu kewajiban dari Allah atas setiap muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi ayat-ayat apa saja tentang shalat dan zakat di dalam al-Quran dan mengetahui penafsiran ayat-ayat al-Quran yang menggandengkan antara shalat dan zakat. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu peneliti hanya membahas klasifikasi ayat-ayat tentang shalat dan zakat didalam al-Quran, penafsiran ayat-ayat tentang lafazh shalat dan zakat yang beriringan di dalam al-Quran dan korelasi tentang lafazh shalat dan zakat yang beriringan di dalam al-Quran. Peneliti menggunakan metode pendekatan ilmu tafsir dengan metode tafsir al-azhar. Adapun hasil yang didapati menunjukkan bahwa: Berdasarkan ayat-ayat Al Quran yang menghubungkan antara shalat dan zakat sebanyak 27 kali menandakan shalat dan zakat tidak bisa dipisahkan karena shalat dan zakat merupakan rukun Islam yang harus ditunaikan jika ditinggalkan salah satunya maka Islam nya belum sempurna. 1. Dari segi kewajiban melaksanakannya. Perintah mengerjakan shalat tidak lebih penting daripada perintah mengeluarkan zakat. Jadi perintah keduanya sama-sama kuat dan sederajat. 2. Antara shalat dan zakat tidak bisa dipisahkan, sebab keduakeduanya sama-sama bersifat kewajiban. Dulu di zaman Sayyidina Abu Bakar pernah diperangi orang yang pernah memisahkan antara shalat dan zakat. Diantara mereka ada yang tidak mau membayar zakat, dia hanya mengerjakan shalat saja. 3. Perintah shalat dan zakat diulang-ulangi sebanyak 27 kali dalam Al-Quran menunjukkan supaya manusia benar-benar memperhatikannya dan mengerjakannya. Memang andaikan satu kalipun disebutkan perintah shalat dan zakat kita tetap kerjakan. Namun ini perintah kenapa sampai diulang-ulang? Tidak lain kecuali untuk menguatkan perintah itu sendiri.