Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SUSPAWATI TANJUNG

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang Ikhlas dalam Kitab Tafsir Sofwat At-Tafasir

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul "Penafsiran Ali Ash-Shabuni Tentang Ikhlas Dalam Kitab Tafsir Sofwat At-Tafasır yang ditulis oleh Suspawati Tanjung NIRM 2219032, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Institut Darul Qur'an Payakumbuh Kehidupan modern memperlihatkan adanya pergeseran orientasi hidup, di mana keberhasilan sering dikaitkan dengan pengakuan sosial. Pergeseran orientasi ini berpotensi memengaruhi tujuan yang mendasari berbagai aktivitas, baik dalam bekerja, bermuamalah, maupun beribadah sehingga kemurnian niat menjadi tantangan yang semakin relevan. Dalam Islam, ikhlas merupakan syarat diterimanya amal dan menjadi fondasi penghambaan kepada Allah. Namun, kajian yang mengungkap ikhlas berdasarkan penafsiran dengan sudut pandang aqidah masih relatif terbatas, mengingat penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas menitikberatkan pada penguatan aspek aqidah. Penelitian ini dibatasi pada penafsiran dan analisis tentang ikhlas menurut Ali Ash-Shabuni dalam tafsir Sofwat At-Tafasir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Şofwat At-Tafasir karya Ali Ash-Shabuni, sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai buku, artikel jurnal, dan literatur lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan cara menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan ikhlas, selanjutnya dikaji secara deskriptif-analitis Penelitian ini dibagi menjadi dua pembahasan. Pertama, penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan lima prinsip, yaitu ikhlas sebagai wujud dari tauhid, ikhlas sebagai syarat diterimanya amal, ikhlas sebagai orientasi seluruh aspek kehidupan, ikhlas sebagai bukti keteguhan seorang mukmin, dan ikhlas sebagai dasar ajaran dalam risalah kenabian. Kedua, hasil analisis terhadap penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan tujuh analisis, yaitu tidak berbangga diri di hadapan manusia; tetap teguh dalam pendirian dan tidak goyah oleh keadaan; sama antara lahir dan batin; mengarahkan amal, niat, ibadah, dan ketaatan hanya kepada Allah; bersih dari campuran syirik dan riya; melaksanakan ibadah sesuai syariat dan terbebas dari syirik; serta mengarahkan seluruh kehidupan kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya.