Profil penulis
Sari
13 karya publik ditemukan.
Mental Health Dalam Al Quran( Studi Tafsir Maudhu'i)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Mental Health Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)" yang ditulis oleh Ratna Sari NIRM.S1.VI.19.21.027, Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah kehidupan yang semakin modern yang menjadikan manusia mengalami gangguan mental seperti depresi, stress, cemas bahkan sampai bunuh diri disebabkan faktor ekonomi, lingkungan, dan pekerjaan. Ini terjadi karena kesehatan mental kurang baik, atau disebut mental health. Maka penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang mental health dalam Al-Qur'an dengan batasan masalah menjelaskan klasifikasi ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) yang bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran mental health dalam Al-Qur'an melalui metode tafsir maudhu'i menurut Adb Hayy al-Farnawi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun sumber data primernya Al-Qur'an, tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Maraghi, An-Nur, Al-Munir, dan tafsir Kemenag RI. Data sekundernya jurnal dan artikel mengenai mental health serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa klasifikasi ayat tentang mental health terdapat dalam Qs. Al-Fajr: 27, Qs. Al-Waqiah: 89, dan Qs. Ali Imran: 191. Penafsiran Al-Qur'an surah Al-Fajr: 27 berisi tentang ciri-ciri mental health, yaitu bersyukur ketika dilapangkan hartanya, dan bersabar ketika diuji dengan kekurangan harta. Surah Al-Waqiah:89 menjelaskan bahwa kenikmatan yang diperoleh dengan mental health adalah mendapat ketenangan saat menghadapi sakaratul maut, diberi kenikmatan dan ditempatkan di syurga. Sedangkan surah Ali 'Imran:191 menjelaskan bahwa dampak dari mental health dalam kehidupan yaitu, dengan mengingat Allah akan tenang jiwanya, dan ikhlas dalam menjalani problematika kehidupan.
Mental Health Dalam Al Quran( Studi Tafsir Maudhu'i)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Mental Health Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)" yang ditulis oleh Ratna Sari NIRM.S1.VI.19.21.027, Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah kehidupan yang semakin modern yang menjadikan manusia mengalami gangguan mental seperti depresi, stress, cemas bahkan sampai bunuh diri disebabkan faktor ekonomi, lingkungan, dan pekerjaan. Ini terjadi karena kesehatan mental kurang baik, atau disebut mental health. Maka penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang mental health dalam Al-Qur'an dengan batasan masalah menjelaskan klasifikasi ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) yang bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran mental health dalam Al-Qur'an melalui metode tafsir maudhu'i menurut Adb Hayy al-Farnawi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun sumber data primernya Al-Qur'an, tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Maraghi, An-Nur, Al-Munir, dan tafsir Kemenag RI. Data sekundernya jurnal dan artikel mengenai mental health serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa klasifikasi ayat tentang mental health terdapat dalam Qs. Al-Fajr: 27, Qs. Al-Waqiah: 89, dan Qs. Ali Imran: 191. Penafsiran Al-Qur'an surah Al-Fajr: 27 berisi tentang ciri-ciri mental health, yaitu bersyukur ketika dilapangkan hartanya, dan bersabar ketika diuji dengan kekurangan harta. Surah Al-Waqiah:89 menjelaskan bahwa kenikmatan yang diperoleh dengan mental health adalah mendapat ketenangan saat menghadapi sakaratul maut, diberi kenikmatan dan ditempatkan di syurga. Sedangkan surah Ali 'Imran:191 menjelaskan bahwa dampak dari mental health dalam kehidupan yaitu, dengan mengingat Allah akan tenang jiwanya, dan ikhlas dalam menjalani problematika kehidupan.
Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur'an Q.s An-Naml:20 (Tafsir Tahlili)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tahlili Q.s An-Nmal:20)” yang ditulis oleh Ranti Permata Sari NIRM.S1.VI.19.21.007, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh istilah Ghosting yang menjadi tranding di masyarakat dan sering dikaitkan dengan masalah percintaan. Dilihat lebih dalam lagi, ternyata istilah ghosting tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pemutusan/hilang tiba-tiba dalam hubungan percintaan saja, melainkan menyangkut segala bentuk hubungan sosial. Dan dilihat dari kisahnya Nabi Sulaiman, beliau pernah dighosting oleh salah satu prajuritnya. Oleh karena itu, penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana ghosting dalam Al-Qur’an. Karena ha ini lah perlu untuk ditelusuri penafsiran ulama mengenai Ghosting dan menganalisa penafsiran tentang ghosting dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi dan Tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ghosting terdapat 1.061 ayat dalam Al-Qur’an, dengan kata ghosting hilang, putus, lenyap dan tiada. Kata hilang terdapat 17 lafadz 787 ayat dalam Al-Qur’an, kata putus terdapat 6 lafadz 241 ayat dalam Al-Qur’an, kata lenyap terdapat 7 lafadz 11 ayat dalam Al-Qur’an, kata tiada terdapat 5 lafadz 10 ayat dalam Al-Qur’an. Sedangkan ayat yang membahas ghosting Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-hud terdapat dalam Q.S An-Naml:20, membahas tentang bahwasannya Burung Hud-hud pernah menghilang beberapa saat tanpa memberi kabar dan pengetahuan Nabi Sulaiman. Q.S maryam:59 tentang mengabaikan sholat, Q.S Al-baqarah:266 dan Q.S Al-Hadid:20 kebun yang ditiup angin lalu menghilang, Q.S Al-An’am:76 matahari yang dilihat ibrahim tiba-tiba menghilang, Q.S Al-Isra’:67 ketika kamu ketimpa musibah lalu yang biasa kamu sembah akan hilang kecuali allah, Q.S Al-An’am:94 putusnya hubungan pada hari pemberi syafaat, Q.S Thoha:78 fir’aun ditenggelamkan oleh ombak, Q.S Muhamad 22-23 memutuskan hubungan kekeluargaan, Q.S Arro’du 25 memutuskan perjanjian, Q.S Al-baqarah:166 pada hari kiamat hubungan sesama manusia terputus.
Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur'an Q.s An-Naml:20 (Tafsir Tahlili)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran Ghosting Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Tahlili Q.s An-Nmal:20)” yang ditulis oleh Ranti Permata Sari NIRM.S1.VI.19.21.007, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh istilah Ghosting yang menjadi tranding di masyarakat dan sering dikaitkan dengan masalah percintaan. Dilihat lebih dalam lagi, ternyata istilah ghosting tidak hanya digunakan untuk menyebutkan pemutusan/hilang tiba-tiba dalam hubungan percintaan saja, melainkan menyangkut segala bentuk hubungan sosial. Dan dilihat dari kisahnya Nabi Sulaiman, beliau pernah dighosting oleh salah satu prajuritnya. Oleh karena itu, penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana ghosting dalam Al-Qur’an. Karena ha ini lah perlu untuk ditelusuri penafsiran ulama mengenai Ghosting dan menganalisa penafsiran tentang ghosting dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi dan Tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ghosting terdapat 1.061 ayat dalam Al-Qur’an, dengan kata ghosting hilang, putus, lenyap dan tiada. Kata hilang terdapat 17 lafadz 787 ayat dalam Al-Qur’an, kata putus terdapat 6 lafadz 241 ayat dalam Al-Qur’an, kata lenyap terdapat 7 lafadz 11 ayat dalam Al-Qur’an, kata tiada terdapat 5 lafadz 10 ayat dalam Al-Qur’an. Sedangkan ayat yang membahas ghosting Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-hud terdapat dalam Q.S An-Naml:20, membahas tentang bahwasannya Burung Hud-hud pernah menghilang beberapa saat tanpa memberi kabar dan pengetahuan Nabi Sulaiman. Q.S maryam:59 tentang mengabaikan sholat, Q.S Al-baqarah:266 dan Q.S Al-Hadid:20 kebun yang ditiup angin lalu menghilang, Q.S Al-An’am:76 matahari yang dilihat ibrahim tiba-tiba menghilang, Q.S Al-Isra’:67 ketika kamu ketimpa musibah lalu yang biasa kamu sembah akan hilang kecuali allah, Q.S Al-An’am:94 putusnya hubungan pada hari pemberi syafaat, Q.S Thoha:78 fir’aun ditenggelamkan oleh ombak, Q.S Muhamad 22-23 memutuskan hubungan kekeluargaan, Q.S Arro’du 25 memutuskan perjanjian, Q.S Al-baqarah:166 pada hari kiamat hubungan sesama manusia terputus.
Manajemen Pendidikan Formal
Tiga Puluh Satu Masalah Keluarga
Hadis-Hadis Pendidikan : Sebuah Penelusuran Akar-Akar Ilmu Pendidikan Islam
Laporan Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3) Payakumbuh
تطبيق استراتيجية قراءة جهرية علي مهارة القراءة تعليم اللغة العربية في المدرسة الثانوية الحكومية ٣ باياكمبوة (دراسة وصفية)
إستيعاب مدرسي اللغة العربية للأصوات العربية في معهد الكوثر محمدية ساريلامك (دراسة وصفية)
Practical English Course : An Intergrated English Program for Children dan Young Adults
Platform Asesmen untuk Pembelajaran Daring: Teori & Praktik
Salah satu komponen pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran. Dewasa ini, evaluasi pembelajaran mengalami perkembangan yang signifikan mengikuti perkembangan Teknologi, Informasi dan Komputer (TIK). Terkait akan hal tersebut, evaluasi pembelajaran juga turut andil dalam mengintegrasikan proses evaluasi menggunakan bantuan TIK. Seperti yang diketahui baik oleh guru maupun calon guru, proses evaluasi pembelajaran melalui berbagai tahapan, salah satunya adalah asesmen. Asesmen berperan penting dalam mengukur kualitas pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru maupun calon guru serta melihat apakah terdapat kebermanfaatan keilmuan yang diperoleh siswa. Proses asesmen ini penting untuk evaluasi lanjutan tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas namun juga evaluasi lanjutan bagi perbaikan Kurikulum pembelajaran. Buku Platform Asesmen untuk Pembelajaran Daring ini akan membahas berbagai macam jenis platform yang direkomendasikan bagi para guru maupun calon guru sebagai platform asesmen pembelajaran daring. Selain itu, buku ini juga membahas secara konsep terkait seperti apa asesmen serta bagaimana perkembangan asesmen pembelajaran hingga bertransformasi seperti saat sekarang ini. Dengan adanya buku ini, diharapkan para guru serta calon guru dapat mengetahui bagaimana konsep dan teori asesmen, hingga cara serta prosedur menggunakan platform asesmen dalam pembelajaran daring.