Asesmen Sejawat Berkelompok
Teknik asesmen yang saat ini diterapkan di sekolah lebih banyak berpusat pada guru (teacher centered. Guru menjadi pemegang kendali dalam menentukan nilai siswa. Padahal, teknik penilaian seperti itu berpeluang untuk menciptakan keberpihakan pada siswa tertentu. Selain itu, umpan balik yang diberikan pada siswa kurang beragam karena hanya berasal dari sudut pandang guru saja. Instrumen asesmen yang digunakan untuk menilai keterampilan berbicara juga harus mampu mengukur ketercapaian kompetensi berbicara siswa secara tepat, objektif, dan komprehensif. Pembuatan instrumen semacam itu cukup sulit sehingga guru tidak menggunakan instrumen yang demikian untuk menilai.