Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YUNI LESTARI HASIBUAN

2 karya publik ditemukan.

2023: 2

Tradisi Pembacaan Yasin 41 kali di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur'an)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah : “Tradsisi Pembacaan Yasin 41 di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang di tulis oleh Yuni Lestari Hasibuan, NIRM S1.VI.19.19.534. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang fenomena living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresepsi kehadiran al-Qur’an seperti yang terjadi di desa Sipangko yaitu pengamalan Yasin 41. Dinamakan Yasin 41 dikarenakan dalam pembacaan Yasin ini di baca sebanyak 41 kali dengan jumlah orang yang membaca berjumlah 41 orang, jika kurang dari 41 orang misalnya hanya ada 21 orang, maka setiap orang membaca 2 kali sampai bilangannya genap 41. Pembacaan Yasin 41 ini diselenggarakan ataupun dilaksanakan ketika memiliki hajat atau sedang menghadapi sasuatu yang genting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko dan bagaimana cara pelaksanaan Yasin 41 ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Metode analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan proses reduksi data dan penyajian data (Display). Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko ini, dibawakan oleh Syekh Muhammad Baqi lalu di ajarkan kepada masyarakat desa Sipangko. Syekh Muhammad Baqi berguru kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqasabandy. Pengamalan pembacaan Yasin 41 ini memiliki dasar rujukan dari Syekh Ahmad Ad-Dairobi seorang ulama fiqih terkemuka dari Mesir. Proses pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini; pertama adalah persiapan dimana terlebih dahulu orang yang memiliki hajat tersebut harus mengumpulkan anggota pembacaan Yasin 41 ini sebanyak 41 orang, kalau kurang dari 41 boleh saja karna yang wajib itu adalah jumlah bacaan surah yasinnya. Kedua, proses pelaksanan yang dimana dimulai dengan membaca istiqfar sebanyak 3 kali yang dipandu oleh seorang imam yang telah ditunjuk dan diikuti oleh jama’ah, seorang imam yang di tunjuk mestilah orang yang paham betul tentang pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini. Ketiga adalah pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini juga di pandu oleh imam.

Tradisi Pembacaan Yasin 41 kali di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur'an)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini adalah : “Tradsisi Pembacaan Yasin 41 di Desa Sipangko Kec. Angkola Muaratais Kab. Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang di tulis oleh Yuni Lestari Hasibuan, NIRM S1.VI.19.19.534. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang masalah dalam penulisan skripsi ini adalah tentang fenomena living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresepsi kehadiran al-Qur’an seperti yang terjadi di desa Sipangko yaitu pengamalan Yasin 41. Dinamakan Yasin 41 dikarenakan dalam pembacaan Yasin ini di baca sebanyak 41 kali dengan jumlah orang yang membaca berjumlah 41 orang, jika kurang dari 41 orang misalnya hanya ada 21 orang, maka setiap orang membaca 2 kali sampai bilangannya genap 41. Pembacaan Yasin 41 ini diselenggarakan ataupun dilaksanakan ketika memiliki hajat atau sedang menghadapi sasuatu yang genting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko dan bagaimana cara pelaksanaan Yasin 41 ini. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi. Metode analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan proses reduksi data dan penyajian data (Display). Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah sejarah pembacaan Yasin 41 di desa Sipangko ini, dibawakan oleh Syekh Muhammad Baqi lalu di ajarkan kepada masyarakat desa Sipangko. Syekh Muhammad Baqi berguru kepada Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi An-Naqasabandy. Pengamalan pembacaan Yasin 41 ini memiliki dasar rujukan dari Syekh Ahmad Ad-Dairobi seorang ulama fiqih terkemuka dari Mesir. Proses pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini; pertama adalah persiapan dimana terlebih dahulu orang yang memiliki hajat tersebut harus mengumpulkan anggota pembacaan Yasin 41 ini sebanyak 41 orang, kalau kurang dari 41 boleh saja karna yang wajib itu adalah jumlah bacaan surah yasinnya. Kedua, proses pelaksanan yang dimana dimulai dengan membaca istiqfar sebanyak 3 kali yang dipandu oleh seorang imam yang telah ditunjuk dan diikuti oleh jama’ah, seorang imam yang di tunjuk mestilah orang yang paham betul tentang pelaksanaan pembacaan Yasin 41 ini. Ketiga adalah pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini juga di pandu oleh imam.