Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

185 item publik

Publikasi

Halaman 8 dari 10

RELEVANSI SYURA DENGAN DEMOKRASI DI DALAM AL-QUR'AN (Studi Analisis Tafsir Al Maraghi)

RIDWAN RAMBE
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini yaitu : “KONSEP SYURA DIDALAM AL QURAN (Studi Komparatif tafsir Al Azhar dan Al Munir)” yang ditulis oleh Ridwan Rambe, Nrim S1.VI.19.19.505, Mahasiswa STAI Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya keinginan tahuan bagaimana syura yang terjadi di masa Rasullulah dan para sahabatnya, selanjutnya juga bagaimana Konsep syura ini dalam tafsir Al Azhar dan Al Munir. Karena sistem ini terus dipakai dalam memutuskan sesuatu, dan islam mewajibkan dalam memutuskan permasalahan dengan musyawarah, baik itu terkait pribadi apalagi menyangkut banyak orang. Adapun alasan penulis dalam memilih judul ini dikarenakan belum ada yang meneliti Konsep syura dengan Demokrasi ini menurut pandangan Wahbah Az Zuhaili dan Buya Hamka. Dengan demikian penulis memilih "Konsep Syura Didalam Al Qur‟an (Studi komparatif Tafsir Al Azhar dan Al Munir). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , untuk mengetahui bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga untuk mengetahui analisin konsep syura menurut kedua tafsir tersebut. Rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu ; Bagaimana penafsiran Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili terhadap ayat-ayat syura , Bagaimana perbedaan penafsiran keduanya, dan juga bagaimana analisi konsep syura yang terdapat dalam dua tafsir tersebut. Penelitian ini ditulis dengan menggunakan metode muqarran, yaitu dengan membandingkan pendapat dua mufassir (Buya Hamka dan Wahbah Az Zuhaili). Jenis penelitianya pustaka (Library research) dan adapun sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan skunder. Sumber data primer adalah kitab Tafsir Al Azhar dan Al Munir. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian seperti ,jurnal, buku,dan artikel yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dalam tafsir Wahbah Az Zuhaili beliau menjelaskan fungsi syūra adalah mencari berbagai sudut pandang dan memilih salah satu pendapat yang diajukan, namun beliau tidak menjelaskan secara detail dalam memilih satu pendapat apakah dengan suara terbanyak atau tergantung pada pemimpinnya, Sedangkan Buya Hamka dalam tafsirnya, ia menjelaskan bahwa syūra atau musyawarah menjadi pokok dalam pembangunan masyarakat dan negara Islam. Inilah dasar politik pemerintah dan pimpinan negara, masyarakat dalam perang dan damai, Ketika aman atau terancam bahaya, dan dalam tafsirnya menjelaskan bahwah dalam memilih pendapat dengan suara terbanyak.Dalam pelaksanaan syura‟ ini itu tidak ada di tetapkan atau ditentukan oleh Rasulullah, jadi untuk pelaksanaannya tergantung perkembangan waktu dan zaman.

تأثير طريقة الغناء لتحسين إتقان مفردات اللغة العربية في مدرسة إنسان جندكيا الثّانويّة هارو

AISYAH
2023 · Thesis · Open Access

عائشة، ،2023 أتثي طريقةرالغناءرلتحسنيرإتقانرمفرداتراللغةرالعربيةرف مدرسةررإنسانر ّ جندكيار ة انوي ّ الث هارو، قسم ال رتبية اللغة العربية للمعهد العال دار القرآن ابايكمبوه. تدريس اللغة العربية هو عملية حتويل املعرفة، واملوقف العقلي، والسلوك خلرباء اللغة العربية واليت من املتوقع أن تتم بشكل احرتايف. و أهداف ألغراض حمددة. وتتحقق أهداف اللغة العربية بشكل فعال إذا كانت هناك رؤية أساسية ورسالة وتوجيه من الواضح تنفيذ االسرتاتيجيات والنهج واألساليب الصحيحة والصحيحة حىت يتم احلصول على اإلنتاج ممتعة جلميع الطالب واملعلمني واملؤسسات التعليمية. كانت إنسان جندكيا هارو إحدى املدارس وجدت هذه الباحثة مشكالت منها، أقل رغبة الطالب يف تعليم اللغة العربية واليوجد طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف املدرسة وانقصة وسائل ًض التعليم لدى ال ا ال ينفصل عن حالة طالب ويشعر الطالبة ابمللل وحيبون دروس اللغة العربية وهذا أي أساليب التعلم لتحسني حفظ إتقان املفردات لدى الطالبة. وأهداف هذا البحث ملعرفة على استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف تعليم اللغة العربية لفصل التاسع يف مدرسة ة هارو ّ انوي ّ إنسان جندكيا الث . وأما منهج البحث الذي تستخدم الباحثة يف هذه الدراسة فهو املنهج التجرييب. وبناء على نتائج البحث، وخلص إل أن غرض لتحسني إتقان املفردات يف هذه املدرسة حىت يتمكن الطالب من تذكر إتقان املفردات بسرعة وعدم نسياهنا بسرعة. داللة 0.043 )> 0.05(، مث يتم رفض الفرضية الصفرية )HO). لذا االستنتاج هو أن هناك ا يف الدرجات يف العالج ابلغناء وبدون استخدام طريقة الغناء تزداد مفردات األطفال ابستخدام ً اكبري ً اختالف طريقة الغناء. أن نتيجة مستو الداللة (tailed2-(.Sig Asymp 0،000 وهي أقل من 0،05 فيدل علي أن استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان مفردات اللغة العربية.

PENAFSIRAN “LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WA LAA HUM YAHZANUUN” Dalam Surat AL Baqarah DALAM SURAT AL BAQARAH

YASDI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: " PENAFSIRAN LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WA LAA HUM YAHZANUUN " yang ditulis oleh YASDI, NIRM S1.VI.19.19.533, Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Secara bahasa Khauf berasal dari kata khafa, yakhafu, khaufan yang artinya takut. Takut yang dimaksud disini adalah takut kepada Allah SWT. Khauf adalah takut kepada Allah SWT dengan mempunyai perasaan khawatir akan adzab Allah yang akan ditimpahkan kepada kita. Cara untuk dekat kepada Allah yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hazn dalam kamus besar bahasa indonesia, kata sedih diartikan dengan : susah hati, merasa sangat pilu dalam hati. menimbulkan rasa susah, duka, kabar yang menyusahkan hati, cerita yang menimbulkan rasa sedih dan pilu. Sedangkan kebahagiaan adalah sebuah impian di mana semua orang ingin memilikinya. Tidak ada seorang pun yang ingin menderita hidupnya. Namun, tidak semua orang tahu akan kriteria bahagia secara kaffah. Dalam pandangan Islam, seseorang yang bahagia adalah seorang mukmin sholeh yang selalu taat akan menunaikan hak-hak Tuhannya dan memenuhi hak-hak akan makhluk lainnya dengan berpedoman kepada svriat, baik lahir maupun batin. Kebahagiaan adalah sebuah impian di mana semua orang ingin memilikinya. Tidak ada seorang pun yang ingin menderita hidupnya. Namun, tidak semua orang tahu akan kriteria bahagia secara kaffah. Dalam pandangan Islam, seseorang yang bahagia adalah seorang mukmin sholeh yang selalu taat akan menunaikan hak-hak Tuhannya dan memenuhi hak-hak akan makhluk lainnya dengan berpedoman kepada svriat, baik lahir maupun batin. Kebahagiaan bukanlah barang komersil yang dapat dihitung dengan pasti. Kadar kebahagiaan pun berbeda nilai antarmanusia. Seorang manusia tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan apabila dalam dirinya selalu penuh akan keinginan. Ia lupa bersyukur dengan apa ang dimilikinya. Orang seperti ini masuk ke dalam kategori kufur nikmat. Ia tidak akan pernah puas akan nikmat yang didapatknnya karena Allah SWT telah mencabut rahmat dirinya.

Pelaksanaan Dzikir Dalam Tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyyah di Surau Suluk Kapalo Bonda (Kajian Living Qur’an)

YAHYA NAULI SITOMPUL
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “PELAKSANAAN DZIKIR DALAM TAREKAT NAQSABANDIYAH WA SAMMANIYAH DI SURAU SULUK KAPALO BONDA (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Yahya Nauli Sitompul, NIRM S1.VI.19.19.530, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah seiring perkembangan zaman, kajian terhadap Al-Qur’an dapat menghasilkan pemahaman yang beragam. Secara umum, kajian living Qur’an mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa ajaran dzikir dalam tarekat merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah yang mampu mengatasi persoalan manusia di segala aspek kehidupan. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah mengenai dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, dan fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, serta pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap dasar dzikir tarekat dalam Al-Qur’an, fondasi dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda, dan pelaksanaan dzikir tarekat di Surau Suluk Kapalo Bonda. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan landasan teori dari segi pendekatan, desain living Qur’an. Sesuai dengan lokasi penelitian yang dilaksanakan, maka jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda, sedangkan data sekunder adalah keterangan langsung dari jama’ah Surau Suluk Kapalo Bonda, dan data-data sebagai pendukung. Hasil dalam penelitian ini ialah dasar pelaksanaan dzikir tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di dalam Al-Qur’an ada 5 dasar yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahzab:41, Surah Ar-Ra’d: 28, Surah Al-A’raf: 205, Surah Al-Maidah: 35, Surah Ali ‘Imran: 191. Fondasi dzikir dalam amalan tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 11 dasar, yaitu Huwasy Dardam, Nazhar Barqadam, Safar Darwathan, Khalwat dar Anjuman, Ya Dakrad, Baz Kasyat, Nakah Dasyat, Bad Dasyat, Wukuf Zamani, Wukuf ‘Adadi, dan Wukuf Qolbi. Pelaksanaan dzikir pada jama’ah tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda ada 3 tahap yaitu, tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penutup yang dibimbing langsung oleh Mursyid tarekat Naqsabandiyah wa Sammaniyah di Surau Suluk Kapalo Bonda.

Sumbang Duo Baleh dalam Perspektif al Qur’an Kajian Tematik Tafsir Al Azhar

NOVA
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini yaitu: “Sumbang Duo Baleh dalam Perspektif Al-Qur’an Kajian Tematik Tafsir Al-Azhar” yang ditulis oleh Nova, NIRM SI.VI.19.18.065, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Perempuan yang ada di Minangkabau merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan ajaran agama, adat, budaya yang berkembang di tengah masyarakat itu sendiri. Sebab keistimewaan alam telah mampu memberikan pengajaran berharga bagi masyarakat untuk dijadikan ilmu dengan dinamai alam takambang manjadi guru. Perempuan Minangkabau yang ideal itu adalah parampuan. Parampuan mengacu kepada wanita yang mempunyai budi pekerti yang baik, tawakal kepada Allah, sopan dan hormat pada sesama. Minangkabau merupakan salah satu budaya yang menganut matrilineal, yang menempatkan posisi perempuan Minang sebagai simbol istimewa sehingga seluk beluk dari perempuan itu baik berupa tingkah laku ataupun perannya di atas rumah dan masyarakat semuanya telah diatur dalam Al-Qur’an dan aturan adat yang berlaku. Sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan etika adat di Minangkabau adalah sumbang. Pengertian perempuan di Minangkabau dikelompokkan kedalam empat tingkatan berdasarkan ciri fisik, kematangan emosional, dan perannya di dalam masyarakat. Perempuan pertama adalah batino, seorang wanita yang baru lahir sampai dia menempuh masa kanak-kanak sampai sebelum akil baligh. Sedangkan pengelompokan yang kedua adalah gadih, yaitu perempuan dari masa akil baligh sampai masa sebelum menikah. Sedangkan perempuan pada urutan ketiga adalah padusi, yaitu perempuan yang sudah bersuami. Batasan Masalah a. klasifikasi ayat Al-Qur’an tentang kata Sumbang Duo Baleh b. menafsiran ayat tentang Sumbang Duo Baleh dan c. bagaimana konsep Sumbang Duo Baleh dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), jenis penelitian ini adalah kualitatif tidak terjun langsung kelapangan dalam pencarian data. Sumber data terbagi dua yaitu primer dan sekunder: 2. Sumber data primer berasal dari buku-buku serta jurnal yang berkaitan dengan Sumbang Duo Baleh,dan Tafsir Al-Azhar. Sedangkan sumber data sekunder dari buku adat dan Tafsir Tematik. 3. Analisis Penulisan skripsi ini menggunakan metode maudhu’i (Tematik) yaitu salah satu metode penafsiran Al-Qur’an dengan cara menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan suatu tema tertentu. Hasildari penelitian iniadalah klasifikasi ayat yang dicari secara pertema maka didapatkanlah untuk jumlah kata yang ada dalam Al-Qur’an: jumlah kata duduk 21 kata, berdiri 21 ayat, berjalan 40 ayat, bicara 49 ayat, tanya 37 ayat, jawab 125 ayat, pergaulan 1 ayat, melihat 212 ayat, makan 144 ayat, pakaian 16 kata, bekerja 11 ayat, tingkah laku 1 ayat. Dari sumbang duo baleh membahas semuaadab-adab keseharian perempuan, semua itu berasal dari dalam Al-Qur’an yang sudah diturunkan dalam undang-undang adat. Sebagaimana adat basandi sayarak, sayarak basandi kitabullah, syarak mangato (Al-Qur’an) dan adat mamakai

Metode Pengajian Tafsir di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit (Living Qur'an)

ARIFUL FIKRI
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini adalah Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur (Kajian Living Qur’an) yang ditulis oleh Ariful Fikrin NIRM S1.VI.19.19.451 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Fenomena sosial keagamaan yang terlihat di jamaah di Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur, dimana jamaah memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mempelajari ilmu agama, khususnya dalam mempelajari al qur’an. Adapun kebiasaan yang mereka lakukan hanya mendengarkan kajian ceramah di Masjid atau Mushalla yang dalam pelaksanakannya setiap malam (setelah shalat Magrib sampai waktu Isya) dan setelah shalat Subuh hingga hanya bisa mendengarkan santapan rohani yang lama kelamaan menimbulkan kebosanan bagi para jamaah, sedangkan mereka tersebut siangnya sibuk dengan pekerjaan sehari hari, kondisi ini sangat berbeda dengan yang dilakukankan oleh kebanyakan kaum muslimin /muslimat di berbagai Nagari, sehingga yang menjadi pokok permasaalahan bagi penulis adalah ingin mengajak jemaah untuk menggali lagi isi al qur’an dengan sistem pengajian tafsir al qur’an yang diadakan di Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit, serta motivasi apa yang mendorong jamaah bersemangat dalam menggali dan mempelajari isi al qur’an itu sendiri yang selama ini mereka dapat melalui ceramah-ceramah biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Tabit, bagaimana pelaksanaannya serta mengetahui apa motif dari jamaah melaksanakan pengajian tafsir al qur’an dan nilai-nilai apa yang didapat dalam pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner terbuka dan dokumentasi yang ada, sedangkan subjek penelitian adalah jamaah Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit yang berjumlah 38 orang, dan penulis merupakan instrumen utama dari peneltian ini, sedangkan analisis data mengikuti apa yang dikatakan J.Maleong yaitu mereduksi, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja Hasil penelitian didapat bahwa dalil/dasar dari jamaah untuk melaksanakan pengajian tafsir al qur’an adalah karena jemaah sudah mulai bosan dengan mempelajari isi al qur’an hanya melalui ceramah-ceramah yang mereka dengar pada setiap pengajian, sedangkan pembacaan Al-Qur’an ketika belajar tafsir al qur’an dapat lebih mendalami apa isi dan kandungan yang terdapat dalam al qur’an tersebut.

Makna waswaasil khannaas dalam surat an-nas (studi tafsir tahlili)

NOVIAR
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu “MAKNA WASWAASIL KHANNAAS DALAM SURAT AN-NÂS” yang dibuat oleh Noviar Nirm SI.VI.19.19.494 Mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islama) Darul QUR'AN PAYAKUMBUH. Latar belakang pemilihan judul ini adalah Di dalam Al-Qur’an dijelaskan makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk adalah manusia . Dengan demikian Allah SWT memerintahkan semua makhluk ciptaan-Nya yang lain untuk bersujud kepada manusia. Satu-satunya makhluk yang tidak mau bersujud adalah setan atau iblis disebabkan sifat sombong yang ada pada dirinya. Karena sifatnya tersebut Allah mengeluarkannya dari surga, sehingga sejak saat itu setan atau iblis bersumpah untuk mengganggu dan menggoda manusia dari berbagai penjuruh Dalam surat An-Nâs yang terdapat didalamnya penjelasan tentang godaaan setan yg berwujud jin, maupun berwujud manusia, begitupun manusia yang harus senantiasa meminta perlindungan kepada Allah, dari godaan jin dan manusia karena mereka senantiasa menyesatkan manusia untuk jauh darinya serta melupakan perintah dan larangannya. Selain itu di dalam al-Quran hanya terdapat satu kata waswâsil khannâs ini hanya disebut bersamaan di dalam surah an-Nâs ayat ke- 4. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penafsiran waswaasil khannas dalam surat An-Nâs?, sedangkan batasan masalah dalam penelitian ini adalah mengungkapkan makna kata waswasil khannas dalam surat An-Nâs dan menjelaskan penafsiran waswasil khannas dalam surat An-Nâs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna kata waswasil khannas dalam Al-Qur’an dan menjelaskan penafsiran waswasil khannas dalam surat An-Nâs Adapun metode penelitian ini adalah kualitatif, Jenis penelitian pustaka (Library research). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis metode tahlili, Metode tafsir tahlili ialah menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an secara sistematis dengan memparkan segala aspek yang terkandungan di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan. Yang menjadi sumber data primer Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al-Misbah Karya M.Quraish Shihab, Tafsir An-Nur karya Prof.Dr.Tm.Hasbi As-Siddiqi, Tafsir Furqan karya A.Hassan, Tafsir Maraghi karya Ahmad Mustafa Al Maragi, Tafsir Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Qurtubi karya Muhammad Ibrahim Al Hifnawi dan Tafsir Zhilalil Qur’an karya Sayid Quthb. Adapun data sekunder adalah jurnal, buku studi al-Qur'an, tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan makna waswasil khannas. Hasil penelitian skripsi tentang makna waswasil khannas dalam surat an-Nas ayat 4 adalah bisikan-bisikan setan yang bersembunyi, maknanya apabila manusia ingat kepada Allah SWT maka setan itu bersembunyi dan mengecil. Kemudian apabila manusia lupa kepada Allah SWT atau tidak ingat kepada Allah SWT akan membisikan kejahatan-kejahatan kepada manusia, apabila manusia itu tegoda atau masuk keperangkap manusia untuk melakukan kejahatan yang dilarang oleh Allah SWT maka setan itu sangat senang dan membesar.

Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)

MUHAMMAD IRSYAD
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.

Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

NURUL ATIKAH
2023 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul: “ Pengaruh Mengikuti Hawa Nafsu Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)” yang disusun Nurul Atikah , Nirm S1.VI.19.19.499, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsi Sekolah Tinggi Agama Isalm STAI Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah di zaman sekarang ini muda-mudi yang asyik masuk terseret dalam pergaulan bebas, dan tergoda dengan hawa nafsunya.Contoh, pacaran seolah menjadi budaya, zina, bahkan ada juga yang lgbt. Banyak orang Islam saat ini sangat ceroboh bahkan tidak menjaga diri dari perbuatan tersebut. Karena perbuatan tersebut dikalangan para remaja dianggap sangat biasa karena tidak memelihara hawa nafsu. Hawa nafsu ialah syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia, yang bekerja untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran. Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, dan kesesatan. Padahal Islam menuntut untuk memelihara hawa nafsu. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), dan menggunakan metode kualitatif. Dikumpulkan melalui data Al-Qur’an dan 6 kitab Tafsir yaitu, Tafsir Al-Azhar Buya Hamka,Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Maraghi, Tafsir Sayyid Qutub fii Zilalil Qur’an, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir Al-Munir. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: Jurnal, Buku dan Artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Abdul Al Hayy Al Farmawi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa para mufassir memahami kata هوى adalah kecendrungan kepada perbuatan negative (membawa kepada kerusakan) namun ada juga yang bermakna positif (ikhlas menerima ketentuan Allah). Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan, penyimpangan dari jalan kebenaran, bisa menyesatkan perut dan kemaluan. Orang-orang tersesat dari jalan Allah karena tidak memelihara hawa nafsu, bagi mereka azab yang berat. Mengikuti hawa nafsu adalah perilaku yang menggelincirkan dan membawa ke neraka. akibatnya adalah kesengsaraan. ketika manusia tunduk kepada hawa nafsu, maka di cabut nyawanya dengan kasar sekali.

Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah Dalam Bacaan Al-Qur'an ( Studi Pada Santriwati Ashhabul Qur'an Payakumbuh)

ZIKRA SUCITA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “Implementasi Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah Dalam Bacaan Al-Qur’an (Studi Pada Santriwati Sekolah Ash-Habul Qur’an Payakumbuh)” yang ditulis oleh Zikra Sucita, NIRM SI.VI.19.18.078. Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Alasan penulis memilih judul ini adalah: Langkah awal untuk membaca Al-Qur’an adalah dengan mengetahui huruf hijaiyyah serta mampu fasih dalam pengucapannya. Dalam ilmu tajwid pengucapan fasih ini bisa didapati dengan mengetahui makharijul huruf dan shifatul huruf. Kitab tajwid dasar yang memuat materi ini dengan jelas adalah matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matan ini sanadnya tersambung kepada Imam Ibnul Jazari sebagai penulis matan dan dapat menjadi sandaran ketika membaca Al-Qur’an agar terlepas dari keraguan terhadap suatu hukum tajwid. Menurut penelusuran penulis kepada lembaga-lembaga Al-Qur’an yang ada di Payakumbuh, penulis mendapati sekolah AshHabul Qur’an Payakumbuh satu-satunya sekolah yang menerapkan matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah sebagai bahan ajarnya. Uniknya lagi sekolah ini merupakan lembaga yang menjadi wadah bagi mereka yang ingin belajar Al-Qur’an dari segala usia mulai anak-anak hingga lansia. Sehingga penulis merasa perlu untuk meneliti bagaimana Implementasi matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati AshHabul Qur’an Payakumbuh. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui implementasi Matan Al-Muqoddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’an santriwati Ash-Habul Qur’an Payakumbuh dan Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualutatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Prosedur analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penulis mendapati hasil bahwa di sekolah AshHabul Qur’an santriwati yang mampu menerapkan Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyah dalam bacaan Al-Qur’annya adalah yang sudah hafal matan tersebut, sedangkan yang lain belum mampu. Dipengaruhi oleh faktor pendukung berupa (1) motivasi diri dan orang sekitar, (2) niat dan mengetahui tujuan mempelajari matan, (3) ketertarikan terhadap ilmu, (4) kehadiran dan masa belajar. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah (1) faktor usia, (2) latar belakang pendidikan (3) kurang motivasi dan minat (4) kesibukan dan waktu luang.

Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an )

FAUAZIAH
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini adalah: “Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Kajian Living Qur’an)” yang ditulis oleh Fauaziah , Nirm S1.VI.19.19.460, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah tentang fenomena Pelaksanaan Ratik Togak di Desa Rambah Tengah Barat Kajian Living Qur’an yang merupakan respon sosial suatu masyarakat dalam meresapi kehadiran Al-Qur’an seperti yang terjadi di Desa Rambah Tengah Barat selain itu karena rasa ingin tahu penulis tentang dasar dan pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat. Dinamakan Ratik togak karena zikir ini dilaksanakan sambil berdiri, yang harus dipimpin oleh mursyid ratik togak langsung tanpa perwakilan, selain itu zikir ini juga merupakan jenis amalan yang dilaksanakan oleh orang-orang tarekat Naqsbandiyah yang ada di Desa Rambah Tengah Barat, sedangkan di tempat lain diamalkan juga oleh Tarekat Qadiriyah, untuk jumlah anggota yang melaksanakannya tidak dibatasi yang penting dipimpin oleh mursyid dan sekurangkurangnya sembilan anggota lainnya yang sudah mengikuti tarekat naqsabandiyah. Alasan penulis memilih judul ini untuk mengungkap pelaksanaan zikir yang ada di Desa Rambah Tengah Barat sehingga menghilangkan keraguan masyarakat luar tentang pelaksanaan ratik togak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat seta untuk mengetahui pelaksanaan ratik togak di Desa rambah Tengah Barat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, jenis penelitian lapangan (field research). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan metode dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (Display) dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Selain itu penelitian ini juga merupakan kajian living Qur’an Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah bahwasanya dasar pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu menurut khalifah basir adalah Surah An-Nisa ayat 103, sementara khalifah Toat berpendapat bahwa dasar pelaksanaan ratik togak itu amerupakan bentuk kecintaan pengikut tarekat sehingga dalam pelaksanaannya tidak memerlukan dasar, sementara sebagaian anggota berpendapat bahwa ratik togak merupakan kegiatan turun-temutun dari guru-guru tarekat sebelumnya. sedangkan cara Pelaksanaan ratik togak di Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu secara khusus dilaksanakan oleh pengikut tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin oleh seorang Mursyid kemudian diikuti oleh seluruh pengamal tarekat yang laki-laki sekurang-kiurangnya 10 orang sedangkan batasnya tidak disebutkan. sedangkan pengamal tarekat Naqsabandiyah yang perempuan tidak dibolehkan ikut melaksanakan ratik togak karena suara perempuan adalah aurat, akan tetapi boleh diikuti oleh masyarakat umum (laki-laki) di Desa Rambah Tengah Barat maupun masyarakat luar jika Dipimpin oleh Mursyid dan Anggota Ratik togak.

Pakaian Menurut Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili dalam kitabnya Nazarat Fi Kitabillah

DUMAYANI JAMBAK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "PAKAIAN MENURUT ZAINAB AL-GHAZALI AL- JUBAILI DALAM KITAB NAZARAT FIKITABILLAH" yang ditulis oleh Dumayani Jambak. Nirm S1.VI.19.19.457, Mahasiswi STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah adanya ragam pakaian di zaman sekarang yang hanya mengikuti trend tanpa memahami bagaimana Allah subhanahu wa ta`ala memberikan perintah dalam berpakaian seperti menundukkan pandangan dan menutup aurat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Deskripsi Ayat-ayat tentang Pakaiaan dalam Perspektif al-Qur'an dan Untuk mengetahui penafsiran Ayat-ayat tentang Pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al- Ghazali Al-Jubaili. Rumusan masalah dalam skripsi ini Bagaimana pakaian dalam kitab Nazarat filkitabillah karangan Zainab Al-Ghazali Al-Jubaili. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dan termasuk penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah kitab Nazarat filkitabillah karya Zainab Al- Ghazali Al Jubaili yang belum pernah dikaji sebelumnya merupakan kajian tokoh. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku, dan artikel. Hasil dalam penelitian ini adalah Zainab al-Ghazali al-Jubaili pada tafsirnya bahwa ia memaknai pakaian adalah (Yusattiruna biha aurotahum)" yang dengannya mereka menutupi aurat mereka" disini mudah disimpulkan bahwa pakaian sesuatu yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh yang haram untuk di perlihatkan (aurat) dan Al-Qur'an menggambarkan pakaian dalam tiga redaksi yakni Libas, Siyah dan Sarabil. Kata libas mempunyai arti, apa yang dipakai Kata ini adalah bagian dari kata benda yang berasal dari akar kata la-bi- sa atau Kata ini mempunyai dua bentuk verba (fi'il / kata kerja), bisa dibaca labisa dan labasa. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa berpakaian bagi wanita yakni menutup aurat dan tidak membuat orang yang melihatnya mempunyai pikiran negatif bagi laki-laki yang bukan muhrimnya. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.

Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh

DIFA DIAN FADILAH
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi adalah “Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh”. Ditulis oleh Difa Dian Fadilah ,NIRM,S1.VI.19.19.455. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalah terjadinya sebuah masalah dalam pembelajaran tahfidz . Dalam Al-Qur’an firman Allah Sesungguhnya kamilah yang menurunkan ak-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.di era modern ini, menghafal al-Qur’an menjadi ciri khas berbagai lembaga dan institusi pendidikan. Jika dicermati pada zaman nabi muhammad SAW, menghafal bukanlah masalah kecepatan waktu namun pentingnya ajaran agama untuk dipahami, diajarkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahupenerapan dari konsep STIFIn terhadap halan al-Qur’an siswa dan pengaruh serta peran metode STIFIn terhadap hafalan al-Qur’an siswa SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh. STIFIn merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak yang paling dominan. Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. 5 Belahan Otak Dominan Manusia. Dari sejumlah teori, STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.Sensing, sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin.Thinking, letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa. Intuiting, berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. Feeling, terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial.Insting, sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri. Faktor yang mendukung dan meningkatan hafalan siswa Tipe Sensing Cara menghafal al-Qur’an tipe sensing yaitu dengan menitikberatkan pada frekuensi pengulangan, mengingat warna, dan tanda.Tipe thingking Cara menghafal al-Qur’an bagi thingking yaitu lebih menekankan pada target yang ketat dan disiplin waktu yang diberikan.Tipe intuiting Cara menghafal al-Qur’an bagi intuiting yaitu lebih menekankan pada daya ingat semantik dan imajinasi cerita dalam memahami terjemah.Tipe feeling Cara menghafal al-Qur’an bagi feeling yaitu lebih menekankan pada suasana menghafal kondusif ( menggunakankekuatan mendengarnya) dan parttner sima’an.Tipe insting Cara menghafal al-Qur’an bagi insting yaitu lebih menekankan pada lingkungan yang tenang dan penggunaan keserbabisaanya dalam menghafal.

Penafsiran Ayat-Ayat al Qur'an Tentang Iman (Berdasarkan Makkiyah dan Madaniyyah)

NUR AISYAH
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.

Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')

M. ADLIN RIDHO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.

Bisnis Dalam Pandangan Al Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu’i)

RISTY YUHASTI
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini yaitu “BISNIS DALAM AL-QUR’AN (STUDI TAFSIR MAUDHU’I)” yang ditulis oleh Risty Yuhasti, Nirm SI.VI.19.19.506, Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi pemilihan judul adalah karena bisnis merupakan aktivitas yang dianjurkan di dalam ajaran islam. Secara umum merupakan suatu usaha untuk mendapatkan rezeki. Dimana bisnis dalam alQur’an tidak hanya mengedepankan keuntungan material semata namun juga keuntungan spritual. Kemudian bisnis dalam al-Quran sangat mengedepankan nilai-nilai hasanah seperti kejujuran, amanah, adil, tanggung jawab sosial, istiqomah, toleransi dan ramah dalam kehidupan berbisnis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan agar kita mengetaui bagaimana berbisnis dalam pandangan al-Qur’an yang sebenarnya. Rumusan masalah dalam skripsi ini ialah bagaimana bisnis dalam al-Qur’an dalam kajian tafsir maudhu’I dan batasannya ialah deskripsi ayat bisnis dalam al-Qur’an dan penafsiran ayat bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi ayat-ayat tentang Bisnis Dalam al-Qur’an dan untuk mengetahui penafsiran tentang Bisnis Dalam al-Qur’an. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (Library Reseacrh), penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode maudhu’i menurut Al-Farmawi. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu 5 ayat tentang bisnis dan 6 kitab tafsir yaitu,Tafsir Al-zhar, Al-Misbah, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, Ibnu Katsir, dan Fi Dzilal Qur’an. Adapun data sekundernya adalah data pendukung yang memudahkan kajian yaitu jurnal, artkel,skripsi, buku, dan referensi yang berkaitan dengan mengenai bisnis dalam al-Qur’an. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwa penulis menemukan 6 ayat, hanya saja yang masuk ke dalam pembahasan penulis hanya 5 ayat, karena 1 ayat lagi membahas mengenai infaq. Adapun ayat yang 5 tersebut yaitu: Q.s An-nisa: 29, Q.s An-Nur: 37, Q.s Fatir: 29, Q.s Al-Jumu'ah: 11, Q.s As-saff: 10. Dan terdapat dua tema dalam pembahasan ini, yang pertama, dengan tema: pertama,Bisnis yang baik yang mana menjelaskan dalam berbisnis terdapat empat ciri-ciri bisnis yang baik yaitu, Pertama, pebisnis yang selalu membaca al-Qur’an. Kedua, melaksanakan sholat. Ketiga, pebisnis yang selalu bersedekah atau menginfakkan sebagian hartanya. Keempat, berjihad atau berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Tema yang kedua: Larangan Dalam Berbisnis, dalam pembahasan nya dapat disimpulkan bagaimana agar terhindar nya seseorang dari larangan memakan harta secara bathil, seperti melakukan kecurangan dalam berbisnis dan juga menipu, karena hal tersebut masuk kepada pekerjaan yang bathil (yang dilarang).

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Dalam Persfektif al-Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)

SITI KHOLIJAH
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam Perspektif Al-Qur’an Studi Tafsir Maudhu’i” yang disusun oleh Siti Kholijah, NIRM S1.VI.19.19.517. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam Perspektif Al-Qur‟an Studi Tafsir Maudhu‟i ini karena yang pertama, LGBT termasuk perbuatan yang keji, LGBT diharamkan secara mutlak dalam Al-Qur‟an, hadits maupun dalam hukum fiqh karena selain termasuk perbuatan keji, LGBT juga merusak kepribadian, moral dan agama. Kedua, Perbuatan penduduk Sadum (kaum Nabi Luth as.) tidak hanya penyimpangan aqidah (syirik) tetapi menurut Quraish Shihab, penyimpangan orientasi sexs yaitu kebiasaan buruk mereka dalam berhubungan sexs dengan sesama jenis. Bahkan Quraish Shihab kembali menegaskan, bahwa keburukan yang paling besar dan yang tiada taranya dari kaum Nabi Luth as. Setelah kemusyrikan adalah homoseksual. Ketiga, ada 32 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Keempat, slovenia (Eropa) menjadi negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada 8 Juli 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam Perspektif Al-Qur‟an Studi Tafsir Maudhu‟i secara mendalam dan menjelaskan penafsiran Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam Al-Qur‟an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Data dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, seperti tafsir Al-Munir, Al-Maraghi, Al-Mishbah, Al-Azhar, Al-Qurthubi dan tafsir Fi Dzilalil Qur‟an yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan. Dan metode tafsir yang digunakan adalah metode maudhu‟i. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, penafsiran dari yang empat ayat ini adalah: Pertama, ayat ini termasuk ke dalam ayat LGBT karena dalam tafsir Al- Mishbah, Al-Maragi menjelaskan yaitu faahisyah adalah perbuatan jelek. Maksudnya adalah perbuatan zina, perbuatan itu sejelek-jelek perbuatan karena ayat ini menyangkut tentang ayat zina maka perbuatan jelek di sini adalah perbuatan zina namun sekarang perbuatan jelek itu bukan cuman zina, akan tetapi muncullah istilah baru yaitu lesbian, gay, biseksual dan transgender. Transgender juga termasuk ke dalam faahisyah (perbuatan jelek). Kedua, dalam tafsir al-Mishbah Al-Maragi menafsirkan yaitu keburukan-keburukan yang mereka lakukan adalah bertentangan dengan tuntutan-tuntutan fitrah. Jadi, bertentangan dengan fitrah, ini bisa diartikan secara umum karena al Maragi menafsirkan nya dengan umum, jadi penafsirannya bukan cuman dengan lesbian, gay, biseksual dan bisa juga transgender. Ketiga, dalam tafsir al-mishbah, Al-Maragi menjelaskan bahwa penafsiran dan sedang kamu menyaksikan. Maksud ayat ini, manusia sendiri menyaksikan hewan yang melampiaskan nafsu seksualnya melalui lawan jenisnya, kenapa hewan sendiri yang tidak mempunyai akal berjalan sesuai fitrahnya, sedangkan manusia yang mempunyai akal tidak berjalan sesuai fitrahnya. Keempat dalam tafsir al-Munir, Az-Zuhaili menafsirkan bahwa ayat ini tentang apakah kalian melakukan perbuatan yang sangat keji menurut syara‟ dan tabiat manusia yang lurus. Nabi luth menggertak atau mengancam kaum nya namun, seiring berjalannya waktu perbuatan keji ini bukan hanya gay aja, sekarang muncullah istilah baru yaitu lesbian, biseksual dan transgender juga termasuk perbuatan keji, menurut syara‟ dan tabiat manusia yang benar

Manna Wa Salwa dalam al-Qur’an (Studi Tafsir Ilmi)

MISKAH MATONDANG
2023 · Thesis · Open Access

Judul skripsi ini yaitu: “ MANNA WA SALWA DALAM AL QUR’AN ( Studi Tafsir Ilmi)” yang ditulis oleh Miskah Matondang, Nirm S1.VI.19.19.476, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi pemilihan judul ini adalah karena Keistimewaan Manna Wa Salwa ini telah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, bahwa Manna dan Salwa merupakan bahan pokok yang sangat penting bagi kesehatan Bani Israil. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa Manna wa Salwa itu penulis menemukan dari beberapa mufassir ada perpedaan pendapat sudah tertera di atas itu memiliki alat menemukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memancing Manna Wa Salwa dalam al-Qur'an dan untuk memahami analisis Manna Wa Salwa dalam tafsir Ilmi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research) yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode maudhu'i. Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu al-Qur''an dan tafsir Al Munir, tafsir al-Qurthubi, tafsir Tantawi, tafsir Al-Misbah, tafsir An-Nur, tafsir Ayat-ayat Qauniyyah. Adapun data skundernya adalah pendukung data yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Hasil dalam penelitian ini dalam kitab Mu'jam al- Mufahras Li Alfazil Qur'an Karim ditemukan 29 ayat dari kata Manna 26 ayat dan kata Salwa 3 ayat dan yang sepadan dengannya, dari kata tersebut yang berkaitan dengan pembahasan penulis ada 3 ayat yaitu: Qs. Al-Baqarah : 57 berkenaan dengan Manna Wa Salwa, Qs. Al-A'rab : 160, Qs. Tha' : 80 dengan menggunakan tema Manna Wa Salwa. Simpulan penulis bahwa Manna Wa Salwa ini telah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, tersembunyi bahwa Manna dan Salwa merupakan bahan pokok yang sangat penting bagi kesehatan BaniIsrail. Manna mengandung karbohidrat nabati, sedangkan Salwa mengandung protein hewani. Keduanya berfungsi sebagai kekuatan tubuh dan membangun sel darah merah dan putih dalam tubuh manusia. Salwa baik untuk pencernaan dan tubuh manusia dari pada daging ternak. Manna Wa Salwa memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Adapun Salwa adalah burung sejenis puyuh yang datang secara bergerombol.