Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.134 item publik

Publikasi

Halaman 14 dari 107

Penafsiran Shalat Wustha Dalam Surah Al-baqarah ayat 238 (Studi Komparatif Tafsir Al-Qurtubi dan Al-Mishbah)

GITRA YONO
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul “Penafsiran Sholat Wustha Dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 (Studi Komparatif Tafsir Al-Qurtubi dan Al-Mishbah)”, yang ditulis oleh Gitra Yono NIRM S1.VI.19.20.160, Mahasiswa Institut Darul Quran Payakumbuh. Latar belakang dari penelitian ini adalah lafadz shalat Wustha menjadi salah satu istilah yang diperdebatkan banyak ulama karena shalat wustha tidak dijelaskan secara gamblang dalam hukum Islam sehingga menimbulkan beberapa perbedaan para ulama dalam mengartikan pengertian shalat wustha. Dalam Al-Quran kata shalat wustha disebutkan sekali dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 dan tidak ada penjelasan secara rinci mengenai apa itu shalat wustha ataupun kapan waktu yang paling tepat untuk dilaksanakan. Salah satu jalan yang bisa diambil dalam menentukan pengertian shalat wustha adalah ijtihad ulama dengan berbagai sumber hukum agama Islam sebagai pertimbangan seperti Al-Quran dan Hadits dan lain sebagainya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penfasiran Al-Qurtubi dan M. Quraish Shihab dalam memaknai sholat wustha dalam surah al-baqarah ayat 238. kemudian menganalisis perbedaan penafsiran antara kedua mufassir. Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode analisis-deskriptif. Data penelitian ini diambil dari beberapa sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer pada penelitian ini adalah kitab tafsir Al-Qurtubi atau dikenal juga “Al-jami` li ahkam al-quran” karya Imam Al-Qurtubi dan kitab tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan, dan keserasian Al-Quran karya M. Quraish Shihab. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa jurnal, artikel, buku, skripsi yang berkaitan dengan tema penelitian. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganailisis data adalah metode muqaran, yaitu membandingkan antara penafsiran mufasir yang satu dengan yang lainnya. Hasil dari penelitian ini bahwa kedua mufasir berbeda dalam menafsirkan kata Sholat Wustha. Imam Al-Qurtubi berpendapat bahwa yang dimaksud Sholat Wustha ialah Sholat Ashar berdasarkan hadis dari Ali Bin Abi Thalib yang diriwiyatkan oleh muslim yang dinilai paling shahih. Berbeda dengan Al-Qurtubi, M. Quraish Shihab berpandangan bahwa Sholat wustha merujuk pada sholat maghrib. dikarenakan menurut M. Quraish Shihab jika dilihat dari jumlah rakaat yaitu tiga rakaat dan waktu permulaan ibadah salat wajib dalam sehari yang diawali dari salat Zuhur, juga melihat dari segi periwayatan hadits yang mengindikasikan shalat Maghrib dan segi sosial-budaya masyarakat Indonesia yang cenderung memuliakan ibadah shalat Maghrib serta sebagai shalat yang paling utama untuk dilaksanakan bagi umat Islam.

Tradisi Bakaua di Jorong Tanah Ungguak

SYAFRIL
2025 · Book · Open Access

Ayat yang menjadi landasan kegiatan bakaua adalah surah ghafir ayat 60, pada penafsiran ayat ini dijelaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berdo'a kepada Allah secara ikhlas tanpa diiringi kesyirikan, berdo'a memiliki syarat-syarat, adab-adab, waktu mustajab, tempat-tempat do'a mudah dikabulkan. Dari pemaparan tersebut tidak ada ditemukan bahwa berdo'a harus dilakukan di suatu tempat tertentu tanpa boleh diubah tempatnya, seperti yang dipraktekkan pada tradisi bakaua. Jika dilihat dari tempat-tempat mistajab do'a, tempat dilaksakannya tradisi bakaua juga tidak termasuk kedalamnya.

Tradisi mambayar nazar di desa Bonan dolok kecamatan siabu kabupaten mandailing natal

DEDI IKMAL ARITONANG
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi yang berjudul "Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae (Kajian Living Qur'an) yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili tradisi pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, Dasar dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur'an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur'an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama sejarah Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami sudah ada sejak berdiri nya pondok pesantren pada tahun 2006. Kedua proses pelaksanaannya di mulai jam 07:15 WIB santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa, setelah selesai kemudian santri santriwati di perbolehkan menuju ke kelas masing masing untuk memulai pelajaran. Ketiga dasar dan penafsiran ayat pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir yang berlandaskan Al-Qur'an surah Ar-Ra'd ayat 28. Berdasarkan penafsiran Q.S Ar-Ra'd bahwa kegiatan jalsah dzikir tersebut di simpulkan bahwa dengan iman kita senantiasa mengingat Allah, menjadikan hati dan jiwa akan merasa tentram dan tenang. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Keempat jalsah dzikir ini memiliki empat manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami seperti menghilangkan rasa cemas, gelisah di hati, membuat diri tertib, disiplin serta memudahkan menahami pelajaran.

Penafsiran Q.S LUQMAN AYAT 19 (Kajian Tafsir Tahlili)

ROBIATUL ADAWIYAH
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tahlili)”, ditulis oleh Robiatul Adawiyah NIRM. S1.VI.19.21.052, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Tata krama merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial, terutama dalam hal bertutur kata yang menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Dalam perspektif Islam, bertutur kata bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi harus dilakukan dengan adab, kesopanan, dan penghormatan terhadap lawan bicara. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memberikan arahan mengenai pentingnya etika dalam berbicara, salah satunya terdapat dalam Q.S. Luqman ayat 19, melalui kalimat وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ yang berarti “dan lunakkanlah suaramu.” Maka hal inilah yang mendorong penulis untuk meliti ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui bagaimana konsep واغضض من صوتك dalam bertutur kata . Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, melalui kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama yang diakui keilmuanya. Sumber data primer di antaranya tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Al-Misbah Qurais Shihab, tafsir Al Maraghi dan tafsir An-Nur, tafsir Fi Dzilalil Qur’an, tafsir Al-Baghawi. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Penelitian ini menemukan bahwa perintah untuk melunakkan atau merendahkan suara dalam Surah Luqman ayat 19 merupakan bagian dari pembinaan akhlak dan etika sosial dalam Islam. Melunakkan suara tidak berarti berbicara terlalu pelan hingga tak terdengar, melainkan menghindari nada yang keras, tinggi, atau membentak tanpa keperluan yang mendesak, terutama di tempat umum. Konsep melunakkan suara dalam bertutur kata mengajarkan umat Islam untuk berkomunikasi dengan sopan, tenang, tidak berlebihan, dan menghormati lawan bicara, sebagai wujud dari kesempurnaan akhlak.

Penafsiran Surah Al Baqarah Ayat 148 (Studi Kasus MTQ Satu Syawal di Desa Muara Potan Kec. Kota Nopan kab. Mandailing Natal

MUHAMMAD ROIHAN LUBIS
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul judul "Penafsiran Surah Al-Baqarah Ayat 148 (Studi Kasus MTQ Satu Syawal di Desa Muara Potan Kecamatan Kota Nopan Kabupaten Mandailing Natal)". ditulis oleh Muhammad Roihan Lubis NIRM. SI.VI.19.20.174, Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pengaruh MTQ terhadap bacaan Al-Qur'an anak-anak di Desa Muara Potan, sebelum adanya pelaksanaan MTQ di Desa Muara Potan tersebut ketertarikan anak-anak terhadap membaca AL-Qur'an tidak begitu kuat, hanya sebagian saja dari mereka yang mempunyai minat dan ketertarikan untuk belajar membaca Al-Qur'an, dikarenakan pada waktu itu belum adanya media bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang Al-Qur'an, dan juga rasa ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan prestasi dalam bidang MTQ tersebut. Tapi setelah adanya MTQ ini minat dan ketertarikan anak-anak untuk belajar dalam bidang AL-Qur'an khususnya belajar membaca AL-Qur'an meningkat dikarenakan adanya rasa persaingan ingin mencapai prestasi dalam perlombaan MTQ yang di adakan di Desa Muara Potan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif melalui metode Studi kasus. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, panitia pelaksana kegiatan, serta masyarakat desa Muara Potan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pencetus kegiatan MTQ di desa Muara Potan bapak Akhir Lubis, pelaksanaan MTQ di desa Muara Potan untuk meningkatkan minat dan bakat anak-anak terhadap Al-Qur'an dan menjadikan MTQ sebagai rutinitas masyarakat dan anak-anak disetiap satu syawal. Kedua, dasar hukum kegiatan MTQ di desa Muara Potan di ambil dari surah Al-baqarah ayat 148. Ketiga, pengaruh dari pelaksanaan MTQ ini meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an anak-anak terkhusus bagi peserta yang mengikuti kegiatan MTQ ini dan menjadi nilai keagamaan di desa Muara Potan. Keempat, kasus yang ditemukan dalam kegiatan ini kurangnya minat dan bakat anak-anak terhadap Al-Qur'an, pengumpulan dana, tidak terkontrolnya peserta dalam pelaksanaan kegiatan MTQ.

الكفاءة التربوية لمعلِّمي اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الاسلامية باياكمبوه

AMIRA ZURFA
2025 · Book · Open Access

تجريد أميرة زرفا, 2025, كفاءة التربوية لمعلِّمي اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة العالية الاسلامية باياكمبوه, قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية, لجامعة دارالقرآن باياكمبوه. الكفاءة التربوية هي إحدى الكفاءات التي يجب أن يتمتع بها المعلمون. الكفاءة التربوية هي قدرة المعلم على إدارة تعلم الطلاب. الكفاءة التربوية هي علم يدرس مشكلة توجيه الأطفال نحو أهداف معينة. مدرسة روضة الجنة العالية الاسلامية باياكمبوه قد فازت بفرصة الفوز في أولمبياد اللغة العربية (OBA) التي عقدها منتدى اللغة العربية على مستوى المقاطعات في عام 2019، في عام 2024 فازت جمعية إسلام روضة الجنة مرة أخرى بالمركز الأول والثاني والثالث في أولمبياد اللغة العربية على مستوى مقاطعة سومطرة الغربية. وهذا بالتأكيد لا ينفصل عن الكفاءة التي يمتلكها معلم اللغة العربية في مدرسة روضة الجنة الثانوية الإسلامية في تحسين إمكانات الطلاب. وبناءً على ذلك، اهتمت الباحثة بإجراء بحث بعنوان الكفاءة التربوية لمعلِّمي اللغة العربية في مدرسةروضة الجنة العالية الاسلامية باياكمبوه. الغرض من هذا البحث هو معرفة مدى كفاءة معلمي مادة اللغة العربية في التعلم وما هي العوامل المثبطة والداعمة التي يواجهها المعلمون في تطبيق الكفاءة التربوية لمعلمي مادة اللغة العربية. ومنهج البحث المستخدم هو منهج دراسة الحالة (Field research) الذي يهدف إلى فحص الكفاءة التربوية للمعلمين في هذه المدارس بشكل مباشر من خلال تتبع مصادر البيانات الرئيسية المتمثلة في المقابلات والملاحظة المباشرة إلى جانب مصادر البيانات الثانوية وهي التوثيق، للإجابة عن الأسئلة المتعلقة بالكفاءة التربوية للمعلمين إلى جانب العوامل المثبطة والعوامل الداعمة. بناء على نتائج الدراسة، تبين أن معلمي مدرسة روضة الجنة العالية الاسلامية باياكمبوه في تنفيذ الكفاءة التربوية للمعلمين جيدة، ويتضح ذلك من خلال قدرة المعلم على إدارة التعلم قد استوفى المؤشرات العشرة لمعايير الكفاءة التربوية لمعلمي المادة التي وردت معاييرها في لائحة وزير التربية الوطنية (بيرمنديكنس) رقم 16 لسنة 2007م المتعلقة بمعايير مؤهلات وكفاءة المعلمين، إلا أن المعلمين بحاجة إلى تحسين كفاءتهم التربوية خاصة في مجال تصميم وإدارة خطط تعلم اللغة العربية. فضلاً عن وجود العديد من العوامل المثبطة والعوامل الداعمة في تطبيق الكفاءة التربوية للمعلمين، ومع ذلك يحاول المعلمون إيجاد حلول للعوامل المثبطة التي تم العثور عليها، ويجعل المعلمون العوامل الداعمة مرجعاً لتحسين جودة وأساليب التدريس في العملية التعليمية.

Analisis Terhadap Penafsiran Qs. Luqman Ayat 33 Tentang Ancaman Orang Yang Tertipu Dunia

KARINA DWI KURNIA MAHARANI
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul “Figur Ayah Sebagai Pendidik Perspektif Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 33 (Kajian Tafsir Tahlili)”, yang ditulis oleh Karina Dwi Kurnia Maharani NIRM. S1.VI.19.21.015, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang Figur Ayah Sebagai Pendidik Perspektif Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 33 (Kajian Tafsir Tahlili)”, penulis ingin menggali dan membahas apakah yang dimaksud figur ayah sebagai pendidik perspektif Al-Qur’an surat Luqman ayat 33. Maka hal inilah yang mendorong penulis untuk meliti ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran Al-Qur’an Surah Luqman Ayat 33 tentang figur ayah sebagai pendidik Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui analisis figur ayah sebagai pendidik perspektif Al-Qur’an Surat Luqman ayat 33 tentang figur ayah berdasarkan Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Melalui kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama yang diakui keilmuanya. Sumber data primer diantaranya Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, Tafsir Al-Misbah Qurais Shihab, Tafsir Al Maraghi dan Tafsir Ibnu Katsir. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Penelitian ini menemukan bahwa QS. Luqman ayat 33 mengandung peringatan keras kepada manusia agar bertakwa kepada Allah dan tidak terpedaya oleh kehidupan dunia serta tipu daya setan. Ayat ini menegaskan bahwa pada hari kiamat, tidak ada seorang pun yang dapat menolong orang lain, bahkan antara ayah dan anak. Meskipun ayat ini tidak secara eksplisit menyebutkan peran ayah dalam pendidikan, namun secara implisit menunjukkan pentingnya tanggung jawab ayah dalam menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kesadaran akan kehidupan akhirat, dan pembinaan akhlak anak sejak dini. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa figur ayah sebagai pendidik dalam perspektif QS. Luqman ayat 33 adalah sosok yang tidak hanya memberikan nafkah lahiriah, tetapi juga wajib menjadi pembimbing spiritual bagi anak-anaknya. Ayah harus menjadi teladan dalam ketakwaan, mampu membentengi keluarganya dari godaan dunia dan setan, serta mempersiapkan anak-anak agar memiliki bekal amal saleh untuk keselamatan di akhirat. Dengan demikian, peran ayah sangat vital dalam membentuk generasi yang tangguh secara spiritual dan bertanggung jawab secara pribadi di hadapan Allah.

Menyantuni Anak Yatim dan Orang Miskin dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar

NURUL HAFIZAH
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul “Menyantuni Anak Yatim dan Orang Miskin dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar” yang ditulis oleh Nurul Hafizah NIRM.S1.VI.10.20.182, Mahasiswa Institut Darul Qur’an. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang di dalamnya terdapat segala kebenaran dan dijadikan sebagai pedoman bagi umat manusia di seluruh dunia. Al- Qur’an juga didalamnya terdapat berbagai ilmu tentang keislaman yang dapat menuntun dan mendorong pemeluknya untuk mempelajari dan juga mengerjakan sebagai tindakan sosial. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interasksi sosial dengan manusia yang lainnya. Interaksi sosial ini bukan hanya menjalin hubungan dengan lingkungan masyarakat tetapi juga diperlukan sikap untuk saling tolong menolong, saling membantu, tanpa melihat strata sosialnya. Di dalam Al- Qur’an dijelaskan bahwa kita diharuskan untuk saling tolong menolong terhadap sesama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan interasksi sosial dengan manusia yang lainnya. Interaksi sosial ini bukan hanya menjalin hubungan dengan lingkungan masyarakat tetapi juga diperlukan sikap untuk saling tolong menolong, saling membantu, tanpa melihat strata sosialnya. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kita diharuskan untuk saling tolong menolong terhadap sesama. Dalam hal ini salah satu contoh mewujudkan hubungan yang baik antar sesama mahkluk hidup yaitu menyatuni anak yatim dan orang miskin Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan ketode tafsir maudhu’I Abd Hayy al-Farmawi yakni menentukan tema yang akan dibahas lalu mengumpulkan ayat sesuai dengan tema yang dibahas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang menyantuni anak yatim dan orang miskin dalam Tafsir Al-Azhar. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer yaitu tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal, artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa ayat yang membahas tentang anak yatim dan orang miskin berjumlah 45 ayat. Ayat yang berkaitan dengan menyantuni anak yatim 17 ayat dan yang berkaitan dengan menyantuni orang miskin 20 ayat. Ayat yang beriringan kata yatim dan miskin ada 8 ayat. Menyantuni anak yatim dan orang miskin terbagi menjadi dua bagian yaitu yang pertama memberi bantuan diantaranya yaitu membayar fidyah, memberi harta yang dicintai, memberi infak, memberi sedekah, memberi zakat, memberi rezeki anak yatim dan orang miskin yang hadir dalam pembagian harta warisan, pembagian ghanimah dan fa’i, memberi makanan dan membayar kafarat. Kedua yaitu berbuat baik diantaranya menjaga dan mengelola harta anak yatim, mengajak orang lain untuk memberi dan membantu, memuliakan anak yatim,tidak sewenang-wenang kepada anak yatim, dan tidak menghardik anak yatim.

Baca Doa Tidur di pondok modern Al Jauhar IKHD Duri Riau

SELAMAT HERIYANTO
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul "Baca Doa Tidur di Pondok Modern Al Jauhar IKHD Duri (Kajian Living Qur’an)" dan ditulis oleh Selamat Heriyanto, mahasiswa IDAQU Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaan membaca doa sebelum tidur yang dilakukan di Pondok Modern Al Jauhar IKHD Duri, Riau, dari sudut pandang kajian Living Qur’an. Penulis tertarik karena amalan ini unik dan penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari santri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang, cara pelaksanaan, dan dampak spiritual dari doa sebelum tidur bagi santri. Penelitian ini juga ingin melihat pengaruh doa tersebut terhadap kehidupan rohani para pelakunya. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara merangkum, menyajikan, dan menyimpulkan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa sebelum tidur sudah dilakukan sejak tahun 1991 oleh santri angkatan pertama. Doa dibaca di kamar masing-masing dalam posisi duduk rapi dan dipimpin oleh pengurus kamar. Doanya meliputi surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, dan doa tidur. Dalil yang digunakan adalah surah Al-Baqarah ayat 152, yang mengajarkan untuk selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah, termasuk sebelum tidur. Santri merasakan berbagai manfaat dari amalan ini. Sebagian besar merasa lebih tenang dan nyaman saat tidur, menunjukkan adanya keyakinan spiritual yang kuat.

Makna Mimpi Dalam Al-Quran Surah Yusuf

NURUL HALIMA
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul Makna Mimpi dalam Quran Surah Yusuf yang ditulis oleh Nurul Halima, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, NIRM.S1.VI.19.20.183, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Pemilihan judul ini didasari oleh signifikansi fenomena mimpi dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Yusuf, yang menyajikan narasi paling luas sekaligus kaya akan nuansa linguistik dan implikasi teologis terkait mimpi. Meskipun narasi ini telah banyak dikaji, masih terdapat celah dalam eksplorasi mendalam terhadap presisi linguistik dan implikasi teologis dari setiap makna mimpi yang digunakan Al-Qur'an. Kurangnya penekanan pada nuansa bahasa dan konteks tafsir dapat berpotensi menyederhanakan makna atau bahkan menimbulkan kesalahpahaman tentang hakikat mimpi dalam pandangan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini diajukan untuk mengisi kekosongan tersebut, dengan fokus pada analisis deskriptif-analitis terhadap makna dari ru'yā dan ahlam, serta frasa-frasa terkait lainnya. Pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan ini diharapkan mampu mengungkap keindahan mukjizat Al-Qur'an melalui ketepatan bahasanya, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan akurat mengenai pemaknaan mimpi sebagaimana disampaikan dalam wahyu ilahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad al-Ghazali . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna mimpi dalam surah Yusuf. Dengan mengklasifikasikan ayat yang satu tema dalam satu surah. Sumber data utama dalam penelitian adalah kitab tafsir Nahwa Tafsir Maudhu'i li Suwar al-Qur'an al-Karim. Penelitian ini menemukan bahwa ada 10 tema yang terdapat dalam Surah Yusuf, di antaranya yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah tema tentang mimpi. Ada tiga poin pembahasan tentang mimpi: pertama, analisis terfokus pada mimpi awal Nabi Yusuf tentang sebelas bintang, matahari, dan bulan yang bersujud kepadanya yang diinterpretasikan sebagai wahyu kenabian dan isyarat kemuliaan masa depan, disertai peringatan dari Nabi Ya'qub akan potensi fitnah dari saudara-saudaranya. Kedua, mimpi dua tahanan di penjara yang ditafsirkan oleh Yusuf, menunjukkan kemampuannya dalam menakwilkan mimpi dan menjelaskan salah satu di antara tahanan itu ada yang selamat dan tidak dan juga bagian ini mengulas mimpi Raja Mesir tentang tujuh sapi gemuk dan kurus serta bulir gandum, yang penafsirannya memerintahkan untuk memanen dan menyimpan sebelum datangnya masa panceklik. Ketiga, puncak dari pembahasan ini adalah terwujudnya mimpi Nabi Yusuf di kemudian hari, di mana ayah dan saudara-saudaranya datang kepadanya di Mesir dan bersujud, menggenapi nubuat yang terkandung dalam mimpinya. Realisasi mimpi ini tidak hanya menandai pencapaian kedudukan dan kekuasaan Yusuf, tetapi juga menjadi bukti nyata janji dan takdir ilahi. Keseluruhan penafsiran mimpi ini mengukuhkan peran sentral mimpi dalam Surah Yusuf dan hikmah di baliknya.

Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data

SEPTIAN ARYA DWIPRATAMA RIDWAN
2025 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Ayat Tolong-Menolong Pada Tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data” yang ditulis oleh Septian Arya Dwi Pratama Ridwan, NIRM.S1.VI.19.21.033, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. QS. Al-Māidah ayat 2 memuat prinsip ta‘āwun ‘alā al-birr wa al-taqwā sebagai landasan kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan, serta larangan wa lā ta‘āwanū ‘alā al-itsmi wa al-‘udwān sebagai batas agar kolaborasi tidak mengarah pada dosa dan permusuhan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi kuat dengan praktik sosial-budaya masyarakat Minangkabau, khususnya tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, yang dikenal sebagai bentuk gotong royong mempersiapkan hajatan secara kolektif dan sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi ayat-ayat tolong-menolong dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Māidah ayat 2, pada tradisi Bagorak di Jorong Sungai Data, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir tematik (tafsīr maudhū‘ī) versi Baqir Shadr, yang diawali dari pengamatan realitas (min al-wāqi‘ ilā al-naṣ) lalu kembali mengaplikasikan nilai-nilai ayat pada konteks lokal (min al-naṣ ilā al-wāqi‘). Data primer diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, kepala jorong, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan. Data sekunder berasal dari literatur tafsir, kajian kontekstualisasi, dan referensi budaya Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari seluruh ayat yang membahas tolong-menolong, hanya QS. Al-Māidah ayat 2 dipilih secara khusus untuk dianalisis mendalam karena merupakan satu-satunya ayat yang menggunakan lafaz ta‘āwun secara eksplisit. Penafsiran para mufassir menegaskan bahwa ayat ini memuat panduan kerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan serta larangan berkolaborasi dalam keburukan. (2) Tradisi Bagorak mencerminkan nilai-nilai ta‘āwun seperti kebersamaan, gotong royong, saling membantu tanpa pamrih, dan resiprositas sosial, yang sejalan dengan prinsip al-birr wa al-taqwā. Namun, potensi pelanggaran al-itsm wa al-‘udwān dapat muncul jika terdapat paksaan atau ketidaksetaraan kontribusi. Kontekstualisasi QS. Al-Māidah ayat 2 pada tradisi Bagorak menegaskan relevansi ajaran Qur’ani secara normatif maupun aplikatif dalam memperkuat solidaritas dan ukhuwah di tengah masyarakat.

Mental Health Dalam Al Quran( Studi Tafsir Maudhu'i)

RATNA SARI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Mental Health Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)" yang ditulis oleh Ratna Sari NIRM.S1.VI.19.21.027, Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah kehidupan yang semakin modern yang menjadikan manusia mengalami gangguan mental seperti depresi, stress, cemas bahkan sampai bunuh diri disebabkan faktor ekonomi, lingkungan, dan pekerjaan. Ini terjadi karena kesehatan mental kurang baik, atau disebut mental health. Maka penulis berusaha memahami secara utuh bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang mental health dalam Al-Qur'an dengan batasan masalah menjelaskan klasifikasi ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an tentang mental health Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) yang bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran mental health dalam Al-Qur'an melalui metode tafsir maudhu'i menurut Adb Hayy al-Farnawi dengan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun sumber data primernya Al-Qur'an, tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Maraghi, An-Nur, Al-Munir, dan tafsir Kemenag RI. Data sekundernya jurnal dan artikel mengenai mental health serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa klasifikasi ayat tentang mental health terdapat dalam Qs. Al-Fajr: 27, Qs. Al-Waqiah: 89, dan Qs. Ali Imran: 191. Penafsiran Al-Qur'an surah Al-Fajr: 27 berisi tentang ciri-ciri mental health, yaitu bersyukur ketika dilapangkan hartanya, dan bersabar ketika diuji dengan kekurangan harta. Surah Al-Waqiah:89 menjelaskan bahwa kenikmatan yang diperoleh dengan mental health adalah mendapat ketenangan saat menghadapi sakaratul maut, diberi kenikmatan dan ditempatkan di syurga. Sedangkan surah Ali 'Imran:191 menjelaskan bahwa dampak dari mental health dalam kehidupan yaitu, dengan mengingat Allah akan tenang jiwanya, dan ikhlas dalam menjalani problematika kehidupan.

Kedaulatan Sebuah Negeri Dalam al Qur`an Surah an Nur ayat 55

HAZHAR
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Kedaulatan Sebuah Negeri dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 (kajian tafsir Tahlili))”, yang ditulis oleh Hazhar NIRM. S1.VI.19.21.015, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji dalam tentang makna kedaulatan Sebuah Negeri Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 (kajian tafsir Tahlili))”, penulis ingin menggali dan membahas apakah yang dimaksud berdaulat dalam bernegara menurut Pesfektif Al-Qur’an surat AnNur ayat 55. maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran dalam Surah An-Nur Ayat 55 tentang keadaulatan dalam Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui analisis kedaulatan dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 tentang kedaulatan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian Kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, Melalui kitab-kitab yang di karang oleh ulama-ulama yang diakui akan keilmuanya. Sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir Jalalaen karya Jalaludin Al-mahali dan Jalaludin as-suyuti, tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi dan Tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, tafsir As-Sa’di karya Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Peneliti menemukan bahwasanya masih banyak orang yang salah kaprah dalam memahami makna dari kedaulatan itu sendiri, mereka menggangap negaranya sudah berdaulat, padahal masih banyak negara yang berkonflik sedangkan kedaulatanya telah diakui, dan masih bnyak orang yang beribadah terhadap keyakinanya justru tidak tenang dalam melaksanakanya, apakah itu yang dinamakan kemerdekaan dalam sebuah bangsa ataupun Negeri. Dalam Surah An-Nur ayat 55 menggambarkan konsep kedaulatan sebuah negeri dalam Islam sebagai suatu anugerah dari Allah swt kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dalam ayat ini menegaskan bahwa kedaulatan sejati bukan hanya sekedar kebebasan dari penjajahan fisik tetapi juga meliputi keamanan, keadilan, serta kebebasan dalam menjalankan ajaran agama tanpa tekanan, serta menjalankan kehidupan tanpa adanya penindasan dan tekanan-tekanan dari pihak lain.

تأثير الوسيلة التعلمية وورد وال على دافع الطلاب و نتائج التعليم اللغة العربية في المدرسة المتوسطة روضة الجنة باياكمبوه

ZILAN ZOLILAN
2025 · Book · Open Access

ظلا ظليلا,2025 في هذا الموضوع " تأثير وسيلة التعليمية وورد وال Word Wall)) على اتقان المفردات العربية في مدرسة روضة الجنة المتوسطة الإسلامية باياكمبوه" ثم ظهرت مشاكل تتعلق بإتقان الطلاب للمفردات، مثل نقص مفردات اللغة العربية في الصف السابع الذي كان لا يزال صغيرا جدا. وذلك لأن بعض المعلمين لا يستخدمون أساليب متنوعة لزيادة اهتمام الطلاب وحماسهم، ولا يفهمون الحركات في توصيل المادة. ولذلك تم اختيار هذا الموضوع. يهدف هذا البحث إلى بيان استخدام وسيلة وورد وال Word Wall)) لزيادة مفردات الطلاب وتحديد مدى فعالية استخدام طريقة وورد وال Word Wall)) في تحسين إتقان الطلاب للغة.وفي هذا البحث استعملت الباحث بمنهج الكمي البحث التجريبى، وهو بحث تجربي في المدرسة، و تصميم البحث هو Exsperimen Quasy ، بنوع Pretest-Posttest One Grup Design و أدوات جمع البيانات هي الملاحظة، المقابلة، الاختبار، الوثائق. من نتائج الأبحاث التي أجراها الباحثون فيما يتعلق بكيفية استخدام وسيلة وورد وال لتحسين إتقان طلاب روضة الجنة للمفردات هو أن البحث تم إجراؤه في ثماني جلسات. أربع جلسات في الفصل التجريبي وأربع جلسات في الفصل الضابط. في كل جلسة صفية تجريبية، قام الباحث بالتدريس باستخدام وسيلة وورد وال Word Wall)) بموضوع أدوات المدرسية كانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 83، وارتفعت في الاختبار البعدي إلى 91. وكانت نتائج اختبار التجانس قبل الاختبار القبلي 0.200 قيمة Sig للفئة التجريبية 0.200 وقيمة Sig للفئة الضابطة 0.033. نتائج اختبار التجانس البعدي للاختبار البعدي نتائج اختبار التجانس البعدي قيمة Sig للفئة التجريبية 0.200 وقيمة Sig للفئة الضابطة 0.181. نتائج اختبار التجانس قيمة Sig. 0.893. نتيجة اختبار التجانس اللاحق للاختبار 0.139. اختبار T-الاختبار أو الاختبار المختلف لمتوسط بيانات البحث قيمة Sig (ثنائية الذيل): 0.01. . و تم استنتاج أن H0 مرفوض و Ha مقبول.

تأثير طريقة الإملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة اللغة العربية في مدرسة محمدية بلس (Plus) الثانوية باياكمبوه

MUHAMMAD SYAFIQ NISYAM
2025 · Book · Open Access

تجريد محمد شافق نيشام ، 2025. في هذا الموضوع ، ” تأثير طريقة الإملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة اللغة العربية في مدرسة محمدية بلس الثانوية باياكمبوه “. ثم تبين وجود مشاكل تتعلق بإجادة الطلاب للكتابة مثل صعوبة كتابة النصوص العربية في الصف الثامن التي لا تزال ضعيفة جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم استخدام بعض المعلمين أساليب متنوعة لزيادة اهتمام الطلاب وحماسهم، وكذلك عدم فهم الحركات بشكل جيد في تعليم مهارة القراءة. لذلك، تم اختيار هذا الموضوع. والغرض من هذه الدراسة هو إثبات استخدام طريقة إملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة, تحديد مدى فاعلية طريقة الإملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة اللغة العربية, تحديد تأثير طريقة الإملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة اللغة العربية في مدرسة محمدية بلس الثانوية باياكمبوه . استخدم الباحث في هذه الدراسة المنهج الكمي بنوع البحث التجريبي وهو البحث الذي أجري في المدارس، مع تصميم البحث بتصميم شبه تجريبي شبه تجريبي، وتصميم المجموعة الواحدة قبل الاختبار وبعده، وأدوات جمع البيانات باستخدام المقابلات والاختبارات والتوثيق. من نتائج البحث الذي أجراه الباحث حول تأثير طريقة الإملاء المنظور على تحسين مهارة كتابة اللغة العربية في مدرسة محمدية بلس الثانوية باياكمبوه أن هذا البحث أجري في أربع جلسات، جلستان في الصف التجريبي وجلستان في الصف الضابطة. في كل جلسة في الصف التجريبي، قام الباحث بالتدريس في كل جلسة في الصف التجريبي باستخدام طريقة إملاء المنظور مع مادة عن الشولات جماعة. أما في الحصة الضابطة فقد استخدم الباحث الطريقة التقليدية أو الكتب فقط دون استخدام طريقة الصورة. أما بالنسبة لفعالية طريقة إملاء المنظور في تطوير مهارة الكتابة لدى الطلاب. فقد أظهرت البيانات الموضحة سابقًا أن أقل درجة في الاختبار القبلي كانت 45 درجة، وبعد استخدام طريقة إملاء المنظور ارتفعت أقل درجة إلى 95 درجة. وقد أسفر اختبار المعيارية على الاختبار القبلي عن قيمة Sig للفصل التجريبي 0.083 وللفصل الضابطة 0.200. أسفر اختبار التجانس في الاختبار البعدي عن قيمة Sig للفئة التجريبية 0.200 والفئة الضابطة 0.119. أظهرت نتائج اختبار التجانس في الاختبار القبلي قيمة Sig 0.117. أظهرت نتائج اختبار التجانس اللاحق للاختبار قيمة 0.789. وأظهر اختبار T أو الفرق في متوسط بيانات البحث قيمة 0.789. يظهر اختبار T أو الفرق في وسائل بيانات البحث Sig (2-الذيل): 0,000. إذن تم قبول H0، مما يعني أن طريقة إملاء المنظور فعالة في تحسين م الكتابة لدى الطلاب مقارنة بالطلاب الذين لا يستخدمون طريقة إملاء المنظور

تأثير استخدام وسائط كونغلاك على ترقية فهم مفردات اللغة العربية في مدرسة محمدية بلس الثانوية باياكمبوه

MUHAMMAD ARIF FAKHROZI
2025 · Book · Open Access

محمد عارف فخروزي، 2025. في ”تأثير وسائط كونغكلاك على ترقية فهم المفردات في مدرسة بلس المحمدية باياكمبوه (دراسة تجريبية)“. في الصف التاسع في مدرسة بلس المحمدية باياكمبوه لا يهتم الطلاب بتعلم اللغة العربية، حتى أن بعض الطلاب يعتقدون أن اللغة العربية صعبة، والسبب هو أن المعلم لا يستخدم أساليب ووسائط متنوعة لزيادة اهتمام الطلاب وحماسهم، ولا يتفهم وضع الطلاب في تعلم اللغة العربية وخاصة في قسم المفردات. لذلك، تم اختيار هذا الموضوع. الهدف من هذه الدراسة هو إظهار استخدام وسائط الكونجكلاك على ترقية فهم المفردات في الصف التاسع في مدرسة بلس المحمدية بايكومبوه؛ لمعرفة مدى فاعلية وسائط الكونجكلاك على ترقية فهم المفردات. معرفة تأثير كونغكلاك على ترقية فهم المفردات في الصف التاسع في مدرسة بلس المحمدية باياكمبوه. ويستخدم هذا البحث أساليب بحث شبه تجريبية، وتصميم البحث المستخدم هو تصميم المجموعة الضابطة غير المتكافئة وأدوات جمع البيانات في شكل مقابلات واختبارات وتوثيق. من نتائج البحث حول استخدام وسائط كونجكلاك لزيادة فهم مفردات اللغة العربية للصف التاسع في مدرسة بلس محمدية باياكمبوه أجرى الباحث البحث في ست جلسات، ثلاث جلسات في الصف التجريبي وثلاث جلسات في الصف الضابطة. في كل جلسة في الصف التجريبي، درّس الباحث باستخدام مادة الكونغكلاك مع مادة عن الأعداد. وفي الصف الضابط، استخدمت الباحث الطرق التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام وسائل كونغكلاك. أما بالنسبة لفعالية وسائط الكونغكلاك على ترقية فهم الطلاب لمفردات اللغة العربية. فقد أظهرت البيانات الموضحة سابقًا أن أقل درجة في الاختبار القبلي كانت 60 درجة، وبعد استخدام الكونغكلاك ارتفعت أقل درجة إلى 74 درجة في الاختبار البعدي. وكانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 66 درجة في الاختبار القبلي وأعلى درجة في الاختبار البعدي 80 درجة في الاختبار البعدي. كانت نتيجة اختبار المعيارية في الاختبار القبلي 0.925 ونتيجة الاختبار البعدي 0.736. أظهرت نتائج اختبار ليفين أن البيانات ذات تباين متجانس (0،885 p =). أظهر اختبار t-test وجود فرق كبير بين المجموعتين الضابطة والتجريبية بقيمة 0،000 p = (0.05). كان متوسط درجات ما بعد الاختبار للمجموعة التجريبية أعلى من المجموعة الضابطة. وبالتالي، ثبت أن استخدام وسائط كونجكلاك له تأثير كبير على ترقية مفردات طلاب مدرسة مدرسةبلس محمدية باياكمبوه ويمكن استخدامه كبديل في تعلم المفردات.

علي ترقية فهم مفردات اللغة العربية (TTS) تأثيراستخدام وسائط الكلمات المتقاطعة في مدرسة مطيارا هاتي الثانوية باياكمبوه

FREVY INAKQIF SAPPUTRI
2025 · Book · Open Access

فريفي إيناقب سابوتري، 2025. في ”تأثير وسائط الكلمات المتقاطعة على ترقية فهم مفردات اللغة العربية لطلالبات الصف الثامن في مدرسة متيارا هاتي الإسلامية المتكاملة في باياكومبوه (دراسة تجريبية)“. ثم إن هناك مشكلة في تعلم اللغة العربية وخاصة في قسم المفردات، ففي الصف الثامن من هذه المدرسة اللؤلؤة القلب المتوسطة لا يهتم الطلاب بتعلم اللغة العربية، بل إن بعض الطلاب يعتقدون أن اللغة العربية صعبة، والسبب أن بعض المعلمين لا يستخدمون أساليب ووسائط متنوعة لزيادة اهتمام الطلاب وحماسهم، ولا يتفهمون حال الطلاب في تعليم اللغة العربية وخاصة في قسم المفردات. لذلك، تم اختيار هذا الموضوع. الغرض من هذه الدراسة هو إظهار استخدام وسائط الكلمات المتقاطعة (TTS) على ترقية فهم المفردات الصف الثامن في مدرسة متيارا حاتي الثانوية باياكمبوه. تحديد فعالية وسائط الكلمات المتقاطعة (TTS) على ترقية فهم المفردات اللغوية. لإظهار تأثير وسائط أحجية الكلمات المتقاطعة (TTS) على ترقية فهم المفردات في مدرسة الصف الثامن في مدرسة متيارا حاتي الثانوية باياكمبوه. يستخدم هذا البحث الأساليب الكمية مع البحث التجريبي، وهو بحث يتم إجراؤه في المدارس، Quasy Semi Exsperimental Design, Pretest-Posttest Control Group Design، وأدوات جمع البيانات في شكل مقابلات واختبار وتوثيق. من نتائج دراسة الباحثة عن استخدام وسائط الكلمات المتقاطعة علي ترقية فهم مفردات اللغة العربية للصف الثامن في مدرسة متيارا حاتي الثانوية باياكمبوه، وقد أجرت الباحثة البحث في ست حصص ثلاث حصص في الصف التجريبي وثلاث حصص في الصف الضابِط. في كل جلسة في الصف التجريبي، درّست الباحثة باستخدام وسائط الكلمات المتقاطعة مع مادة عن الهوايات. في الفصل الضابط، استخدم الباحث في الفصل الضابِط الطرق التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام وسائط الكلمات المتقاطعة. أما بالنسبة لفعالية وسائط الكلمات المتقاطعة في تحسين فهم الطلاب لمفردات اللغة العربية. أظهرت البيانات الموضحة سابقًا أن أدنى درجة في الاختبار القبلي كانت 30 درجة، وبعد استخدام وسائط الكلمات المتقاطعة ارتفعت أدنى درجة إلى 50 درجة في الاختبار البعدي. وكانت أعلى درجة في الاختبار القبلي 80 درجة، وارتفعت في الاختبار البعدي إلى 100 درجة. كانت نتيجة اختبار التطبيع في اختبار ما قبل الاختبار التجريبي 0.694 وكانت نتيجة اختبار ما بعد الاختبار التجريبي 0.433. وبلغت نتيجة اختبار التجانس على نتيجة Sig للاختبار البعدي للقسم التجريبي 0.242 وكانت نتيجة Sig للقسم الضابطة 0.360. كانت نتيجة اختبار التجانس على نتائج اختبار التجانس على الاختبار البعدي Sig0،860 . وكانت نتيجة اختبار التجانس على الاختبار البعدي 0.493. اختبار T-test أو الاختبار المختلف لمتوسط بيانات البحث Sig (ثنائي الذيل): 0,000. لذا فإن (Ha) مقبولة، أي أن هناك فاعلية لوسائط الكلمات المتقاطعة على ترقية فهم لمفردات اللغة العربية في مدرسة موتيار هاي الثانوية باياكمبوه.

Tradisi Shalawat Dalail Khairat dalam acara sukuran dijorong aua nagari barulak

MISRUL
2025 · Book · Open Access

Skripsi yang berjudul “Tradisi Membaca Shalawat Dalail Khairat dalam acara sukuran dijorong Aua Nagari Barulak” di susun Oleh: Misrul, NIRM: S1.VI.19.21.029. Mahasiswa Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Tulisan ini dilatar belakangi dari fenomena pembacaan kebiasaan masyarakat Jorong Aua Nagari Barulak, mereka mengadakan Shalawat pada acara Syukuran, Minta do’a keselamatan, Aqiqah, Sunatan, Bulan Rabi’ul Awal ( Maulud ) dan Khatam Al-Quran dan pembacaan Shalawat ini dibaca oleh kelompok Shalawat dan para muslimin atau masyarakat laki-laki yang diundang oleh orang yang punya hajatan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah Shalawat Dalail Khairat dalam acara syukuran di Jorong Aua Barulak, menjelaskan pelaksanaan Shalawat Dalail Khairat di Jorong Aua Barulak dan menjelaskan penafsiran ayat dan analisis pemahaman masyarakat tentang Shalawat Dalail Khairat di Jorong Aua Barulak. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai, tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, baik itu bersifat eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif, tergantung tujuan penelitian dan hasil yang ingin diketahui sehingga berpengaruh pula pada paradigma yang menyelimutinya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa tradisi shalawat di jorong Tanjung Aua, merupakan tradisi yang pertama kali diajarkan dan dihidupkan oleh seorang tokoh yang bernama Tuanku Imam Buah Dalu, yang kemudian dilestarikan dan diamalkan oleh masyarakat setempat sampai saat sekarang ini. Pelaksanaan Shalawat ini di laksanakan pada acara Syukuran seperti pesta pernikahan, Aqiqah, Khatam Qura’an dan lain sebagainya. Amalan shalawat ini dilandaskan kepada Q.s Al-Ahzab ayat 56 dengan tujuan semoga dengan pembacaan shalawat dirumah ahli bait (pemilik hajat) mendapatkan keberkahan dan keselamatan dengan berkat bacaan shalawat itu sendiri.