NUR ATIKA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Dampak Gadget terhadap Peningkatan Hafalan Al-Qur’an Santri Di Pondok Pesantren Ma’had Darul Ikhlas Dalan Lidang” yang ditulis oleh Nur Atika NIM: S1. VI. 19. 19. 496. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang kehadiran gadget di dunia pesantren saat ini dihadapkan dengan berbagai dilema. Gadget, yang notabene merupakan simbol modernitas, justru menjadi tantangan dalam menjaga tradisi menghafal Al-Qur'an santri. Penelitian ini akan memaparkan dampak positif dan negatif penggunaan gadget dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an, serta mencari titik temu antara teknologi dan nilai-nilai agama Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penafsiran surah Al-qomar Ayat 17, Menganalisa Penafsiran surah Al-qomar Ayat 17, Mengetahui Dampak gadget terhadap peningkatan hafalan Al-Qur’an santriwati ma’had Tahfizh Aisyah As-Salamah, memberikan kontribusi yang berdaya guna secara teoritis, metodologis, dan empiris bagi kepentingan akademis STAIDA Payakumbuh dalam bidang Pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode Studi kasus dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, kemudian display atau penyajian data, kemudian verifikasi atau pengumpulan data. Hasil dari Penelitian ini dapat di simpulkan bahwa 1) Surah Al-Qamar, menurut para mufassir, tergolong Makiyah dan menegaskan kemudahan mempelajari Al-Qur'an melalui pengulangan ayat 17, 22, 32, dan 40. Ayat-ayat ini menghilangkan keraguan umat dalam menghafal Al-Qur'an, memberikan jaminan dari Allah bahwa siapa pun yang berusaha memahaminya akan dimudahkan. 2) Surah Al-Qomar mengajarkan pentingnya menggunakan petunjuk dan hikmah Allah dalam hidup. Gadget, jika digunakan dengan bijak, dapat mendukung pembelajaran Al-Qur'an. Namun, penyalahgunaannya yang mengalihkan dari tujuan utama justru bertentangan dengan prinsip Al-Qur'an. Gadget harus dimanfaatkan untuk kebaikan dan menghindari dampak negatif. 3) Penggunaan gadget di Ma'had Tahfizh Aisyah As-Salamah memiliki dampak positif seperti mendukung pembelajaran, namun juga negatif, mengganggu fokus hafalan santriwati. Solusi yang diusulkan meliputi edukasi, pembatasan, dan pemantauan intensif untuk memastikan gadget digunakan secara bijak dalam mendukung hafalan Al-Qur'an.
ANDRI ANSYAH SITOMPUL
2024 · Book · Open Access
Skripsi yang berjudul “Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir) “ yang disusun oleh Andri Ansyah Sitompul NIRM S1.VI.19.20.144. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran Imam As-Syaukani tentang shalat Wusṭā dalam al-Qur’ān surat al-Baqarāh ayat 238 dalam Tafsir Fathul Qodhir. Penelitian ini membahas dua hal yaitu, pertama, penafsiran shalat Wusṭā menurut Imam As-Syaukani, kedua, penafsiran ulama tentang shalat Wusṭo. Penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis, karena dalam penelitian ini membahas secara mendalam shalat Wusṭho menurut Imam As-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir dalam Q.S al-Baqarāh ayat 238 . Penafsiran Imam AS-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir surat al-Baqarah ayat 238 tentang salat Wusṭho, Imam As-Syaukani berpendapat bahwa shalat Wusṭho adalah shalat Ashar karena pada waktu Ashar kebanyakan orang sudah letih karena seharian beraktivitassehingga kebanyakan melalaikannya. Dalil yang di kemukakan oleh Imam As-Syaukani adalah hadits dari Nabi Saw : Mereka telah menyibukkan kita sehingga terlewatkan Salat Wushto,yaitu SalatAshar. Semoga Allah memenuhi hati dan perut mereka dengan api)." Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya juga meriwayatkan seperti itu dari hadits Ibnu Mas'ud secara marfu”.
YUNOVI PUTRA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK
Judul skripsi ini yaitu: AL-‘ADL DALAM PRESFEKTIF AL-QUR’AN yang ditulis oleh Yunovi Putra, Nirm S1.VI.19.20.861, mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Latar belakang masalah dari pemilihan judul ini adalah karena al-‘Adl dalam al-Qur’an mempunyai aspek dan objek yang beragam. Keragaman tersebut mengakibatkan beragamnya makna al-‘Adl. Kata yang sama belum tentu memiliki arti yang sama pula ketika kata tersebut diulang pada tempat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengungkap makna dari al-‘Adl dalam al-Qur’an.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (library research), dan metode tafsir yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu’iy) yaitu dengan memilih satu istilah yang terdapat pada ayat-ayat al-Qur’an, menghimpunnya, menafsirkannya dan menyimpulkan penjelasan-penjelasan dari tema pembahasan yang terkait. Guna mengungkap permasalahan ini, penulis menggunakan analisis dokumen tafsir maudhu’iy, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikan kemudian dianalisa.
Hasil dalam penelitian ini adalah dalam al-Qur’an kata al-‘adl dimuat sebanyak 28 kali dengan berbagai shighat-nya (bentuk kata). Dalam al-Qur’an ada beberapa kata yang semakna dengan kata al-‘adl yaitu kata al-qisth dan kata al-wazn. Masing-masing kata tersebut ditempatkan dalam ayat-ayat yang berbeda dan dalam beberapa ayat berada dalam satu ayat secara bersamaan.
Al-‘adl adalah “Sesuatu yang lurus” menyamakan sesuatu dengan yang lain “seimbang” benar dan lurus, mengimbangi sesuatu “tebusan” dan “syirik (menyekutukan Allah)”. Dilihat dari titik persamaan arti al-‘adl tersebut yaitu “tidak memihak” (dalam penetepan hukum), “seimbang” (dalam timbangan/neraca), “tebusan” (menyamakan perbuatan dengan akibatnya). Al-‘adl memiliki beberapa makna, yaitu: al-‘adl yang bermakna tebusan, al-‘adl yang bermakna adil, al-‘adl yang bermakna sebanding/seimbang, dan al-‘adl yang bermakna sekutu (menyimpang)
RIZAL KHOMSYAH
2024 · Book · Open Access
Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024.
Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid.
Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa.
Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.
ADITIYA PUTRA
2024 · Book · Open Access
Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN SURAH AL-QUR’AN YANG DIBACA DALAM TRADISI TOLAK BALA DI DESA PINTU PADANG JULU KEC. SIABU KAB. MANDAILING NATAL (Kajian Tafsir Maudhu’i)” yang ditulis oleh Aditiya Putra, Nirm S1.VI.19.20.136, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah dari banyaknya keluhan masyarakat terhadap bala yang menimpa masyarakat khususnya hama-hama pada tanaman padi. Dimana bala ini bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu adalah suatu hal yang membuat ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menimbulkan banyak kerusakan dan hal lainnya. Alasan penulis dalam memilih judul ini adalah bahwa bagi masyarakat desa Pintu Padang Julu ada amal-amalan yang menurut mereka baik untuk di amalkan serta bermanfaat dalam kelangsungan hidup, seperti halnya mereka mengadakan pembacaan surah-surah tertentu untuk menolak bala dan menjauhkan desa Pintu Padang Julu dari segala bahaya dan malapetaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menafsirkan surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan menganalisis keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran surah-surah AlQur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu dan analisa keterkaitan antara surah Al-Qur’an yang dibaca dengan tolak bala. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (Library research), dengan menggunakan metode maudhu’i. Adapun sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan sekunder Sumber data primer adalah enam tafsir diantaranya: kitab tafsir Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurthubi, Al-Maraghi, Ibnu Katsier, dan Fii Dzilalil Qur’an. Sedangkan sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, seperti: jurnal, buku dan artikel. Penyajian tafsirnya dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu'i karya Muhammad AlGhazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah dalam kepercayaan masyarakat desa Pintu Padang Julu tradisi tolak bala ini mereka yakini akan dapat menjauhkan bencana dan juga musibah yang ada pada masyarakat tersebut. Semoga penelitian yang penulis lakukan ini bermamfaat dan berguna untuk penelitian selanjutnya bagi yang tertarik untuk lebih mendalami tentang Penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Karena penulis merasa belum terlalu mendalam dalam mengupas tentang masalah penafsiran surah-surah Al-Qur’an yang dibaca dalam tradisi tolak bala didesa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal didalam skripsi penulis ini. Dan penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurna dan tuntasnya pembahasan yang ada dalam skripsi ini dimasa yang akan datang.
RENGGA DWIPA JOSOVA
2024 · Book · Open Access
MUHAMMAD HUSIN
2024 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
AULIYA RIZKY
2024 · Book · Open Access
Skripsi yang berjudul “Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an) “ yang disusun oleh Auliya Rizky NIRM S1.VI.19.20.145. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keunikan dalam pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir sebelum belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain di wilayah Kabupaten Mandailing Natal yang jarang di temukan kegiatan dzikiran sebelum proses belajar-mengajar dimulai. Hal ini yang mendorong penulis untuk menetili Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah, praktek pelaksanaan, dan manfaat pembacaan jalsah dzikir di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), berupa kajian living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur’an. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Abinnur Al-Islami Kelurahan Mompang Jae Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Pembacaan Jalsah Dzikir Sebelum Belajar di Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami berjalan baik sampai sekarang sebagaimana yang diharapkan oleh pendiri pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Pembacaan jalsah dzikir ini memiliki banyak manfaat sebagaimana yang dirasakan oleh para santri-santriwati di pondok pesantren Abinnur Al-Islami. Adapun dasar pelaksanaan pembacaan jalsah dzikir ini berlandaskan Al-Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 28. Pada ayat ini dijelaskan salah satu diantara manfaat dzikir adalah untuk memberikan ketenangan hati. Jalsah dzikir ini dilaksanakan sebelum kegiatan belajar dimulai, santri-santriwati terlebih dahulu diarahkan menuju masjid dan musholla sekolah dalam keadaan rapi dan sudah berwudhu. Setelah itu santri yang terpilih menjadi pemandu dzikir akan memandu pembacaan dzikir sampai selesai kemudian di tutup dengan doa.
ELFINA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: "MENAFSIRKAN AYAT GHALAZH DALAM AL-QUR’AN." yang ditulis oleh Elfina, Nirm S1.VI.19.20.151, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam Al-Qur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, Al-Azhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi Zhilalil-Qur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz غ ل ظ disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.
REZKI PRASETYA
2024 · Book · Open Access
vii ABSTRAK Judul skripsi ini yaitu: “HEDONISME DALAM Al- QUR’AN Q.S AL-ISRA (Studi Tafsir Al-Azhar)”. yang ditulis oleh Rezki Prasetya Nirm S1.VI.19.20.046, Mahasiswa STAI Darul Qur‟an Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena hedonisme dalam perspektif Al-Qur‟an, khususnya melalui analisis Tafsir Al-Azhar terhadap QS. Al-Isra ayat 27. Hedonisme sebagai pandangan hidup yang menekankan pencarian kebahagiaan dan kepuasan pribadi sebagai tujuan utama, semakin marak dalam masyarakat modern, khususnya di kalangan remaja. Gaya hidup ini sering kali menyebabkan perilaku impulsif, konsumtif, dan egois yang berpotensi merusak moral individu serta harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menelaah interpretasi QS. Al-Isra ayat 27 dalam Tafsir Al-Azhar. Ayat ini menekankan pentingnya menghindari perilaku boros dan tidak bertanggung jawab dalam penggunaan harta, karena pemborosan dianggap sebagai perilaku yang dekat dengan setan yang ingkar kepada Tuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme bertentangan dengan ajaran Al-Qur‟an yang mengajarkan keseimbangan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan budaya hedonisme, serta memberikan panduan untuk membentuk masyarakat yang lebih beradab dan bermoral.
SRI DEA PUSPITA
2024 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Festival Al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh”. Yang ditulis oleh Sri Dea Puspita NIRM.S1.19.19.521, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya program tahfidz al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolah-sekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh, yang mana mereka memiliki program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Kegiatan festival al-Qur’an memiliki pengaruh yang begitu besar. Sehingga dalam penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh festival al-Qur’an di PAUD al-Huffazh.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran tentang dasar ayat yang digunakan sebagai landasan syar’i serta untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan festival al-Qur’an. data sekunder yakni kitab-kitab tafsir jurnal, artikel, wawancara serta yang berkaitan dengan kegiatan festival al-Qur’an.
Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Pembelajaran al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh memiliki landasan syar’i yaitu QS. Al-‘Ankabut ayat 49 dan QS. Faatir ayat 29-30 serta hadits yang didalamnya banyak menguat tentang keutamaan-keutaman dalam memotivasi hafalan para santri. 2) Pelaksanaan kegiantannya, satu kali dalam satu bulan yaitu pada minggu terakhir setiap bulannya pada hari jum’at dengan rangkaian acara yaitu persiapan tempat, pembukaan, pembacaan QS. Al-Kahfi, ice breaking, muroja’ah bersama, menyanyikan lagu hafidz Qur’an, sambutan kepala sekolah, penampilan, pemberian reward, penutup dan foto bersama. 3) Pengaruh festival al-Quran ada tiga yaitu a. Terhadap para santri: santri menjadi termotivasi, menumbuhkan rasa semangat, menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an, melatih keberanian untuk tampil, melatih kemandirian, para santri memiliki rasa sangat senang, dan adapun beberapa santri yang memiliki rasa malu, tidak peduli, atau masih suka asik main-main. b. Terhadap mu’allimah: Mu’allimah lebih mudah dalam memotivasi anak, Mu’allimah dapat melihat perkembangan, pencapaian, kelemahan dan kelebihan masing-masing santri dalam liqo’nya, untuk mengevaluasi hafalan para santri tiap bulannya. c. Terhadap orang tua: orang tua jadi ikut menghafal al-Qur’an serta rajin muroja’ah bareng dengan anak-anaknya dirumah, orang tua jadi lebih tau versi anak dalam menghafal/muroja’ah, orang tua bisa tau/melihat kemampuan anak sampai mana, untuk menghafal al-Qur’an dalam mencapai targetnya.
RAHMA DELI
2024 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul “MAKNA HIJRAH MENURUT HANAN ATTAKI DI MEDIA YOUTUBE”, yang ditulis oleh Rahma Deli, NIRM S1.VI.19.20.185, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an yang signifikan termasuk dalam media penyampaiannya. Media penyampaian tafsir selalu berubah dari masa ke masa mulai dari era oral (zaman Nabi) sampai kepada era elektronik (sekarang). Saat ini, eksistensi kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru dan sudah menyebar di masyarakat melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz Indonesia yang populer mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan kajian di media sosial. Dikarenakan penelitian ini adalah penelitian yang berbasis analisis konten, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yang bersifat etnografi virtual yaitu mengumpulkan data berdasarkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan. Kemudian data-data tersebut dianalisis dan dielaborasi dengan menambahkan data-data pendukung lainnya seperti literatur berupa buku, jurnal dan karya ilmiah lainnya.
Hasil dari penelitian ini ada tiga poin, pertama yaitu identifikasi video kajian Hanan Attaki tentang Hijrah terbagi dua yaitu, tentang spirit atau motivasi Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Ayat yang membahas tentang spirit atau motivasi hijrah dari kaum Muhajirin dan Anshor terdapat dalam Q.S At Taubah ayat 100 dan Q.S Al Hasyr ayat 8-9. Sedangkan ayat tentang ujian orang yang berhijrah terdapat dalam tiga surah yaitu, Q.S Al ankabut ayat 2-3, Q.S Al Baqarah ayat 214, dan Q.S Al Baqarah ayat 155. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki di media YouTube, Dalam Q.S At Taubah : 100, Hanan Attaki menjelaskan ada dua golongan yaitu Muhajirin dan Anshar yang bisa kita ikuti peran mereka sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang-orang yang menolong orang yang hijrah. Selanjutnya dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9, Hanan Attaki menjelaskan dalam berhijrah kita pasti akan diuji oleh Allah seperti yang dialami oleh orang muhajirin. Kemudian dalam Surat Al Ankabut ayat 2-3 juga menjelaskan tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah ayat 214 Hanan Attaki menjelaskan tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik,ujian harta, dan ujian perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu terkait metode yang digunakan yaitu maudhu’i, dilihat dari ceramah Hanan Attaki yang membahas ayat tentang hijrah. Sedangkan Corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan), dengan menggunakan bahasa gaul yang lebih dekat dengan bahasa keseharian anak muda. Hanan Attaki menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia dalam kajian tafsirnya.
MUHAMMAD SUPRI
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK
Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh.
Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi.
Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.
AHD YANI
2024 · Book · Open Access
Judul skripsi ini yaitu: “AMTSAL ORANG KAFIR DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tafsir Mudhu’i )” yang ditulis oleh, Ahd Yani, Nirm S1. VI. 19.20. 003, Mahasiswi STAI Darul Qur’an Payakumbuh, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
Tujuan Allah menciptakan Manusia ke dunia ialah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah swt, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah adz-Zariyat ayat 56: “tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku “. Manusia itu ada berbagai macam jenisnya, ada orang-orang yang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq. Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir, yang yang dijelaskan Allah melalui bentuk perumpamaan atau Amtsal. Adapun yang menjadi pertanyaan pada pembahasan ini ialah, bagaimana penafsiran ayat-ayat Amtsal orang kafir dalam al-Qur’an. penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terdiri dari 15 ayat, yaitu: QS. al-Baqarah: 26 dan 171, Ali Imran: 117, al-A’raf: 176, Hud: 24, ar-Ra’du: 14, an-Nahl: 75 dan 76, al-Hajj: 31 dan 73, al-‘Ankabut: 41, ar-Rum: 28, Yasin: 78, al-Hasyr: 15, dan at-Tahrim: 10. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab yang berupa Tafsir al-Azhar Karya Buya Hamka, Tafsir al-Misbah Karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Qurthubi Karya Imam al-Qurthubi, Tafsir Fi Dzilal al-Qur’an Karya Sayyid Qutub, kitab al-Amtsal Fi al-Qur’an al-Karim Karya Ibnu Qayyim al-Jauzy, skripsi, dan jurnal.
Dari Hasil penelitian bahwa Amtsal orang-orang kafir dalam al-Qur’an di kelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: Orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, penggembala domba yang meneriaki dombannya. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur. Selanjutnya orang yang menyekutukan Allah diumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup. Dan perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan seperti seorang petani yang ladangnya ditimpa angina yang kencang sehingga ladangnya hancur dan tidak bisa dipanen. Kemudian perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur. Dan yang terakhir Perumpamaan orang kafir seperti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dibawah naungan dua orang hamba yang saleh.
ALWI YANSAH
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal)” yang ditulis oleh Alwi Yansah NIRM.S1.VI.19.20.143, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan Mando’a Ubat di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar Ayat yang digunakan dalam pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Fusshilat ayat 44 dan sebagai dasar Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menjelaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan obat bagi orang beriman, dan do’a itu adalah kekuatan bagi orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya. Serta menjadikan ulama sebagai tempat bertanya untuk persoalan agama .Dasar pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat terdapat dalam Q.S Al-Fusshilat ayat 44. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.
NOFRI INDRA
2024 · Book · Open Access
Judul skripsi ini adalah “Qadha menurut penafsiran Syekh Taqiyuddin AnNabhani dalm kitab Asy Syakhsiyah al-Islamiyah” ditulis oleh: Nofri Indra, Nirm: S1.VI.19.20.181. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur‘an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur‘an (STAIDA) Payakumbuh.
Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adanya perbedaan pandangan para ahli kalam dalam memaknai makna qadha ketika digabungkan dengan qadha dan qadar, sehingga terjadi selisih pendapat terkait dengan perbuatan hamba yang dikuasai dan area yang menguasainya. Sehingga jelas bahwa makna qadha scara terpisah berbeda dengan qadha dan qadar ketika menjadi satu kesatuan.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), deskriptif dengan pendekatan metode tafsir Maudhu‘i. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang makna qadha dalam kitab Asy Syakhsiyah Al Islmiyah untuk menjadi pengetahuan umum tentang makna qadha menurut pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani. Karena penulis menganggap makna qadha mesti diketahui dalam aspek pemikiran beliau agar tidak menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan makna yang sesungguhnya.
Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Asy Syakhsiyah AL Islamiyah karya Syekh Taqiyuddin An Nabhani. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisIS terhadap objek penelitian dari data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa bahwa penafsiran qadhamenurut Syekh Taqiiyuddin An Nabhani dalam kitab Asy Syaksiyah Al Islamiah yakni kehendak Allah pada hukum Allah pada perkara-perkara yangbersifat kulliyyat (global) saja. Juga tidak dijumpai pada perkara-perkara parsial(rinciannya). Oleh karena ini maka kata qadha mempunyai beberapa maknabahasa yang telah digunakan al-Quran, yakni qadha bermakna ketetapan atau kehendak Allah atas ciptaannya dan kejadian-kejadian yang menimpa manusia pada area yang manusia dikuasainya. Kemudian dari alisisi penafsiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani menggunakan metode maudhu‘i (tematik). Kemudian dalam penafsiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani memilih 3 sumber penafsiran yakni hadis nabi, birra‘yi dan riwayat israiliyat. Sedangkan corak penafsirannya adalah corak lughawi, fiqih dan corak aqidah. Syekh Taqiyuddin An-Nabhani merupkan pendiri Hizbut Tahrir pda tahun 1953 M.
AFRIZAL
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK
Judul skripsi ini yaitu: Jihad Berdasarkan Ayat Makiyyah dan Madaniyyah yang ditulis oleh Afrizal, Nirm S1.VI.19.20.860, mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.
Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah karena Fenomena penyerangan yang mengatas namakan jihad masih sering kita dengar belakangan ini. Sasarannya pun kian berkembang dari yang semula hanya memerangi non-muslim, kini juga berperang dengan kaum muslim yang berbeda paham dengan mereka. Mereka berkeyakinan bahwa hal itu merupakan syariat islam yang wajib dijalankan. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak ayat-ayat yang membicarakan tentang jihad yang secara eksplisit memang menunjukkan perintah untuk berperang. Dari sini timbul permasalahan,apakah memang ayat tersebut memerintahkan untuk terus berperang?. Bagaimana dengan kenyataan bahwa Rasulullah baru berperang ketika beliau pada periode Madinah?. Peperangan itu pun kebanyakan dilakukan untuk melawan kaum kafir Makkah, bukan penduduk non muslim di Madinah.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka(libraryresearch), dan metode tafsir yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu’iy) yaitu dengan memilih satu istilah yang terdapat pada ayat-ayat al-Qur’an, menghimpunnya, menafsirkannya dan menyimpulkan penjelasan-penjelasan dari tema pembahasan yang terkait. Guna mengungkap permasalahan ini, penulis menggunakan analisis dokumen tafsir maudhu’iy, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikan kemudian dianalisa.
Hasil dalam penelitian ini, Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa seluruh ayat –ayat jihad yang terdapat pada ayat Makkiyyah, seluruhnya tidak ada yang bermakna perang. karena peperangan baru dilakukan Rasulullah pada periode Madinah. Dari sini dapat dipahami bahwa ternyata makna jihad berdasarkan ayat-ayat makiyyah dan madaniyyah tidak harus perang. Ia dapat berbentuk bersungguh-sungguh, kuat, kemampuan, paksaan, ujian atau cobaan, pemberantasan kebodohan, pengentasan kemiskinan, dan pembenahan sistem hukum.
Terdapat perbedaan makna antara ayat jihad berdasarkan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah. Ayat-ayat jihad Makiyyah pada umumnya menyeru untuk bersabar terhadap tindakan-tindakan musuh, disamping terus berdakwah secara lisan ditengah tengah umat manusia. Memang tidak ada pilihan lain bagi mereka selain pilihan itu. Sedangkan ayat-ayat jihad Madaniyyah, sesuai dengan kondisi umat Islam pada waktu itu, menyeru kaum mukminin untuk menghadapi musuh secara berhadapan langsung dan mewajibkan mereka untuk memerangi orang-orang kafir.
REZA AZMI
2024 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena angka pernikahan yang semakin menurun di Indonesia dan sekitar 400.000 kasus perceraian terjadi setiap tahunnya. Jumlah perceraian yang semakin banyak dan tingkat kepuasan pernikahan yang menurun menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka. Metode tafsir maudhu'i Abdul Hayy Alfarmawy. Sumber data primer kitab tafsir Al Azhar. Hasil dari penelitian ini adalah klasifikasi ayat
MUZAKKIR KHOLIQ
2024 · Book · Open Access
Skripsi yang berjudul: “Mematikan Diri Sebelum Mati Di kalangan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah di Surau Suluk Al-Mujahadah Dusun Huta Bargot, Desa Tangun, Kec. Bangun Purba, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau.” Di susun Oleh: Muzakkir Kholiq, NIRM: S1.VI.19.19.490. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya suatu pemahaman dan ajaran yang ada di dalam thariqat naqsyabandiyah yang menjadikan kematian sebagai salah satu dari kaifiat dzikir yang harus dilakukan sebelum melakukan dzikir. Adapun istilah yang dipakai di dalam kaifiat dzikir tersebut adalah istilah mematikan diri sebelum mati. Secara pendekatan bahasa maka dapat diartikan, mematikan diri sebelum mati adalah suatu upaya untuk mematikan diri sebelum kematian itu datang. Dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan tumbuh pada diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar dan penafsiran serta mengungkap tata cara Mematikan diri sebelum mati di kalangan jamaah Thariqat Nasyabandiyah khususnya di Surau Suluk Al-Mujahadah di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif (lapangan) yaitu mengumpulkan data-data melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya dengan melihat bagaimana syariat Islam dalam memahami kematian. Sehingga ditemukan titik permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa mematikan diri sebelum mati ternyata adalah suatu upaya bagi seorang salik (penganut ajaran thariqat) untuk mengalahkan hawa nafsunya yang hidup di dalam dirinya sendiri, dengan tujuannya adalah agar seorang salik itu dapat merasakan kedekatannya dengan Rabbnya sehingga menjauhkannya dari kecintaan dunia, dan menjadikan seorang salik itu dapat beramal ibadah secara ikhlas dan penuh kekhusyukan dengan semata-mata mengharapkan rahmat dan ridho dari Rabbnya. Dengan cara yang digunakan memejamkan mata, memekakakn telinga, menutup mulut serta menguncikan gigi dalam berdzikir secara sirr (rahasia).
FATYA RAHMA FIRDAUS
2024 · Book · Open Access
Skripsi ini berjudul “Keluarga Ideal Prespektif Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik Ayat-ayat Tentang Nabi Ibrahim dan Keluarganya)” yang ditulis oleh Fatya Rahma Firdaus NIRM.S1.VI.19.20.155, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah secara berpasang-pasangan, membutuhkan hubungan yang baik. Namun menciptakan hubungan yang baik bukanlah hal yang mudah, banyak faktor yang menjadi penghambat. Ada beberapa cara membentuk keluarga ideal, salah satunya di dalam alQur’an banyak diterangkan terkait bagaimana etika dalam berkeluarga yang baik, terdapat dalam kisah para nabi maupun orang-orang yang hidup pada zaman nabi. Salah satu contohnya yaitu kisah nabi Ibrahim dan keluarganya yang dapat dijadikan panutan bagi umat muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Muhammad abd al-Hayy al-Farmawi yakni menentukan tema yang akan dibahas lalu mengumpulkan ayat sesuai dengan tema yang dibahas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya di dalam alQur’an. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb , tafsir Kemenag dan Tafsir an-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Penelitian menemukan bahwa terdapat 63 ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Ibrahim di dalam al-Qur’an, Nabi Ismail putranya ditemukan 12 ayat di dalam al-Qur’an. Nabi Ya’qub cucu Nabi Ibrahim disebutkan Allah di dalam al-Qur’an sebanyak 16 ayat. Sedangkan ayat yang bercerita tentang nabi Ibrahim dan keluarganya terdapat 12 ayat, 3 diantaranya bercerita tentang bentuk keluarga ideal dalam kisah nabi Ibrahim dan keluarganya. Pertama sikap mempercayai perkataan dan perbuatan yang terdapat di dalam Q.S ash-Shaffat ayat 102, kisah nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail. Selanjutnya sikap menerima kekurangan keluarga yang terdapat di dalam Q.S al-Hijr ayat 54-55, kisah nabi Ibrahim dan istrinya Sarah. Ketiga sikap mengerti dan memahami keadaan keluarga yang terdapat di dalam Q.S Ibrahim ayat 37 antara Ibrahim dengan istrinya Hajar.