COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Tafsir 'Ilmi : Seksualitas dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Samudra dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Manfaat Benda-Benda Langit dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Gunung dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Eksistensi Kehidupan di Alam Semesta dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Tafsir 'Ilmi : Air dalam Perspektif Al Quran dan Sains
Dasar-Dasar Kurikulum Bahasa
At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an
Balaghah tasrif al-qawl fi al-Qur'an al-Karim
KAMUS BALAGHAH
Ilmu Balaghah adalah satu kajian ilmu pengetahuan bahasa Arab yang mempelajari kaidah-kaidah bahasa Arab dalam mengungkapkan satu kalam yang yang baligh yaitu kalam yang terpenuhinya kefashahannya serta kemampuan yang harus dimiliki seorang mutakallim dalam menyampaikan ide-ide atau kalam dengan indah dan menarik dengan berbagai fariasinya serta sesuai dengan situasi dan kondisi pendengarnya yang dapat memuaskan akal dan sanubari. Sebagai satu ilmu pengetahuan, posisi ilmu balaghah dalam tatanan ilmu-ilmu bahasa Arab seperti roh dan jasad, keberadaan ilmu balaghah dan kaidah-kaidah yang tertuang didalamnya sangatlah urgen, keurgenannya disebabkan beberapa hal, pertama: ilmu balaghah dapat mengantarkan seseorang kepada pengetahuan kemu’jizatan al-Quran terutama kemu’jizatan bahasa al-quran. Kedua ilmu balaghah adalah alat yang dapat membantu seseorang dalam bergelut dengan diskursus al-Quran, terutama mufassir dalam memahami kandungan isi al-quran dan pesan-pesan yang terkandung didalamnya.
Membongkar Kedok Kemunafikan Tafsir Tematik Ayat-Ayat Nifaq
Cara belajar bahasa Arab
Mutiara Nahjul Balaghah
Ali bin Abi Thalib r.a. memiliki kedudukan khusus di sisi Rasulullah Saw. dengan kekerabatannya yang amat dekat. Sejak dia masih seorang bocah, Rasulullah meletakkan Ali di pangkuannya, mendekapkannya ke dada beliau, memeluknya di pembaringan beliau, menyentuhkannya dengan tubuh beliau, dan menciumkannya harum aroma beliau. Adakalanya beliau mengunyah sesuatu lalu disuapkan ke mulut Ali. Begitulah gambaran kedekatan dirinya dengan Rasulullah Saw. sejak dia masih anak-anak. Sejak usianya yang amat dini, dia berada di bawah asuhan seorang manusia pilihan: Muhammad Saw. Maka tak heran jika dia yang paling banyak menerima pancaran sinar ilmu dan hikmah. Sehingga Nabi Saw. bersabda, "Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Maka siapa saja ingin mendapat ilmu, hendaknya dia melewati pintunya." Berkat pancaran ilmunya itulah, tak seorang pun ahli bahasa Arab berani mengingkari ucapan-ucapan Ali r.a. Bahkan ulama besar memuji ucapan-ucapan Ali r.a. sebagai yang paling mulia, paling fasih, paling padat isinya, paling tinggi mutunya, dan paling meliputi makna-makna agung setelah firman Allah Swt. dan sabda Nabi-Nya Saw. Tak heran jika pada suatu kesempatan Khalifah Umar bin Khaththab mengatakan, "Kalau bukan karena Ali, sungguh telah binasa Umar." [Mizan, Noura Books, Agama, Religi, Islam, Khalifah, Indonesia,]
Nahjul Balaghah Jilid 2
Nahjul Balaghah Jilid 2 memuat surat-surat Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abu Thalib Kw. selama ia menjabat sebagai khalifah. Bagian besar darinya ditujukan kepada musuh bebuyutannya, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, seorang Gubernur Suriah, yang menuduhnya sebagai inisiator terbunuhnya Utsman bin Affan Ra., padahal itu hanya dalih untuk mengkudeta. Ada pula surat yang ditujukan kepada putra-putranya dan orang-orang terkasihnya, dan ini mengandung pelajaran moral, spiritual, dan syariat yang—karna keindahannya—kemilau. Adapun surat-surat yang ditujukan kepada para pejabat pemerintahannya memuat gagasan-gagasan urgen mengenai imamah dan Konstitusi Politik Islam.
Tema-Tema Pokok Nahjul al-Balaghah
Balaghah
Balaghah adalah salah satu bidang kajian bahasa Arab yang menyatu dengan kompleksitas kehidupan masyarakat Arab sejak sebelum Islam, disempurnakan dan diangkat ke level tertingginya oleh Al-Qur'an, dan menjadi fokus kajian yang terkodifikasi menjadi ilmu. Balaghah hadir di abad 2 Hijriyah dan mencapai puncaknya di abad ke-5 Hijriyah. Keindahan uslub Al-Qur'an dan praktik keseharian masyarakat Arab yang cinta dan bangga pada bahasanya telah menyampaikan sastra Arab pada supremasinya. Sulit untuk memadankan ‘balaghah’ dengan fan dan ilmu apa dalam bahasa Indonesia. Ia merupakan ilmu tersendiri. Bahkan balaghah, jika pun harus dikaji dalam konteks bahasa Indonesia, memiliki tiga unsur; stilistika, pragmatik, dan retorika. Jika dirinci, ilmu balaghah memiliki dua bidang yaitu al-fahm dan al-ifhâm. Al-fahm adalah kemampuan pembaca untuk memahami nilai-nilai sastrawi sebuah ungkapan. Sementara al-ifhâm adalah kemampuan penutur untuk membuat faham siapapun pendengar, pembaca, dan penikmat satu tuturan dan ungkapan. Dalam al-fahm, stilistika dan pragmatik yang sepadan dengan balaghah. Dalam al-ifhâm, retorikalah yang sepadan dengan balaghah. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik balaghah begitu menghampar. Mengungkap maksud secara oral maupun tulisan pasti memiliki tujuan. Cara menyampaikan bahasa untuk tujuan tertentu bisa dilakukan dengan aneka cara. Buku ini hadir untuk mendekatkan bahasa komunikasi sehari-hari kita dengan balaghah. Bahwa kita ber-balaghah dalam praktik berbahasa sehari-hari, bisa disadari atau tidak, yang jelas ada.
Nahjul Balaghah Jilid 1
Hampir tidak ada suatu kitab yang menghimpun kata-kata Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abu Thalib Kw. seterkenal kitab Nahjul Balaghah (Jalan Kefasihan). Penyusunnya adalah seorang Ahlul Bait Nabi Muhammad Saw., Syarif Radhi, dan pensyarahnya adalah seorang alim yang terkenal sebagai tokoh pendiri modernisme Islam, pembaru Mesir, dan Mufti Mesir, Syaikh Muhammad Abduh. Kitab ini dinamakan Nahjul Balaghah dengan maksud untuk menunjukkan betapa tingginya kualitas, mutu, kekayaan, dan kefasihan kata-kata ayahanda Sayyidina Hasan bin Ali Ra. dan Sayyidina Husain bin Ali Ra. itu dari sisi sastra Arab. Nahjul Balaghah Jilid 1 berisi petuah-petuah Amirul Mukminin Kw. ketika ia diangkat sebagai khalifah hingga wafatnya. Petuah-petuah ini secara garis besar adalah statemen-statemen politiknya, baik ketika kekuasaannya dirongrong oleh pembela Utsman bin Affan Ra. maupun diberontak oleh pihak Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Di samping itu, ada juga petuah-petuah non-politis, seperti tentang akhlak, tauhid, pandangan-pandangan mengenai Ahlul Bait, dan wejangan-wejangan seputar sufisme. Dari semua petuah itu, jika kita ikuti secara teliti, maka memang benar jika Amirul Mukminin Kw. disebut sebagai Babul ‘Ilm.
Memahami Balaghah dengan Kacamata Gaya Bahasa Indonesia
Bala>ghah merupakan pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa dibandingkan nahwu dan s}araf. Di antara faktor kesulitannya adalah, karena s}araf hanya mempelajari pembentukan dan perubahan kata sesuai makna yang dikehendaki, asal kata dan perubahan kelas kata. Begitu juga nahwu, hanya mempelajari hubungan kata dalam kalimat dan kegramatisan ungkapan. Sedangkan bala>ghah, membahas hubungan kata dan ungkapan dengan situasi, lingkungan, dan makna, dalam bala>ghah ada makna hakiki (denotatif) dan majazi (konotatif), ada hubungan ungkapan dengan perasaan, keindahan, dan imajinasi (Tammam Hasan: 2000). Halhal tersebut tidak mudah bagi siswa memahami dan mempraktikkannya dalam membuat kalimat. Selain faktor sifat-sifat kekhasan Bala>ghah tersebut, yang membuat sulit bagi pembelajar adalah contoh-contoh yang tersaji dalam buku-buku Bala>ghah di kelas diambil dari syair-syair Arab. Alih-alih memahami teori bala>ghah, memahami kosa kata syair saja sulit. Maka perlu ada solusi untuk membantu mempermudahnya.