COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Handel's L'Allegro, Il Pensieroso Ed Il Moderato ... Including the Additional Songs ... with an Accompaniment for the Organ Or Pianoforte by W. H. Monk. Novello's Centenary Edition
Il bien Grischun a sees compatriots. [A protest against the interference of the Court of Vienna in the religious affairs of the Grisons.]
Il Pentamerone, Or, The Tale of Tales
Le Rose E Il Mare
The Role of IL-7/IL-7R Signalling in Thymic Dysfunction in HIV-1 Infection
Immune reconstitution following T-cell depletion consists of expansion of circulating T-cells or de novo synthesis of T-cells from the thymus. The IL-7/IL-7 receptor signalling pathway is critical for the maturation and differentiation of thymocytes before they leave the thymus as mature T-cells. Viral infections including HIV have been shown to decrease IL-7Ralpha (CD127) expression on circulating CD4+ and CD8+ T-cells. However little is known about the effects of HIV infection on CD127 expression and activity in thymocytes despite existing evidence of HIV infection of the thymus. Thymic function is altered in HIV infection leading to a dysregulation of the thymic epithelial network and reduced thymic output which may contribute, in part, to impaired immune reconstitution in progressive HIV disease. In vitro studies demonstrate that HIV infection interrupts thymopoiesis resulting in a developmental block in thymopoiesis similar to that seen in models of IL-7/IL-7R deficiencies suggesting a role for altered IL-7 signalling in HIV associated thymic dysfunction. Therefore we hypothesize that thymic dysfunction which occurs in HIV infection is due to reduced IL-7R and/or altered IL-7 signalling in thymocytes resulting in impaired de novo T-cell synthesis. In order to address this hypothesis an in vitro system for the functional study of human thymocytes has been optimized. The research conducted as part of this thesis assessed if in vitro HIV infection or if cytokines that are upregulated in the course of HIV infection altered CD127 expression on maturing thymocytes. It also evaluated if in vitro HIV infection disrupts thymocyte function at different stages of maturation and whether this disruption in function is due to impaired IL-7/IL-7R signalling. The host factors IL-7, TNF-4 and IL-4, which are upregulated in HIV infection, are found to downregulate CD127 expression on thymocytes. IL-4 pre-treatment of thymocytes reduced the ability of IL-7 to induce STAT-5 phosphorylation. Furthermore following in vitro HIV infection of thymocytes, CD127 expression of single positive CD8 thymocytes was decreased. In vitro HIV infection altered IL-7 activity as demonstrated by lower levels of Bcl-2 and phospho-STAT-5 expression in thymocytes following IL-7 stimulation. These accumulated results suggests that HIV may play a role in impaired thymic function by altering IL-7 responsiveness. Understanding the mechanisms of thymic dysfunction in HIV infection may provide some insight into therapies leading to immune reconstitution through increased thymic output.
The Great Man Kim Jong Il
Il sentiero dei nidi di ragno
Livet blandt kommunistiske partisaner i Italien under 2. verdenskrig set med drengen Pins øjne.
Il giardino magico
The I. L. Peretz Reader
These short works from a master of Jewish literature offer “a brilliantly evocative tribute to a bygone era” (Publishers Weekly). Isaac Leybush Peretz is one of the most influential figures of modern Jewish culture. Born in Poland and dedicated to Yiddish culture, he recognized that Jews needed to adapt to their times while preserving their cultural heritage, and his captivating and beautiful writings explore the complexities inherent in the struggle between tradition and the desire for progress. This book, which presents a memoir, poem, travelogue, and twenty-six stories by Peretz, also provides a detailed essay about Peretz’s life by Ruth R. Wisse. This edition of the book includes, as well, Peretz’s great visionary drama A Night in the Old Marketplace, in a rhymed, performable translation by Hillel Halkin.
Yada'il darih, fils de Sumhuàlay, Mukarrib de Saba'.
The Level of Il-8 in Association with Severity of Periodontal Diseases
Cytokines play an important role in the pathology associated with chronic inflammatory diseases because of pro-inflammatory and neutrophil chemotactic properties. The biological effects of IL-8 are relevant in this regard. This study was done to compare the level of this molecule in Gingival Crevicular Fluid from patients with adult periodontitis and from individuals with clinically healthy gingival. GCF was collected from patients with adult periodontitis and clinically healthy gingival for 30 seconds using a periopaper strip and the volume of the sample determined. Following elution of the fluid, assays for IL-8 were carried out by ELISA. The results of the study showed that level of IL-8 of the experimental group were significantly higher than the control group (p>0.01). The clinical parameters were positively correlated to IL-8 suggesting that the GCF IL-8 exhibited dynamic changes upon severity of periodontal disease (p>0.05). Thus, to conclude, the level of IL-8 in GCF is valuable in detecting the inflammation of periodontal tissue.
Pembelajaran Berorientasi AKM
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa program kependidikan, guru, serta pemangku kepentingan (stakeholder) dalam bidang pendidikan yang ingin mempelajari tentang pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Asesmen Kompetensi Minimum merupakan salah satu komponen Asesmen Nasional yang dicanangkan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Pembelajaran untuk meningkatkan AKM harus sejalan dengan pembejaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Buku diorganisasikan dalam 9 bab yang mencakup: Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Karakteristik Soal Asesmen Kompetensi Minimum Bab 3 Karakteristik Pembelajaran Berorientasi AKM Bab 4 Meningkatkan Literasi Membaca Bab 5 Meningkatkan Literasi Numerasi Bab 6 Mengembangkan Kreativitas Bab 7 Berpikir Kritis dan Membuat Keputusan Bab 8 Pembelajaran Berbasis Inkuiri Bab 9 Survei Karakter dan Lingkungan Belajar
Il business plan
Super Sukses AKM SMA MA (Asesmen Kompetensi Minimum SMA MA) Bumi Aksara
Sebagaimana sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Indonesia, mulai tahun 2021 Ujian Nasional (UN) tidak lagi diselenggarakan. Sebagai pengganti UN, diadakan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen Nasional dilakukan untuk mengevaluasi kinerja satuan pendidikan dan sekaligus menghasilkan informasi perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang kemudian diharapkan berdampak pada karakter dan kompetensi siswa. Asesmen Nasional terdiri atas tiga komponen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar. Untuk mengenalkan AKM kepada guru dan siswa maka kami menyiapkan sebuah buku soal AKM, yaitu Super Sukses AKM. Super Sukses AKM SMA/MA merupakan buku soal AKM yang memuat komponen literasi membaca dan numerasi. Soal-soal AKM dalam buku ini mengacu pada soal PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) yang dapat digunakan oleh siswa untuk menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum. Mata pelajaran SMA/MA akan terintegrasi pada soal-soal literasi membaca dan numerasi, sehingga semua siswa dapat memahaminya. Pada soal- soal AKM dalam Super Sukses AKM SMA/MA ini menuntut siswa untuk menggunakan logika dan analisis keterampilan berpikir tingkat (HOTS, Higher Order Thinking Skills) untuk memahami makna dari soal. Soal AKM literasi membaca dan numerasi terdiri atas beberapa paket, sehingga siswa dapat mengerjakannya secara bertahap. Pada bagian akhir buku, kami juga memberikan beberapa contoh survei karakter, yang dapat dijadikan pedoman oleh siswa dalam menghadapi Survei Karakter.
Super Sukses AKM SMP MTs (Asesmen Kompetensi Minimum SMP MTs) Bumi Aksara
Sebagaimana sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Indonesia, mulai tahun 2021 Ujian Nasional (UN) tidak lagi diselenggarakan. Sebagai pengganti UN, diadakan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen Nasional dilakukan untuk mengevaluasi kinerja satuan pendidikan dan sekaligus menghasilkan informasi perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang kemudian diharapkan berdampak pada karakter dan kompetensi siswa. Asesmen Nasional terdiri atas tiga komponen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar. Untuk mengenalkan AKM kepada guru dan siswa maka kami menyiapkan sebuah buku soal AKM, yaitu Super Sukses AKM. Super Sukses AKM SMP/MTs merupakan buku soal AKM yang memuat komponen literasi membaca dan numerasi. Soal-soal AKM dalam buku ini mengacu pada soal PISA (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) yang dapat digunakan oleh siswa untuk menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum. Mata pelajaran SMP/MTs akan terintegrasi pada soal-soal literasi membaca dan numerasi, sehingga semua siswa dapat memahaminya. Pada soal-soal AKM dalam Super Sukses AKM SMP/MTs ini menuntut siswa untuk menggunakan logika dan analisis keterampilan berpikir tingkat (HOTS, Higher Order Thinking Skills) untuk memahami makna dari soal. Soal AKM literasi membaca dan numerasi terdiri atas beberapa paket, sehingga siswa dapat mengerjakannya secara bertahap. Pada bagian akhir buku, kami juga memberikan beberapa contoh survei karakter, yang dapat dijadikan pedoman oleh siswa dalam menghadapi Survei Karakter.
Pengantar studi nahwu
Ilmu nahwu tingkat dasar
Tatabahasa Arab (Ilmu Nahwu)
Panduan Praktis Membaca Kitab Kuning Navasi (Nahwu Inovasi): Teori & Praktek
Kehadiran buku merupakan jawaban dari sebuah keprihatinan penulis, dimana santri-santri Diniyah (utamanya santri Diniyah yang di kampung) menganggap bahwa Ilmu Nahwu adalah ilmu yang sangat sulit dan dianggap terlalu membebani pikirannya, sehingga banyak terjadi ketika Diniyah mengajarkan ilmu Nahwu maka santrinya lama kelamaan akan keluar dengan sendirinya (tidak mau mengaji karena merasa kesulitan) terutama santri yang sekolah formalnya ada dikelas VI. Belum lagi SDM ustadzustadzah juga sangat minim jika dihadapkan dengan materi nahwu. Padahal Ilmu Nahwu adalah salah satu kunci untuk bisa memahami bahasa Arab. Berangkat dari kenyataan di atas akhirnya penulis berpikir untuk menulis sebuah buku tentang Nahwu yang bisa diterima oleh kalangan santri-santri (utamanya santri Diniyah yang di kampung) dengan bahasa yang sederhana, menyenangkan dan aplikatif, sehingga santri-santri tidak merasa terbebani pikirannya dengan adanya materi Nahwu sekaligus dapat membantu para ustadz/ustadzah untuk menambah wawasan dibidang ilmu Nahwu sehingga kebutuhan pengajar Ilmu Nahwu dapat teratasi (sistem belajar dan mengajar). Buku ini dinukil dari beberapa kitab klasik yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan pondok pesantren, yaitu Nadham Alfiyah, ‘Imrithi dan Milhatul I’rab yang diterjemahkan dengan bahasa Indonesia agar mudah dipahami oleh peserta didik. Sistem penyampaian materi menggunakan sistem tuntas, sehingga materinya berkesinambungan dan tidak ada pengulangan pembahasan. Setiap tema pembahasan diikuti dengan praktek, sehingga santri tidak hanya faham secara teori tapi dapat mempraktekkan secara langsung. Agar proses belajar mengajar dalam buku ini dapat menuai hasil yang maksimal sesuai harapan, maka sebaiknya sebelum diajarkan ustadz/ustdazah pengampu materi ini mengikuti pelatihan agar cara mengajar, tahapan-tahapan pembelajaran dan evaluasinya dapat terukur sesuai dengan harapan penulis. Buku ini disediakan bagi santri pemula ( anak kelas 4 SD/MI atau Pasca TPQ) sebelum lebih lanjut mendalami Ilmu Nahwu secara detail. Hasil yang ingin dicapai dari buku ini peserta didik dapat membaca kitab kuning yang sudah dimaknai ala pesantren seperti Kitab Makna Pesantren ala Petok Kediri, dengan i’rab yang benar. Buku ini sengaja disusun dengan 4 jilid, agar terasa suasana baru ketika santri naik dari jilid 1 ke jilid 2 dan seterusnya, sehingga dengan ini santri tidak merasa bosan dengan adanya pergantian jilid. Disamping juga dapat memotivasi santri untuk berlomba agar lebih cepat dalam menempuh kenaikan jilid. Jilid I membahas tentang Isim baik yang Mu’rab maupun yang Mabni secara tuntas. Jilid 2 membahas tentang Fi’il dengan segala bentuknya secara tuntas. Jilid 3 membahas tentang Marfu’atil asma’. Jilid 4 membahas tentang Manshubatil Asma’. Selain itu, buku ini Insyaallah juga dilengkapi dengan 2 jilid buku Sharaf sebagai pelengkap pembahasan yang sangat berkaitan dengan ilmu Nahwu. Penerbit Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia