Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Menampilkan hasil untuk “Tesis”.

4 hasil
DaftarKartu
BookOpen AccessPDF tersedia

Metode Pengajian Tafsir di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit (Living Qur'an)

2023•Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini adalah Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur (Kajian Living Qur’an) yang ditulis oleh Ariful Fikrin NIRM S1.VI.19.19.451 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Fenomena sosial keagamaan yang terlihat di jamaah di Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur, dimana jamaah memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mempelajari ilmu agama, khususnya dalam mempelajari al qur’an. Adapun kebiasaan yang mereka lakukan hanya mendengarkan kajian ceramah di Masjid atau Mushalla yang dalam pelaksanakannya setiap malam (setelah shalat Magrib sampai waktu Isya) dan setelah shalat Subuh hingga hanya bisa mendengarkan santapan rohani yang lama kelamaan menimbulkan kebosanan bagi para jamaah, sedangkan mereka tersebut siangnya sibuk dengan pekerjaan sehari hari, kondisi ini sangat berbeda dengan yang dilakukankan oleh kebanyakan kaum muslimin /muslimat di berbagai Nagari, sehingga yang menjadi pokok permasaalahan bagi penulis adalah ingin mengajak jemaah untuk menggali lagi isi al qur’an dengan sistem pengajian tafsir al qur’an yang diadakan di Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit, serta motivasi apa yang mendorong jamaah bersemangat dalam menggali dan mempelajari isi al qur’an itu sendiri yang selama ini mereka dapat melalui ceramah-ceramah biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Tabit, bagaimana pelaksanaannya serta mengetahui apa motif dari jamaah melaksanakan pengajian tafsir al qur’an dan nilai-nilai apa yang didapat dalam pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner terbuka dan dokumentasi yang ada, sedangkan subjek penelitian adalah jamaah Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit yang berjumlah 38 orang, dan penulis merupakan instrumen utama dari peneltian ini, sedangkan analisis data mengikuti apa yang dikatakan J.Maleong yaitu mereduksi, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja Hasil penelitian didapat bahwa dalil/dasar dari jamaah untuk melaksanakan pengajian tafsir al qur’an adalah karena jemaah sudah mulai bosan dengan mempelajari isi al qur’an hanya melalui ceramah-ceramah yang mereka dengar pada setiap pengajian, sedangkan pembacaan Al-Qur’an ketika belajar tafsir al qur’an dapat lebih mendalami apa isi dan kandungan yang terdapat dalam al qur’an tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Metode Pengajian Tafsir di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit (Living Qur'an)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini adalah Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur (Kajian Living Qur’an) yang ditulis oleh Ariful Fikrin NIRM S1.VI.19.19.451 mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Fenomena sosial keagamaan yang terlihat di jamaah di Balai Jaring Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur, dimana jamaah memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mempelajari ilmu agama, khususnya dalam mempelajari al qur’an. Adapun kebiasaan yang mereka lakukan hanya mendengarkan kajian ceramah di Masjid atau Mushalla yang dalam pelaksanakannya setiap malam (setelah shalat Magrib sampai waktu Isya) dan setelah shalat Subuh hingga hanya bisa mendengarkan santapan rohani yang lama kelamaan menimbulkan kebosanan bagi para jamaah, sedangkan mereka tersebut siangnya sibuk dengan pekerjaan sehari hari, kondisi ini sangat berbeda dengan yang dilakukankan oleh kebanyakan kaum muslimin /muslimat di berbagai Nagari, sehingga yang menjadi pokok permasaalahan bagi penulis adalah ingin mengajak jemaah untuk menggali lagi isi al qur’an dengan sistem pengajian tafsir al qur’an yang diadakan di Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit, serta motivasi apa yang mendorong jamaah bersemangat dalam menggali dan mempelajari isi al qur’an itu sendiri yang selama ini mereka dapat melalui ceramah-ceramah biasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an di Ranting Aisyiyah Balai Jaring Tabit, bagaimana pelaksanaannya serta mengetahui apa motif dari jamaah melaksanakan pengajian tafsir al qur’an dan nilai-nilai apa yang didapat dalam pelaksanaan pengajian tafsir al qur’an tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner terbuka dan dokumentasi yang ada, sedangkan subjek penelitian adalah jamaah Majelis Ta’lim Ranting Aisyiyah Balai Jaring Air Tabit yang berjumlah 38 orang, dan penulis merupakan instrumen utama dari peneltian ini, sedangkan analisis data mengikuti apa yang dikatakan J.Maleong yaitu mereduksi, kategorisasi, sintesisasi dan menyusun hipotesis kerja Hasil penelitian didapat bahwa dalil/dasar dari jamaah untuk melaksanakan pengajian tafsir al qur’an adalah karena jemaah sudah mulai bosan dengan mempelajari isi al qur’an hanya melalui ceramah-ceramah yang mereka dengar pada setiap pengajian, sedangkan pembacaan Al-Qur’an ketika belajar tafsir al qur’an dapat lebih mendalami apa isi dan kandungan yang terdapat dalam al qur’an tersebut.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Self Healing dalam al Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Self Healing dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Maudhu’i)” yang disusun oleh Ummu Hani Tanjung NIM S1.VI.19,19,527. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Self healing (pengobatan diri) adalah suatu konsep yang mengacu pada kemampuan tubuh untuk memulihkan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menjelaskan bahwa dia adalah dzat yang maha penyembuh. Allah Swt menciptakan berbagai macam sumber penyembuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap konsep pengobatan diri. Oleh karena itu pertanyaan utama dari skripsi ini adalah bagaimana cara Self Healing dalam Al-Qur’an? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terhimpun dalam 4 tema secara makna, diantaranya: QS. Al-baqarah: 153, Al-baqarah:183, Ar-ra’d:28, Yunus:57. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Self Healing dalam Al-Qur’an dan untuk mengetahui penafsiratn ayat-ayat Self Healing dalam Al-Qur’an. Jenis penelitia ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari Al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Tafsir Al-azhar karya buya hamka, Tafsir Al-munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa, Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, buku kajian psikologi (Konseling islami, Self Healing with Qur’an), skripsi, tesis, jurnal, atau sumber-sumber lainnya. Hasil dalam penelitian ini adalah penulis mendeskripsikan ayat-ayat Self Healing kepada 5, yaitu: pertama. Sabar, Kedua. Shalat, Ketiga. Puasa, Keempat. Berdzikir, Kelima. Membaca Al-Qur’an

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Self Healing dalam al Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)

2023•Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul “Self Healing dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Maudhu’i)” yang disusun oleh Ummu Hani Tanjung NIM S1.VI.19,19,527. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Self healing (pengobatan diri) adalah suatu konsep yang mengacu pada kemampuan tubuh untuk memulihkan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menjelaskan bahwa dia adalah dzat yang maha penyembuh. Allah Swt menciptakan berbagai macam sumber penyembuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Dalam Al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap konsep pengobatan diri. Oleh karena itu pertanyaan utama dari skripsi ini adalah bagaimana cara Self Healing dalam Al-Qur’an? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis akan mengumpulkan ayat-ayat yang terhimpun dalam 4 tema secara makna, diantaranya: QS. Al-baqarah: 153, Al-baqarah:183, Ar-ra’d:28, Yunus:57. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Self Healing dalam Al-Qur’an dan untuk mengetahui penafsiratn ayat-ayat Self Healing dalam Al-Qur’an. Jenis penelitia ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian terbagi menjadi: pertama, sumber data primer yaitu berasal dari Al-Qur’an, dan yang kedua, sumber data sekunder berasal dari kitab tafsir yang berupa Tafsir Al-azhar karya buya hamka, Tafsir Al-munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutub, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Mustafa, Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, buku kajian psikologi (Konseling islami, Self Healing with Qur’an), skripsi, tesis, jurnal, atau sumber-sumber lainnya. Hasil dalam penelitian ini adalah penulis mendeskripsikan ayat-ayat Self Healing kepada 5, yaitu: pertama. Sabar, Kedua. Shalat, Ketiga. Puasa, Keempat. Berdzikir, Kelima. Membaca Al-Qur’an

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail