Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Adil

13 karya publik ditemukan.

2026: 22024: 52023: 52022: 1

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa

إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

نايليس فضيلة هراهف, 2024, إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه, قسم التربية اللغة العربية للمعهد العالى دار القران باياكمبوه. يعد إتقان مهارة الكتابة أحد من المحاور الرئيسية في التطوير الحالي لتعليم اللغة العربية. وفي جانب التخطيط، تبين أن المنهج الوطني (K13) ومنهج Kehufadzan هما مرجعان للمعلمين، ولكن لا يزال هناك معلمون شركاء لم يقوموا بإعداد خطط محددة لتنفيذ تعليم (RPP). أما الغرض المرجودة في هذا البحث فهي لمعرفة تخطيط, لبيان تنفيذ و لإظهار تقويم طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية في الصف الثامن بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه. أما المنهج المستخدم وهو منهج دراسة الحالة المدخل الوصفية النوعية إلى فحص عملية تعليم الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه, والتي تم الحصول على بياناتها من الملاحظات الميدانية والمقابلات والتوثيق. الذي كلها للرد على مشكلة البحث عن إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه وبناء على نتائج البحث وخلص إلى أن إن تخطيط عملية التعليم لدرس الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ لم يكن كاملا ، لإنهم لا يقومون بإعداد خطة تنفيذ التعليم المكتوبة قبل التدريس (RPP). لقد سار تنفيذ تعليم الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه لا تقوم بإعداد خطة تنفيذ التعليم المكتوبة قبل التدريس, لكن تقوم المعلمة بتنفيذ مراحل التعليم وفقًا بإعداد خطة تنفيذ التعليم، بدءًا من الأنشطة الأولية والأساسية وحتى الأنشطة الختامية وهما مثل إملاء منقول وإملاء غير منظور. يتم إجراء تقييم تعليم الإملاء كل شهر باستخدام طريقة الامتحان الكتابي. في تقييم شهر يناير، من بين إجمالي 13 طالبًا من طلاب الصف الثامن في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه، (3) طلاب بدرجة 100. (5) طلاب بدرجة 98, طالبان بدرجة 96 ثم طالبان بدرجة 90 و طالب درجة 80. في تقييم شهر فبراير، من بين إجمالي 13 طالبًا من طلاب الصف الثامن في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه، 6 طلاب بدرجة 100, 3 طلاب بدرجة 90, 4 طلاب بدرجة 85.

إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

نايليس فضيلة هراهف, 2024, إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه, قسم التربية اللغة العربية للمعهد العالى دار القران باياكمبوه. يعد إتقان مهارة الكتابة أحد من المحاور الرئيسية في التطوير الحالي لتعليم اللغة العربية. وفي جانب التخطيط، تبين أن المنهج الوطني (K13) ومنهج Kehufadzan هما مرجعان للمعلمين، ولكن لا يزال هناك معلمون شركاء لم يقوموا بإعداد خطط محددة لتنفيذ تعليم (RPP). أما الغرض المرجودة في هذا البحث فهي لمعرفة تخطيط, لبيان تنفيذ و لإظهار تقويم طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية في الصف الثامن بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه. أما المنهج المستخدم وهو منهج دراسة الحالة المدخل الوصفية النوعية إلى فحص عملية تعليم الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه, والتي تم الحصول على بياناتها من الملاحظات الميدانية والمقابلات والتوثيق. الذي كلها للرد على مشكلة البحث عن إستخدام طريقة الإملاء في مهارة كتابة اللغة العربية بمعهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه وبناء على نتائج البحث وخلص إلى أن إن تخطيط عملية التعليم لدرس الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ لم يكن كاملا ، لإنهم لا يقومون بإعداد خطة تنفيذ التعليم المكتوبة قبل التدريس (RPP). لقد سار تنفيذ تعليم الإملاء في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه لا تقوم بإعداد خطة تنفيذ التعليم المكتوبة قبل التدريس, لكن تقوم المعلمة بتنفيذ مراحل التعليم وفقًا بإعداد خطة تنفيذ التعليم، بدءًا من الأنشطة الأولية والأساسية وحتى الأنشطة الختامية وهما مثل إملاء منقول وإملاء غير منظور. يتم إجراء تقييم تعليم الإملاء كل شهر باستخدام طريقة الامتحان الكتابي. في تقييم شهر يناير، من بين إجمالي 13 طالبًا من طلاب الصف الثامن في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه، (3) طلاب بدرجة 100. (5) طلاب بدرجة 98, طالبان بدرجة 96 ثم طالبان بدرجة 90 و طالب درجة 80. في تقييم شهر فبراير، من بين إجمالي 13 طالبًا من طلاب الصف الثامن في معهد ملازمة الحفاظ باياكمبوه، 6 طلاب بدرجة 100, 3 طلاب بدرجة 90, 4 طلاب بدرجة 85.

Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah “Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh”. Ditulis oleh Difa Dian Fadilah ,NIRM,S1.VI.19.19.455. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalah terjadinya sebuah masalah dalam pembelajaran tahfidz . Dalam Al-Qur’an firman Allah Sesungguhnya kamilah yang menurunkan ak-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.di era modern ini, menghafal al-Qur’an menjadi ciri khas berbagai lembaga dan institusi pendidikan. Jika dicermati pada zaman nabi muhammad SAW, menghafal bukanlah masalah kecepatan waktu namun pentingnya ajaran agama untuk dipahami, diajarkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahupenerapan dari konsep STIFIn terhadap halan al-Qur’an siswa dan pengaruh serta peran metode STIFIn terhadap hafalan al-Qur’an siswa SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh. STIFIn merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak yang paling dominan. Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. 5 Belahan Otak Dominan Manusia. Dari sejumlah teori, STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.Sensing, sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin.Thinking, letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa. Intuiting, berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. Feeling, terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial.Insting, sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri. Faktor yang mendukung dan meningkatan hafalan siswa Tipe Sensing Cara menghafal al-Qur’an tipe sensing yaitu dengan menitikberatkan pada frekuensi pengulangan, mengingat warna, dan tanda.Tipe thingking Cara menghafal al-Qur’an bagi thingking yaitu lebih menekankan pada target yang ketat dan disiplin waktu yang diberikan.Tipe intuiting Cara menghafal al-Qur’an bagi intuiting yaitu lebih menekankan pada daya ingat semantik dan imajinasi cerita dalam memahami terjemah.Tipe feeling Cara menghafal al-Qur’an bagi feeling yaitu lebih menekankan pada suasana menghafal kondusif ( menggunakankekuatan mendengarnya) dan parttner sima’an.Tipe insting Cara menghafal al-Qur’an bagi insting yaitu lebih menekankan pada lingkungan yang tenang dan penggunaan keserbabisaanya dalam menghafal.

Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi adalah “Menghafal Al-Qur'an dengan Penerapan Konsep STIFIn di SMP IT Madani Islamic School Payakumbuh”. Ditulis oleh Difa Dian Fadilah ,NIRM,S1.VI.19.19.455. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalah terjadinya sebuah masalah dalam pembelajaran tahfidz . Dalam Al-Qur’an firman Allah Sesungguhnya kamilah yang menurunkan ak-Qur’an, dan pasti kami (pula) yang memeliharanya.di era modern ini, menghafal al-Qur’an menjadi ciri khas berbagai lembaga dan institusi pendidikan. Jika dicermati pada zaman nabi muhammad SAW, menghafal bukanlah masalah kecepatan waktu namun pentingnya ajaran agama untuk dipahami, diajarkan, dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahupenerapan dari konsep STIFIn terhadap halan al-Qur’an siswa dan pengaruh serta peran metode STIFIn terhadap hafalan al-Qur’an siswa SMP IT MADANI Islamic School Payakumbuh. STIFIn merupakan salah satu konsep yang digunakan untuk mengetahui minat, bakat dan potensi diri seseorang berdasarkan sistem operasi belahan otak yang paling dominan. Belahan otak dominan ini disebut sebagai mesin kecerdasan manusia. 5 Belahan Otak Dominan Manusia. Dari sejumlah teori, STIFIn dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.Sensing, sistem operasi otak satu ini terletak di belahan otak kiri bawah alias sistem limbik kiri. Orang dengan keunggulan sensing biasanya mempunyai memori yang kuat dan rajin.Thinking, letak sistem operasi otak ini di belahan otak kiri atas atau sistem neokorteks kiri. Orang dengan keunggulan thinking biasanya pandai dan suka menganalisa. Intuiting, berada di sistem neokorteks atau di belahan otak kanan atas. Orang dengan keunggulan ini biasanya mempunyai keahlian inovatif dan kreatif. Feeling, terletak di sistem limbik kanan alias di belahan otak kanan bawah. Orang yang memiliki keunggulan feeling biasanya mempunyai kecerdasan emosi dan naluri sosial.Insting, sistem naluri ini berada di belahan otak kanan. Orang dengan keunggulan ini biasanya memiliki kemampuan serba bisa dan kecerdasan naluri. Faktor yang mendukung dan meningkatan hafalan siswa Tipe Sensing Cara menghafal al-Qur’an tipe sensing yaitu dengan menitikberatkan pada frekuensi pengulangan, mengingat warna, dan tanda.Tipe thingking Cara menghafal al-Qur’an bagi thingking yaitu lebih menekankan pada target yang ketat dan disiplin waktu yang diberikan.Tipe intuiting Cara menghafal al-Qur’an bagi intuiting yaitu lebih menekankan pada daya ingat semantik dan imajinasi cerita dalam memahami terjemah.Tipe feeling Cara menghafal al-Qur’an bagi feeling yaitu lebih menekankan pada suasana menghafal kondusif ( menggunakankekuatan mendengarnya) dan parttner sima’an.Tipe insting Cara menghafal al-Qur’an bagi insting yaitu lebih menekankan pada lingkungan yang tenang dan penggunaan keserbabisaanya dalam menghafal.

Penafsiran Qawwamuna dala Q.S An Nisa Ayat 34 (Studi Tafsir Tahlili)

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN QAWWAMUNA DALAM Q.S AN-NISA AYAT 34 “(Studi Tafsir Tahlili)” yang ditulis oleh Reski Fadilah, Nirm SI.VI.19.19.501, Mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah karena persoalan tentang qawwamuna merupakan bahwa tugas kaum lelaki memimpin kaum perempuan dengan melindungi dan memelihara mereka. Kata Qawwamuna hanya terdapat satu kali dalam Al-Qur’an yaitu dalam surah An-Nisa’ ayat 34. Sedangkan kata Qawwamina yang disebut dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah An-Nisa’ ayat 135 dan Al-Ma’idah ayat 8. Setelah dicari dalam kitab Mu’jam penulis hanya menemukan satu ayat yang membahas makna qawwamuna dengan sebenar-benarnya yaitu terdapat dalam QS, AnNisa ayat 34. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran QS. AnNisa ayat 34 dan makna qawwamuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran QS. AnNisa ayat 34 dan untuk mengetahui makna Qawwamuna dalam QS. AnNisa ayat 34. Adapun metode penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian pustaka (Library research). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah studi tafsir tahlili, Metode tafsir tahlili ialah menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan. Yang menjadi sumber data primer yaitu sumber Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir seperti, Kitab Al-Maraghi, Kitab Ath-Thabari, Kitab Al-Azhar, Kitab Quraish Shihab, dan Kitab Al-Munir, Kitab Al-Qhurtubi. Adapun data skunder adalah jurnal, buku studi Al-Qur’an, tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan qawwamuna. Hasil penelitian skripsi tentang penafsiran QS. An-Nisa ayat 34 adalah bahwa laki laki ialah pemimpin dalam rumah tangga yaitu isteri dan anak-anaknya. Merupakan suatu derajat kepemimpinan yang Allah karuniakan kepada laki-laki. Allah swt. perintahkan kepada isteri agar taat kepada suaminya dan ikut membantu dalam menjalankan aktivitas rumah tangga dalam menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Adapun makna qawwamuna adalah bahwa tugas kaum lelaki memimpin kaum perempuan dengan melindungi dan memelihara mereka. Pemimpin rumah tangga tetap berada di tangan suami walapun isteri yang berperan sebagai pencari nafkah keluarganya. Bahwa suami memiliki tanggung jawab kepemimpinan terhadap seluruh aspek kehidupan rumah tangga, walaupun masalah nafkah isteri yang memenuhi namun bukan berarti peran suami sebagai kepala keluarga pindah ketangan istri.

Penafsiran Qawwamuna dala Q.S An Nisa Ayat 34 (Studi Tafsir Tahlili)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN QAWWAMUNA DALAM Q.S AN-NISA AYAT 34 “(Studi Tafsir Tahlili)” yang ditulis oleh Reski Fadilah, Nirm SI.VI.19.19.501, Mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang pemilihan judul ini adalah karena persoalan tentang qawwamuna merupakan bahwa tugas kaum lelaki memimpin kaum perempuan dengan melindungi dan memelihara mereka. Kata Qawwamuna hanya terdapat satu kali dalam Al-Qur’an yaitu dalam surah An-Nisa’ ayat 34. Sedangkan kata Qawwamina yang disebut dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah An-Nisa’ ayat 135 dan Al-Ma’idah ayat 8. Setelah dicari dalam kitab Mu’jam penulis hanya menemukan satu ayat yang membahas makna qawwamuna dengan sebenar-benarnya yaitu terdapat dalam QS, AnNisa ayat 34. Batasan masalah dalam skripsi ini adalah penafsiran QS. AnNisa ayat 34 dan makna qawwamuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran QS. AnNisa ayat 34 dan untuk mengetahui makna Qawwamuna dalam QS. AnNisa ayat 34. Adapun metode penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian pustaka (Library research). Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah studi tafsir tahlili, Metode tafsir tahlili ialah menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan. Yang menjadi sumber data primer yaitu sumber Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir seperti, Kitab Al-Maraghi, Kitab Ath-Thabari, Kitab Al-Azhar, Kitab Quraish Shihab, dan Kitab Al-Munir, Kitab Al-Qhurtubi. Adapun data skunder adalah jurnal, buku studi Al-Qur’an, tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan qawwamuna. Hasil penelitian skripsi tentang penafsiran QS. An-Nisa ayat 34 adalah bahwa laki laki ialah pemimpin dalam rumah tangga yaitu isteri dan anak-anaknya. Merupakan suatu derajat kepemimpinan yang Allah karuniakan kepada laki-laki. Allah swt. perintahkan kepada isteri agar taat kepada suaminya dan ikut membantu dalam menjalankan aktivitas rumah tangga dalam menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Adapun makna qawwamuna adalah bahwa tugas kaum lelaki memimpin kaum perempuan dengan melindungi dan memelihara mereka. Pemimpin rumah tangga tetap berada di tangan suami walapun isteri yang berperan sebagai pencari nafkah keluarganya. Bahwa suami memiliki tanggung jawab kepemimpinan terhadap seluruh aspek kehidupan rumah tangga, walaupun masalah nafkah isteri yang memenuhi namun bukan berarti peran suami sebagai kepala keluarga pindah ketangan istri.