Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Agus

15 karya publik ditemukan.

2026: 82025: 12023: 22022: 32021: 1

Penafsiran Al-Qur'an Surah Hud tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul Penafsiran Q.S. Hud Tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar”, yang disusun oleh saudari Erna Agustina, NIM 2219035, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep istighfar dalam Al-Qur'an secara komprehensif. Istighfar tidak hanya dimaknai sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT tetapi juga mengandung nilai nilai pendidikan spiritual, pembinaan akhlak, serta perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran yang kontekstual terhadap ayat-ayat istighfar, khususnya dalam Q.S. Hud ayat 3, 52, 61, dan 90, dengan menghubungkan pesan Al-Qur'an terhadap realitas kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir maudhu'i Muhammad al-Ghazali as Saqa dengan mengidentifikasi tema utama, menganalisis keterkaitan antar ayat, serta menjelaskan kandungan ayat. Adapun yang menjadi rumusuan masalah yaitu Deskrifsi ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud: 3, 52, 61, dan 90 serta penafsiran ayat tersebut dalam Kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighfar dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 168 kali, dan istighfar berupa perintah terdapat 24 ayat dari 17 surah yang berbeda. Dalam skripsi ini penulis hanya membahas tentang istighfar yang terdapat dalam Q.S. Hud yang di bagi menjadi dua tema pembahasan yang pertama tentang keutamaan Istighfar dan Tobat yaitu Allah akan memberi kenikmatan dan kekuatan diatas kekuatan kita bagi orang yang beristighfar dan bertobat. Kedua tentang seruan Nabi Saleh kepada kaum samut agar meminta ampun dan bertobat kepada Allah, serta seruan Nabi Syu‟aib kepada umatnya agar memohon ampun kepada Allah dan minta tobat karna sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan penerima Tobat yang sungguh- sungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep istighfar menurut Buya Hamka memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang saling berkaitan. Istighfar bukan hanya sarana memperoleh ampunan Allah SWT tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, perbaikan hubungan antar sesama manusia, serta pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT.

PENAFSIRAN Q.S. HUD TENTANG ISTIGHFAR DALAM KITAB TAFSIR AL-AZHAR

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Skripsi ini berjudul Penafsiran Q.S. Hud Tentang Istighfar dalam Kitab Tafsir Al-Azhar”, yang disusun oleh saudari Erna Agustina, NIM 2219035, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep istighfar dalam Al-Qur'an secara komprehensif. Istighfar tidak hanya dimaknai sebagai permohonan ampun kepada Allah SWT tetapi juga mengandung nilai nilai pendidikan spiritual, pembinaan akhlak, serta perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka memberikan penafsiran yang kontekstual terhadap ayat-ayat istighfar, khususnya dalam Q.S. Hud ayat 3, 52, 61, dan 90, dengan menghubungkan pesan Al-Qur'an terhadap realitas kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur'an dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode tafsir maudhu'i Muhammad al-Ghazali as Saqa dengan mengidentifikasi tema utama, menganalisis keterkaitan antar ayat, serta menjelaskan kandungan ayat. Adapun yang menjadi rumusuan masalah yaitu Deskrifsi ayat-ayat istighfar dalam Q.S. Hud: 3, 52, 61, dan 90 serta penafsiran ayat tersebut dalam Kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istighfar dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 168 kali, dan istighfar berupa perintah terdapat 24 ayat dari 17 surah yang berbeda. Dalam skripsi ini penulis hanya membahas tentang istighfar yang terdapat dalam Q.S. Hud yang di bagi menjadi dua tema pembahasan yang pertama tentang keutamaan Istighfar dan Tobat yaitu Allah akan memberi kenikmatan dan kekuatan diatas kekuatan kita bagi orang yang beristighfar dan bertobat. Kedua tentang seruan Nabi Saleh kepada kaum samut agar meminta ampun dan bertobat kepada Allah, serta seruan Nabi Syu‟aib kepada umatnya agar memohon ampun kepada Allah dan minta tobat karna sesungguhnya Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan penerima Tobat yang sungguh- sungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep istighfar menurut Buya Hamka memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang saling berkaitan. Istighfar bukan hanya sarana memperoleh ampunan Allah SWT tetapi juga menjadi jalan pembentukan karakter, peningkatan ketakwaan, perbaikan hubungan antar sesama manusia, serta pembangunan masyarakat yang berakhlak mulia dan diridhai Allah SWT.

تطوير مواد التعليم الخط بالطريقة متابعة الخطية في مدرسة الابتداءية الاسلامية الكتاب دانجونج- دانجونج

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.

تطوير مواد التعليم الخط بالطريقة متابعة الخطية في مدرسة الابتداءية الاسلامية الكتاب دانجونج- دانجونج

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.

Proses pembentukan alam semesta: Penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 dalam kosmologi modern.

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi yang berjudul: “Asal-Usul Alam Semesta: Penafsiran Zaghlul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Cahaya Sains Modern”. Di susun oleh: Muliya Agustinawati. NIRM: 2219008. Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang asal-usul terbentuk alam semesta, para ilmuwan dan para mufassir berbeda pendapat mengenai maksud dari berpadunya langit dan bumi, dan proses pemisahan antara keduanya dan dengan apa keduanya dipisahkan. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan metode kualitatif, karena bertujuan memahami atau mengkaji penafsiran Zaglul Al-Najjar tentang asal-usul alam semesta dengan pendekatan kepustakaan (library research). Adapun metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir tahlili, karena penelitian ini mengkaji penafsiran QS. Al-Anbiya’ ayat 30 secara terperinci berdasarkan pemikiran Zaghlul Al-Najjar dengan pendekatan sains (scientific approach), yaitu pendekatan yang mengkaji ayat-ayat kauniyah melalui lensa ilmu pengetahuan modern. Analisis yang digunakan dalam skripsi ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan penafsiran dalam Al-Qur'an dengan temuan sains modern. Hasil dari penelitian ini yaitu penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan, pertama penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 tentang asal-usul penciptaan alam semesta, terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama penciptaan alam semesta dimulai dari satu masa primer (sesuatu yang menyatu dan berpadu) yang dalam bahasa arab disebut "ratq". Tahap kedua pemisahan atau penghancuran masa primer ini atas perintah Allah yang disebut dengan "fatq" dan tahap ketiga terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dari asap inilah Allah menciptakan langit dan bumi, dan segala apa yang ada diantara keduanya(alam semesta). Pembahasan kedua yaitu para Mufassir Ilmi dalam menafsirkan surah Al-Anbiya' ayat 30 sepakat bahwasanya alam semesta ini berasal dari satu yang padu dan berbeda pandangan pada bagaimana pemisahannya terjadi. Ar-Razi menyebutkan ada yang berpendapat Allah pisahkan dengan angin dan ada juga yang berpendapat Allah pisahkan dengan hujan, dan sedangkan Tantawi Jauhari menyebutkan terpisahnya langit dan bumi (alam semesta) karena mendinginya matahari. Dan pembahasan ketiga yaitu analisis penafsiran Zaglul Al-Najjar dengan temuan sains modern, yaitu terdapat tiga aspek kesamaan konsep dengan sains modern. Pertama kata "ratq" yang berarti menyatu, Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan masa primer dan temuan sains mengatakan dengan titik tunggal (singularitas). Kedua pada kata "fatq" Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan pemisahan dan dalam teori temuan sains modern disebutkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketiga Zaglul Al-Najjar mengatakan terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dalam temuan sains disebut gas kosmik. Dari selubung asap atau gas kosmik inilah yang membentuk alam semesta.

Proses Pembentukan Alam Semesta: Penafsiran Zaglul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Kosmologi Modern.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul: “Asal-Usul Alam Semesta: Penafsiran Zaghlul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Cahaya Sains Modern”. Di susun oleh: Muliya Agustinawati. NIRM: 2219008. Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang asal-usul terbentuk alam semesta, para ilmuwan dan para mufassir berbeda pendapat mengenai maksud dari berpadunya langit dan bumi, dan proses pemisahan antara keduanya dan dengan apa keduanya dipisahkan. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan metode kualitatif, karena bertujuan memahami atau mengkaji penafsiran Zaglul Al-Najjar tentang asal-usul alam semesta dengan pendekatan kepustakaan (library research). Adapun metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir tahlili, karena penelitian ini mengkaji penafsiran QS. Al-Anbiya’ ayat 30 secara terperinci berdasarkan pemikiran Zaghlul Al-Najjar dengan pendekatan sains (scientific approach), yaitu pendekatan yang mengkaji ayat-ayat kauniyah melalui lensa ilmu pengetahuan modern. Analisis yang digunakan dalam skripsi ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan penafsiran dalam Al-Qur'an dengan temuan sains modern. Hasil dari penelitian ini yaitu penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan, pertama penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 tentang asal-usul penciptaan alam semesta, terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama penciptaan alam semesta dimulai dari satu masa primer (sesuatu yang menyatu dan berpadu) yang dalam bahasa arab disebut "ratq". Tahap kedua pemisahan atau penghancuran masa primer ini atas perintah Allah yang disebut dengan "fatq" dan tahap ketiga terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dari asap inilah Allah menciptakan langit dan bumi, dan segala apa yang ada diantara keduanya(alam semesta). Pembahasan kedua yaitu para Mufassir Ilmi dalam menafsirkan surah Al-Anbiya' ayat 30 sepakat bahwasanya alam semesta ini berasal dari satu yang padu dan berbeda pandangan pada bagaimana pemisahannya terjadi. Ar-Razi menyebutkan ada yang berpendapat Allah pisahkan dengan angin dan ada juga yang berpendapat Allah pisahkan dengan hujan, dan sedangkan Tantawi Jauhari menyebutkan terpisahnya langit dan bumi (alam semesta) karena mendinginya matahari. Dan pembahasan ketiga yaitu analisis penafsiran Zaglul Al-Najjar dengan temuan sains modern, yaitu terdapat tiga aspek kesamaan konsep dengan sains modern. Pertama kata "ratq" yang berarti menyatu, Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan masa primer dan temuan sains mengatakan dengan titik tunggal (singularitas). Kedua pada kata "fatq" Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan pemisahan dan dalam teori temuan sains modern disebutkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketiga Zaglul Al-Najjar mengatakan terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dalam temuan sains disebut gas kosmik. Dari selubung asap atau gas kosmik inilah yang membentuk alam semesta.

Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an & Ilmu Tajwid

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dalam surah Al Muzzammil ayat 4 Allah Swt berfirman: "wa rattilil qur'ana tartila" bacalah Al-Qur'an itu secara tartil. Banyak ahli tafsir menafsirkan, bahwa - pengertian tartil dalam ayat tersebut adalah menempatkan bacaan ayat-ayatnya secara pas dan benar. seperti makharijul huruf, waqaf dan ibtida, mad, lagunya, dan segala yang menyangkut keabsahan bacaannya (tajwidnya), sesuai dengan yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw.

Asesmen Kebutuhan Organisasi Persekolahan

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

"Kemajuan pendidikan dalam sebuah organisasi pendidikan ditentukan oleh perilaku individu dan kelompok yang ada di dalamnya. Jika kondisi dalam organisasi tersebut tidak mencerminkan hal-hal yang kondusif, kemajuan pendidikan atau persekolahan itu tentu akan menemui banyak hambatan dan tantangan. Buku ini mengulas materi-materi pokok manajemen pendidikan dan perilaku organisasi untuk menilai kebutuhan organisasi pendidikan yang digunakan untuk menyusun perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi tersebut. Di sini Anda akan bisa mempelajari antara lain: - Konsep dasar penilaian kebutuhan, khususnya dalam bidang manajemen pendidikan. - Konsep ilmu perilaku organisasi, baik yang berkaitan dengan perilaku individu maupun perilaku kelompok dalam sebuah organisasi pendidikan. - Pengembangan sumber daya manusia dalam manajemen personalia. - Tujuh substansi dasar manajemen pendidikan, yaitu manajemen kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan masyarakat, personalia, dan manajemen layanan khusus. - Kebijakan pendidikan agar perencanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berdaya guna. Penulis juga memberikan contoh kasus dalam organisasi pendidikan, mulai dari tataran performance gap antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan hingga analisis perencanaan yang menyeluruh. Materi dalam buku ini amat bermanfaat bagi para dosen maupun mahasiswa pada program studi Ilmu Kependidikan, Manajemen Pendidikan, dan Administrasi Pendidikan di perguruan tinggi."