Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Zaglul Al-Najjar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Proses Pembentukan Alam Semesta: Penafsiran Zaglul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Kosmologi Modern.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul: “Asal-Usul Alam Semesta: Penafsiran Zaghlul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Cahaya Sains Modern”. Di susun oleh: Muliya Agustinawati. NIRM: 2219008. Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang asal-usul terbentuk alam semesta, para ilmuwan dan para mufassir berbeda pendapat mengenai maksud dari berpadunya langit dan bumi, dan proses pemisahan antara keduanya dan dengan apa keduanya dipisahkan. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan metode kualitatif, karena bertujuan memahami atau mengkaji penafsiran Zaglul Al-Najjar tentang asal-usul alam semesta dengan pendekatan kepustakaan (library research). Adapun metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir tahlili, karena penelitian ini mengkaji penafsiran QS. Al-Anbiya’ ayat 30 secara terperinci berdasarkan pemikiran Zaghlul Al-Najjar dengan pendekatan sains (scientific approach), yaitu pendekatan yang mengkaji ayat-ayat kauniyah melalui lensa ilmu pengetahuan modern. Analisis yang digunakan dalam skripsi ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan penafsiran dalam Al-Qur'an dengan temuan sains modern. Hasil dari penelitian ini yaitu penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan, pertama penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 tentang asal-usul penciptaan alam semesta, terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama penciptaan alam semesta dimulai dari satu masa primer (sesuatu yang menyatu dan berpadu) yang dalam bahasa arab disebut "ratq". Tahap kedua pemisahan atau penghancuran masa primer ini atas perintah Allah yang disebut dengan "fatq" dan tahap ketiga terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dari asap inilah Allah menciptakan langit dan bumi, dan segala apa yang ada diantara keduanya(alam semesta). Pembahasan kedua yaitu para Mufassir Ilmi dalam menafsirkan surah Al-Anbiya' ayat 30 sepakat bahwasanya alam semesta ini berasal dari satu yang padu dan berbeda pandangan pada bagaimana pemisahannya terjadi. Ar-Razi menyebutkan ada yang berpendapat Allah pisahkan dengan angin dan ada juga yang berpendapat Allah pisahkan dengan hujan, dan sedangkan Tantawi Jauhari menyebutkan terpisahnya langit dan bumi (alam semesta) karena mendinginya matahari. Dan pembahasan ketiga yaitu analisis penafsiran Zaglul Al-Najjar dengan temuan sains modern, yaitu terdapat tiga aspek kesamaan konsep dengan sains modern. Pertama kata "ratq" yang berarti menyatu, Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan masa primer dan temuan sains mengatakan dengan titik tunggal (singularitas). Kedua pada kata "fatq" Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan pemisahan dan dalam teori temuan sains modern disebutkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketiga Zaglul Al-Najjar mengatakan terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dalam temuan sains disebut gas kosmik. Dari selubung asap atau gas kosmik inilah yang membentuk alam semesta.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail