Profil penulis
Awi
18 karya publik ditemukan.
At-Tibyan
Penafsiran Q.S LUQMAN AYAT 19 (Kajian Tafsir Tahlili)
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tahlili)”, ditulis oleh Robiatul Adawiyah NIRM. S1.VI.19.21.052, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Tata krama merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial, terutama dalam hal bertutur kata yang menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Dalam perspektif Islam, bertutur kata bukan hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi harus dilakukan dengan adab, kesopanan, dan penghormatan terhadap lawan bicara. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memberikan arahan mengenai pentingnya etika dalam berbicara, salah satunya terdapat dalam Q.S. Luqman ayat 19, melalui kalimat وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ yang berarti “dan lunakkanlah suaramu.” Maka hal inilah yang mendorong penulis untuk meliti ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui Penafsiran واغضض من صوتك Dalam Al-Qur’an, dan Untuk mengetahui bagaimana konsep واغضض من صوتك dalam bertutur kata . Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research), berupa kajian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif. Dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, melalui kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama yang diakui keilmuanya. Sumber data primer di antaranya tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Al-Misbah Qurais Shihab, tafsir Al Maraghi dan tafsir An-Nur, tafsir Fi Dzilalil Qur’an, tafsir Al-Baghawi. Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang penulis gunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci. Penelitian ini menemukan bahwa perintah untuk melunakkan atau merendahkan suara dalam Surah Luqman ayat 19 merupakan bagian dari pembinaan akhlak dan etika sosial dalam Islam. Melunakkan suara tidak berarti berbicara terlalu pelan hingga tak terdengar, melainkan menghindari nada yang keras, tinggi, atau membentak tanpa keperluan yang mendesak, terutama di tempat umum. Konsep melunakkan suara dalam bertutur kata mengajarkan umat Islam untuk berkomunikasi dengan sopan, tenang, tidak berlebihan, dan menghormati lawan bicara, sebagai wujud dari kesempurnaan akhlak.
Norma dan Etika Ekonomi Islam
At-Tibyan : Adab Membaca & Menghafal Al-Qur'an
At-Tibyan : Adab Berinteraksi dengan Al-Qur'an
At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an
Fikih Waris Perspektif Keindonesiaan
CALON PASANGAN IDEAL DALAM AL-QUR'AN (STUDI TAFSIR TEMATIK)
At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an
Irsyadu Thullabi al-Haqoqi ila Ma'rifati Sunani Khairi al-Khalaiq
Pengantar Studi Islam (Perspektif Metodologi)
Wasail Al-Ithishal wal Taknulujiya fi Ta’lim
At-Tarbiyyah Al-Islamiyah wa Funna at-Tadrisu
Burhan fi Tajwid Al-Qur’an wa Risalah fi Fadhoil Al-Qur’an
Asesmen Sejawat Berkelompok
Teknik asesmen yang saat ini diterapkan di sekolah lebih banyak berpusat pada guru (teacher centered. Guru menjadi pemegang kendali dalam menentukan nilai siswa. Padahal, teknik penilaian seperti itu berpeluang untuk menciptakan keberpihakan pada siswa tertentu. Selain itu, umpan balik yang diberikan pada siswa kurang beragam karena hanya berasal dari sudut pandang guru saja. Instrumen asesmen yang digunakan untuk menilai keterampilan berbicara juga harus mampu mengukur ketercapaian kompetensi berbicara siswa secara tepat, objektif, dan komprehensif. Pembuatan instrumen semacam itu cukup sulit sehingga guru tidak menggunakan instrumen yang demikian untuk menilai.