Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian tematik ayat-ayat syifa')
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Pengobatan Penyakit dalam Petunjuk Al- Qur’an dan Relevansinya dengan Ilmu Farmasi (Kajian Tematik Ayat-Ayat Syifa’) ”. Ditulis oleh M. AdlinRidho,NIRM,S1.VI.19.19.478. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang skripsi ini adalahbahwasebagianmasyarakat modern dalammengobatipenyakithanyafokusmengobatifisikdanmenggunakanobat-obatanmodernsaja.Padahaladaaspek non fisik yang jugamestimendapatperhatian.Sebagaimuslimseharusnyaselaluberpedomankepadapetunjuk Al-Qur’antermasukdalammasalahpengobatan.Ilmukesehatan yang mempelajaritentangobatadalahilmufarmasi.Untukbisamengintegrasikanantarailmufarmasidenganpetunjukdalam Al-Qur’an makaperluuntukmengetahuirelevansiantarakeduanya.Sehinggakeduanyabisaberjalansalingberiringantanpameninggalkansalahsatunyauntukmendapatkanhasilpengobatan yang optimal. Tujuandaripenelitianiniyang pertamaadalahuntukmengetahuipengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’dan yangkeduaadalah untuk mengetahui relevansi ilmu farmasi dengan pengobatan penyakit dalampetunjuk Al-Qur’an melalui tafsir ayat-ayat syifa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaanyaitumenelaahkitab-kitabtafsir, buku-bukudankaryailmiah yang berkaitandengantemaskripsiini, pengumpulandatanyadenganlangkah-langkahtafsirmaudhu’i, sedangkanteknikanalisadatanyamenggunakanteknikdeskriptifanalitis. Hasildaripenelitianiniadalahbahwapengobatanpenyakitdalampetunjuk Al-Qur’an yangpertamaadalahdenganmenguatkanakidahdenganmeyakinibahwasemuapenyakit yang menimpamerupakanbagiandaritakdirdanhanya Allah yang bisamenyembuhkan.Kepercayaankepadatakdirmengharuskanmanusiauntukberikhtiardanbertawakkal.Petunjukkeduaadalahmencarikesembuhandengan Al-Qur’an dengancaramembaca,memahamisertamengamalkansemuapetunjuk yang adadalam Al-Qur’an. Petunjukketigaadalahdenganmeminummadusebagaiobatalami.Petunjukkeempatadalahdenganterapijiwadan mental, yaitudenganmenghiburdanmemberikanmotivasikepadasisakit, maka secara alami akan memperkuat jiwanya, membangkitkan staminanya, sehinggadapat meringankan penyakitnya. Relevansiilmufarmasidenganpetunjuk Allah dalam Al-Qur’an melaluianalisatafsirayat-ayatsyifa’adalahbahwadalammelakukanikhtiarmengobatipenyakitdibolehkanberobatmenggunakanobatalamiatauobatkimia, dalamhalinisangatrelevandenganilmufarmasisecaraumum.Kemudian yangkeduaadalahpetunjuk Al-Qur’an yang banyakmenyebutkantentangtumbuhandanbuah-buahan yang jikaditelitidenganilmufarmasidapatdiketahuiberbagaikandunganzataktiv yang memilikikhasiatdalampengobatan. Yang ketigaadalah Allah menyebutkandalam Al-Qur’an satu-satunyabahanobatyaitumadu, halinirelevandenganilmufarmasibahwabahanobat yang berasaldaribahanalamdisebutdenganobatalami.Yang keempatadalahterapi mental danjiwa yangsangatrelevandenganilmuimunologi yang dengannyadapatmeningkatkandayatahantubuh.