Profil penulis
Muhammad
212 karya publik ditemukan.
Ilmu Tajwid Dawam Alibtihal: Fi Syarh Tuhfah Al- Athfal
Ilmu Tajwid Dawam Alibtihal
Kupas Tuntas Riwayat Hafsh
Pendidikan Agama Islam
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)
Skripsi ini berjudul “Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM S1.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, ini karena yang pertama, Dari pengajian yang penulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yangterkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat,serta bukubuku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar tahlilan di desa Tangga Bosi ini berasal dari ulama-ulama terdahulu yang melaksanakan tahlilan setiap ada orang yang meninggal, kemudian tahlilan tersebut menjadi tradisi yang dilaksanakan sampai sekarang, jika ada salah satu warga yang meninggal di desa Tangga Bosi, maka tiga malam sesudah mayit tersebut dikuburkan, kaum bapak melaksanakan tahlilan di kediaman si mayit, atau rumah ahlu bait, dan pelaksanannya dilakukan oleh kaum laki-laki terkhususnya kaum bapak, dan tidak diikutsertakan perempuan atau kaum ibu, karena menjaga fitnah bagi perempuan, apalagi karena tahlilan ini dilakukan di malam hari, oleh sebab itu yang ikut serta dalam pelaksanaan tahlilan ini hanya untuk laki-laki atau kaum bapak. Dalam pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi ada beberapa tahapan yaitu: Persiapan, Pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi dan Penutup (doa).
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)
Skripsi ini berjudul "Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM SI.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur'an (STAIDA) Payakumbuh Latar belakang penulis meneliti Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Stabu kabupaten Mandailing Natal, im karena yang pertama, Dari pengajian yang pemulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yang terkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat, serta buku-buku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa tahlilan di desa Tangga Bosi ini Tahlilan sendiri berdasarkan firman allah suroh An-Najm ayat 39.yang memiliki arti setiap manusia mendapatkan apa yang dia usahakan yang mana dari dalil ini di qiaskan bahwa setiap do'a atau bacaan al qur'an yang di niat kan kepada sesuatu maka akan allah sampaikan dan hal ini selaras dengan sabda rasullah dari shahih muslim yang diriwayat kan Umar bin Khattab radiallahanhu Rasullah bersabda segala sesuatu itu tergantung pada niatnya dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Tahlilan sendiri dilaksanakan dengan cara membaca ayat pilihan tahlil dan do'a dengan tujuan mengharap pahala dari bacaan tersebut di sampaikan kepada si mayit yang meninggal dunia.
Tipologi Santri Dalam Memahami Terjemahan Ayat Kaligrafi (Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Modern Al-Jauhar Duri Riau )
ABSTRAK Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi. Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.
Tipologi Santri Dalam Memahami Terjemahan Ayat Kaligrafi (Studi Living Qur’an Di Pondok Pesantren Modern Al-Jauhar Duri Riau )
ABSTRAK Muhammad Supri, NIRM:S1.VI.19.20.176, Judul Skripsi: “TIPOLOGI SANTRI DALAM MEMAHAMI MAKNA TERJEMAHAN AYAT KALIGRAFI (STUDI LIVING QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL-JAUHAR DURI RIAU).” Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah tentang kegiatan kaligrafi dengan kepemahaman santri-santri dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar Duri Riau, kegiatan yang dinamakan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang diteliti oleh peneliti adalah kegiatan kaligrafi, yang mana kegiatan yang berkesinambungan dengan mata pelajaran formal yakni terjemahan al-Qur’an, dalam kegiatan ini santri-santri selain mempelajari menterjemahkan ayat-ayat al-Qur’an juga dapat mempelajari jenis-jenis ayat-ayat al-Qur’an dalam seni kaligrafi. Selanjutnya santri-santri yang ada di pondok pesantren modern Al-Jauhar ini ada berbagai tipologi atau tipe-tipe dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi, karna dalam menulis ayat-ayat kaligrafi tidak hanya terfokus dalam penulisannya, akan tetapi dilihat juga kemampuannya dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi. Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan Living Qur’an yaitu menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada santriwan di pondok pesantren modern Al-Jauhar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa langkah dimulai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa tulisan, gambar, dan beberapa informasi di dalam penelitian ini, dilanjutkan dengan analisis data. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kegiatan kaligrafi ini dibimbing dan dibina langsung oleh ustadz dan ustadzah yang menjadi pembimbing minat dan bakat khususnya di cabang kaligrafi ini. Di cabang kaligrafi ini yang merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung minat dan bakatnya santri-santri dan mengapresiasikan bagi santri-santri dalam perlombaan MTQ cabang kaligrafi baik ditingkat kelurahan maupun ditingkat nasional. Diantara tipe-tipe santri di pondok pesantren modern Al-Jauhar dalam memahami terjemahan ayat-ayat al-Qur’an di seni kaligrafi yakni dengan melihat jenis kaligrafi, jika jenis naskah maka santri-santri dapat memahami dengan mudah, sedangkan jenis kaligrafi kontemporer maka santri-santri masih sulit dalam memahami terjemahan ayat-ayat tersebut. Selanjutnya dalam memahami terjemahan ayat-ayat kaligrafi santri-santri akan melihat surat atau ayatnya terlebih dahulu, berikutnya dipahami terjemahannya.
Manajemen Pendidikan Formal
Filsafat Politik Politik Melayu: Kajian Filologis dan Refleksi Filosofis terhadap kitab Taj Al-Salatin arya Bukhari Al-Jauhari
Sosiolinguistik
Sociolinguistics of languages in Indonesia.
Ilmu Nahwu : Terjemahan Mutammimah Ajurumiyyah
Panduan Lengkap Ilmu Tajwid
Israiliyyat & Hadits-Hadits Palsu Tafsir Al-Qur'an
10 Sahabat Nabi Dijamin Surga
Qira'at Sab'ah
Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.
Penafsiran Yadu'ul Yatim dalam Surat al-Ma'un (Studi Tafsir Tahlili)
ABSTRAK Judul skripsi adalah “Penafsiran Yadu’ul Yatim dalam Al-Qur’an surat Al-Ma’un (Studi Tafsir Tahlili)”. Ditulis oleh Muhammad Irsyad, NIRM, S1.VI.19.19.485. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Kota Payakumbuh, dengan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Skripsi ini membahas tentang Penafsiran Surat Al-Ma’un dan Makna Yadu’ul Yatim di dalam surat Al-Ma’un. Penelitian ini dilatar belakangi oleh firman Allah SWT yang menyebutkan kata al-Yatiim dalam Al-qur’an sebanyak 8 kali, semua ayat tersebut berbicara tentang harta anak yatim dan larang untuk mendekati atau memakannya dengan cara yang bathil namun hanya satu ayat yang melarang untuk bersikap kasar kepada anak yatim yaitu dengan cara menghardiknya. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas maka dalam penelitian ini penulis akan membahas tentang bagaimana penafsiran yadu’ul yatim dalam QS. Al-Ma’un ayat 2 dengan menggunakan metode tafsir tahlili. Dalam skripsi ini penulis mebatasi dengan hanya membahas penafsiran dan makna yadu’ul yatim dalam surat al Ma’un ayat 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan sifat penelitian kepustakaan (library research). Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir tahlili. Hasil penelitian ini adalah mengungkap penafsiran QS. Al-Ma’un dan makna kata dari yadu’ul yatim di dalam surat Al-Ma’un, yang mana di dalam surat Al-Ma’un Allah mengatakan orang yang menghardik anak yatim adalah orang munafik seperti halnya orang yang tidak memberi makan fakir miskin padahal dia mampu, dan orang-orang yang melalaikan shalat. Makna yadu’ul yatim yaitu orang-orang yang menghardiknya dengan kejam, menolaknya dan mendzaliminya, dan orang tersebut termasuk medustakan agama.