Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nirma Fadilah Nasution

3 karya publik ditemukan.

2024: 3

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa