Profil penulis
Sri
37 karya publik ditemukan.
Model-Model Pembelajaran
تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار
سري وهيونينغسيه، 2026، تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القران باياكمبوه. يهدف هذا البحث إلى التعرف على الصعوبات التي تواجهها الطالبات في تعلم علم النحو، وتحليل العوامل التي تسهم في ظهورها بمعهد أولاد الجنة الإسلامي في تاناه داتار. وتأتي أهمية هذا البحث من المكانة المحورية التي يحتلها علم النحو في إتقان اللغة العربية، إذ يساعد على فهم التراكيب اللغوية واستيعاب النصوص العربية على الوجه الصحيح. إلا أن تعلم هذا العلم لا يزال يواجه عدداً من التحديات، من أبرزها ضعف فهم القواعد النحوية، وصعوبة تحديد أوجه الإعراب، وعدم القدرة على ترجمة النصوص الواردة في كتابي الآجرومية والمفتاح. واعتمدت الباحثة المنهج الكيفي الوصفي؛ لملاءمته لطبيعة البحث وأهدافه. وتكونت عينة الدراسة من طالبات المرحلة المتوسطة ومعلمة مادة النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي. وجُمعت البيانات باستخدام الملاحظة، والمقابلات، والوثائق، ثم جرى تحليلها من خلال اختزال البيانات، وتنظيمها وعرضها، وصولاً إلى استخلاص النتائج. وأشارت نتائج البحث إلى أن الطالبات يواجهن عدة صعوبات في تعلم علم النحو، تتمثل في ضعف استيعاب القواعد النحوية، وصعوبة تعيين الإعراب، وقلة القدرة على ترجمة النصوص العربية. كما أظهرت النتائج أن هذه الصعوبات ترجع إلى عوامل داخلية، مثل ضعف الدافعية وقلة الحصيلة اللغوية، وإلى عوامل خارجية، منها طرائق التدريس المستخدمة، ومحدودية الوسائل التعليمية، وضيق الوقت المخصص لتدريس المادة. وخلص البحث إلى أن التغلب على صعوبات تعلم علم النحو يتطلب معالجة العوامل الداخلية والخارجية معاً، وذلك من خلال تطوير استراتيجيات التدريس، وتنويع الوسائل التعليمية، والإكثار من التدريبات التطبيقية، بما يسهم في تحسين مستوى الطالبات في فهم القواعد النحوية.
تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار
سري وهيونينغسيه، 2026، تحليل صعوبات الطالبات في تدريس علم النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي تناه دتار، قسم التربية اللغة العربية، كلية التربية، الجامعة دار القران باياكمبوه. يهدف هذا البحث إلى التعرف على الصعوبات التي تواجهها الطالبات في تعلم علم النحو، وتحليل العوامل التي تسهم في ظهورها بمعهد أولاد الجنة الإسلامي في تاناه داتار. وتأتي أهمية هذا البحث من المكانة المحورية التي يحتلها علم النحو في إتقان اللغة العربية، إذ يساعد على فهم التراكيب اللغوية واستيعاب النصوص العربية على الوجه الصحيح. إلا أن تعلم هذا العلم لا يزال يواجه عدداً من التحديات، من أبرزها ضعف فهم القواعد النحوية، وصعوبة تحديد أوجه الإعراب، وعدم القدرة على ترجمة النصوص الواردة في كتابي الآجرومية والمفتاح. واعتمدت الباحثة المنهج الكيفي الوصفي؛ لملاءمته لطبيعة البحث وأهدافه. وتكونت عينة الدراسة من طالبات المرحلة المتوسطة ومعلمة مادة النحو في معهد أولاد الجنة الإسلامي. وجُمعت البيانات باستخدام الملاحظة، والمقابلات، والوثائق، ثم جرى تحليلها من خلال اختزال البيانات، وتنظيمها وعرضها، وصولاً إلى استخلاص النتائج. وأشارت نتائج البحث إلى أن الطالبات يواجهن عدة صعوبات في تعلم علم النحو، تتمثل في ضعف استيعاب القواعد النحوية، وصعوبة تعيين الإعراب، وقلة القدرة على ترجمة النصوص العربية. كما أظهرت النتائج أن هذه الصعوبات ترجع إلى عوامل داخلية، مثل ضعف الدافعية وقلة الحصيلة اللغوية، وإلى عوامل خارجية، منها طرائق التدريس المستخدمة، ومحدودية الوسائل التعليمية، وضيق الوقت المخصص لتدريس المادة. وخلص البحث إلى أن التغلب على صعوبات تعلم علم النحو يتطلب معالجة العوامل الداخلية والخارجية معاً، وذلك من خلال تطوير استراتيجيات التدريس، وتنويع الوسائل التعليمية، والإكثار من التدريبات التطبيقية، بما يسهم في تحسين مستوى الطالبات في فهم القواعد النحوية.
TANGGUNG JAWAB SUAMI TERHADAP ISTRI DALAM AL-QUR’AN
Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur'an
Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Penafsiran Kata Khasyyah dalam Al-Qur'an Menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali
Penelitian ini membahas penafsiran Ibnu Rajab Al-Ḥanbali terhadap konsep khasyyah dalam Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna khasyyah yang sering diterjemahkan sebagai “rasa takut kepada Allah”teteapi ternyata tidak sesederhana itu, bukan hanya sebagai emosi keagamaan, tetapi sebagai kesadaran spiritual yang lahir dari pengetahuan dan pengenalan terhadap keagungan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Ibnu Rajab menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan khasyyah, serta untuk mengungkap hubungan antara khasyyah, ilmu, dan keimanan menurut perspektif beliau. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik), yaitu menelusuri seluruh ayat yang berkaitan dengan khasyyah dalam Al-Qur’an kemudian mengkaji penafsiran Ibnu Rajab sebagaimana terdapat dalam karya-karyanya, terutama Rawai’ut Tafsir. Data sekunder diperoleh dari karya-karya tafsir klasik dan modern dan jurnal-jurnal yang relevan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Rajab hanya menafsirkan konsep khasyyah secara mendalam dan utuh pada Q.S. Faṭir ayat 28, yang menegaskan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah para ulama. Ayat ini secara jelas mengaitkan khasyyah dengan ilmu, sehingga menunjukkan bahwa rasa takut yang benar lahir dari pengetahuan yang mendalam tentang Allah. Menurut Ibnu Rajab, khasyyah bukan sekadar rasa takut, melainkan kesadaran batin yang muncul dari pengenalan terhadap keagungan, kebesaran, dan kekuasaan Allah. Ia juga mengaitkan rasa takut yang lahir dari ilmu ini dengan keyakinan terhadap yaumul akhir (hari akhir), karena kesadaran akan hari pembalasan memperkuat ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepad Allah SWT. Dengan demikian, khasyyah menurut Ibnu Rajab merupakan cerminan dari ilmu yang benar, aqidah yang kuat, serta tanda keimanan sejati yang menghantarkan seseorang pada derajat ulama yang hakiki.
Penafsiran Kata Khasyyah dalam Al-Qur'an Menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali
Penelitian ini membahas penafsiran Ibnu Rajab Al-Ḥanbali terhadap konsep khasyyah dalam Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna khasyyah yang sering diterjemahkan sebagai “rasa takut kepada Allah”teteapi ternyata tidak sesederhana itu, bukan hanya sebagai emosi keagamaan, tetapi sebagai kesadaran spiritual yang lahir dari pengetahuan dan pengenalan terhadap keagungan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Ibnu Rajab menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan khasyyah, serta untuk mengungkap hubungan antara khasyyah, ilmu, dan keimanan menurut perspektif beliau. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik), yaitu menelusuri seluruh ayat yang berkaitan dengan khasyyah dalam Al-Qur’an kemudian mengkaji penafsiran Ibnu Rajab sebagaimana terdapat dalam karya-karyanya, terutama Rawai’ut Tafsir. Data sekunder diperoleh dari karya-karya tafsir klasik dan modern dan jurnal-jurnal yang relevan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Rajab hanya menafsirkan konsep khasyyah secara mendalam dan utuh pada Q.S. Faṭir ayat 28, yang menegaskan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah para ulama. Ayat ini secara jelas mengaitkan khasyyah dengan ilmu, sehingga menunjukkan bahwa rasa takut yang benar lahir dari pengetahuan yang mendalam tentang Allah. Menurut Ibnu Rajab, khasyyah bukan sekadar rasa takut, melainkan kesadaran batin yang muncul dari pengenalan terhadap keagungan, kebesaran, dan kekuasaan Allah. Ia juga mengaitkan rasa takut yang lahir dari ilmu ini dengan keyakinan terhadap yaumul akhir (hari akhir), karena kesadaran akan hari pembalasan memperkuat ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepad Allah SWT. Dengan demikian, khasyyah menurut Ibnu Rajab merupakan cerminan dari ilmu yang benar, aqidah yang kuat, serta tanda keimanan sejati yang menghantarkan seseorang pada derajat ulama yang hakiki.
Ta'siir ta'luumil muhadatsah bi istikhdami kitabul 'arabiyah bayna yadayk fi shoffi assabi' bi ma'had haji miskin kabubatuun taanah daatar
تجريد أجرت الباحثة حميدة الكسري، طالبة في قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية، المعهد العالي الإسلامي دار القرآن بباياكمبوه، في السنة الدراسية 2025/1446، بحثًا بعنوان "تأثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في الصف السابع بمعهد الحاج مسكين كبوباتون تانه داتر". جاءت هذه الدراسة استجابةً للمشكلات التي لاحظتها الباحثة في ضعف مهارات المحادثة لدى الطالبات، وعدم فعالية الوسائل التعليمية المستخدمة في تحسين قدرة الطالبات على التعبير الشفهي باللغة العربية. ومن هنا، رغبت الباحثة في استخدام كتاب "العربية بين يديك" كبديل للكتب التقليدية، نظرًا لما يحتويه من حوارات واقعية، ومفردات مناسبة، وصور توضيحية تُسهم في جذب اهتمام الطالبات. اعتمدت الباحثة على المنهج الكمي التجريبي من نوع Pretest-Posttest Control Group Design، حيث استخدمت أدوات متنوعة لجمع البيانات مثل الاختبارات القبلية والبعدية، والملاحظة الصفية، والمقابلات، والاستبيانات. وتم اختيار طالبات الصف السابع في معهد الحاج مسكين كعينة بحثية، حيث بلغ عددهن 25 طالبة. أما نتائج الباحثة، فقد أظهرت وجود فرق ملحوظ في متوسط نتائج الاختبار القبلي والبعدي بعد استخدام الكتاب، حيث ارتفع المتوسط من 77.20 في الاختبار القبلي إلى 83.44 في الاختبار البعدي، مما يدل على أن تعليم المحادثة باستخدام كتاب "العربية بين يديك" له تأثير إيجابي وفعّال في ترقية مهارة الكلام لدى الطالبات في الصف السابع. وبذلك، توصلت الباحثة إلى أن استخدام هذا الكتاب يُعدّ وسيلة تعليمية ناجحة لتحسين مهارات المحادثة باللغة العربية في بيئة التعليم الإسلامي.
تاثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في معهد الحاج مسكين كبوباتون وانه داتر
تجريد أجرت الباحثة حميدة الكسري، طالبة في قسم تعليم اللغة العربية بكلية التربية، المعهد العالي الإسلامي دار القرآن بباياكمبوه، في السنة الدراسية 2025/1446، بحثًا بعنوان "تأثير تعليم المحادثة باستخدام كتاب العربية بين يديك في الصف السابع بمعهد الحاج مسكين كبوباتون تانه داتر". جاءت هذه الدراسة استجابةً للمشكلات التي لاحظتها الباحثة في ضعف مهارات المحادثة لدى الطالبات، وعدم فعالية الوسائل التعليمية المستخدمة في تحسين قدرة الطالبات على التعبير الشفهي باللغة العربية. ومن هنا، رغبت الباحثة في استخدام كتاب "العربية بين يديك" كبديل للكتب التقليدية، نظرًا لما يحتويه من حوارات واقعية، ومفردات مناسبة، وصور توضيحية تُسهم في جذب اهتمام الطالبات. اعتمدت الباحثة على المنهج الكمي التجريبي من نوع Pretest-Posttest Control Group Design، حيث استخدمت أدوات متنوعة لجمع البيانات مثل الاختبارات القبلية والبعدية، والملاحظة الصفية، والمقابلات، والاستبيانات. وتم اختيار طالبات الصف السابع في معهد الحاج مسكين كعينة بحثية، حيث بلغ عددهن 25 طالبة. أما نتائج الباحثة، فقد أظهرت وجود فرق ملحوظ في متوسط نتائج الاختبار القبلي والبعدي بعد استخدام الكتاب، حيث ارتفع المتوسط من 77.20 في الاختبار القبلي إلى 83.44 في الاختبار البعدي، مما يدل على أن تعليم المحادثة باستخدام كتاب "العربية بين يديك" له تأثير إيجابي وفعّال في ترقية مهارة الكلام لدى الطالبات في الصف السابع. وبذلك، توصلت الباحثة إلى أن استخدام هذا الكتاب يُعدّ وسيلة تعليمية ناجحة لتحسين مهارات المحادثة باللغة العربية في بيئة التعليم الإسلامي.
Panduan Pemantapan Kemampuan Profesional
Strategi Pembelajaran di SD
Pengaruh Festival AL-Qur'an di PAUD AL-Huffazh Kota Payakumbuh (Kajian Living Qur'an)
Saat ini program tahfidz Al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negri maupun swasta, baik formal maupun non formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolahsekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh, yang mana mereka memiliki program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Selain itu program ini juga menumbuhkan semangat belajar bagi para santri, mu’allimah dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar, serta orang tua para santri jadi ikut rajin dalam muroja’ah hafalan bersama anak-anaknya dirumah.
Festival AL-Qur'an di PAUD AL-Huffazh Kota Payakumbuh (Kajian Living Qur'an)
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Festival Al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh”. Yang ditulis oleh Sri Dea Puspita NIRM.S1.19.19.521, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya program tahfidz al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolah-sekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh, yang mana mereka memiliki program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Kegiatan festival al-Qur’an memiliki pengaruh yang begitu besar. Sehingga dalam penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh festival al-Qur’an di PAUD al-Huffazh. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran tentang dasar ayat yang digunakan sebagai landasan syar’i serta untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan festival al-Qur’an. data sekunder yakni kitab-kitab tafsir jurnal, artikel, wawancara serta yang berkaitan dengan kegiatan festival al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Pembelajaran al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh memiliki landasan syar’i yaitu QS. Al-‘Ankabut ayat 49 dan QS. Faatir ayat 29-30 serta hadits yang didalamnya banyak menguat tentang keutamaan-keutaman dalam memotivasi hafalan para santri. 2) Pelaksanaan kegiantannya, satu kali dalam satu bulan yaitu pada minggu terakhir setiap bulannya pada hari jum’at dengan rangkaian acara yaitu persiapan tempat, pembukaan, pembacaan QS. Al-Kahfi, ice breaking, muroja’ah bersama, menyanyikan lagu hafidz Qur’an, sambutan kepala sekolah, penampilan, pemberian reward, penutup dan foto bersama. 3) Pengaruh festival al-Quran ada tiga yaitu a. Terhadap para santri: santri menjadi termotivasi, menumbuhkan rasa semangat, menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an, melatih keberanian untuk tampil, melatih kemandirian, para santri memiliki rasa sangat senang, dan adapun beberapa santri yang memiliki rasa malu, tidak peduli, atau masih suka asik main-main. b. Terhadap mu’allimah: Mu’allimah lebih mudah dalam memotivasi anak, Mu’allimah dapat melihat perkembangan, pencapaian, kelemahan dan kelebihan masing-masing santri dalam liqo’nya, untuk mengevaluasi hafalan para santri tiap bulannya. c. Terhadap orang tua: orang tua jadi ikut menghafal al-Qur’an serta rajin muroja’ah bareng dengan anak-anaknya dirumah, orang tua jadi lebih tau versi anak dalam menghafal/muroja’ah, orang tua bisa tau/melihat kemampuan anak sampai mana, untuk menghafal al-Qur’an dalam mencapai targetnya.
Festival AL-Qur'an di PAUD AL-Huffazh Kota Payakumbuh (Kajian Living Qur'an)
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Festival Al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh Kota Payakumbuh”. Yang ditulis oleh Sri Dea Puspita NIRM.S1.19.19.521, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya program tahfidz al-Qur’an menjadi program yang sangat populer dan sangat digemari di beberapa lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta, baik formal maupun non formal yang sudah menjamur di kota Payakumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolah-sekolah yang bernuansa tahfidz yang bermunculan di kota Payakumbuh, banyak trik-trik dan keutamaaan tentang menghafal al-Qur’an guna untuk memotivasi dan menumbuhkan semangat dalam menghafal al-Qur’an. Salah satu sekolah di kota Payakumbuh melakukan program tahfidz untuk anak usia dini yaitu PAUD Al-Huffazh, yang mana mereka memiliki program unggulan Festival al-Qur’an yang dilakukan rutin setiap sekali sebulan sebagai bentuk apresiasi pada anak-anak penghafal al-Qur’an di usia dini. Kegiatan festival al-Qur’an memiliki pengaruh yang begitu besar. Sehingga dalam penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh festival al-Qur’an di PAUD al-Huffazh. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penafsiran tentang dasar ayat yang digunakan sebagai landasan syar’i serta untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan festival al-Qur’an. data sekunder yakni kitab-kitab tafsir jurnal, artikel, wawancara serta yang berkaitan dengan kegiatan festival al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Pembelajaran al-Qur’an di PAUD Al-Huffazh memiliki landasan syar’i yaitu QS. Al-‘Ankabut ayat 49 dan QS. Faatir ayat 29-30 serta hadits yang didalamnya banyak menguat tentang keutamaan-keutaman dalam memotivasi hafalan para santri. 2) Pelaksanaan kegiantannya, satu kali dalam satu bulan yaitu pada minggu terakhir setiap bulannya pada hari jum’at dengan rangkaian acara yaitu persiapan tempat, pembukaan, pembacaan QS. Al-Kahfi, ice breaking, muroja’ah bersama, menyanyikan lagu hafidz Qur’an, sambutan kepala sekolah, penampilan, pemberian reward, penutup dan foto bersama. 3) Pengaruh festival al-Quran ada tiga yaitu a. Terhadap para santri: santri menjadi termotivasi, menumbuhkan rasa semangat, menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an, melatih keberanian untuk tampil, melatih kemandirian, para santri memiliki rasa sangat senang, dan adapun beberapa santri yang memiliki rasa malu, tidak peduli, atau masih suka asik main-main. b. Terhadap mu’allimah: Mu’allimah lebih mudah dalam memotivasi anak, Mu’allimah dapat melihat perkembangan, pencapaian, kelemahan dan kelebihan masing-masing santri dalam liqo’nya, untuk mengevaluasi hafalan para santri tiap bulannya. c. Terhadap orang tua: orang tua jadi ikut menghafal al-Qur’an serta rajin muroja’ah bareng dengan anak-anaknya dirumah, orang tua jadi lebih tau versi anak dalam menghafal/muroja’ah, orang tua bisa tau/melihat kemampuan anak sampai mana, untuk menghafal al-Qur’an dalam mencapai targetnya.
PSIKOLINGUISTIK (Teori dan Analisis)
Psikologi berasal dari bahasa Inggris pscychology. Kata pscychology berasaldari bahasa Greek (Yunani), yaitu dari akar kata psyche yang berarti jiwa, ruh, sukmadan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologi psikologi berati ilmu jiwa. Pengertian psikologi sebagai ilmu jiwa dipakai ketika psikologi masih beradaatau merupakan bagian dari filsafat, bahkan dalam kepustakaan kita pada tahun 50-anilmu jiwa lazim dipakai sebagai padanan psikologi. Kini dengan berbagai alasantertentu (misalnya timbulnya konotasi bahwa psikologi langsung menyelidiki jiwa)istilah ilmu jiwa tidak dipakai lagi.
Bahasa dalam Perspektif Sosiolinguistik
Studi sosiolinguistik merupakan kajian penting untuk pemelajar di bidang bahasa. Utamanya, mereka yang tertarik pada bahasa dalam tataran pragmatik. Kajian bahasa dalam bidang sosiolinguistik dapat menambah wawasan tentang bahasa di samping sebagai sistem makna, juga sebagai sistem kode. Hal-hal demikian akan dijelaskan dalam buku ini. Buku ini saya persembahkan untuk mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Kiranya, buku ini dapat berguna bagi mereka yang mengambil fokus kajian linguistik. Dengan buku ini, mahasiswa dapat mengembangkan kajian bahasa yang berkaitan dengan peran dan fungsi bahasa di masyarakat.
Kajian Psikolinguistik
Psikolinguistik merupakan hasil dari perkembangan ilmu linguistik yang sangat pesat. Psikolinguistik juga di kategorikan sebagai mata kuliah wajib dalam program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Psikolinguistik adalah sub disiplin ilmu linguistik yang mengkaji hubungan antara ilmu psikologi dan ilmu bahasa. Sedangkan kegiatan berbahasa bukan hanya secara mekanistik tetapi juga secara mentalistik. Di dalam ilmu psikologi membahas ilmu yang mengkaji jiwa manusia yang bersifat abstrak sedangkan ilmu linguistik membahas tentang bahasa sebagai objek kajian. Untuk itu teori psikolinguistik dapat menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang di dengarnya pada waktu berkomunikasi dan kemampuan berbahasa tersebut bisa diperoleh dari manusia.
Penguasaan Ilmu Tajwid Guru TPQ Kelurahan SawahPadang AuaKuniang
a
Penguasaan Ilmu Tajwid Guru TPQ Kelurahan SawahPadang AuaKuniang
a