Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Al-Qur‟an
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur'an

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

19 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Ketenangan Hati dalam Al Qur'an (Studi Tafsir Tematik)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomenal yang tidak sedikit masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja bahkan mahasiswa dan Orangtua yang menjadai korban dan pelaku tindakan bunuh diri sebab kurangnya iman dalam hati. Didalam AlQur‟an surah An-Nisa ayat 103, surah Ar-Ra‟du ayat 28, surah Al-Hajj ayat 35, surah Al-Anfal ayat 2, surah Az-Zumar ayat 23, Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan metode kualitatif, dan dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Azhar, Tafsir Fi-Dzilalil Qur‟an, Tafsir Al-Qusyairi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Mafatihul Ghaib, Tafsir Al-Kasysyaf, yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan, dan metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu‟i. Adapun cara mendapatkan ketenangan hati dalam ayat tersebut ada tiga poin yaitu pertama dengan sholat, karena inti daripada sholat untuk mangingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Kedua berdzikir, karena dengan berdzikir dapat mendatangkan ketenangan, dan dapat memberikan cahaya kepada hati yang gelap dan dapat membuka tabir yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah, akan terhindar dari dari segala macam noda dalam hati, dengan dzikir seseorang akan merasa tentram karena dekat dengan Allah. Ketiga membaca Al-Qur‟an, sabar, dan manginfakkan sebagaian rezekiya, karena dengan membaca Al-Qur‟an seseorang akan merasakan ketenangan dan getaran dalam hati yang membuat seseorang takut dengan kekuasaan Allah, karena Al-Qur‟an adalah cara seorang hamba dapat berintraksi langsung dengan Allah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail