Profil penulis
Syah
27 karya publik ditemukan.
Madrasatul Quraniyah
Penafsiran Kata Shayyib dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah Fi al-Qur’an al-Karim
Penelitian ini mengkaji penafsiran kata shayyib dalam QS. Al-Baqarah ayat 19 menurut Zaghloul Al-Najjar dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kata shayyib merupakan istilah yang unik dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan beragam oleh para mufasir, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan tafsir ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penafsiran Zaghloul Al-Najjar terhadap kata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir tahlili, dan pendekatan ilmiah. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab tafsir karya Zaghloul Al-Najjar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shayyib ditafsirkan sebagai hujan badai yang disertai kegelapan, petir, dan kilat, yang berkaitan dengan fenomena cuaca ekstrem di atmosfer. Melalui tafsir ilmi, Zaghloul Al-Najjar menghubungkan makna linguistik ayat dengan temuan sains modern, sehingga shayyib tidak hanya dipahami sebagai hujan, tetapi juga sebagai gambaran kekuatan alam yang besar. Fenomena tersebut menjadi perumpamaan bagi kondisi orang-orang munafik yang dipenuhi ketakutan, keraguan, dan kebingungan terhadap petunjuk Allah. Penafsiran ini menunjukkan keselarasan antara pesan Al-Qur’an dan fakta ilmiah serta memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.
Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-bahr Al-Muhit
Skripsi yang berjudul ―Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Bahr AlMuhith‖ yang disusun oleh Ardiansyah NIM 2219045 program studi Ilmu AlQur‘an dan Tafsir Institut Darul Qur‘an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi surah Al-Fatihah dianggap sebagai surah yang paling mulia dalam Al-Quran karena memiliki peran yang krusial dalam pelaksanaan sholat, yaitu sebagai salah satu dari rukun sholat. Pengkajian surah Al-Fatihah sangat dibutuhkan untuk memahami makna dari setiap potongan ayat dalam surah tersebut. Salah satu diantaranya adalah penafsiran surah AlFatihah dari aspek lughawi. Hal tersebut mendorong minat penulis untuk meneiliti penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith, untuk mengetahui bagaimana penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reseach), dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berfokus langsung pada kitab tafsir Al-Bahr Al-Muhith surah Al-Fatihah, artikel, jurnal dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk dokumentasi, dimana data-data pada penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen berupa kitab-kitab lughah, buku, tulisan, dan lampiran. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan bentuk deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pada penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu ditemukan hasil, ayat pertama huruf ba‘ pada kata bismi makna sebagai isti‟anah (memohon pertolongan), ilshaq (keterikatan), ayat kedua lafadz ―Al-hamdu” dibaca dengan rafa‘ sebagai mubtada‘ , “lillaahi”, terdapat huruf lam bermakna istihqaq (hak mutlak). menujukkan pernyataan segala pujian adalah milik Allah semata. Pada susunan ayat kelima “iyyaka na‟budu”, terdapat taqdim (pendahuluan) pada peletakan maf‘ul yang berfungsi sebagai hasr (pembatasan), artinya segala ibadah tidak layak dilakukan kecuali semata-mata karena Allah. Kedua, ditinjau dari segi ilmu sharaf ditemukan hasil; pada ayat ketiga lafadz “Ar-Rahman Ar-Rahim” menunjukkan bentuk mubalaghah, Ar-Rahman bermakna kasih sayang secara umum, sedangkan Ar-Rahim diberikan secara khusus dan berkelanjutan. Pada ayat kelima lafadz “nasta‟iin” berasal dari wazan “istif‟al” menunjukkan makna permohonan, artinya sesungguhnya manusia selalu membutuhkan pertololongan dari Allah dan hanya Allah lah yang mampu menolong manusia dalam keadaan apapun. Pada ayat ketujuh lafadz an‟amta merupakan wazan af‟ala yang berfungsi memberikan pengaruh kepada objek atau menjadikan seseorang memperoleh sesuatu, arti ayat ini menjadi ―Engkau beri mikmat‖.
Metodologi Penelitian.
Metodologi Penelitian
Pendekatan Pembelajaran Saintifik
Inovasi Model Pembelajaran : Sesuai Kurikulum 2013
Inovasi Model Pembelajaran
QARIN DALAM AL QUR`AN MENURUT TAFSIR AL AZHAR HAMKA
Judul skripsi ini adalah “Qarin Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Alvin Auliansyah, Nirm: S1.VI.19.20.369. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya maraknya di media sosial tiktok, yaitu cek khodam live. Bahkan banyak yang menyumbang agar si penyiar mau menyebutkan khodam apa yang ia punya, hanya dengan menyebutkan nama, si penyiar akan mengatakan khodam seperti apa yang ada dalam tubuh pemirsanya. Ada yang khodam Nyi Roro Kidul, Harimau Putih, Kris Merah, Elang Petir, Nyi Blorong dan ada juga yang kosong khodamnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), menggunakan analisis deskriptif, yang merupakan sebuah metode yang mengambil bahan kajian dari berbagai sumber, dengan pendekatan metode tafsir maudhu’i. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka karna hanya Hamka yang penulis temukan bahwa qarin ada yang makhluk kasar dan halus. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan bahwa ada 8 ayat yang mengisaratkan tentang keberadaannya jin qarin, surat An-Nisa’ ayat 38, surat As-Shaffat ayat 51, surat Fusshilat ayat 25, surat Az-Zukhruf ayat 36,38,53, surat Qaf ayat 23 dan 27. Dari semua ayat yang mengisaratkan tentang jin qarin hanya surat An-Nisa saja yang kategori Madaniyah yang lainnya masuk kategori Makkiyah. Penafsiran Hamka menjelaskan bahwa jin qarin itu bukan hanya makhluk halus yaitu jin, setan dan malaikat yang membisikkan kebaikan dan kejahatan , namun ada juga dari makhluk kasar yaitu manusia yang perannya sama seperti qarin dari gologan makhluk halus. Karna qarin yang mengajak kepada kejahatan juga ada dari manusia, yang bisa jadi qarin itu adalah sahabat karib selama bergaul di dunia maka harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai teman karib hanya memuji perbuatan tanpa ada menasihati kelakuan buruk yang akhirnya membawa kepada kemaksitan, kesyirikan namun selalu merasa bahwa yang dilakukan selama ini adalah suatu kebenaran. Adapun peran qarin dalam kehidupan manusia ada empat macam, pertama sebagai penggiring manusia masuk ke neraka, ke dua sebagai saksi atas apa yang manusia kerjakan selama hidup di dunia, ke tiga menyeru manusia untuk melakukan keburukan, dan yang ke empat menyeru manusia untuk melakukan kebaikan.
Profesi Keguruan
Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi
Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru
Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al Baqarah 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir)
Skripsi yang berjudul “Penafsiran Salat Wustho Dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 238 (Studi Tafsir Fathul Qodhir) “ yang disusun oleh Andri Ansyah Sitompul NIRM S1.VI.19.20.144. program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran Imam As-Syaukani tentang shalat Wusṭā dalam al-Qur’ān surat al-Baqarāh ayat 238 dalam Tafsir Fathul Qodhir. Penelitian ini membahas dua hal yaitu, pertama, penafsiran shalat Wusṭā menurut Imam As-Syaukani, kedua, penafsiran ulama tentang shalat Wusṭo. Penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis, karena dalam penelitian ini membahas secara mendalam shalat Wusṭho menurut Imam As-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir dalam Q.S al-Baqarāh ayat 238 . Penafsiran Imam AS-Syaukani dalam Tafsir Fathul Qodhir surat al-Baqarah ayat 238 tentang salat Wusṭho, Imam As-Syaukani berpendapat bahwa shalat Wusṭho adalah shalat Ashar karena pada waktu Ashar kebanyakan orang sudah letih karena seharian beraktivitassehingga kebanyakan melalaikannya. Dalil yang di kemukakan oleh Imam As-Syaukani adalah hadits dari Nabi Saw : Mereka telah menyibukkan kita sehingga terlewatkan Salat Wushto,yaitu SalatAshar. Semoga Allah memenuhi hati dan perut mereka dengan api)." Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya juga meriwayatkan seperti itu dari hadits Ibnu Mas'ud secara marfu”.
Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh
Skripsi dengan judul “Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Di Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh”, ditulis oleh Rizal Khomsyah NIRM: S.1.V.I.19.17.108 Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an Payakumbuh Tahun 2024. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki metode yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan media yang berisi audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an atau membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan metode yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Karena pada poin-poin ini yang sering terjadi kesalahan dalam membaca Al- Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan Siswa-siswi kelas V dan VI SDTQ ‘Ibadurrahman , untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Akan tetapi sebagian kecil masih terdapat kesalahan dalam beberapa pengucapan makharijul huruf seperti makhraj Tsa kecil, ha tipis, ghoin, qaf, ‘ain dan lainnya. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada Mad wajib muttasil, Mad jaiz munfasil, dan Mad ‘aridh lisukun. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, namun secara garis besar masih memiliki kesalahan hukum tajwid, tepatnya pada hukum ikhfa. Hampir 50% Siswa SDTQ ‘Ibadurrahman memiliki kesalahannya pada hukum ikhfa, tepatnya pada ikhfa tarqiq , yang mana seharusnya mereka baca tipis namun malah terdengar kepada ikhfa tafkhim.
تأثير استخدام وسيلة السمعية والبصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار
تجريد الفية شهيدة، 2024. في هذا الموضوع " تأثير استخدام وسيلة السمعية البصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار." تم العثور على مشاكل تتعلق بعملية التعلم، حيث أن إتقان مفردات اللغة العربية للصف السابع لا يزال منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطلاب بتعلم اللغة العربية ويستمر مع الصعوبات التي يواجهها الطلاب في فهم هذا التعلم. أما الغرض المرجوة في هذا البحث فهي لمعرفة تأثير استخدام وسيلة السمعية البصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار و كذلك في حذف السأم من التلميذات علي إتقان المفردات. وفي هذا البحث استعملت الباحثة بمنهج الكمي البحث التجريبى، هو Pre Experimental “One Group Pretest-Posttest” Design التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي يمربه الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث وتلك الخطوات والمراحل هي : لجمع البيانات المتعلقة بمسألة البحث يعني تأثير وسيلة السمعية البصرية في إتقان المفردات وهي مقابلة الباحثة معلمة اللغة العربية ويتحدث عن تعليم المفردات في الفصل وباالإستبيان. ومما يتعلق ببيانات قدرة التلميذات عن المفردات إستخدمت الباحثة الاختبار وهو الاختبار القبلي والبعدي. ومما يتعلق بحال مدرسة إستخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. ومما يتعلق ببيانات في إتقان المفردات بوسيلة السمعية البصرية يؤثر حذف السأم من نفس التلميذات ام لا استخدام الباحثة الإستبيان. النتيجة الموجودة من هذا البحث فهي، 1) هناك فرق أو إختلاف بين نتيجة تعليم بوسلة السمعية البصرية، وبغير استعمالها. ويتضح هذا من جلال الاختبار القبلي 54، 04. ثم بعد أن أجرى الباحثة المعالجة لتقييم مدى إتقان التلميذات للمفردات على ضوء النظرية ارتفعت نتائج الاختبار البعدي وهي 81، 69. 2) في الجدول Interval يمكن توضيح أن فئة الأسئلة العالية جدًا لها درجة بين 84 -100، والفئة العالية لها درجة بين 68 - 84، والفئة المتوسطة لها درجة بين 52-68، والفئة المنخفضة لها درجة بين 36-52، بينما الفئة المنخفضة جداً تتراوح درجتها بين 20-36. نتائج الإجابات من البيانات بلغ مجموعها 26 التلميذات، أي من 20 سؤالاً، و 15 سؤالاً في الفئة العالية جدًا، و 4 أسئلة في الفئة العليا، وعنصر واحد في الفئة المتوسطة. الاستنتا هو أن إتقان المفردات العربية باستخدام وسيلة السمعية البصرية هذه يمكن يؤثر في حذف لسأم من نفوس التلميذات.
Analisis Model Penamaan Badan Usaha Berbahasa Asing Di Wilayah Surakarta: Kajian Sosiolinguistik
Buku "Analisis Model Penamaan Badan Usaha Berbahasa Asing Di Wilayah Surakarta: Kajian Sosiolinguistik" ini merupakan hasil penelitian dengan kajian sosiolinguistik. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk; 1) Mengidentifikasi bentuk penggunaan bahasa asing dalam penamaan badan usaha di wilayah Surakarta, 2) Mengungkap berbagai faktor yang melatarbelakangi pemakaian bahasa asing dalam penamaan badan usaha di Surakarta, 3) Mendeskripsikan dampak positif dan negatif dari adanya fenomena penggunaan bahasa asing terhadap bahasa Indonesia. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini ialah sudut pandang sosiolinguistik, sikap bahasa, pola urutan kata, dan morfologi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas; (1) sumber kebahasaan, dan (2) sumber bukan kebahasaan. Dan analisis datanya menggunakan metode agih dengan pola teknik dasar dan lanjutan.
Israiliyyat & Hadits-Hadits Palsu Tafsir Al-Qur'an
تأثير طريقة الغناء لتحسين إتقان مفردات اللغة العربية في مدرسة إنسان جندكيا الثّانويّة هارو
عائشة، ،2023 أتثي طريقةرالغناءرلتحسنيرإتقانرمفرداتراللغةرالعربيةرف مدرسةررإنسانر ّ جندكيار ة انوي ّ الث هارو، قسم ال رتبية اللغة العربية للمعهد العال دار القرآن ابايكمبوه. تدريس اللغة العربية هو عملية حتويل املعرفة، واملوقف العقلي، والسلوك خلرباء اللغة العربية واليت من املتوقع أن تتم بشكل احرتايف. و أهداف ألغراض حمددة. وتتحقق أهداف اللغة العربية بشكل فعال إذا كانت هناك رؤية أساسية ورسالة وتوجيه من الواضح تنفيذ االسرتاتيجيات والنهج واألساليب الصحيحة والصحيحة حىت يتم احلصول على اإلنتاج ممتعة جلميع الطالب واملعلمني واملؤسسات التعليمية. كانت إنسان جندكيا هارو إحدى املدارس وجدت هذه الباحثة مشكالت منها، أقل رغبة الطالب يف تعليم اللغة العربية واليوجد طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف املدرسة وانقصة وسائل ًض التعليم لدى ال ا ال ينفصل عن حالة طالب ويشعر الطالبة ابمللل وحيبون دروس اللغة العربية وهذا أي أساليب التعلم لتحسني حفظ إتقان املفردات لدى الطالبة. وأهداف هذا البحث ملعرفة على استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان املفردات يف تعليم اللغة العربية لفصل التاسع يف مدرسة ة هارو ّ انوي ّ إنسان جندكيا الث . وأما منهج البحث الذي تستخدم الباحثة يف هذه الدراسة فهو املنهج التجرييب. وبناء على نتائج البحث، وخلص إل أن غرض لتحسني إتقان املفردات يف هذه املدرسة حىت يتمكن الطالب من تذكر إتقان املفردات بسرعة وعدم نسياهنا بسرعة. داللة 0.043 )> 0.05(، مث يتم رفض الفرضية الصفرية )HO). لذا االستنتاج هو أن هناك ا يف الدرجات يف العالج ابلغناء وبدون استخدام طريقة الغناء تزداد مفردات األطفال ابستخدام ً اكبري ً اختالف طريقة الغناء. أن نتيجة مستو الداللة (tailed2-(.Sig Asymp 0،000 وهي أقل من 0،05 فيدل علي أن استخدام طريقة الغناء لتحسني إتقان مفردات اللغة العربية.
Penafsiran Ayat-Ayat al Qur'an Tentang Iman (Berdasarkan Makkiyah dan Madaniyyah)
Judul skripsi ini yaitu: Penafsiran ayat-ayat Al-Qu’an tentang Iman berdasarkan Makiyyah dan Madaniyah, yang ditulis oleh Nur Aisyah, Nirm S1.VI.19.19.495, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Al-Qur’an adalah sebuah mukjizat yang mengandung banyak sekali petunjuk bagi semua manusia khususnya umat Islam dari generasi ke generasi. Untuk menjalani hidup yang lebih baik dan bahagia di dunia dan akhirat. Al-Qur’an turun sebagai petunjuk, penerangan yang memiliki berbagai konsep di dalamnya, baik yang bersifat ijmal maupun yang bersifat terperinci, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam permasalahan-permasalahan hidup manusia. Untuk memahami al Qur’an dibutuhkan ilmu-ilmu khusus, diantaranya ilmu al Qur’an dan tafsir. Di dalam ilmu al Qur’an dan tafsir di bahas tentang turunnya al Qur’an, di antaranya tentang makiyyah dan madaniyah. Pada umumnya ayat-ayat makiyyah berkaitan tentang akidah, namun tidak hanya di bahas dalam ayat makiyyah akan tetapi juga pada ayat madaniyyah., Makiyyah itu adalah setiap awal kata yang berawalan dengan kata (kalla). Ayat-ayatnya pendek, dan juga membahas tentang kisah-kisah nabi dan pengesaan Allah. Dan juga yang berawalan kata (yaa ayyuhannas) dan (yaabani), yang berkaitan dengan akidah. Ayat-ayat makiyyah turun sebelum Nabi hijrah, surat makiyyah itu periode saat nabi sudah hijrah. Sedangkan iman diyakinkan dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library Reseach), atau sering juga disebut studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penulis kepustakaan merupakan jenis penulis kualitatif yang tidak terjun kelapangan dalam mencari data, Adapun sumber data yang digunakan didalam penulisan skripsi ini terdiri dari data primer dan skunder. Data primer yaitu sumber pokok kajian yaitu Al-Itqon fi ulumul Qur’an, tafsir al munir, tafsir Al Misbah, tafsir Fi Zhilalil Qur’an, tafsir Al-Maraghi, dan tafsir Al Azhar. Sedangkan sumber data skunder adalah data pendukung yang memudahkan kajian, yaitu: jurnal, buku, tulis-tulisan tokoh lai. Penyajian tafsir dengan pendekatan tafsir tematik, dengan metode maudhu’I karya Muhammad Al-Ghazali, penafsiran yang mencari jawaban langsung dari Al-Qur’an tentang sebuah persoalan. Hasil dalam penelitian ini adalah tetaplah berada di jalan Allah, kita tidak tau balasan apa yang akan kita dapat di akhirat kelak. Sesungguhnya iman dan amal shaleh suatu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan. Iman tanpa amal itu akan hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma. Karena imanlah yang menjadi aandaran semua aktivitas sehari-hari, iman juga yang akan melatar belakangi perbuatan kita menjadi ikhlas dan tujuannya hanya karna Allah. Sempurnyanya iman itu jika sudah menyatu tiga unsur, diyakini kebenarannya dalam hati, di ucapkan dengan lisan dan di amalkan dengan perbuatan.