Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: tafsir ilmi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penafsiran Kata Shayyib dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah Fi al-Qur’an al-Karim

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji penafsiran kata shayyib dalam QS. Al-Baqarah ayat 19 menurut Zaghloul Al-Najjar dalam Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kata shayyib merupakan istilah yang unik dalam Al-Qur’an dan ditafsirkan beragam oleh para mufasir, sehingga perlu dikaji melalui pendekatan tafsir ilmi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penafsiran Zaghloul Al-Najjar terhadap kata tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, metode tafsir tahlili, dan pendekatan ilmiah. Data primer berasal dari Al-Qur’an dan kitab tafsir karya Zaghloul Al-Najjar, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shayyib ditafsirkan sebagai hujan badai yang disertai kegelapan, petir, dan kilat, yang berkaitan dengan fenomena cuaca ekstrem di atmosfer. Melalui tafsir ilmi, Zaghloul Al-Najjar menghubungkan makna linguistik ayat dengan temuan sains modern, sehingga shayyib tidak hanya dipahami sebagai hujan, tetapi juga sebagai gambaran kekuatan alam yang besar. Fenomena tersebut menjadi perumpamaan bagi kondisi orang-orang munafik yang dipenuhi ketakutan, keraguan, dan kebingungan terhadap petunjuk Allah. Penafsiran ini menunjukkan keselarasan antara pesan Al-Qur’an dan fakta ilmiah serta memperkaya pemahaman terhadap ayat-ayat kauniyah.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Proses Pembentukan Alam Semesta: Penafsiran Zaglul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Kosmologi Modern.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi yang berjudul: “Asal-Usul Alam Semesta: Penafsiran Zaghlul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Cahaya Sains Modern”. Di susun oleh: Muliya Agustinawati. NIRM: 2219008. Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang asal-usul terbentuk alam semesta, para ilmuwan dan para mufassir berbeda pendapat mengenai maksud dari berpadunya langit dan bumi, dan proses pemisahan antara keduanya dan dengan apa keduanya dipisahkan. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan metode kualitatif, karena bertujuan memahami atau mengkaji penafsiran Zaglul Al-Najjar tentang asal-usul alam semesta dengan pendekatan kepustakaan (library research). Adapun metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir tahlili, karena penelitian ini mengkaji penafsiran QS. Al-Anbiya’ ayat 30 secara terperinci berdasarkan pemikiran Zaghlul Al-Najjar dengan pendekatan sains (scientific approach), yaitu pendekatan yang mengkaji ayat-ayat kauniyah melalui lensa ilmu pengetahuan modern. Analisis yang digunakan dalam skripsi ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan penafsiran dalam Al-Qur'an dengan temuan sains modern. Hasil dari penelitian ini yaitu penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan, pertama penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 tentang asal-usul penciptaan alam semesta, terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama penciptaan alam semesta dimulai dari satu masa primer (sesuatu yang menyatu dan berpadu) yang dalam bahasa arab disebut "ratq". Tahap kedua pemisahan atau penghancuran masa primer ini atas perintah Allah yang disebut dengan "fatq" dan tahap ketiga terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dari asap inilah Allah menciptakan langit dan bumi, dan segala apa yang ada diantara keduanya(alam semesta). Pembahasan kedua yaitu para Mufassir Ilmi dalam menafsirkan surah Al-Anbiya' ayat 30 sepakat bahwasanya alam semesta ini berasal dari satu yang padu dan berbeda pandangan pada bagaimana pemisahannya terjadi. Ar-Razi menyebutkan ada yang berpendapat Allah pisahkan dengan angin dan ada juga yang berpendapat Allah pisahkan dengan hujan, dan sedangkan Tantawi Jauhari menyebutkan terpisahnya langit dan bumi (alam semesta) karena mendinginya matahari. Dan pembahasan ketiga yaitu analisis penafsiran Zaglul Al-Najjar dengan temuan sains modern, yaitu terdapat tiga aspek kesamaan konsep dengan sains modern. Pertama kata "ratq" yang berarti menyatu, Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan masa primer dan temuan sains mengatakan dengan titik tunggal (singularitas). Kedua pada kata "fatq" Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan pemisahan dan dalam teori temuan sains modern disebutkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketiga Zaglul Al-Najjar mengatakan terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dalam temuan sains disebut gas kosmik. Dari selubung asap atau gas kosmik inilah yang membentuk alam semesta.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Makna عليكم أنفسكم dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Tahlili)

2024•Koleksi Perpustakaan

Al-Qur’an tidak hanya selalu berbicara tentang perihal akidah dan perihal ibadah saja tapi juga mengandung ilmu pengaetahuan dan sains. Sudah banyak kita temukan hasil karya yang berkaitan dengan Ilmu pengetahuan dan sains dalam Al-Qur’an. Diantara hal yang digambarkan dalam ayat Al-Qur’an berkaitan dengan Solar System atau lebih dikenal dengan Tata Surya. Pada kesempatan ini penulis akan mencoba untuk menelusuri ayat-ayat yang berkaitan dengan Solar System. Tata surya salah satu bukti nyata keagungan Allah Ta’ala, Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta dengan sangat detail dengan sistem yang terstruktur. Pada zaman modern ini, banyak sekali fakta-fakta Ilmiah yang telah diungkap oleh para ilmuwan sains mengenai tata surya. Informasi mengenai Tata Surya ini sebenarnya sudah tertulis 14 abad yang lalu di dalam Al Qur’an yang merupakan kitab suci dan petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Hal ini membuktikan bahwa sains dan agama (Islam) bisa berjalan beriringan tanpa perlu terjadi pemisahan diantara keduanya. Maka disini penulis menggunakan sistem Penelitian Kepustakaan dengan Pendekatan Kualitatif Tafsir Ilmi dalam pembahasan ini. Kemudian pembahasan kali ini berfokus terhadap surat Al-Anbiya’ ayat 30-33 dan surat Yasin ayat 38-40 sebagai ayat utamanya. Penulis berusaha untuk menghubungkan antara penelitian Ilmiah dengan ayat-ayat yang memiliki indikasi tentang Tata Surya didalamnya

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail