implementation scientific approach in madrasah: HOTS, MOTS, or LOTS?
<p> this study aims to find out the concrete domain of learning Arabic at HOTS, MOTS, or LOTS levels</p>
Profil penulis
22 karya publik ditemukan.
<p> this study aims to find out the concrete domain of learning Arabic at HOTS, MOTS, or LOTS levels</p>
Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Skripsi ini berjudul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara”, yang ditulis oleh Yanti Elita, NIRM S.1.VI.19.19.532., Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang skripsi ini banyak remaja yang menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang tajwid, tidak terbiasa membaca Al-Qur'an sejak dini, atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penelitian tentang kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja masjid, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang sangat cocok untuk meneliti kemampuan membaca Al-Qur'an pada remaja di masjid karena fokusnya adalah pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, pengalaman, persepsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja di masjid. Hasil Penelitian yang penulis temukan adalah berapa remaja sudah membaca dan menerapkan Mahharijul Qur’an dengan baik dan benar. Dan ada beberapa remaja yang tidak tepat dan kurang tepat yang disebabkan karena kebiasaan membaca dari dulu, tergesa-gesa dalam membaca, kesulitan dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Qur’an. Dari total 15 orang sampling, 7 orang dalam kategori bacaan tepat, 4 orang dengan kategori kurang tepat dan 4 orang dalam kategori tidak tepat. Kategori tepat, bacaan dan makharijulnya sudah tepat, kurang tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapannya hampir sama, dan kategori tidak tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapan serta penulisannya hampir sama. Bacaan remaja masjid yang kategori tepat merupakan Siswa menengah atas dan mahasiswa juga berprofesi sebagai Guru Ngaji. Sedangkan remaja masjid kategori kurang tepat dan tidak tepat merupakan siswa menengah pertama (SMP) dan ada sebagai siswa menengah atas (SMA). Kesimpulan yang Penulis berikan adalah Tingkat kemampuan membaca AlQur’an remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara sebagian berada pada kategori “tepat”. Sebagian lagi pembacaan dan penerapan makharijul hurufnya berada pada kategorti kurang tepat dan tidak tepat yang mana tertukar antara huruf yang hampir sama pengucapannya dan hampir sama penulisannya serta Factor hambatan yang menjadi penyebab remaja masjid berada pada kategori kurang tepat dan tidak tepat adalah terbiasa melafalkan Surat Al Fatihah yang makharijul hurufnya belum sempurna dari kecil, tergesa-gesa dalam membaca dan satu orang sulit dalam pengucapan huruf hijaiyah. Saran yang penulis berikan adalah mengharapkan Masjid Amaliyah Muaro dapat menyelenggarakan program pelatihan tahsin dan tajwid secara rutin bagi remaja masjid, dengan pendampingan ustadz atau guru ngaji yang kompeten, remaja masjid hendaknya terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui latihan rutin, mengikuti pengajian, dan memperdalam ilmu tajwid baik secara mandiri maupun berkelompok serta orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan masjid.
Skripsi ini berjudul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara”, yang ditulis oleh Yanti Elita, NIRM S.1.VI.19.19.532., Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang skripsi ini banyak remaja yang menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang tajwid, tidak terbiasa membaca Al-Qur'an sejak dini, atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penelitian tentang kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja masjid, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang sangat cocok untuk meneliti kemampuan membaca Al-Qur'an pada remaja di masjid karena fokusnya adalah pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, pengalaman, persepsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja di masjid. Hasil Penelitian yang penulis temukan adalah berapa remaja sudah membaca dan menerapkan Mahharijul Qur’an dengan baik dan benar. Dan ada beberapa remaja yang tidak tepat dan kurang tepat yang disebabkan karena kebiasaan membaca dari dulu, tergesa-gesa dalam membaca, kesulitan dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Qur’an. Dari total 15 orang sampling, 7 orang dalam kategori bacaan tepat, 4 orang dengan kategori kurang tepat dan 4 orang dalam kategori tidak tepat. Kategori tepat, bacaan dan makharijulnya sudah tepat, kurang tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapannya hampir sama, dan kategori tidak tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapan serta penulisannya hampir sama. Bacaan remaja masjid yang kategori tepat merupakan Siswa menengah atas dan mahasiswa juga berprofesi sebagai Guru Ngaji. Sedangkan remaja masjid kategori kurang tepat dan tidak tepat merupakan siswa menengah pertama (SMP) dan ada sebagai siswa menengah atas (SMA). Kesimpulan yang Penulis berikan adalah Tingkat kemampuan membaca AlQur’an remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara sebagian berada pada kategori “tepat”. Sebagian lagi pembacaan dan penerapan makharijul hurufnya berada pada kategorti kurang tepat dan tidak tepat yang mana tertukar antara huruf yang hampir sama pengucapannya dan hampir sama penulisannya serta Factor hambatan yang menjadi penyebab remaja masjid berada pada kategori kurang tepat dan tidak tepat adalah terbiasa melafalkan Surat Al Fatihah yang makharijul hurufnya belum sempurna dari kecil, tergesa-gesa dalam membaca dan satu orang sulit dalam pengucapan huruf hijaiyah. Saran yang penulis berikan adalah mengharapkan Masjid Amaliyah Muaro dapat menyelenggarakan program pelatihan tahsin dan tajwid secara rutin bagi remaja masjid, dengan pendampingan ustadz atau guru ngaji yang kompeten, remaja masjid hendaknya terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui latihan rutin, mengikuti pengajian, dan memperdalam ilmu tajwid baik secara mandiri maupun berkelompok serta orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan masjid.
Psikologi berasal dari bahasa Inggris pscychology. Kata pscychology berasaldari bahasa Greek (Yunani), yaitu dari akar kata psyche yang berarti jiwa, ruh, sukmadan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologi psikologi berati ilmu jiwa. Pengertian psikologi sebagai ilmu jiwa dipakai ketika psikologi masih beradaatau merupakan bagian dari filsafat, bahkan dalam kepustakaan kita pada tahun 50-anilmu jiwa lazim dipakai sebagai padanan psikologi. Kini dengan berbagai alasantertentu (misalnya timbulnya konotasi bahwa psikologi langsung menyelidiki jiwa)istilah ilmu jiwa tidak dipakai lagi.
Studi sosiolinguistik merupakan kajian penting untuk pemelajar di bidang bahasa. Utamanya, mereka yang tertarik pada bahasa dalam tataran pragmatik. Kajian bahasa dalam bidang sosiolinguistik dapat menambah wawasan tentang bahasa di samping sebagai sistem makna, juga sebagai sistem kode. Hal-hal demikian akan dijelaskan dalam buku ini. Buku ini saya persembahkan untuk mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. Kiranya, buku ini dapat berguna bagi mereka yang mengambil fokus kajian linguistik. Dengan buku ini, mahasiswa dapat mengembangkan kajian bahasa yang berkaitan dengan peran dan fungsi bahasa di masyarakat.
تجريد سوفى كرنيانتي،2022، آثار طريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام في المدرسة الثانوية إنسان جندكيا هارو، قسم تربية اللغة العربية للمعهد العالى دار القرآن باياكمبوه. اللغة العربية لطلاب المدارس الثانوية إنسان جندكيا هارو هي إتقان المفردات النادرة الإستخدام، أنه ليس لديهم بيئة لغة داعمة، ويشعر الطلاب أن اللغة العربية لغة صعبة في عملية التعليم، عند التعلم يكون الطلاب أقل إنخراطًا في الحوار العربي. اللغة العربية هي لغة طبيعية. والإتصال اللغوي وجودا هو الكلام. والمحادثة طريقة تعلم جيد لدعم مهارات الكلام. وتسير البحث بالاستناد إلى النظرية أحمد فؤاد عليان و Dr.Munir وهذه الرسالة ان تعرف الطريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام لدى طلاب من صف التاسع التجريبة. لتجعل الطلاب على إتقان اللغة العربية بإستخدام مفردات تم متقنة. لتجعل الطلاب يتواصلون شفهيا بلغة عربية. منهجية البحث في هذه الرسالة البحث ومدخلة منهجية الكمية Quasi Experimment باستعمال وحيد المتغير، والباحثة تصميم pre-tes and post-test Group مقسمة إلى فئتين. والمصادر البحث، وأداة البحث، وتقنية جمع البيانات، وتقنية تحليل البيانات. ومتوسط بعد الاستعمال طريقة المحادثة pre-tes الفئة التجريبية 60،2.pre-tes and post-test اختبار الفرضيات باستخدام Analisis komparasional bivariat. ويوجد Pvalue. 00,00079 و a 1,9 بحيث أن يقول Pvalue α ، و رفض Ho و قبول H1. هناك فرق الدلالة بين الفئة التجربة والفئة التحكم في إستخدام طريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام للصف 9.11 في مدرسة الثناوية إنسان جندكيا هارو.
تجريد سوفى كرنيانتي،2022، آثار طريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام في المدرسة الثانوية إنسان جندكيا هارو، قسم تربية اللغة العربية للمعهد العالى دار القرآن باياكمبوه. اللغة العربية لطلاب المدارس الثانوية إنسان جندكيا هارو هي إتقان المفردات النادرة الإستخدام، أنه ليس لديهم بيئة لغة داعمة، ويشعر الطلاب أن اللغة العربية لغة صعبة في عملية التعليم، عند التعلم يكون الطلاب أقل إنخراطًا في الحوار العربي. اللغة العربية هي لغة طبيعية. والإتصال اللغوي وجودا هو الكلام. والمحادثة طريقة تعلم جيد لدعم مهارات الكلام. وتسير البحث بالاستناد إلى النظرية أحمد فؤاد عليان و Dr.Munir وهذه الرسالة ان تعرف الطريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام لدى طلاب من صف التاسع التجريبة. لتجعل الطلاب على إتقان اللغة العربية بإستخدام مفردات تم متقنة. لتجعل الطلاب يتواصلون شفهيا بلغة عربية. منهجية البحث في هذه الرسالة البحث ومدخلة منهجية الكمية Quasi Experimment باستعمال وحيد المتغير، والباحثة تصميم pre-tes and post-test Group مقسمة إلى فئتين. والمصادر البحث، وأداة البحث، وتقنية جمع البيانات، وتقنية تحليل البيانات. ومتوسط بعد الاستعمال طريقة المحادثة pre-tes الفئة التجريبية 60،2.pre-tes and post-test اختبار الفرضيات باستخدام Analisis komparasional bivariat. ويوجد Pvalue. 00,00079 و a 1,9 بحيث أن يقول Pvalue α ، و رفض Ho و قبول H1. هناك فرق الدلالة بين الفئة التجربة والفئة التحكم في إستخدام طريقة المحادثة لتحسين مهارة الكلام للصف 9.11 في مدرسة الثناوية إنسان جندكيا هارو.