Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.134 item publik

Publikasi

Halaman 21 dari 107

تأثير استخدام لعبة السلم والثعبان (Ular Tangga) على ترقية استيعاب مفردات اللغة العربية في مدرسة جاهايا اسلام الإسلا مية بايكمبوه

Jordan Yatsaveri
2024 · Book · Open Access

جوردان ايتسافريي ,2024 أتثري استخدام لعبة السلم والثعبان)Tangga Ular )على ترقية استيعاب مفردات اللغة العربية يف مدرسة جاهااي اسالم االسالمية ابايكمبوه, قسم تربية اللغة العربية بكلية الرتبية للمعهد العايل االسالمي دار القران ابايكمبو ه من أهم األشياء يف إتقان املهارات اللغوية األربع هو إتقان املفردات. املفردات هي العناصر الرئيسي يف اللغة اليت جيب أن يتقنها طالب اللغة األجنبية من أجل اكتساب مهارات االتصال يف تلك اللغة، ومن أجل تعلم اللغة العربية بشكل مثري لالهتمام وتسهيل فهم الطالب للمفردات العربية. أما هدف البحث هلذا البحث هو ملعرفة استخدام لعبة السلم والثعبان على ترقية استيعاب مفردات اللغة العربية و لبيان أتثري استخدام لعبة السلم والثعبان على ترقية استيعاب مفردات اللغة العربية لطالبات الصف السابع يف املدرسة جاهااي اسالم االسالمية ابايكمبوه طريقة البحث املستخدمة هي طريقة كمية يف شكل شبه التصميم التجرييب، مع تقنيات مجع البياانت، وهي املالحظة واالختبار والتوثيق. تقنيات حتليل البياانت هي: املستخدمة هو التحليل اإلحصائي. التحليل اإلحصائي استخدم اختبار t) اختبار t للعينة املقرتنة)إلثبات أتثري وسائط الثعبان خطوات حنو إتقان املفردات لدى الطالب. وبعد إجراء حبث متعمق، وجد املؤلف أنه ميكن استخدام وسائل التعلم اخلاصة ابلسلم والثعبان أتثريها على إتقان الطالب للمفردات اللغة العربية. ومن هذا البحث يتبني ذلك,من نتائج البحث ابستخدام وسائل تعلم اللغة العربية املتمثلة يف السلم والثعبان مت احلصول على النتائج, من جانبني الستبيان استجابة الطالب، ومها فهم املادة وسهولة استخدام الوسائط ومن هذين اجلانبني، أجاب الطالب العادي موافق بشدة، حبيث كانت ا. ذكر ً الدرجة املعطاة عالية جد %85 من الطالب أهنم متفقون بشدة على أن وسائط التعلم "الثعبان ا عن ذلك، ً والسلم" تساعد الطالب على أن يصبحوا أكثر مهارة يف العثور على اإلجاابت. وبعيد 2 ويف جانب آخر، ذكر %93 من الطالب أن وسائط التعلم الثعبان والسلم كانت سهلة االستخدام وأن الطالب ما زالوا مهتمني بتعلم استخدام هذه الوسائط.

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

Nirma Fadilah Nasution
2024 · Book · Open Access

Sejarah dan dasar pelaksanaan bubur Asyura merupakan inisiatif ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren pada tanggal 10 muharram, kemudian setelah pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais berkembang dan santrinya semakin banyak, maka kegiatan ini dilaksanakan di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais yang didasari dalam Q.S at-Taubat ayat 36 bahwasanya ada 4 bulan mulia di antaranya bulan Muharram. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Proses pelaksanaanya, sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasaknya, mulai dari pemotongan bahan-bahan hingga penyajian Bubur untuk di jadikan buka puasa. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Pemahaman santri terhadap tradisi ini adalah memuliakan bulan Muharram karna dianjurkan puasa sunnah dihari Asyura. Sedangkan penafsiran ayat dasar dijadikannya Bubur Asyura sebagai bulan yang dimuliakan Allah, maka tradisi ini sesuai dengan ayat Al-qur’an .

Mematikan diri sebelum Mati dikalangan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah disurau suluk Al-Mujahadah, Dusun Huta Bargot, Desa Tangun, Kec. Bangun Purba, Kab. Rokan Hulu, Provinsi Riau

Muzakkir Kholiq
2024 · Book · Open Access

Skripsi yang berjudul: “Mematikan Diri Sebelum Mati Di kalangan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah di Surau Suluk Al-Mujahadah Dusun Huta Bargot, Desa Tangun, Kec. Bangun Purba, Kab. Rokan Hulu, Prov. Riau.” Di susun Oleh: Muzakkir Kholiq, NIRM: S1.VI.19.19.490. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya suatu pemahaman dan ajaran yang ada di dalam thariqat naqsyabandiyah yang menjadikan kematian sebagai salah satu dari kaifiat dzikir yang harus dilakukan sebelum melakukan dzikir. Adapun istilah yang dipakai di dalam kaifiat dzikir tersebut adalah istilah mematikan diri sebelum mati. Secara pendekatan bahasa maka dapat diartikan, mematikan diri sebelum mati adalah suatu upaya untuk mematikan diri sebelum kematian itu datang. Dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan tumbuh pada diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar dan penafsiran serta mengungkap tata cara Mematikan diri sebelum mati di kalangan jamaah Thariqat Nasyabandiyah khususnya di Surau Suluk Al-Mujahadah di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu, provinsi Riau. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif (lapangan) yaitu mengumpulkan data-data melalui wawancara, observasi dan lain sebagainya dengan melihat bagaimana syariat Islam dalam memahami kematian. Sehingga ditemukan titik permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa mematikan diri sebelum mati ternyata adalah suatu upaya bagi seorang salik (penganut ajaran thariqat) untuk mengalahkan hawa nafsunya yang hidup di dalam dirinya sendiri, dengan tujuannya adalah agar seorang salik itu dapat merasakan kedekatannya dengan Rabbnya sehingga menjauhkannya dari kecintaan dunia, dan menjadikan seorang salik itu dapat beramal ibadah secara ikhlas dan penuh kekhusyukan dengan semata-mata mengharapkan rahmat dan ridho dari Rabbnya. Dengan cara yang digunakan memejamkan mata, memekakakn telinga, menutup mulut serta menguncikan gigi dalam berdzikir secara sirr (rahasia).

Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur’an)

Muhammad Husin
2024 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul “Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi, kecamatan Siabu, kabupaten Mandailing Natal” yang disusun oleh Muhammad Husin, NIRM S1.VI.19.19.483. Jurusan Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur‟an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penulis memilih judul Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, ini karena yang pertama, Dari pengajian yang penulis ikuti di Kecamatan Siabu hanya Desa Tangga Bosi yang mengadakan tahlilan untuk orang yang meninggal dunia tanpa membaca surah Yasin yang dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja, sedangkan desa yang lain mengadakan tahlilan dengan membaca surah Yasin, dan surah-surah pilihan. Yang kedua, Hal ini menarik bagi penulis untuk meneliti hal tersebut karna di Desa Tangga Bosi masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang mengetahui dasar dan sejarah tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi sehingga hal ini sangat membantu dalam penelitian ini. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui dasar masyarakat melakukan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi dan untuk mengetahui praktek pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Tangga Bosi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), karena penulis secara langsung menelusuri data-data di lapangan, dengan melakukan inventarisasi dan mengeksplorasi bagaimana masyarakat melakukan Tradisi Tahlilan di Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal. Adapun sumber data dalam penelitian ini juga terdiri atas dua sumber, yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yaitu pihak yangterkait seperti tokoh masyarakat Desa Tangga Bosi yang biasa ikut serta dalam kegiatan tahlilan. Sumber sekunder adalah informan, yaitu tokoh masyarakat setempat,serta bukubuku yang mengkaji perihal tahlilan atau kitab tafsir yang mendukung kepada tradisi tahlilan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar tahlilan di desa Tangga Bosi ini berasal dari ulama-ulama terdahulu yang melaksanakan tahlilan setiap ada orang yang meninggal, kemudian tahlilan tersebut menjadi tradisi yang dilaksanakan sampai sekarang, jika ada salah satu warga yang meninggal di desa Tangga Bosi, maka tiga malam sesudah mayit tersebut dikuburkan, kaum bapak melaksanakan tahlilan di kediaman si mayit, atau rumah ahlu bait, dan pelaksanannya dilakukan oleh kaum laki-laki terkhususnya kaum bapak, dan tidak diikutsertakan perempuan atau kaum ibu, karena menjaga fitnah bagi perempuan, apalagi karena tahlilan ini dilakukan di malam hari, oleh sebab itu yang ikut serta dalam pelaksanaan tahlilan ini hanya untuk laki-laki atau kaum bapak. Dalam pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi ada beberapa tahapan yaitu: Persiapan, Pelaksanaan Tahlilan di Desa Tangga Bosi dan Penutup (doa).

Kemampuan Tajwid Siswa Kelas V dan VI Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh

Rizal Khomsyah
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan murid-murid dalam menyempurnakan pengucapan makharijul huruf dalam membaca surat Attakwir, untuk mengetahui kemampuan murid-murid dalam menerapkan kaidah mad wal qashr dalam membaca surat At-takwir. Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh memiliki media yang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Yaitu menggunakan audio rekamaan para Imam Timur Tengah yang popular, untuk menghafal dan muraja’ah Al-Qur’an yaitu membacakan ayat demi ayat yang diikuti oleh siswa-siswi setelahnya. Para guru diharuskan untuk mengikuti pembelajaran setiap minggunya yaitu mempelajari Fashahatul Lisan dan Matan Tuhfatul Athfal. Sekolah ini juga memiliki beberapa tingkatan level dari setiap kelasnya, dari level I sampai VII. Pemberian materi tajwid terhadap siswa bukan menurut tingkatan kelasnya akan tetapi menurut tingkatan levelnya, dimulai pada level III sampai seterusnya. Dibalik keunggulan media yang di gunakan, penulis masih menemukan kesalahan pada bacaan siswa dari segi tajwid. Rumusan dan Batasan Masalahnya adalah bagaimana kemampuan tajwid Siswa-siswi Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh dalam menerapkan kaidah-kaidah tajwid dalam membaca surat At-takwir. Alasan penulis memilih dari Surat At-Takwir untuk dibaca oleh siswa karena, dalam Surah At-Takwir terdapat huruf-huruf yang berdekatan seperti makhraj dan yang lainya. Penulis membatasi penelitian pada bidang kemampuan pengucapan Makharijul Huruf, Mad Wal Qashr dan Hukum nun sukun dan tanwin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan ( field research ), dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Sekolah Dasar Takhashshus Qur’an ‘Ibadurrahman Kota Payakumbuh, lalu merekam bacaan Siswa Kelas V dan VI yang ada di Sekolah dengan sampel sebanyak 14 Siswa.

Al-'Adl Dalam Perspektif al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik)

Yunovi Putra
2024 · Book · Open Access

Latar belakang masalah dari pemilihan judul ini adalah karena al-‘Adl dalam al-Qur’an mempunyai aspek dan objek yang beragam. Keragaman tersebut mengakibatkan beragamnya makna al-‘Adl. Kata yang sama belum tentu memiliki arti yang sama pula ketika kata tersebut diulang pada tempat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengungkap makna dari al-‘Adl dalam al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka (library research), dan metode tafsir yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu’iy) yaitu dengan memilih satu tema yang terdapat pada ayat-ayat al-Qur’an, menghimpunnya, menafsirkannya dan menyimpulkan penjelasanpenjelasan dari tema pembahasan yang terkait. Guna mengungkap permasalahan ini, penulis menggunakan analisis dokumen tafsir maudhu’iy, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikan kemudian dianalisa. Hasil dalam penelitian ini adalah A. deskripsi ayat yaitu dalam al-Qur’an kata al-‘adl dimuat sebanyak 28 kali dengan berbagai shighat-nya (bentuk kata). Dalam al-Qur’an ada beberapa kata yang semakna dengan kata al-‘adl yaitu kata al-qisth dan kata al-wazn. Masing-masing kata tersebut ditempatkan dalam ayat-ayat yang berbeda dan dalam beberapa ayat berada dalam satu ayat secara bersamaan. B. penefsiran ayat yaitu: Al-‘adl adalah “Sesuatu yang lurus” menyamakan sesuatu dengan yang lain “seimbang” benar dan lurus, mengimbangi sesuatu “tebusan” dan “syirik (menyekutukan Allah)”. Dilihat dari titik persamaan arti al-‘adl tersebut yaitu “tidak memihak” (dalam penetepan hukum), “seimbang” (dalam timbangan/neraca), “tebusan” (menyamakan perbuatan dengan akibatnya). Al-‘adl memiliki beberapa makna, yaitu: 1. al-‘adl yang bermakna tebusan, 2. al-‘adl yang bermakna adil, 3. al-‘adl yang bermakna sebanding/seimbang, dan 4. al-‘adl yang bermakna sekutu (menyimpang)