Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.134 item publik

Publikasi

Halaman 22 dari 107

Makna Jihad Berdasarkan Ayat Makiyyah dan Madaniyyah

Afrizal
2024 · Book · Open Access

Fenomena penyerangan yang mengatas namakan jihad masih sering kita dengar belakangan ini. Sasarannya pun kian berkembang dari yang semula hanya memerangi non-muslim, kini juga berperang dengan kaum muslim yang berbeda paham dengan mereka. Mereka berkeyakinan bahwa hal itu merupakan syariat islam yang wajib dijalankan. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa banyak ayat-ayat yang membicarakan tentang jihad yang secara eksplisit memang menunjukkan perintah untuk berperang. Dari sini timbul permasalahan,apakah memang ayat tersebut memerintahkan untuk terus berperang?. Bagaimana dengan kenyataan bahwa Rasulullah baru berperang ketika beliau pada periode Madinah?. Peperangan itu pun kebanyakan dilakukan untuk melawan kaum kafir Makkah, bukan penduduk non muslim di Madinah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian dalam skripsi ini yaitu penelitian pustaka(libraryresearch), dan metode tafsir yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir tematik (maudhu’iy) yaitu dengan memilih satu istilah yang terdapat pada ayat-ayat al-Qur’an, menghimpunnya, menafsirkannya dan menyimpulkan penjelasan-penjelasan dari tema pembahasan yang terkait. Guna mengungkap permasalahan ini, penulis menggunakan analisis dokumen tafsir maudhu’iy, dimana semua isyarat serta fenomena yang berhubungan dengan pokok bahasan dideskripsikan kemudian dianalisa. Hasil dalam penelitian ini, Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa seluruh ayat –ayat jihad yang terdapat pada ayat Makkiyyah, seluruhnya tidak ada yang bermakna perang. karena peperangan baru dilakukan Rasulullah pada periode Madinah. Dari sini dapat dipahami bahwa ternyata makna jihad berdasarkan ayat-ayat makiyyah dan madaniyyah tidak harus perang. Ia dapat berbentuk bersungguh-sungguh, kuat, kemampuan, paksaan, ujian atau cobaan, pemberantasan kebodohan, pengentasan kemiskinan, dan pembenahan sistem hukum. Terdapat perbedaan makna antara ayat jihad berdasarkan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah. Ayat-ayat jihad Makiyyah pada umumnya menyeru untuk bersabar terhadap tindakan-tindakan musuh, disamping terus berdakwah secara lisan ditengah tengah umat manusia. Memang tidak ada pilihan lain bagi mereka selain pilihan itu. Sedangkan ayat-ayat jihad Madaniyyah, sesuai dengan kondisi umat Islam pada waktu itu, menyeru kaum mukminin untuk menghadapi musuh secara berhadapan langsung dan mewajibkan mereka untuk memerangi orang-orang kafir.

Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Hamka dalam kitab tafsir Al-Azhar

Reza Azmi
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena angka pernikahan yang semakin menurun di Indonesia dan sekitar 400.000 kasus perceraian terjadi setiap tahunnya. Ini menunjukkan ada yang salah dalam proses pencarian pasangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i Abdul Hayy AlFarmawi. Sumber data utama dalam penelitian ini yaitu kitab tafsir AlAzhar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui klasifikasi ayat tentang kriteria memilih pasangan hidup serta penafsirannya menurut Hamka dalam kitab Tafsir Al-Azhar. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan lafadz “zawaja”, terdapat 13 ayat diantaranya Az-zukhruf:12, Az-zumar:6, An-nahl:72, Ar-ruum:21, Faatiir:11, Asy-syura:11, An-naba’:8, An-nisa:1, Az-zariyat:49, An-najm:45, Al:qiyamah:39, Yaa-siin:36 dan Albaqarah:221. Dari penafsiran ayat tersebut terdapat 4 kriteria memilih pasangan hidup;pertama seiman. Ditegaskan larangan menikahi laki-laki musyrik atau perempuan musyrik, kecuali kemudian mereka beriman. Namun pada ayat lain (Qs. Al-Maidah:5) dijelaskan laki-laki beriman boleh menikahi perempuan musyrik (ahlul kitab) yaitu Yahudi dan Nasrani, orang yang beragama lain seperti Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain tidak bisa digolongkan ke dalam Ahli Kitab. Maka dari itu menikahi Ahli Kitab sudah tidak relevan lagi dizaman sekarang. Kedua bertaqwa, Ketiga sesama manusia., keempat, berpasangan. Allah menciptakan semuanya berpasangan (manusia, tanaman, hewan, alam dan lain-lain). Allah menciptakan manusia berpasangan laki-laki dan perempuan agar berkembangnya manusia dimuka bumi.

Penerapan Tajwid Guru TPQ di Kanagarian Mungo

Nofa Fatmawati
2024 · Book · Open Access

Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui pemahaman tajwid guru TPQ di Kenegarian Mungo dalam hal teori maupun praktek makharijul huruf dan hukum Nun Mati dan Tanwin. karena kemampun itu nanti akan di ajarkan kepada generasi yang akan datang sebagai generasi pewaris al-Qur’an. dan sudah semestinya seorang guru TPQ itu menguasai tajwid dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis memilih sampel sebagian Guru TPQ di Kenagarian Mungo, dengan teknik penentuan sampelnya adalah Simple Random Sampling Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa Penerapan Tajwid guru TPQ di Kenagarian Mungo dari 40 orang guru, ada beberapa orang guru yang masih kurang baik secara praktek dan teori, terutama bidang makharijul huruf, Hukum Nun Sukun dan Tanwin terdapat banyak kesalahan, seperti pengucapan huruf syin dan lain sebagainya, diantaranya ada 11 orang guru yang sudah paham dengan teori dan praktek, 25 orang guru yang masih kuran paham tentang teori dan praktek dan 4 orang guru tidak paham sama sekali tentang teori dan praktek. Saran-saran, hendaknya kepada guru TPQ agar lebih meningkatkan kualitas pemahaman dan penguasaannya dibidang ilmu tajwid dan memperbaiki bacaannya, kemudian pengurus TPQ harus memperhatikan dan lebih seksama dalam memilih seorang guru yang berkwalitas, Pemerintah Kabupaten 50 Kota dan Kementerian Agama serta lembaga-lembaga yang terkait hendaknya selalu bekerja sama dalam pembinaan guru TPQ ini dan mengadakan pelatihan guru-guru TPQ.

Makna عليكم أنفسكم dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Tahlili)

Bilal Abdullah
2024 · Book · Open Access

Al-Qur’an tidak hanya selalu berbicara tentang perihal akidah dan perihal ibadah saja tapi juga mengandung ilmu pengaetahuan dan sains. Sudah banyak kita temukan hasil karya yang berkaitan dengan Ilmu pengetahuan dan sains dalam Al-Qur’an. Diantara hal yang digambarkan dalam ayat Al-Qur’an berkaitan dengan Solar System atau lebih dikenal dengan Tata Surya. Pada kesempatan ini penulis akan mencoba untuk menelusuri ayat-ayat yang berkaitan dengan Solar System. Tata surya salah satu bukti nyata keagungan Allah Ta’ala, Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta dengan sangat detail dengan sistem yang terstruktur. Pada zaman modern ini, banyak sekali fakta-fakta Ilmiah yang telah diungkap oleh para ilmuwan sains mengenai tata surya. Informasi mengenai Tata Surya ini sebenarnya sudah tertulis 14 abad yang lalu di dalam Al Qur’an yang merupakan kitab suci dan petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia. Hal ini membuktikan bahwa sains dan agama (Islam) bisa berjalan beriringan tanpa perlu terjadi pemisahan diantara keduanya. Maka disini penulis menggunakan sistem Penelitian Kepustakaan dengan Pendekatan Kualitatif Tafsir Ilmi dalam pembahasan ini. Kemudian pembahasan kali ini berfokus terhadap surat Al-Anbiya’ ayat 30-33 dan surat Yasin ayat 38-40 sebagai ayat utamanya. Penulis berusaha untuk menghubungkan antara penelitian Ilmiah dengan ayat-ayat yang memiliki indikasi tentang Tata Surya didalamnya

Amtsal Orang Kafir Dalam Al Qur’an (Studi Tafsir Maudhu’i)

Ahd. Yani
2024 · Book · Open Access

Cara Allah dalam menyampaikan al-Qur’an kepada manusia menggunakan Uslub (gaya bahasa) yang beraneka ragam, ada yang disampaikan melalui kisah-kisah, melalui qasam (sumpah), ketauhidan,hukum-hukum dan perumpamaan-perumpamaan (amtsal). Kata kafir ( kufr ) yang bermakna menutupi. Malam disebut sebagai kafir karena menutupi segala objek dengan kegelapan, dan petani disebut juga sebagai kafir karena menutupi benih ditanah. Adapun tujuan penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Amtsal Orang-orang Kafir dalam al-Qur’an. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan ( Library research ) dengan pendekatan kualitatif, adapun Sumber data primer penelitian ini adalah al-Qur’an, data sekunder penelitian ini adalah kitab-kitab tafsir, skripsi, dan jurnal. Dari hasil penafsiran terhadap amtsal orang-orang kafir dikelompokkan menjadi enam golongan Kesimpulan penelitian ini amtsal kafir, dalam al-qur’an pertama, orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah mereka diperumpamakan seperti seekor anjing, orang yang buta dan tuli, dan seperti domba, kedua, Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, mereka memperumpamakan Allah seperti makhluk yang tidak akan bisa mengembalikan tulang-belulang yang hancur, ketiga, orang-orang kafir yang menyekutukan Allah berhala mereka Allah perumpamakan seperti hamba sahaya yang buta dan tuli, seekor laba-laba yang berlindung kepada sarangnya, orang yang duduk ditepi sumur untuk mengambil air, patung yang lemah yang mati menciptakan seekor lalat pun tidak akan sanggup, keempat, perumpamaan orang-orang kafir yang menginfakkan harta nya di dunia Allah perumpamakan harta yang mereka infakkan itu seperti ladang yang hancur yang tidak bisa dipanen, kelima, perumpamaan keadaan orang yang melakukan syirik Allah perumpamakan seperti orang yang jatuh dari langit sehingga badan nya hancur, dan yang keenam Perumpamaan orang kafir Allah perumpamakan seprti kekafiran istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.

Makna Hijrah Menurut Hanan Attaki di Media Youtube

Rahma Deli
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan kajian tafsir Al Qur’an mulai dari zaman Nabi sampai sekarang. Saat ini, kajian tafsir Al Qur’an telah memasuki fase baru melalui media sosial seperti YouTube. Salah seorang Ustadz yang mengkaji kajian tafsir melalui YouTube adalah Hanan Attaki. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan kajian di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi virtual yaitu mengumpulkan data yang berasal dari informasi yang ada di lingkungan online. Hasil dari penelitian ini, pertama identifikasi video kajian Hanan Attaki terbagi dua yaitu, tentang spirit Hijrah kaum Muhajirin dan Anshor dan ujian orang yang berhijrah. Kedua, pemahaman ayat tentang Hijrah menurut Hanan Attaki, dalam Q.S At Taubah: 100, mengikuti peran 1 Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, sebagai muhajirin yaitu orang yang hijrah dan peran nushroh yaitu orang yang menolong orang yang hijrah. Dalam Surah Al Hasyr ayat 8-9 dan Al Ankabut ayat 2-3 tentang adanya ujian yang akan dialami oleh orang yang berhijrah. Sedangkan dalam Surah Al Baqarah: 214 tentang bentuk ujian yang akan dialami yaitu ujian fisik, harta, dan perasaan. Ketiga, analisis penulis terhadap pemahaman ayat tentang hijrah menurut Hanan Attaki, yaitu metode yang digunakan yaitu maudhu’i, corak tafsir yang digunakan dalam penyampaian ceramah Hanan Attaki di media YouTube adalah adabi ijtima’i (sosial kemasyarakatan)

Qadha Menurut Penafsiran Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitab Asy-Syakhsiyah Al-Islamiyah

Nofri Indra
2024 · Book · Open Access

Umat islam mengalami kemunduran ketika munculnya ahli kalam dan para mutakalimin dan di terjemahkannya filsafat yunani yang membahas masalah qadha dan qadar memfokuskan perdebatannya apakah perbuatan hamba diciptakan Allaha ataukah mereka yang menciptakan perbuatannya sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), deskriptif dengan pendekatan metode tafsir Maudhu‘i. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang makna qadha dalam kitab Asy Syakhsiyah Al Islmiyah untuk menjadi pengetahuan umum tentang makna qadha menurut pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani. Karena penulis menganggap makna qadha mesti diketahui dalam aspek pemikiran beliau agar tidak menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan makna yang sesungguhnya. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa bahwa penafsiran qadha menurut Syekh Taqiiyuddin An Nabhani dalam kitab Asy Syaksiyah Al Islamiah yakni kehendak Allah pada hukum Allah pada perkara-perkara yang bersifat kulliyyat (global) saja. Juga tidak dijumpai pada perkara-perkara parsial (rinciannya). Oleh karena ini maka kata qadha mempunyai beberapa makna bahasa yang telah digunakan al-Quran, yakni qadha bermakna ketetapan atau kehendak Allah atas ciptaannya dan kejadian-kejadian yang menimpa manusia pada area yang manusia dikuasainya. Kemudian dari alisis penafsiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani menggunakan metode maudhu‘i (tematik) dengan corak aqidah.

Menafsirkan Kata Ghalazh Dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Maudhu'i)

Elfina
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatar belakangi oleh lafazh غلظ dengan 4 makna dalam AlQur’an, kemudian Ghalazh dengan 9 bentuk kata, 13 ayat, dalam 10 surat. Berkaitan dengan lafazh Ghalazh yang mana 5 ayat menjelaskan tentang sikap, 4 ayat yang menjelaskan tentang azab, 3 ayat yang menjelaskan tentang perjanjian, dan 1 ayat yang menjelaskan tentang malaikat. Karena hal inilah perlu untuk menelusuri penafsiran ulama mengenai kata Ghalazh, mengklafikasikan dan meneliti penafsiran kata Ghalazh dalam Al-Qur’an tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka(Library research) bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ghalazh dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan beberapa kitab tafsir yakni, Tafsir Al-Kasyaf, Fath Al Qadir, AlAzhar, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Jalalain, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Fi ZhilalilQur'an, Al-Munir, Departemen Agama RI. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ghalazh serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz ظ ل غ disebutkan dalam AlQur’an sebanyak 9 kata, dengan 13 ayat dalam 10 surah. Kata غلظ berarti keras, kasar, menguatkan, mengokohkan, dan kekerasan. Berkaitan dengan Ghalazh ada 9 kategori Madaniyyah dan 4 kategori Makkiyyah. Kata ghalazh ditafsirkan memiliki makna keras yang bisa disandarkan kepada benda maupun sifat makhluk Allah. Kata Ghalazh membahas tentang berbagai aspek seperti, sikap, perjanji, azab, dan juga malaikat. Ada empat pembagian dari kata Ghalazh tersebut yaitu, yang pertama Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Azab yang merupakan azab neraka itu sangatlah keras atau pedih dan siksaannya tiada putus-putus yang tidak bisa dihindari itulah balasan untuk orang kafir atas berbagai kemaksiatan yang dibuatnya hal ini di jelaskan untuk orang kafir, kedua Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Sikap yang merupakan perintah untuk berjihad dan juga bersifat atau bersikap keras terhadap orang kafir dan munafik, ketiga Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan Perjanjian yang merupakan kokoh atau kuatnya sebuah perjanjian yang sudah di buat disertai dengan sumpah kepada Allah, keempat Ghalazh di tafsirkan yang berhubungan dengan sifat atau sikap Malaikat yang merupakan penjelasan tentang malaikat yang sangat keras dan kasar dalam menyiksa para penghuni neraka, dan tidak pernah melawan perintah Allah. Karena itulah Allah memerintahkan orang-orang beriman menjaga dirinya maupun keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia, dan batu.

Adab Membaca Al Qur'an (Studi Kasus Jama'ah Kelompok Yasin Jorong Pulutan Kenagarian Koto Tuo Kecamatan Harau)

Hadiatul Fitria
2024 · Book · Open Access

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa pembaca Al-qur’an memang betul-betul heterogen. Tidak mengenal batas usia, jenis kelamin,disiplin ilmu,. Tetapi yang menjadi persoalan dari kesekian pembaca tersebut terutama kaum muslimim sudahkah mereka memahami dan mengamalkan bagaimana adab-adab yang harus dilaksanakan ketika akan dan sedang berinteraksi dengan Al-qur’an. hal ini menjadi suatu tuntutan kembali untuk membahasnya. Apalagi dengan melihat realitas saat ini, dimana pembaca Al-qur’an mengalami pergeseran sekaligus kemajuan dikarenakan mengikuti perkembangan zaman.Sejumlah ulama terkemuka telah menulis kitab-kitab yang berhubungan dengan adab atau etika, salah satunya yaitu kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an karya Imam An-Nawawi Al-Hafidz AlFaqih Al-Muhaddits.

Dampak Gadget Terhadap Peningkatan Hafalan Al-Qur’an Santri Di Pondok Pesantren Ma’had Darul Ikhlas Dalan Lidang

Nur Atika
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini berfokus pada kehadiran gadget di dunia pesantren, khususnya terkait dengan tradisi menghafal Al-Qur'an. Gadget, sebagai simbol modernitas, menimbulkan tantangan dalam menjaga konsentrasi santri dalam menghafal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak positif dan negatif penggunaan gadget terhadap hafalan Al-Qur'an santriwati di Ma’had Tahfizh Aisyah As-Salamah serta menganalisis penafsiran QS. Al-Qamar ayat 17 yang menegaskan kemudahan menghafal Al-Qur'an. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun gadget dapat mendukung pembelajaran, penggunaannya harus bijaksana agar tidak mengganggu fokus hafalan. Surah Al-Qamar mengajarkan pentingnya mengambil hikmah dan petunjuk Allah, sehingga gadget sebaiknya dimanfaatkan untuk tujuan yang baik dengan pengawasan dan pembatasan yang tepat.

Hedonisme Dalam Al-Qur'an Surah Al Isra' (Studi Tafsir Al Azhar)

Rezki Prasetya
2024 · Book · Open Access

Hedonisme tidak hanya mencerminkan perilaku individu, tetapi juga mempunyai dampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan sosial.Konsumsi berlebihan, kesenjangan sosial yang semakin lebar, dan eksploitasi lingkungan hidup semakin dipandang sebagai akibat dari hedonisme yangs tidak terkendali. Dalam hal ini, Al-Quran memberikan pedoman etika yang ketat dan menekankan pentingnya menjaga moral yang baik dan menjaga keharmonisan sosial dan kosmis.2 Penelitian ini mempunyai tujuan yang sangat penting. ketat dan menekankan pentingnya menjaga moral yang baik dan menjaga keharmonisan sosial dan kosmis. Penelitian ini mempunyai tujuan yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi hedonisme dalam perspektif Al-Qur‟an, khususnya melalui analisis Tafsir Al-Azhar terhadap QS. Al-Isra ayat 27. Hedonisme sebagai pandangan hidup yang menekankan pencarian kebahagiaan dan kepuasan pribadi sebagai tujuan utama, semakin marak dalam masyarakat modern, khususnya di kalangan remaja. Gaya hidup ini sering kali menyebabkan perilaku impulsif, konsumtif, dan egois yang berpotensi merusak moral individu serta harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menelaah interpretasi QS. Al-Isra ayat 27 dalam Tafsir Al-Azhar. Ayat ini menekankan pentingnya menghindari perilaku boros dan tidak bertanggung jawab dalam penggunaan harta, karena pemborosan dianggap sebagai perilaku yang dekat dengan setan yang ingkar kepada Tuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonisme bertentangan dengan ajaran Al-Qur‟an yang mengajarkan keseimbangan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan budaya hedonisme, serta memberikan panduan untuk membentuk masyarakat yang lebih beradab dan bermoral.

اسلوب القصة و اثارها لمهارة الكلام في تعليم اللغة العربية للطلاب فصل الثامن في المعهد الحديث الكوثر محمدية باياكمبوه

Meisi Kurniadi
2024 · Book · Open Access

ان يف ادلردرسة حمم سارى المك ليما بولوه كوات، أن ىناك صعوابت يف التحردث ابللغة العربية، سواء يف تعلم اللغة العربية أو يف األنشطة اليومية، بل كانت ىناك العردد من العقبات مثل نقص ادلعرفة ابدلفردات العربية، وعردم القردرة على التحردث ابللغة العربية بطالقة. أما بنسبة ألغراض البحث اليت ارادهتا ميسي كرنيادي PAAl Muqaffa: Jurnal Pendidikan dan Sastra Arab Juli 2024 | Vol. 1 No. 1 ة دل ّ الباحثة وىي كاآلتية: لبيان أتثري أسلوب القص هارة الكالم يف تعليم اللّغة العربية، دلعرفة أتثري أسلوب ة يف زايدة مفردات العربية. ّ القص إن منهجية البحث ادلستخردمة ىي ادلنهج التجرييب و استخردمت الباحثة يف ىذا البحث ابدلردخل الكمي. جيري ىذا البحث ابستخردام اجملموعتني، اجملموع التجريبية و اجملموع الضابطة.ربليل البياانت يستخردم spss مع صيغة test-t. وأما نتيجة البحث بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0،0،0 > 0 0، ،0 مث HO مرفوض و HA مقبول، بظهور أن بيات البحث Sig (-2Tailed(.: 0 000، > 0 0، 0 ، مث HO، مقبول. و بظهور أن بيات البحث (-2Tailed(: Sig. 0 بني ً معنوايً 0،0،0 < 0 0، 0 ، مث HO مرفوض و HA مقبول، ومن ىنا ميكن استنتاج أن ىناك تغريا متوسط نتائج التعلم.

علاقة حفظ القرآن الجزء 30 على إتقان مفردات العربية في معهد حاجی مسکن بادانج بانجانج

Sofani Wahidal Haq
2024 · Book · Open Access

بنا عربية ًء على عدد الطالب الذين يحفظون القرآن الكريم ويتعلمون اللغة ال ويضعون المفردات العربية في الحياة اليومية في معهد حاجي مسكين، هنا يرغب الباحثة في معرفة ما إذا كان هناك عالقة بين حفظ القرآن الكريم والمفردات العربية ألن اللغة العربية هي لغة القرآن الكريم. الدراسة الحالية تهدف إلى معرفة ما إذا كان هناك عالقة بين حفظ القرآن الكريم واستيعاب المفردات في لغة العرب لطالب الصف الثامن في المعهد الحاجى مسكين بادانج بانجانج. المستخدم في هذه الدراسة هو الكمي، أي أنها تعتمد على أسلوب االرتباط. نوع تحليل االرتباط المستخدم في هذه الدراسة هو تحليل االرتباط البسيط. وتم جمع البيانات لهذه الدراسة من خالل المقابلة والمالحظة واالختبار، وتم تحليل البيانات باستخدام طريقة بيرسون المعروفة أي ًضا بـ Pearson Moment Product. أظهرت نتائج الدراسة أن متوسط نتائج اختبار حفظ القرآن الكريم جزء ثالثين لطالب الصف الثامن يندرج ضمن فئة الجيد، وهو .75 بينما يتندرج متوسط نتائج اختبار مستوى اتقان مفردات الطالب ضمن فئة الجيد أي ًضا، وهو .80 ثم بعد إجراء اختبار الفرضيات، تبين أن معامل االرتباط بيرسون يبلغ ،0.324 ومن خالل قراءة قيمة الداللة وجد أنها تبلغ ،0.075 والتي تعني أن حجم االرتباط بين متغير حفظ القرآن الكريم ومتغير اتقان مفردات اللغة العربية يندرج تحت فئة االنخراط المنخفض. وبالتالي استنتاج أنه ال توجد عالقة تربط بين حفظ جزء ثالثين من القرآن الكريم لطالب الصف الثامن في بيت الحاج مسكين بادانج بانجانج مع اتقان مفردات اللغة العربية. وبمعنى آخر، كلما زاد حفظ الطالب للقرآن الكريم، كلما كان ذلك غير متصل بتحقيقهم التقان مفردات اللغة العربية.

تأثير طريقة الاستجابة الجسدية الكاملة لترقية رقبة التلاميذ على تعليم المفردات في مدرسة الكوثر محمدية الثانوية باياكمبوه

Mariati
2024 · Book · Open Access

اذلدف ى ا البحث لبيان استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات و دلعرفة أثرىا يف الصف الثامن يف مدرسة الكوثر زلمدية الثانوية ساري المك دلابولوه كواتا. ادلدخل ادلستخدم يف ى البحث ىو ادلدخل الكامي.استخدام ى ه الدراسة منوذج تصميم شبة ذبرييب )test-post and test-pre )وعينة ى ا البحث ىي الفصل "أ" عددىا ،۳۰ وفصل "ب" عددىا ·ٖ التبلمي وصل ى ا البحث إىل نتائج. من أمهها أن استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة ) Physical Total Response )يؤثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات لدى طبلب. وى ا يستنتج من حساب اإلحصاء كما يلي، تأثري طريقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة ب على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات ظهور أن بيانا ت البحث : ) Tailed - 2 ( Sig ٖٓٗ،ٓ >ٓ.ٓ٘ ، مث HOمر دود HA مقبول ، دبعٌت آخر فإن لو اثر على ترقية رغبة التبلمي يف تعلم ادلفردات ال ي تستخدمون طر يقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة تكون أكثر فاعلية من التبلمي ال ين التستخدمون طريقة اإلستجابة اجلسدية الكاملة . فالفرضية االصلية مقبولة والفرضية البدلية مردودة دبعٌت أن استخدام طريقة االستجابة اجلسدية الكاملة

استخدام طريقة تعليم المحادثة لترقية مهارة كلام اللغة العربية في مدرسة انسان جندكياا العالية باياكمبوه

Asti Isnawati
2024 · Book · Open Access

اكثر من الطالبات صعوبة يف فهم دروس و يف تكلم اللغة العربية, و غري املتحمسة للتعلم ألن التعلم رتيب من املفردات اىل املفردات حىت يكون تعلم اللغة العربية اقل ااثرة لالهتمام وال يرغب الطالبات يف التعلم. الكيفية طالب احملادسة قبل تعليم, كيف يتم اتقان طالب احملادثة بعد تغليم, هل هناك زايدة يف اتقان احملادثة. واالهداف هلذا البحث وهي ملعرفة كيفية مهارة كالم قبل تعليم احملادثة. ولبيان إتقان طالب احملادثة بعد ت عليم احملادثة,وإلظهار حتسني مهارة الكالم من الل تعليم احملادثة لطالب الصف العاشر. هذا النوع من البحث يف شكل )حبث إجرائي يف الصفى الدراسي( يستحدم هذالبحث مقاربة نوعية ولكن النتائج النهائ واالدوات املستحدمة وهي املالحظة والتوثيق واالختبار. أما نتائج البحث وهي األول يعين كيفية مهارة كالم قبل تعليم احملادثة يعين اعطيت الباحثة اختبارات كتابية وشفهية لكن النتائج كانت بعيدة عن ما اراده الباحثة، و مل حيصلوا على درجات جيدة ومل جييب التلميذات على األسئلة األساسية. الثاين بعد تعليم احملادثة يعين يف الدورة الثانية هناك زايدة نتائج جيدة، يف الدورة الثانية، 16 من التلميذات وجدت النتائج ،100-90 يعين %53 من 30 التلميذات، و 7 التلميذات وجدت النتائج 89-80 يعين %23,3 من 30 التلميذات، و ايضا 4 من الطالبات وجدت النتائج 79-70 يعين %13،3 من 30 التلميذات،و ايضا 3 التلميذات وجدت النتائج 60 يعين %1 من 30 التلميذات. الثالث زايدة حتسني مهارة كالم من خالل تعليم احملادثة يعين بعد تعلمت التاميذات ابستحدام تعليم احملادثة ال يقتصر هذا التحسن على القدرة على التحدث فحسب أصبح الفصل ايضا أكثر نشاطا والتلميذات متحمسون جدا لتعلم اللغة العربية وأصبح التلميذات قادرين على املشاركة يف التتحدث ابستحدام اللغة العربية

Ketenangan Hati dalam Al Qur'an (Studi Tafsir Tematik)

Khaidar Harahap
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomenal yang tidak sedikit masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja bahkan mahasiswa dan Orangtua yang menjadai korban dan pelaku tindakan bunuh diri sebab kurangnya iman dalam hati. Didalam AlQur‟an surah An-Nisa ayat 103, surah Ar-Ra‟du ayat 28, surah Al-Hajj ayat 35, surah Al-Anfal ayat 2, surah Az-Zumar ayat 23, Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dan metode kualitatif, dan dikumpulkan melalui data primer berupa kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Azhar, Tafsir Fi-Dzilalil Qur‟an, Tafsir Al-Qusyairi, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Mafatihul Ghaib, Tafsir Al-Kasysyaf, yang berhubungan dengan tema, dan data sekunder berupa buku dan jurnal yang relevan, dan metode penafsiran yang digunakan adalah metode maudhu‟i. Adapun cara mendapatkan ketenangan hati dalam ayat tersebut ada tiga poin yaitu pertama dengan sholat, karena inti daripada sholat untuk mangingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Kedua berdzikir, karena dengan berdzikir dapat mendatangkan ketenangan, dan dapat memberikan cahaya kepada hati yang gelap dan dapat membuka tabir yang menghalangi seseorang untuk dekat dengan Allah, akan terhindar dari dari segala macam noda dalam hati, dengan dzikir seseorang akan merasa tentram karena dekat dengan Allah. Ketiga membaca Al-Qur‟an, sabar, dan manginfakkan sebagaian rezekiya, karena dengan membaca Al-Qur‟an seseorang akan merasakan ketenangan dan getaran dalam hati yang membuat seseorang takut dengan kekuasaan Allah, karena Al-Qur‟an adalah cara seorang hamba dapat berintraksi langsung dengan Allah.