Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

2.134 item publik

Publikasi

Halaman 25 dari 107

Pelaksanaan Tradisi Mangupa-upa Tondi dalam Pernikahan di Desa Simpang Bajole Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur'an)

FITRI ZAKIAH
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Tradisi Mangupa-upa Tondi pasca ‎Pernikahan di Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten ‎Mandailing Natal (kajian living Qur’an)” yang ditulis oleh Fitri Zakiyah ‎NIRM.S1.VI.19.17.077, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.‎ Latar belakang penelitian ini adalah adanya keunikan dalam pelaksanaan ‎tradisi Mangupa-upa Tondi pasca pernikahan di Desa Simpang Bajole, bila ‎dibandingkan dengan Desa atau tempat lain tradisi Mangupa-upa Tondi di Desa ‎Simpang Bajole dianjurkan baik laki-laki dan perempuan, kemudian adanya ‎perbedaan tata cara pelaksanaan termasuk di dalamnya pembacaan ayat Al-Qur’an ‎dan cara penyajian makanan.‎ Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa ‎kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan ‎living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga ‎Bayu, Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, peneliti ‎menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam ‎menganalisis data peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi ‎data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.‎ Penelitian ini menemukan bahwa sejarah Tradisi adat Mangaupa-upa berasal dari ‎Sumatera Utara merupakan salah satu tradisi dari adat Batak Mandailing dan ‎Batak Toba yang sudah dilaksanakan secara turun termurun dari satu generasi ke ‎generasi. Berdasarkan temuan dari penelitian tradisi Mangupa-upa tondi ‎merupakan tradisi dari khas Batak yang memiliki tujuan untuk mengembalikan ‎tondi (semangat) ke dalam diri seseorang yang di upa-upa kemudian memohon ‎keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari keburukan, ‎diberikan kesehatan, keselamatan, dan diberikan rezeki dalam kehidupannya. ‎Tradisi Mangupa-upa di Desa Simpang Bajole telah dilaksanakan sejak 1948 dan ‎dilakukan pertama kali oleh masyarakat setempat. Tradisi Mangupa-upa dipimpin ‎langsung oleh pemimpin adat setempat. Proses pelaksanaan Mangupa-upa dimulai ‎dari berkumpulnya seluruh keluarga dari kedua pengantin disertai beberapa tokoh ‎dari pembawa acara. Tokoh masyarakat membuka acara dimulai dari salam ‎pembuka yang diawali dengan kalimat tahmid dan takhtim, shalawat kepada Nabi ‎Muhammad Saw, kemudian doa dan nasehat dari tokoh adat, selanjutnya ‎tambahan nasehat juga doa dari mora dan anak boru, acara selanjutnya pemberian ‎makan kedua pengantin, lalu doa dan nasehat penutup dari pihak keluarga diwakili ‎oleh kahanggi, selanjutnya penutupan acara dari tokoh agama dengan ‎membacakan doa dan beberapa ayat. Dasar pelaksanaan Mangupa-upa Tondi ‎pasca pernikahan yaitu surah Q.S Ar Rad:21, dari penjelasan kitab tafsir orang-‎orang yang senantiasa menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya ‎dihubungkan dantaranya silaturrahmi. Sedangkan menurut pemahaman Komta ‎Dalimunte selaku tokoh pelaksana, hubungan surah Ar Rad:21 dengan tradisi ini ‎adalah mengadakan acara Mangupa-upa tondi ini merupakan salah satu bentuk ‎ketaatan kepada Allah Swt.‎

أتثري وسيلة عجلة الدورة )Spinning Wheel)على إتقان املفردات العربية يف معهد املنار الثانوي ابتو مهبار ليما بولوه كوا

AYUH SETIA NINGSIH
2024 · Book · Open Access

ايوه سيتيا نينغسيح، 2024، أتثري وسيلة عجلة الدورة )Spinning Wheel) على إتقان املفردات العربية يف معهد املنار الثانوي ابتو مهبار ليما بولوه كوات، قسم الرتبية اللغة العربية للمعهد العاىل دار القرآن ابايكمبوه. املفردات هي عنصر من عناصر اللغة. يعد إتقان املفردات العربية أم ارًضرورايًجدًا ملساعدة املتحدثني على تكوين اجلمل بشكل مثايل. رصدت الباحثة مالحظات يف مدرسة تعاين من مشاكل ميدانية، وهم الطالب الذين يدرسون اللغة العربية أثناء الدروس يف الفصل أو خارج الفصل ولكن معظمهم ال ميارسوهنا يف احلياة اليومية، وأغلبهم يواجهون صعوبة يف حفظ وفهم مفردات اللغة العربية ويواجهون صعوبة من خالل تكوين مجل من املفردات املتوفرة لديهم، وجدت أن درجات العديد من الطالب كانت ال تزال أقل من KKM واستخدم املعلمون يف الغالب طريقة احملاضرة ومل يستخدموا الوسيلة مطلقًا عند تقدمي املواد التعليمية. وبناءًعلى هذه املشكالت، أجرىت الباحثة جتارب من خالل تطبيق وسائل التعلم، وهي وسيلة عجلة الدورة على إتقان مفردات العربية. يهدف هذا البحث إىل استخدام وسيلة عجلة الدورة على إتقان مفردات العربية، وأتثري وسيلة عجلة الدورة على تكوين اجلمل العربية للطالب الصف الثامن يف معهد املنار الثانوي ابتو مهبار ليما بولوه كوات. طريقة البحث املستخدمة يف هذا البحث هي البحث الكمي. وكان تصميم البحث املستخدم تصميم شبه جترييب على شكل جمموعة جتريبية وجمموعة ضابطة. عدد السكان هم طالب الصف الثامن يف معهد املنار الثانوي. وقد قامت الباحثة أبخذ عينة مكونة من 27 فصل 8.1 و 26 فصل 8.2 ليصبح اجملموع 53 طالبا. وكانت العينات املستخدمة يف هذا البحث هي العينات غري العشوائية. اختبار تقنيات مجع البياانت واملالحظة واملقابالت والتوثيق. تستخدم تقنيات حتليل البياانت حتليل البياانت الوصفية وحتليل البياانت االستداللية. استخدام وسيلة عجلة الدورة يستطيع املعلمون والطالب تدوير الدوار وميكن احلصول على جزء الدوار الذي حيصل عليه الطالب من اجلزء الذي يتوقف على اإلبرة بعد الدوارن. يُطلب من الطالب البحث عن الورقة يف املربعني ۱ و۲ وفتحها. إذا جنح الطالب يف اإلجابة على األسئلة املوجودة على الدوارات الكبرية والصغرية، فسيمنح املعلم درجة تقييم تبلغ ۱۰، وإذا كانت اإلجابة غري صحيحة، فسوف مينح املعلم نصف الدرجة، ولكن إذا مل تكن أي من اإلجاابت صحيحة فإن النتيجة املعطاة هي 0 و ظهرت على أتثري وسيلة عجلة الدورة ) Spinning Wheel) على إتقان املفردات وعلى تكوين اجلمل العربية نتائج حبث اختبار t أن هناك أتثرياًإجيابياًومعنوايًبني وسيلة عجلة الدورة )Spinning Wheel) يف زايدة إتقان مفردات اللغة العربية. وميكن مالحظة التأثري من خالل االختالفات يف نتائج التعلم بني الفصل الضابط والفصل التجرييب. وكان متوسط درجات االختبار البعدي للفئة الضابطة 85.93 بينما بلغ الفصل التجرييب 88.12. بناءًعلى نتائج احلساابت ابستخدام الربانمج اإلحصائي الختبار SPSS، فإن قيمة sig البالغة 0.000 أصغر من 0.005، لذلك مت رفض Ho. من هذه احلساابت ميكن مالحظة أن وسيلة عجلة الدورة )Spinning Wheel) ميكن أن تساعد الطالب على حتسني إتقاهنم للمفردات العربية وابلنسبة للطالب القادرين على إتقان املفردات، فمن السهل عليهم تكوين مجل جيدة

Pelaksanaan Tradisi Bubur Assyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muaramais Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal

NIRMA FADILAH NASUTION
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Bubur Asyura di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal ( Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Nirma Fadilah NST NIRM S1.VI.19.20.180, Prodi Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Al-Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Yang melatar belakangi skripsi ini adalah tentang adanya keunikan dalam pelaksanan memasak Bubur Asyura pada setiap tahunnya di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais, bila dibandingkan dengan pondok pesantren lain tradisi ini sudah mulai menghilang dan sudah jarang didapatkan dikalangan masyarakat, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian di Pondok Pesantrren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar pelaksanaan memasakan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses Tradisi pelaksanaan Bubur Asyura di pondok pesantren Darul Ulum Muara Mais serta untuk mengetahui bagaimana pemahaman santri dan penafsiran ayat Q.S atTaubah ayat 36 sebagai dasar tradisi pelaksanaan Bubur Asyura. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Muara Mais Kecamatan Tambangan kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa sejarah dan dasar pelaksanaan Bubur Asyura ini adalah merupakan pemikiran ibu-ibu yang ada diwilayah pondok pesantren tersebut. Namun setelah berkembangnya pondok pesantren pada tahun 1998 tradisi ini sudah mulai dilakukan di pondok pesantren yang diikuti oleh para santri. Dasar pelaksanaan Bubur Asyura terdapat dalam Q.S at-Taubah ayat 36, tentang jumlah bulan disisi Allah adalah 12 bulan disisi Allah adaah 12 bulan diantaranya 4 bulan mulia salah satunya bulan Muharram. Pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya melakukan puasa dan pelaksanaan Bubur Asyura ini merupakan kegiatan yang menimbulkan rasa silaturahmi yang semakin erat, kerjasama dalam gotong royong, saling berbagi dan akan dijadikan bukaan puasa pada hari Asyura. Proses pelaksanaanya, pertama sebelum tanggal ke 10 Muharram para santri mengumpulkan peralatan dan bahan-bahan untuk memasak Bubur Asyura. Kedua, ditanggal 10 Muharram para santri memasak Asyura, mulai dari pemotongan bahan-bahannya hingga penyajian makanan untuk di jadikan buka puasa

Solusi Al-Qur'an Terhadap Strawberry Generation (Studi Tafsir Maudhu'i)

SALSABIL FEBRIHANA
2024 · Book · Open Access

Skripsi ini berjudul Solusi Al-Qur’an Terhadap Strawberry Generation (Studi Tafsir Maudhu’i) yang disusun oleh saudari Salsabil Febrihana, NIRM S1.VI.19.20.190, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran penulis berkaitan dengan generasi sekarang yang dikenal dengan strawberry generation. Generasi ini dikenal dengan sifat yang mudah menyerah, putus asa dan tidak sabar dalam menghadapi tantangan atau permasalahan yang muncul dalam kehidupannya. Sifat ini sudah tentu dilarang oleh Allah dalam al-Qur’an. Bagi kaum muslimin, wajib hukumnya mencari solusi terhadap permasalahan yang dialami agar terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh Allah didalam al-Qur’an. Termasuk permasalahan strawberry generation ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Al-Farmawi yakni penggabungan ayat-ayat al-Quran yang memiliki tema yang sama dalam al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an solusi terhadap strawberry generation. Sumber data penelitian terbagi menjadi dua. Pertama, sumber data primer diantaranya tafsir Al-Munir, Al-Misbah, Kemenag, An-Nur, Al-Azhar dan Al-Qurthubi. Kedua sumber data sekunder yaitu buku-buku jurnal ilmiah, tesis, skripsi atau sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan objek permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian ini memiliki dua pembahasan. Pembahasan pertama mengenai klasifikasi ayat tentang solusi al-Qur’an terhadap strawberry generation, yang terdapat dalam QS. Taha : 130, QS. Ali-Imran : 146, QS. Yusuf : 87, QS. Az-Zumar : 53, QS. Al-An’am : 44, QS. Al-Baqarah : 112. Pembahasan kedua, mengenai penafsiran ayat tentang solusi al-Qur’an terhadap strawberry generation, yang dibagi menjadi tiga tema. Pertama, sabar. Dengan sabar, maka timbullah ridho dalam hati menerima segala yang telah ditakdirkan oleh Allah dalam hidup ini. Sehingga dapat menciptakan ketenangan hati, jiwa dan fikiran. Dalam membimbing strawberry generation pun juga haruslah dengan sabar. Adakalanya kesabaran diuji saat anak-anak mengeluh dan saat membangun mental. Jika tidak sabar, maka akan terbawa putus asa juga. Kedua, mengingat rahmat Allah sehingga muncul rasa syukur, tidak mudah mengeluh serta tidak mudah berputus asa. Mengingat rahmat Allah, juga harus diiringi dengan berusaha semaksimal mungkin. Ketiga, tunduk dan patuh kepada Allah (bertawakkal kepada Allah) serta berbuat baik (beramal soleh) ini membuktikan penghambaan seorang hamba dan bukti bahwa manusia itu lemah serta bergantung kepada Allah. Dan tawakal ini harus dibarengi dengan usaha yang maksimal. Sehingga menimbulkan hal-hal yang positif dalam hidupnya. Ketika sudah tidak mengalami kekhawatiran atau kerisauan dalam hidup, maka akan terhindar dari sifat putus asa serta tidak hanya berserah diri saja. Tapi jika tidak dapat diatasi, maka permasalahan tersebut diserahkan/dikembalikan kepada Allah.

Pembacaan Shalawat Badar serta Dzikir Pagi dan Petang di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlisin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur'an)

JAMALUDDIN POHAN
2024 · Book · Open Access

Skripsi yang berjudul “Pembacaan Shalawat Badar Serta Dzikir Pagi Petang Di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Jamaluddin Pohan NIRM S1.VI.19.20.166, program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang pada setiap harinya secara rutin di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar serta manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Ahzab ayat 41-43 dan 56 sebagai dasar tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56, Manfaat utama yang dirasakan oleh santri meliputi peningkatan keyakinan dan hubungan kepada- Nya, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari gangguan. Selain itu, pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang juga berperan dalam membentuk karakter santri yang disiplin, sabar, dan tawakal. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه

ILHAM AKBAR
2024 · Book · Open Access

الهام أ كبر، 2024. في هذا الموضوع " تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه ( دراسة تجربية)". ثم وُجدت مشكلة تتعلق بمهارة القراءة لدى الطلاب، مثل صعوبة قراءة النصوص العربية في الصف الثامن التي لا تزال ضعيفة جداً. هذا بسبب أن بعض المعلمين لا يستخدمون وسيلة متنوعة لزيادة اهتمام وحماس الطلاب، ولا يفهمون الحركات جيداً في تعليم مهارة القراءة. لذلك تم اختيار هذا الموضوع. هدف هذا البحث هو لإظهار استخدام وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لمعرفة فعالية وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة. لبيان تأثير وسيلة الصور على تنمية مهارة القراءة في المدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه. وفي هذا البحث استعمل الباحث بمنهج الكمي البحث التجريبى، وهو بحث تجربي في المدرسة، و تصميم البحث هو Quasy Semi Exsperimental Design، بنوع Pretest-Posttest One Grup Design و أدوات جمع البيانات هي الملاحظة، المقابلة، الاختبار، الوثائق. من نتائج البحث التي أجراها الباحث حول،كيفية استخدام وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة بمدرسة موتيارا هاتي الإعدادية الإسلامية المتكاملة باياكمبوه هي إجراء البحث في ثماني جلسات. أربع جلسات في الصف التجريبي وأربع جلسات في الصف الضابط. في كل جلسة من الصف التجريبي، قام الباحث بالتدريس باستخدام الوسيلة الصور مع مادة عن الجو. أما في الصف الضابط، إستخدم الباحث الوسيلة التقليدية أو الكتب فقط، دون استخدام الوسيلة الصور. أما كيفية فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب. البيانات التي تم شرحها سابقًا، تظهر أن أدنى درجة في الاختبار القبلي كانت 45، وبعد استخدام وسيلة الصور ارتفعت أدنى درجة إلى 65 في الاختبار البعدي. أعلى درجة في الاختبار القبلي كانت 70، وفي الاختبار البعدي ارتفعت إلى 85. اختبار طبيعية في الاختبار القبلي نتائجSigللفصل التجريبي 0.165 و الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل الضابطي 0.150. اختبار طبيعية في الاختبار البعدي نتائج Sig للفصل التجريبي 0.200 و نتائج Sig للفصل الضابطي 0.181. نتائج اختبار تجانس الاختبار القبلي درجات0,131. نتائج اختبار تجانس الاختبار البعدى درجات0,139. اختبار Tأو متوسط الفرق بيانات البحثSig (2-Tailed): 0,108. ثمHO مقبول فعالية وسيلة الصور في تنمية مهارة القراءة لدى الطلاب من الطلاب الذين لايستخدمون وسيلة الصور

عملية تعليم الخط في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه كوتا

FITRI MARDHATILLAH
2024 · Book · Open Access

تجرید فطري مرضات الله, ٢٠٢٤ عملية تعليم الخط في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه كوتا، قسم تربية اللغة العربية للمعهد العلى القرآن بايا كمبوه. هناك مشكلة بسبب ضعف فهم الطلاب عن المادة وعدم تحفير الطلاب على مشاركة في الأنشطة التعليمية، ثم نقائص المرافق والأساليب أو وسائل الإيضاح التعليمية. كان الغرض من هذه الدّرَاسَةِ هُوَ لمعرفة التخطيط و لبيان تنفيذ و لإظهار التقويم عملية تعليم الخط لطلاب الصف السابع في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه . أما منهج المستخدم وهو منهج دراسة الحالة المدخل الوصفية النوعية، أي دراسة مشاكل منهجية ودقيقة فيما يتعلق بحقائق وخصائص أشياءَ مُعَيِّن. كانت طرق جمع البيانات المستخدمة هي الملاحظة والمقابلات والتوثيق، وقد تم تحليل البيانات التي تم الحصول عليها أثناء الدراسة من خلال خطوات تقليل البيانات وعرض البيانات ورسم الاستنتاج، بينما تم إجراء اختبار صحة البيانات عن طريق الملاحظة والتثليث، وكان التثليث في هذه الدراسة هو المصدر التثليث. كان نتائج هد البحث ما يلي: (1) يتم تخطيط تعليم الخط بشكل متسق ومنهجي وفقا لخطوات التعليم، بدءا من المقدمة والأنشطة الأساسية والختامية. تخطيط الدروس باستخدام كتاب الدليل درس الخط هذا يتم تعليم الطلاب القواعد الأساسية للكتابة وخاصة خط النسخ وخط الثلوث وفق القواعد التي تعليمتها حتى الآن، والاطلاع عليها من كتب تعليم الخط. (2) في تنفيذ، قام المعلم بمرحلتين، هي مرحلة نشاط تمهيدي ومرحلة نشاط أساسي، في أنشطة تعليم الخط في الفصل، حيث يعطي المعلم مادة للطلاب، ويختتم بتكرار شرح قواعد كتابة الرسائل، وتنتهي بطرح المعلم للأسئلة وتقديم التدريب، أي يُطلب من الطلاب كتابة في دفاتر التمارين الخاصة بهم. (3) فإن تقييم تعليم الخط في معهد المنار الثانوية باتوهمبار ليما بولوه مناسب معتبرا أن القرض الأساسي من تعليم الخط حسب الأستاذ أزهار هو أن يكونا لطلاب قادرين ومهاريين في كتابة الخاط قواعد كتابة الخطابات التي تم تدريسها. بعْد رأت الْباحثة نتائج إمتحان الطلاب في تعليم الخط يستطيع أن يناقش أن يجد ثلاثة طلاب نتيجة 89 و يجدا أربعة طلاب نتيجة 88 و يجد سبعة طلاب نتيجة 87 و يجدا ثلاثة طلاب نتيجة 86 و يجدا أربعة طلاب نتيجة 85 و يجد طالبان نتيجة 84 و يجد أربعة طلاب نتيجة 83.

تأثير استخدام وسيلة السمعية والبصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار

ALFIYYATI SYAHIDAH
2024 · Book · Open Access

تجريد الفية شهيدة، 2024. في هذا الموضوع " تأثير استخدام وسيلة السمعية البصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار." تم العثور على مشاكل تتعلق بعملية التعلم، حيث أن إتقان مفردات اللغة العربية للصف السابع لا يزال منخفضًا جدًا. ويرجع ذلك إلى عدم اهتمام الطلاب بتعلم اللغة العربية ويستمر مع الصعوبات التي يواجهها الطلاب في فهم هذا التعلم. أما الغرض المرجوة في هذا البحث فهي لمعرفة تأثير استخدام وسيلة السمعية البصرية على إتقان المفردات العربية في معهد المكمور تونجكار و كذلك في حذف السأم من التلميذات علي إتقان المفردات. وفي هذا البحث استعملت الباحثة بمنهج الكمي البحث التجريبى، هو Pre Experimental “One Group Pretest-Posttest” Design التقنيات هي الخطوات المنطقية والمراحل المعقولة التي يمربه الباحثة لجمع البيانات المتعلقة بالبحث وتلك الخطوات والمراحل هي : لجمع البيانات المتعلقة بمسألة البحث يعني تأثير وسيلة السمعية البصرية في إتقان المفردات وهي مقابلة الباحثة معلمة اللغة العربية ويتحدث عن تعليم المفردات في الفصل وباالإستبيان. ومما يتعلق ببيانات قدرة التلميذات عن المفردات إستخدمت الباحثة الاختبار وهو الاختبار القبلي والبعدي. ومما يتعلق بحال مدرسة إستخدمت الباحثة الملاحظة والوثائق. ومما يتعلق ببيانات في إتقان المفردات بوسيلة السمعية البصرية يؤثر حذف السأم من نفس التلميذات ام لا استخدام الباحثة الإستبيان. النتيجة الموجودة من هذا البحث فهي، 1) هناك فرق أو إختلاف بين نتيجة تعليم بوسلة السمعية البصرية، وبغير استعمالها. ويتضح هذا من جلال الاختبار القبلي 54، 04. ثم بعد أن أجرى الباحثة المعالجة لتقييم مدى إتقان التلميذات للمفردات على ضوء النظرية ارتفعت نتائج الاختبار البعدي وهي 81، 69. 2) في الجدول Interval يمكن توضيح أن فئة الأسئلة العالية جدًا لها درجة بين 84 -100، والفئة العالية لها درجة بين 68 - 84، والفئة المتوسطة لها درجة بين 52-68، والفئة المنخفضة لها درجة بين 36-52، بينما الفئة المنخفضة جداً تتراوح درجتها بين 20-36. نتائج الإجابات من البيانات بلغ مجموعها 26 التلميذات، أي من 20 سؤالاً، و 15 سؤالاً في الفئة العالية جدًا، و 4 أسئلة في الفئة العليا، وعنصر واحد في الفئة المتوسطة. الاستنتا هو أن إتقان المفردات العربية باستخدام وسيلة السمعية البصرية هذه يمكن يؤثر في حذف لسأم من نفوس التلميذات.

Khatam Al Qur'an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru Kec. Muaratais Kab. Tapanuli Selatan

YUNI SARTIKA HARAHAP
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Khatam Al-Qur’an Dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru, Kecamatan Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Yuni Sartika Harahap NIRM SI.VI.19.20.640, program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah dengan adanya keunikan dalam pelaksanaan Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru, karena dari bayaknya ulama yang ada di Tapanuli Selatan hanya Syekh Muhammad Baqi yang di lakukan Haulnya tiap tahunnya, dan biasanya Haul dilakukan di pesantren-pesantren tapi Haul Syekh Muhammad Baqi dilakukan masyarakat di Desa Basilam Baru kecamatan Muaratais kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living Qur’an. maka sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Khatam Al-Qur’an dalam memperngati Haul Syekh Muhammad Baqi di Desa Basilam Baru, Kecamatan Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan dalam penelitian ini adalah Sejarah Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi ini dilakukan pada tahun 1992 M. Dimana ini dari inisiatif keluarga yang melihat dari tempat belajar Syekh Muhammad Baqi di langkat yang juga mengadakan Haul setiap tahunnya, maka dari situlah di adakannya Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi dan masih dilakukan sampai sekarang. Dalam pelaksanaan Khatam Al-Qur’an ada beberapa tahapan yaitu:pertama persiapan, dalam persiapan ini terlebih dahulu yang dilakukan adalah mengumpulkan anggota Khatam Al-Qur’an sebanyak 30 orang, kalau kurang dan lebih dari 30 orang boleh saja. Kedua, Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an Pelaksanaan Khatam Al-Qur’an pertama-tama akan membacakan istighfar bersama-sama sebanyak tiga kali dan lanjut membaca Tawassul dan dilanjut membaca Al-Qur’an sesuai juz yang telah dibagi, kemudian tahlil dan takhtim, Ketiga, Penutup (doa)Pembacaan doa, dalam pembacaan doa ini dipandu oleh salah satu anggota Khatam Al-Qur’an. Dasar pelaksanaan Haul yaitu Surah Al-Hasyar ayat 10, dari penjelasan kitab tafsir menghormati umat muslim yang sudah meninggal yaitu dengan cara mendoakan orang tersebut. Sedangkan menurut pemahaman ketua pelaksana Hasrul Sofyan surah Al-Hasyar ayat 10 adalah mengadakan acara Khatam Al-Qur’an dalam memperingati Haul Syekh Muhammad Baqi dalam rangka menghormati dan memberikan hadiah sebagai atas jasanya dalam membuka Desa Basilam Baru, mendirikan pesantren dan guru besar tarekat Naqsabandiyah.

Adab panggilan kepada Rasulullah SAW dalam tafsir Al-Azhar

UMMI SAKINAH
2024 · Book · Open Access

Judul skripsi ini adalah “Adab Panggilan Kepada Rasulullah SAW Dalam Tafsir Al-Azhar” ditulis oleh: Ummi Sakinah, Nirm: S1.VI.19.19.526. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adanya penyimpangan adab kepada Rasulullah SAW, mulai dari non muslim yang mengatakan Rasulullah tidak obahnya bagaikan anjing, Nabi bodoh yang tidak pandai membaca yang pasti pengikutnya lebih bodoh, ada juga dari komika muslim yang menganggap remeh nama Rasulullah SAW, bahkan dari ulama ada juga mengatakan tidak pantasnya kata sayyid (pemimpin) di sandarkan kepada Rasul. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), deskriptif dengan pendekatan metode tafsir tahlili. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi ayat-ayat tentang adab kepada Rasul dalam Al-Quran dan untuk mengetahui bagaimana penafsiran Buya Hamka tentang Adab kepada Rasul dalam Tafsir Al-Azhar dan apa kegunaan mempelajari adab kepada Rasul untuk zaman sekarang. Kerna penulis menganggap adab itu sangat penting untuk diketahui meskipun terhadap hal-hal yang dianggap kecil, baik dalam berbicara, perbuatan, tingkah laku, dan berbedanya keadaan tempat dan waktu akan berbeda juga adab yang seharusnya diperbuat ketika itu. Adapun penelitian ini, bersumber dari data primer dan data sekunder. Primer yaitu yang diperoleh dari literatur yang berkaitan langsung dengan judul ini yakni Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun data sekundernya yaitu buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tulisan yang mengandung isi dari pembahasan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analisis yaitu memberikan deskripsi-deskripsi analisa terhadap objek penelitian dari data yang berhasil dikumpulkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini setelah menganalisa penafsiran Buya Hamka penulis menyimpulkan pertama, ayat adab dari kata Rasul hanya 4 ayat sebagai berikut: Surah An-Nur ayat 63, Surah Al-Hujurat ayat 3, Surah Al-Mujadalah ayat 9 dan juga Surah Al-Mujadalah ayat 12. Dan dari 4 ayat adab kepada Rasul hanya 1 ayat yang penulis bahas yaitu: Surah An-Nur ayat 63. Dua, bahwa adab kepada Rasul antara lain tidak boleh menyebut nama Rasul tanpa gelar kehormatan di awalnya, seperti dalan banyak kitab tafsir Ya Nabi, Ya Rasul dan dalam tafsir buya Hamka dengan menambah kata Sayyid, penambahan kata sayyid hanya didapati dalam tafsir Buya Hamka. Tiga, adab panggilan kepada Rasul juga bisa di terapkan kepada ulama dengan menyebut buya, kepada guru dengan panggilan ustadz/ustadzah dan kepada orangtua dengan panggilan umak/ayah yang biasa penulis ucapkan.

Penafsiran La'nat dalam QS Al Baqarah Ayat 161 (Studi Komparatif Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Al Qurtubhi)

DEDE PEBRIANI
2024 · Book · Open Access

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN LA’NAT DALAM Q.S AL-BAQARAH AYAT 141 (STUDI MUQARAN TAFSIR ATH-THABARI DAN TAFSIR AL-QURTHUBI)”. yang ditulis oleh Dede Febriani, Nirm S1.VI.19.20.148, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan hubungan baik dengan orang lain, namun sering terjadi konflik di masyarakat. Salah satunya adalah kecenderungan melaknat orang yang tidak disukai atau sedang berkonflik, tanpa memandang siapa yang dila’nat. Dalam Islam, melaknat mukmin adalah dosa besar, namun banyak orang salah paham dan menganggap la’nat sebagai makian atau ungkapan marah. Kemudian penulis ingin menganalisa kedua Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi karena dua tafsir tersebut berpengaruh yang menawarkan perspektif berbeda tentang ayat ini. Ath-Thabari menggunakan pendekatan historis dan analitis, sedangkan Al-Qurthubi menggunakan pendekatan fiqhiyah dan menyertakan banyak pendapat ulama. Penelitian ini mengeksplorasi makna la’nat dan implikasinya melalui kedua tafsir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap penafsiran la’nat dalam kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Al-Qurthubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan mengacu pada Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi sebagai sumber utama. Analisis dilakukan dengan membandingkan interpretasi kedua tafsir tersebut terhadap ayat yang diteliti, serta mempertimbangkan konteks historis dan metodologis masing-masing mufasir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran la’nat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 161 kitab tafsir Ath-Thabari dan kitab tafsir Ath-Thabari saling melengkapi satu sama lain, Menurut Imam Ath-Thabari, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari allah merupakan hukuman allah yang berbentuk dijauhkan dari rahmat allah, Menurut Imam Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa penafsiran la’nat dari allah merupakan bentuk hukuman yang berupa kutukan dalam konsekuensi yang sangat berat dan pedih. Dan la’nat dari Malaikat dan manusia adalah sebagai bentuk do’a ataupun perkataan. Analisa penulis mengemukakan bahwa bentuk dari la’nat allah itu adalah hukuman dan bentuk dari doa karena merasa benci. Sementara perbedaan anatara kedua mufassir tersebut yaitu imam Ath-Thabari menjelaskan la’nat bentuk hukuman yang allah jauhkan dari rahmat dan keberkahannya, Sedangkan Imam Al-Qurthubi menafsirkan lanat bentuk kutukan dari allah dalam perbuatan yang sangat buruk yangdilakukan oleh manusia. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang studi Al-Qur'an dan membantu umat Islam dalam memahami pesan-pesan Allah secara lebih mendalam.

استخدام طريقة الغناء في تعليم الصرف في معهد الحاج مسكين تانه داتر

ZAINAB NUHA MUFIDAH
2024 · Book · Open Access

زينب نهى مفيدة، 2024، استخدام طريقة الغناء في تعليم الصرف في معهد الحاج مسكين تانه داتر، قسم التربية اللغة العربية للمعهد العالى دار القران باياكمبوه. في المنهاج الدراسي معهد الحاج مسكين يبدأ تعليم الصرف في فصل الثامن و يتم تعرف بطريقة الغناء. تستخدمون العديد هذه الطريقة من المعاهد, و مختلف بين معهد الحاج مسكين و معاهد الأخرى هو المنهج الدراسي في معهد الحاج مسكين يركز التلميذ على حفظ تصريف الصرفي دون شرح المعنى بالتفصيل. أما الأغراض الموجودة في هذا البحث فهي لمعرفة التخطيط، لبيان التنفيذ، و لإظهار التقويم طريقة الغناء في تعليم الصرف في الصف الثامن في معهد الحاج مسكين تانه داتر . أما منهج المستخدم وهو منهج دراسة الوصفية لفصح عملية تعليم الصرف في الصف الثامن في معهد الحاج مسكين تانه داتر، التي تم الحصول على بياناتها من المقابلة والملاحظة والتوثيق، الذي كلها للرد على مشكلة البحث عن طريقة الغناء في تعليم الصرف في الصف الثامن في معهد الحاج مسكين تانه داتر. وبناء على نتائ البحث حلصت الباحثة إن تخطيط تعليم الصرف في المعهد قد تم بشكل أمثل، حيث يتم تدريس المنهج بناءً على المنهج الدراسي ولدى المعلمين خطة تدريس تفصيلية. إن تنفيذ تعليم الصرف في معهد الحاج مسكين يعتمد على استخدام طريقة الغناء و هو طريقة تقليدية من الأزمنة السابقة التي لا تزال مستخدمة حتى الآن. تقوم المعلمة بتنفيذ مراحل التدريس وفقًا لصورة إعداد التدريس ، بدءًا من النشاطات التمهيدية إلى الختامية. يتم تقويم تعليم الصرف كل ثلاثة أشهر باستخدام طريقة الامتحان التحريري للامتحان في نصف السنة، ثم الامتحان الشفوي والتحريري للامتحان آخر السنة. في تقويم الامتحان في نصف السنة 2 في الصف الثامن بمعهد الحاج مسكين، حصلت 5 تلميذات على درجة 100، و 6 تلميذات على درجة 90، و 8 تلميذات على درجة 80، و 4 تلميذات على درجة 70، و 2 تلميذتان على درجة 60. كان متوسط الدرجات في الصف في تقويم الإمتحان في نصف السنة 2 هو 83. في تقويم الإمتحان في آخر السنة 2 (UAS) في الصف الثامن بمعهد الحاج مسكين، من بين 25 تلميذة ، حصلت 3 تلميذات على درجة 100، و 3 تلميذات على درجة 95، و 2 تلميذتان على درجة 90، و 4 تلميذات على درجة 85، و 7 تلميذات على درجة 80، و 2 تلميذتان على درجة 75، و 1 تلميذة على درجة 70، و 2 تلميذتان على درجة 60، و 1 تلميذة على درجة 50. كان متوسط الدرجات في الصف في تقييم الإمتحان في آخر السنة 2 في الصف الثامن بمعهد الحاج مسكين، هو 82.

تأثير استخدام لعبة المتسلسلة على ترقية مهارة استماع اللغة العربية بمعهد المكمور تنجكار لما بلوه كوتا

IFROTUL HASANAH
2024 · Book · Open Access

إفرة الحسنة ٢٠٢٤ ، مع موضوع تأثير استخدام لعبة المتسلسلة ( Bisik Berantai) على ترقية مهارة استماع تعليم اللغة العربية بمعهد المكمور تونجكار لما بلوه كوتا. هناك مشاكل في مهارات الاستماع لدى الطلاب، بحيث يجد الطلاب صعوبة في ترديد الجمل التي ينطقها المعلم، وعندما يتم التعلم يميل الطلاب إلى الملل، ولا يستخدم المعلمون إلا القليل من الوسائط، لذلك طرحت هذا الموضوع. الغرض من هذه الدراسة هو المعرفة تأثير لعبة المتسلسلة (bisik berantai) على مهارات الاستماع لدى الطلاب، ولبيان استخدام لعبة المتسلسلة في التخلص من الملل اللغة العربية لدى طلاب عند تعلم اللغة العربية. وفي هذا البحث استعملت الباحثة بمنهج الكمي البحث التجريبي؛ هو Quasi حيث استخدم الباحث في control group design بنوع Eksperimen pretest-posttest هذه الدراسة الأساليب والخطوات التي سيجمعها الباحث للحصول على البيانات المتعلقة الباحث وهي جمع بيانات الأسئلة المتعلقة بتأثير ألعاب المتسلسل على مهارات الاستماع، حيث قام الباحثون بإجراء مقابلات مع معلمي اللغة العربية حول عملية التعلم باستخدام القائمة لكل، أما بالنسبة للبيانات المتعلقة بمهارات الاستماع لدى الطلاب فقد استخدم الباحثون الاختبارات وهي الاختبار القبلي والبعدي، أما بالنسبة لظروف المدرسة فقد استخدم الباحثون الملاحظة والوثائق، وبالنسبة للبيانات المتعلقة بتعليم مهارات الاستماع بوسائط ألعاب المتسلسل للقضاء على ملل الطلاب فقد استخدم الباحثون الاستبيانات. كانت النتائج التي حصل عليها الباحثون أن هناك فروقاً بين الفصول التي استخدمت الوسائط وتلك التي لم تستخدم الوسائط، وكانت القيمة التي حصل عليها الفصل الذي استخدم وسائط العبة المتسلسلة أقل قيمة ۷۰ وأعلى قيمة ٨٥ بمتوسط ٧٦.٥٨. وحصلت الفئة التي لم تستخدم وسائط العبة المتسلسلة على أقل قيمة وهي ٦٠ وأعلى قيمة وهي ۸۰ بمتوسط ۷۱.۳۲ يمكن للباحث أن يستنتج أن لعبة لمتسلسلة لها تأثير على مهارات الاستماع لدى طلاب الصف السابع بمعهد المكمور تونجكار لما بلوه كوتا. من بين الأسئلة العشرة التي أعطيت لـ ١٩ طالبا، أجابوا بعدد كبير جدا من الفئات بلغ 8 أسئلة بفواصل درجات تتراوح بين ۸٤ - ۱۰۰ ، بينما بلغ عدد الفئات العالية سؤالين بفواصل درجات تتراوح بين ٦٨-٨٤ يمكن استنتاج أن لعبة المتسلسلة اله لها تأثير في القضاء على ملل الطلاب أثناء عملية التعليم والتعلم.