Abstrak
Skripsi ini berjudul "PENAFSIRAN TSABBIT AQDAMANA Q.S AL-BAQARAH AYAT 250 DAN Q.S ALI IMRAN 147”(KAJIAN TAFSIR MUQARAN)” yang ditulis oleh Rifki Wahyudi NIRM.S1.VI.19.21.008, Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Al-Qur’an yang fungsi utamanya sebagai kitab petunjuk semua manusia, terutama umat islam bahwa untuk selalu mengerjakan kebajikan. Kebajikan sendiri harus istiqomah dilakukan seperti yang di tertera pada H.R Muslim No.38, istoqomah sendiri memiliki banyak makna terutama teguh pendirian untuk selalu berada dalam ajaran Islam, bimbingan Al-Qur’an. Semakna dengan istiqomah terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 250 dan Q.S Ali Imran ayat 147 lafadz Tsabbit Aqdama yang memiliki makna teguhkanlah pendirian kami. Fokus penelitian pada lafadz tersebut di karenakan belum ada sebelumnya penelitian terfokus pada lafadz tersebut, hanya pada lafadz istiqomah, di karenakan kedua ayatnya memilik kesamaan memfokuskan kajiannya pada perbandingan penafsiran kedua ayat tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research) dengan metode tahlili majmu min al ayat, dalam surat berebeda namun ada kesamaan redaksi dan bahasan. Sumber data penelitian terbagi dua, sumber data primer diantaranya tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir al-Misbah karya M.Quraisy Shihab, tafsir fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, tafsir ibnu Katsir karya Ibnu Katsir , tafsir Al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi dan Tafsir al-Munir karya syaikh Wahbah az-Zuhaili, tafsir Fathul Qodir karya imam As-Syaukani tafsir At-Thobary karya Imam At-Thobary tafsir al-Kasyaf karya imam Zamakzyari, tafsir al-Baghowi karya Imam al-baghowi Sumber data sekunder yaitu buku-buku pendukung, jurnal artikel, tesis, skripsi dan sumber-sumber lainnya. Adapun metode yang digunakan penulis dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode Tahlili, yaitu: menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an dengan menjelaskan segala makna secara rinci dan membandingkan kedua ayat tersebut atau memuqoronkannya . Hasil penelitian ini menemukan bahwa tsabbit Aqdama yang terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 250 dan Q.S Ali Imran ayat 147 memiliki makna kokohkanlah pendirian kami yaitu makna majazi yang makna harfiahnya kokohkanlah kaki (tumit) kami. Lafadz Tsabbit Aqdamana pada kedua ayat ini merupakan do’a raja Tholut dan Pasukannya dan Do’a kaum Ribbiyyun dalam berperang melawan musuh. Perbandingan kedua ayat ini terdapat perbedaan pada redaksi utuh ayatnya, pada aspek historis dan sabab nuzulnya, Q.S Al-Baqarah 250 sabab nuzulnya sebagai penjelasan mengenai syari’at berperang sudah ada pada umat terdahulu seperti Raja Tholut dan pasukannta, Q,S Ali Imran memiliki sabab nuzul peristiwa perang Uhud. Do’a dalam Q.S Ali Imran lebih lengkap lafadznya yang di awali dengan keinsyafan dan merupakan do’anya kaum Ribbiyyun. Aspek balaghohnya Q.S Ali Imran merupakan kalam Isti’arah tamtsiliyyah dan kalam amr bermakna do’a dan Q.S Ali Imran hanya kalam amr bermakna do’a. Kata Kunci: Istiqomah, tafsir, tsabbit aqdamana, muqarran, dan balaghah.