Abstrak
Skripsi ini berjudul “Penafsiran Qs. Al-Ahqaf: 15 Perspektif Tafsir Ilmi Zaghlul An-Najar Ditinjau dari Ilmu Kebidanan”, yang ditulis oleh Irdaningsih NIRM. S1.VI.19.21.037, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya memahami keterkaitan antara ayat-ayat Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan modern, khususnya dalam bidang kebidanan. QS. Al-Ahqaf: 15 memuat isyarat ilmiah tentang proses kehamilan dan persalinan yang dijalani seorang ibu dengan penuh kesulitan, sebagaimana termaktub dalam bagian ayat “ḥamaltahu ummuhu kurhan wa waḍa‘at-hu kurhan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran QS. Al- Ahqaf: 15 menurut tafsir ilmi Dr. Zaghlul an-Najjar dan bagaimana relevansinya dengan ilmu kebidanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penafsiran ayat tersebut dalam perspektif tafsir ilmi serta menganalisis kesesuaian makna ayat dengan realitas medis berdasarkan ilmu kebidanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan kepustakaan (library research). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tahlili. Sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab Al-Āyāt al-Kauniyyah fī al-Qur’ān al-Karīm karya Dr. Zaghlul an-Najjar, sedangkan sumber sekundernya berupa literatur kebidanan dan kitab-kitab tafsir lainnya. Hasil penelitian terdapat dua pembahasan. Pertama, penafsiran QS. Al-Ahqaf: 15 menunjukkan bahwa tafsir ilmi terhadap QS. Al-Ahqaf: 15 tentang Proses Persalinan yang digambarkan sebagai “kurhan” (kesusahan/derita), secara ilmu kebidanan”kurhan” adalah his, yaitu kontraksi uterus yang menimbulkan rasa nyeri persalinan, perubahan hormonal, resiko trauma fisik (misalnya perdarahan, robekan perineum) dan stres emosional dan mental. Kedua, analisis melalui ilmu kebidanan, penafsiran Dr. Najjar atas QS. Al-Ahqaf: 15 terbukti memiliki relevansi tinggi dan kuat dengan prinsip-prinsip dasar ilmu kebidanan. penderitaan ibu secara tekstual dalam ayat sangat sesuai dengan realitas medis mengenai tahapan persalinan, nyeri, tekanan hormonal, dan pemulihan pascapartus. Hal ini memperlihatkan bahwa tafsir ilmi mampu menjembatani antara kebenaran wahyu dan ilmu kebidanan secara harmonis.