Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Al-insan dalam al-Qur'an (Studi Komparatif Tafsir al Azhar dan Tafsir Al Munir)

Koleksi Perpustakaan•3 dilihat · 1 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul " Al-Insan Dalam Al-Qur'an (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Munir)" yang ditulis oleh Mila Roza, NIRM: S1.VI.19.20.171, Mahasiswa STAI Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai macam penyebutan manusia dalam Al-Qur'an yaitu Basyar, Al-Ins, An-Nas, Bani Adam dan Al- Insan. Namun, penulis menemukan hal menarik dalam penyebutan Al-Insan yang terdapat dalam Al-Qur'an yaitu sebanyak 64 kali dalam 42 surat, akan tetapi 14 kali dalam 13 surat diantaranya didampingi oleh kata خلق dan 1 kali dalam 1 surat diantara 13 surat ini penulis temukan kata خلق terdapat setelah penyebutan Al-Insan yaitu dalam Qs. Al-ma'arij ayat 19. Maka dari itu penulis tertarik meneliti penyebutan Al-Insan dalam Al-Qur'an menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, akan tetapi penulis mendalami penyebutan Al-Insan yang dahulu dari kata خلق yang hanya satu kali penyebutan yaitu didalam Qs. Al- Ma'arij ayat 19. Kemudian penulis ingin menganalisis dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19 menurut Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili serta analisis penulis dari kedua mufassir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir yang dipakai adalah metode muqaran jenis perbandingan antara mufassir, sumber data penelitian terbagi dua: pertama sumber data primer yaitu Al-Qur'an, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili. Kedua sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan untuk meneliti kajian, yaitu: jurnal, buku, skripsi tulisan-tulisan tokoh lain yang didalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan Al-Insan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini yakni penafsiran Qs. Al-Ma'arij ayat 19. Menurut Buya Hamka Qs. Al-Ma'arij ayat 19 adalah manusia yang berkeluh kesah ialah tidak pempunyai ketenangan hati, selalu cemas, selalu ketakutan dan selalu merasa kurang saja. Menurut Wahbah Az-Zuhaili Qs. Al-Ma'arij ayat 19 adalah manusia dibangun diatas rasa bosan atau panik, sangat cemas dan sedikit kesabaran. Analisis penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia diciptakan dari sifat keluh kesah. Sementara perbedaan dari kedua mufassir, Buya Hamka menjelaskan bahwa manusia itu selalu berkeluh kesah dalam keadaan apapun. Sedangkan Wahbah Az- Zuhaili menjelaskan bahwa manusia itu sangat berkeluh kesah yang disebabkan oleh munculnya situasi atau kondisi yang berakibat keluh kesah itu muncul.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Al-insan dalam al-Qur'an (Studi Komparatif Tafsir al Azhar dan Tafsir Al Munir)2024 · oai:ais:library-item:18459