Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Skripsi berjudul “ Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an” yang ditulis oleh Abdul Hamid, NIM. 2219029, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Usulluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur`an (IDAQU) Payakumbuh. Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu Allah Swt yang keasliannya dijaga melalui proses hafalan dan kodifikasi. Namun, dalam sejarah perkembangan akademik Barat,kodifikasi Al-Qur'an sering kali dikaji oleh sarjana orientalis melalui pendekatan historis-kritis yang melahirkan perdebatan teologis dan historis. Salah satu tokoh sentral orientalis dalam kajian ini adalah Theodor Nöldeke melalui karya monumentalnya The History of the Qur'an. Beberapa asumsi Nöldeke dinilai kontroversial dan menuai kritik dari sarjana Muslim karena meragukan validitas riwayat tradisional Islam serta mengabaikan otoritas transmisi riwayat, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi ilmiah secara objektif dan berimbang guna memahami dinamika pemikirannya dalam khazanah dialog akademik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Peneliti melakukan telaah kritis terhadap teks dan struktur gagasan tokoh dengan menguji pola argumentasi secara logis dan metodologis. Sumber data penelitian ini dibagi menjadi dua kategori. Sumber primer bertumpu pada karya asli Theodor Nöldeke, yaitu buku The History of the Qur'an edisi revisi. Sumber sekunder mencakup literatur pendukung berupa buku buku ‘Ulum al-Qur’an, skripsi, tesis, disertasi, serta jurnal ilmiah yang mengkaji pemikiran orientalis maupun karya sarjana Muslim yang memberikan kritik. Hasil penelitian di bagi ke dalam dua bagian: 1. Pemikiran Theodor Nöldeke pada bagian asumsinya mengatakan kalau dia meragukan mutu penghafAl-Qur`an hal ini berdasarkan data korban L. Caeni, Theodor Nöldeke berargumen kalau korban dari perang Yamamah itu merupakan mualaf baru bukan para penghafAl-Qur`an (huffaz), Theodor Nöldeke juga meragukan mengenai waktu dalam proses pengumpulan Al-Qur`an pada masa Abu Bakar yang dinilai terlalu singkat lebih kurang 15 bulan untuk proyek yang sebesar itu dan juga Theodor Nöldeke mengganggap bahwa Al-Qur`an yang sudah terkumpul,kemudian Umar Bin Khattab menyerahkanya kepada Hafsah Binti Umar merupakan koleksi Pribadi bukan milik negara. 2. Metode yang digunakan oleh Theodor Nöldeke dalam mengkaji/meneliti sebuah teks Al-Qur`an menggunakan Metode Filologi/ Kritik Historis-Tekstual ala barat yang akan dibahas dalam penelitian ini asumsi dasar Theodor Nöldeke dan tanggapanya. Rekonstruksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Theodor Nöldeke tidak langsung percaya dengan adanya apa yang sudah tertulis dalam sebuah teks (skeptisisme metodologis) sehingga dia akan menganalisis gaya bahasa dari teks tersebut, mencari keterkaitan antara teks yang satu dengan teks yang lain, ulama muslim berbeda pendapat mengenai hal tersebus salah satunya menurut Imam Jalaluddin As Suyuti mengatakan kalau apa yang sudah tertulis dalam Al-Qur`an itu memang itu datang dari Allah SWT hal ini di dasarkan pada hadis yang Shahih,Mutawatir.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an2026 · oai:ais:skripsi:184