Abstrak
Nama Allah diterangkan dalam surat Al-A’raf ayat 180 yang berbunyi dan milik Allah asmaul husna, namun penelitian penulis menemukan nama Allah tersebut juga ditujukan kepada makhluknya. Bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan penafsiran Ḥalîm dalam Al-Qur’an melalui metode tafsir maudhu’i yang digagas oleh Abd Hayy al-Farmawi bersifat kualitatif deskriptif, adapun sumber data penelitian terbagi 2 yaitu data primer diantaranya Al-Qur’an dan enam kitab tafsir yakni tafsir Al-Azhar, Al-Maraghi, Al-Misbah, Al-Qurtuby, Ibnu Katsir, AlManar. Data sekunder yakni jurnal dan artikel mengenai Ḥalîm serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa lafadz م ل ح dalam Al-Qur’an sebanyak 20 ayat dalam 16 surat. Lafadz yang bermakna penyantun ialah Ḥalîm yang terdapat 15 ayat dalam 12 surat, dengan derivasi Ḥalîmun, Ḥalîman, Ḥalîmin. Sifat Ḥalîm tersebut tidak berdiri sendiri melainkan juga disandingkan dengan sifat Ghafur, ghaniy,‘Alim, Awwah, Rasyid dan Syakur. Ḥalîm berarti sifat menangguhkan atau tidak menyegerakan hukuman bagi manusia yang berbuat dosa serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat dan akan memaafkannya jika memohon ampunan. Setelah melewati setiap langkah dalam penelitian penulis mendapatkan kesimpulan bahwa bagi manusia sikap penyantun bermakna sabar dan tidak tergesa-gesa melakukan sesuatu, sedangkan penyantun bagi Allah ialah menangguhkan hukuman dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi orang yang mau bertaubat.