Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya reposisi peranan ayah dalam institusi keluarga guna menjawab stigma domestik yang sering kali mereduksi fungsi ayah hanya pada mencari nafkah. Ayah sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter serta spiritualitas generasi. Batasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada analisis peran edukatif dan spiritual ayah sebagaimana digambarkan dalam lingkup QS. Āl-Baqarah ayat 233, dengan rumusan masalah yang mengkaji penafsiran mufasir terhadap ayat tersebut serta bagaimana manifestasi peran ayah dalam mewujudkan konsep Keluarga Rabbānī. (keluarga yang dekat dengan nilai-nilai agama) berdasarkan pesan-pesan dalam QS. Āl-Baqarah ayat 233 dengan menggunakan metode tafsir Taḥlīlī." Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tarbawi (pendidikan), yaitu mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an mengenai peran ayah dalam pendidikan keluarga pada QS. Āl-Baqarah ayat 233. Dalam mengolah data, saya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer dalam penelitian Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku-buku, jurnal, dan skripsi yang relevan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode Taḥlīlī, yaitu menjelaskan makna ayat secara rinci dan mendalam. Metode ini dipilih agar pesan tentang peran ayah sebagai penanggung jawab atas keluarga dalam QS. Al-Baqarah ayat 233 dapat terungkap secara utuh dan jelas." Penelitian menemukan bahwa QS. Al-Baqarah memberikan prototipe nyata mengenai peran ayah dalam merancang masa depan generasi melalui kekuatan visi spiritual yang tertuang dalam bentuk tanggung jawab, penanaman nilai independensi batin atau muḥarraran, serta pengelolaan lingkungan edukasi yang positif di dalam institusi keluarga. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa keluarag yang baik dan harmonis terwujud melalui sinergi antara kesalehan orang tua dan ekosistem pendidikan yang terjaga. Hal ini membuktikan bahwa peran ayah melampaui batas domestik karena mencakup kepemimpinan spiritual yang menjadi penentu kualitas generasi umat di masa depan