Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Sumbang Duo Baleh dalam Perspektif al Qur’an Kajian Tematik Tafsir Al Azhar

Koleksi Perpustakaan•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Judul skripsi ini yaitu: “Sumbang Duo Baleh dalam Perspektif Al-Qur’an Kajian Tematik Tafsir Al-Azhar” yang ditulis oleh Nova, NIRM SI.VI.19.18.065, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Perempuan yang ada di Minangkabau merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan ajaran agama, adat, budaya yang berkembang di tengah masyarakat itu sendiri. Sebab keistimewaan alam telah mampu memberikan pengajaran berharga bagi masyarakat untuk dijadikan ilmu dengan dinamai alam takambang manjadi guru. Perempuan Minangkabau yang ideal itu adalah parampuan. Parampuan mengacu kepada wanita yang mempunyai budi pekerti yang baik, tawakal kepada Allah, sopan dan hormat pada sesama. Minangkabau merupakan salah satu budaya yang menganut matrilineal, yang menempatkan posisi perempuan Minang sebagai simbol istimewa sehingga seluk beluk dari perempuan itu baik berupa tingkah laku ataupun perannya di atas rumah dan masyarakat semuanya telah diatur dalam Al-Qur’an dan aturan adat yang berlaku. Sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan etika adat di Minangkabau adalah sumbang. Pengertian perempuan di Minangkabau dikelompokkan kedalam empat tingkatan berdasarkan ciri fisik, kematangan emosional, dan perannya di dalam masyarakat. Perempuan pertama adalah batino, seorang wanita yang baru lahir sampai dia menempuh masa kanak-kanak sampai sebelum akil baligh. Sedangkan pengelompokan yang kedua adalah gadih, yaitu perempuan dari masa akil baligh sampai masa sebelum menikah. Sedangkan perempuan pada urutan ketiga adalah padusi, yaitu perempuan yang sudah bersuami. Batasan Masalah a. klasifikasi ayat Al-Qur’an tentang kata Sumbang Duo Baleh b. menafsiran ayat tentang Sumbang Duo Baleh dan c. bagaimana konsep Sumbang Duo Baleh dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), jenis penelitian ini adalah kualitatif tidak terjun langsung kelapangan dalam pencarian data. Sumber data terbagi dua yaitu primer dan sekunder: 2. Sumber data primer berasal dari buku-buku serta jurnal yang berkaitan dengan Sumbang Duo Baleh,dan Tafsir Al-Azhar. Sedangkan sumber data sekunder dari buku adat dan Tafsir Tematik. 3. Analisis Penulisan skripsi ini menggunakan metode maudhu’i (Tematik) yaitu salah satu metode penafsiran Al-Qur’an dengan cara menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan suatu tema tertentu. Hasildari penelitian iniadalah klasifikasi ayat yang dicari secara pertema maka didapatkanlah untuk jumlah kata yang ada dalam Al-Qur’an: jumlah kata duduk 21 kata, berdiri 21 ayat, berjalan 40 ayat, bicara 49 ayat, tanya 37 ayat, jawab 125 ayat, pergaulan 1 ayat, melihat 212 ayat, makan 144 ayat, pakaian 16 kata, bekerja 11 ayat, tingkah laku 1 ayat. Dari sumbang duo baleh membahas semuaadab-adab keseharian perempuan, semua itu berasal dari dalam Al-Qur’an yang sudah diturunkan dalam undang-undang adat. Sebagaimana adat basandi sayarak, sayarak basandi kitabullah, syarak mangato (Al-Qur’an) dan adat mamakai

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Sumbang Duo Baleh dalam Perspektif al Qur’an Kajian Tematik Tafsir Al Azhar2023 · oai:ais:library-item:18406