Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik living Qur’an/Al-Qur’an in everyday life di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru, yaitu pelaksanaan amalan empat surat (Yasin, al-Mulk, as-Sajadah dan Ad-Dukhan) pada malam jum’at. Amalan ini tidak hanya dibaca pada malan jum’at saja akan tetapi dipraktekkan dalam shalat malam dan juga dipelajari maknanya melalui pembelajaran tafsir. Bila dibandingkan dengan beberapa pondok pesantren lain yang ada di Indonesia, amalan seperti ini hanya dibaca saja atau hanya praktik shalat malam saja, yang bisa di sebut denga shalat hifdzi. Karna amalan ini berbeda dengan amalan pondok pesantren lainnya, hal ini yang mendorong penulis untuk meneliti amalan empat surat di pondok Pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana konstruksi terhadap penafsiran amalan empat surat di pondok pesantren putri Daarul Ulum Pekanbaru. Karena keterbatasan waktu dalam penelitian dan banyaknya keutamaan yang terdapat dalam surah Al-Mulk, penulis menfokuskan kajian pada penafsiran hanya surah Al-Mulk saja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tata cara pelaksanaan, pola penafsiran surah al-Mulk dalam amalan empat surat dan pemahaman ustad dan santri terhadap surah al-Mulk dalam amalan empat surat sesuai dengan kitab tafsir yang dipelajari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi yaitu penelitian lapangan (field reseach), penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang mendeskripsikan karakteristik kultural, dengan pendekatan living Qur’an. Penelitian ini juga menggunakan teori sosial petter berger dan Thomas Lukman: proses eksternalisasi, Objektifitas dan eksternalisasi. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama tata cara amalan empat surat yaitu terbagi menjadi 3 tahapan: 1) tahapan persiapan: berbenah sebelum amalan, 2) tahap pembukaan: yang pembacaan do’a, 3) proses pelaksaanan: praktek pembacaan 4 surah dan proses shalat empat surat, yaitu; pada rakaat pertama membaca surah yaasin, rakaat kedua yaitu membaca surah ad-Dukhan, rakaat ketiga surah surah as-Sajadah dan terakhir yaitu surah al-Mulk, yang dilakukan dengan 2x salam. Kedua pola penafsiran, Pola penafsiran di pondok pesantren Daarul Ulum putri Pekanbaru terbagi menjadi 3 aspek, 1) metode penafsiran, 2) corak penafsiran dan 3) sumber penafsiran. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam menjelaskan tafsir oleh ustadz yang mengajar adalah metode tahlili, sumber penafsirannya adalah tafsir bil al-Matsur,dan coraknya adalah sufi. Terakhir pemahaman santri dan ustadz, menurut santri mereka memahami amalan tersebut sesuai dengan fadhilah yang terdapat dalam kitab fadhilah amal, dan apa yang mereka pelajari dalam kitab tafsir, sedangkan menurut ustadz yang mengajar sesuai penafsiran surah al-Mulk yang merupakan bagian dari 4 surah adalah “surah Al-Mulk merupakan surah munjiyat yaitu surah yang menjaga pembacanya dari azab kubur. Oleh karena itu siapa saja yang membacanya insya Allah akan dijaga dan dijauhkan dari azab kubur. Dan siapa saja membacanya akan bertambah kepahamannya terhadap agama”.