Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: ALWI YANSAH
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Mando'a Ubat DI PONPES MUSTHAFAWIYAH Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur'an)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal)” yang ditulis oleh Alwi Yansah NIRM.S1.VI.19.20.143, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan Mando’a Ubat di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar Ayat yang digunakan dalam pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Fusshilat ayat 44 dan sebagai dasar Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menjelaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan obat bagi orang beriman, dan do’a itu adalah kekuatan bagi orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya. Serta menjadikan ulama sebagai tempat bertanya untuk persoalan agama .Dasar pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat terdapat dalam Q.S Al-Fusshilat ayat 44. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Mando'a Ubat DI PONPES MUSTHAFAWIYAH Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur'an)

2024•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Skripsi ini berjudul Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal)” yang ditulis oleh Alwi Yansah NIRM.S1.VI.19.20.143, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan Mando’a Ubat di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar Ayat yang digunakan dalam pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Fusshilat ayat 44 dan sebagai dasar Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menjelaskan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan obat bagi orang beriman, dan do’a itu adalah kekuatan bagi orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya. Serta menjadikan ulama sebagai tempat bertanya untuk persoalan agama .Dasar pelaksanaan Tradisi Mando’a Ubat terdapat dalam Q.S Al-Fusshilat ayat 44. Tradisi Mando’a Ubat di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail