Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: HARMILA DEWI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Studi Kritis Terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, The Qur'an and Science

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Studi Kritis terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, the Qur’an and Science” yang disusun oleh Harmila Dewi NIRM S1.VI.19.21.026 program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Maurice Bucaille sebagai seorang orientalis yang mencoba untuk membandingkan redaksi Al-Qur’an dengan Bibel dan Ilmu Pengetahuan Sains Modern. Pemikiran ini dituangkan dalam sebuah buku yang diberi judul oleh Maurice Bucaille sendiri judul “The Bible, the Qur’an and Science” dan telah berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “ Bibel, Qur’an dan Sains Modern” oleh Prof. Dr. H. M. Rasyidi. Hal tersebut mendorong minat penulis untuk mengangkat judul skripisi “Studi Kritis terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, the Qur’an and Science” untuk mengetahui bagaimana pendapat mufassir sains pada penafsiran ayat tentang banjir, selanjutnya untuk mengetahui bagaimana pemikiran Maurice Bucaille tentang peristiwa banjir Nabi Nuh dalam bukunya The Bible, the Qur’an and Science dan kritik terhadap pemikiran Maurice Bucaille dalam upayanya membandingkan Bibel, Qur’an dan Sains Modern. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reseach), dengan pendekatan kualitatif studi kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berfokus langsung pada Al-Qur’an dan buku The Bible, the Qur’an and Science serta artikel, jurnal dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk dokumentasi, dimana data-data pada penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen berupa buku, tulisan, dan lampiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama Menurut pendapat Mufassir Tanthawi Jauhari dalam tafsirnya bahwa ayat-ayat tentang banjir dalam Al-Qur’an memiliki redaksi yang banyak, salah satu diantaranya QS. Al-‘Ankabut: 14-15 yang telah berhasil ia bahas dalam satu bab yang diberi judul besar dengan “Qishshoh Nuh ‘Alaihi As-Salam” (Kisah Nabi Nuh As.). Kedua, pemikiran Maurice Bucaille tentang banjir dalam bukunya The Bible, the Qur’an and Science menyebutkan bahwa banjir merupakan suatu hukuman yang khusus diturunkan kepada kaum nabi Nuh sebagai balasan atas kedurhakaan mereka. Penelitian Maurice Bucaille tentaang banjir nabi Nuh jika ditinjau dari metode maudhu’I Imam Abu Al-Hayy Al-farmawi diperoleh banyak kekurangan mulai dari penetapan ayat yang kurang, tidak menyusun ayat berdasarkan urutan turun, tidak mencantumkan munasabah ayat dan hadits, dan tidak membedakan antara ayat dengan redaksi ‘am dank has. Hasil kritik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa banjir bukanlah sebuah hukuman yang khusus diturunkan kepada kaum nabi Nuh saja, akan tetapi pernah juga melanda Fir’aun dan kaumnya pada zaman nabi Musa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Studi Kritis Terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, The Qur'an and Science

2025•Koleksi Perpustakaan

Skripsi yang berjudul “Studi Kritis terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, the Qur’an and Science” yang disusun oleh Harmila Dewi NIRM S1.VI.19.21.026 program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi Maurice Bucaille sebagai seorang orientalis yang mencoba untuk membandingkan redaksi Al-Qur’an dengan Bibel dan Ilmu Pengetahuan Sains Modern. Pemikiran ini dituangkan dalam sebuah buku yang diberi judul oleh Maurice Bucaille sendiri judul “The Bible, the Qur’an and Science” dan telah berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “ Bibel, Qur’an dan Sains Modern” oleh Prof. Dr. H. M. Rasyidi. Hal tersebut mendorong minat penulis untuk mengangkat judul skripisi “Studi Kritis terhadap Pemikiran Maurice Bucaille dalam Buku The Bible, the Qur’an and Science” untuk mengetahui bagaimana pendapat mufassir sains pada penafsiran ayat tentang banjir, selanjutnya untuk mengetahui bagaimana pemikiran Maurice Bucaille tentang peristiwa banjir Nabi Nuh dalam bukunya The Bible, the Qur’an and Science dan kritik terhadap pemikiran Maurice Bucaille dalam upayanya membandingkan Bibel, Qur’an dan Sains Modern. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reseach), dengan pendekatan kualitatif studi kritis. Data yang digunakan dalam penelitian ini berfokus langsung pada Al-Qur’an dan buku The Bible, the Qur’an and Science serta artikel, jurnal dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk dokumentasi, dimana data-data pada penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen berupa buku, tulisan, dan lampiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama Menurut pendapat Mufassir Tanthawi Jauhari dalam tafsirnya bahwa ayat-ayat tentang banjir dalam Al-Qur’an memiliki redaksi yang banyak, salah satu diantaranya QS. Al-‘Ankabut: 14-15 yang telah berhasil ia bahas dalam satu bab yang diberi judul besar dengan “Qishshoh Nuh ‘Alaihi As-Salam” (Kisah Nabi Nuh As.). Kedua, pemikiran Maurice Bucaille tentang banjir dalam bukunya The Bible, the Qur’an and Science menyebutkan bahwa banjir merupakan suatu hukuman yang khusus diturunkan kepada kaum nabi Nuh sebagai balasan atas kedurhakaan mereka. Penelitian Maurice Bucaille tentaang banjir nabi Nuh jika ditinjau dari metode maudhu’I Imam Abu Al-Hayy Al-farmawi diperoleh banyak kekurangan mulai dari penetapan ayat yang kurang, tidak menyusun ayat berdasarkan urutan turun, tidak mencantumkan munasabah ayat dan hadits, dan tidak membedakan antara ayat dengan redaksi ‘am dank has. Hasil kritik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa banjir bukanlah sebuah hukuman yang khusus diturunkan kepada kaum nabi Nuh saja, akan tetapi pernah juga melanda Fir’aun dan kaumnya pada zaman nabi Musa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail