Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: MUHAMMAD RIZAL
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penafsiran Ahsan Taqwim dalam QS At Tin Ayat 4 ( Studi Komparatif antara Tafsir al Misbah dan Tafsir al Maraghi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN AHSAN TAQWIM DALAM QS. AT TIN AYAT 4 (Studi Komparatif antara Tafsir Al Mishbah dan Tafsir Al Maraghi)” yang ditulis oleh Muhammad Rizal, Nirm S1.VI.19.19.487, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi melihat dari artikel kompas.com Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah bayi prematur tertinggi di dunia, yaitu menempati peringkat kelima. Ada 15 juta bayi yang terlahir prematur setiap tahunnya di seluruh dunia. Dari sejumlah 15 juta bayi prematur tersebut, sebanyak 1,1 juta bayi dilaporkan meninggal dunia karena berbagai komplikasi. Maka dari itu penulis tertarik meneliti bagaimana penafsiran ahsan taqwim (sebaik-baik ciptaan) dalam Qs. At tin ayat 4 menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah dan Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsir Al Maraghi. Kemudian penulis ingin menganalisa dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran ahsan taqwim menurut Tafsir Al Mishbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al Maraghi serta analisa penulis dari kedua mufassir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir yang dipakai adalah metode muqaran jenis perbandingan antara mufassir, sumber data penelitian terbagi dua: pertama sumber data primer yaitu Al Qur’an, Tafsir Al Misbah Karya Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al Maraghi. Kedua sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan untuk meneliti kajian, yaitu: jurnal, buku, skripsi tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan ahsan taqwim. Berdasarkan hasil dari penelitian ini yakni penafsiran ahsan taqwim dalam Qs. At tin ayat 4. Menurut Quraish Shihab ahsan taqwim adalah manusia yang diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya dalam arti yang sebaik-baiknya adalah dalam fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Menurut Al Maraghi ahsan taqwim merupakan ciptaan allah yang sempurna dibanding makhluk lain, diberikan pula akal pikiran agar dapat mencari dan mendalami ilmu pengetahuan sehinga bisa berkuasa atas segala makluk. Analisa penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia merupakan ciptaan allah swt yang paling baik dibandingkan makhluk lainnya. Sementara perbedaan dari kedua mufassir, M. Quraish Shihab menjelaskan ahsan taqwim itu sebaik-baik ciptaan agar menjadi hamba yang gemar beribadah dan khalifah allah di bumi. SedangkanAhmad Musthafa Al Maraghi menjelaskan ahsan taqwim itu yang mempunyai akal dengan tujuan bisa berkuasa atas segala makhluk dan gemar mengumpulkan harta untuk kesenangan semata.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Penafsiran Ahsan Taqwim dalam QS At Tin Ayat 4 ( Studi Komparatif antara Tafsir al Misbah dan Tafsir al Maraghi)

2023•Koleksi Perpustakaan

Judul skripsi ini yaitu: “PENAFSIRAN AHSAN TAQWIM DALAM QS. AT TIN AYAT 4 (Studi Komparatif antara Tafsir Al Mishbah dan Tafsir Al Maraghi)” yang ditulis oleh Muhammad Rizal, Nirm S1.VI.19.19.487, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi melihat dari artikel kompas.com Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah bayi prematur tertinggi di dunia, yaitu menempati peringkat kelima. Ada 15 juta bayi yang terlahir prematur setiap tahunnya di seluruh dunia. Dari sejumlah 15 juta bayi prematur tersebut, sebanyak 1,1 juta bayi dilaporkan meninggal dunia karena berbagai komplikasi. Maka dari itu penulis tertarik meneliti bagaimana penafsiran ahsan taqwim (sebaik-baik ciptaan) dalam Qs. At tin ayat 4 menurut Quraish Shihab dalam tafsir Al Mishbah dan Ahmad Musthafa Al Maraghi dalam tafsir Al Maraghi. Kemudian penulis ingin menganalisa dari kedua pendapat mufassir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana penafsiran ahsan taqwim menurut Tafsir Al Mishbah Karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al Maraghi serta analisa penulis dari kedua mufassir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir yang dipakai adalah metode muqaran jenis perbandingan antara mufassir, sumber data penelitian terbagi dua: pertama sumber data primer yaitu Al Qur’an, Tafsir Al Misbah Karya Muhammad Quraish Shihab, Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al Maraghi. Kedua sumber data sekunder adalah data pendukung yang memudahkan untuk meneliti kajian, yaitu: jurnal, buku, skripsi tulisan-tulisan tokoh lain yang di dalamnya terdapat pembahasan yang berkaitan dengan pembahasan ahsan taqwim. Berdasarkan hasil dari penelitian ini yakni penafsiran ahsan taqwim dalam Qs. At tin ayat 4. Menurut Quraish Shihab ahsan taqwim adalah manusia yang diciptakan dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya dalam arti yang sebaik-baiknya adalah dalam fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Menurut Al Maraghi ahsan taqwim merupakan ciptaan allah yang sempurna dibanding makhluk lain, diberikan pula akal pikiran agar dapat mencari dan mendalami ilmu pengetahuan sehinga bisa berkuasa atas segala makluk. Analisa penulis, keduanya mengemukakan bahwa manusia merupakan ciptaan allah swt yang paling baik dibandingkan makhluk lainnya. Sementara perbedaan dari kedua mufassir, M. Quraish Shihab menjelaskan ahsan taqwim itu sebaik-baik ciptaan agar menjadi hamba yang gemar beribadah dan khalifah allah di bumi. SedangkanAhmad Musthafa Al Maraghi menjelaskan ahsan taqwim itu yang mempunyai akal dengan tujuan bisa berkuasa atas segala makhluk dan gemar mengumpulkan harta untuk kesenangan semata.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail