BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Judul : WAWASAN QIRA’AT AL-QUR’AN (Mengenali Ragam Bacaan, Bentuk Tulisan, Tanda Baca, Hingga Mushaf Al-Qur’an di Dunia Islam) Penulis : Dr. H. Sopyan Hadi Musa, S.Pd.I., M.Ag. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 171 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-353-9 SINOPSIS Pada awalnya, bacaan Al-Qur’an yang diajarkan Rasulullah adalah bacaan yang sesuai dengan dialek Quraisy, yaitu suku yang mendiami kota Makkah dan sekitarnya di mana Rasulullah pertama menyampaikan Al-Qur’an dan dakwahnya. Namun Rasulullah sangat memahami bahwa bangsa Arab bukanlah terdiri dari satu suku Quraisy saja, melainkan masih ada puluhan suku lagi yang terpencar di sekitar semenanjung Arab. Masing-masing suku memiliki dialek yang berbeda, baik perbedaan yang tajam maupun ringan. Perbedaan yang ada meliputi beberapa hal antara lain terkait fenomena imâlah, takhfîf hamzah, dan idghâm. Hal inilah yang menjadi salah satu sebab terjadinya ragam qiraat Al-Qur’an. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam membaca Al-Qur’an, Rasulullah SAW meminta kepada malaikat Jibril agar menambahkan versi bacaan Al-Qur’an (qiraat Al-Qur’an) sehingga Al-Qur’an dapat dibaca dengan beberapa versi bacaan tidak hanya dengan satu versi bacaan saja. Rasulullah menyadari bahwa kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah maupun Jazirah Arab ada banyak, masing-masing memiliki dialek (lahjah) yang khas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Apabila Al-Qur’an hanya bisa dibaca dengan satu versi cara baca saja menurut dari satu kabilah, yaitu Quraisy maka kabilah lain belum tentu dapat dengan mudah mengikuti cara bacanya. Padahal Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk yang diturunkan bagi seluruh umat manusia di muka bumi baik Arab maupun bukan Arab. Dalam buku ini penulis mencoba menggambar sejarah Qiraat Al-Qur’an Nabi yang diajarkan kepada sejumlah sahabat dan keterkaitannya dengan dialek kebahasaan masyarakat dari kabilah-kabilah Arab, sampai pada penulisan Al-Qur’an dalam mushaf yang dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi manusia yang mendambakan kebahagiaan yang hakiki. Manusia wajib mengikuti petunjuk-petunjuk Al-Qur’an. Ketika manusia jauh dari petunjuk hidupnya, maka sesungguhnya mereka telah “membinatangkan” dirinya. Telah tampak di hadapan mata kita, seseorang yang tidak berpedoman pada Al-Qur’an, maka perilakunya tidak jauh beda dengan binatang. Jangan bersedih jika engkau tidak dihargai, tetapi bersedihlah jika tidak berharga lagi. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil, tetapi jadilah manusia yang bermanfaat. Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan di kala kita senang dan perisai di waktu susah. Namun, kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Semua manusia itu baik, jika kita bisa melihat kebaikan dan keunikannya. Sebaliknya, semua manusia itu akan buruk dan membosankan, jika kita tidak bisa melihat keduanya. Hidup tanpa rencana tak ubahnya melangkah tanpa arah. Ibaratnya perjalanan tanpa tujuan. Tujuan akhir manusia adalah surga, maka ikutilah petunjuk Al-Qur’an Al-Karim.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini disusun dengan tujuan menyediakan bahan ajar mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dengan acuan Standar Isi mata pelajaran bahasa Inggris tahun 2013. Bahan ajar ini dirancang untuk pemakaian secara nasional dan oleh karenanya guru di seluruh Indonesia dapat menggunakannya langsung di dalam kelas atau dengan melakukan adaptasi seperlunya menyesuaikan KTSP masing-masing. Materi dan tugas pembelajaran dikembangkan dengan prinsip-prinsip Pendekatan Komunikatif untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam keempat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu materi dan tugas pembelajaran secara integratif mengembangkan kecakapan hidup dalam arti luas dan peningkatan kesadaran akan kebinekaan. Materi dan tugas-tugas pembelajaran dalam buku ini diorganisasikan ke dalam dua siklus pembelajaran, yaitu siklus lisan dan siklus tulis. Sementara siklus lisan menekankan pengembangan keterampilan menyimak dan berbicara, siklus tulis mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Sesuai dengan prinsip keterpaduan dalam pembelajaran bahasa, kedua siklus tersebut mengembangkan keempat keterampilan berbahasa secara terintegrasi. Selain itu, untuk keperluan pengayaan dan evaluasi, setiap chapter dilengkapi dengan tugas terstruktur berupa evaluasi. Materi dan kegiatan pembelajaran dalam buku ini lebih dikembangkan untuk mendorong terjadinya learning pada diri siswa. Kegiatan-kegiatan belajar dikembangkan untuk menjadikan siswa secara individu, berpasangan, dan kelompok kecil secara aktif belajar bahasa Inggris melalui kegiatan memahami dan menggunakan bahasa Inggris untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan secara alami. Guru lebih bertindak sebagai fasilitator, pemberi feedback, dan pendorong siswa agar berani mengekspresikan dirinya dengan tidak mengabaikan pentingnya akurasi berbahasa. Dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran dan peran guru yang demikian, siswa terbimbing dan memperoleh fasilitasi dalam berlatih mengekspresikan dirinya sehingga secara bertahap akhirnya mampu berkomunikasi dengan baik.