Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Shalawat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Shalawat Dalail Khairat dalam acara sukuran dijorong aua nagari barulak

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Tradisi Membaca Shalawat Dalail Khairat dalam acara sukuran dijorong Aua Nagari Barulak” di susun Oleh: Misrul, NIRM: S1.VI.19.21.029. Mahasiswa Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Tulisan ini dilatar belakangi dari fenomena pembacaan kebiasaan masyarakat Jorong Aua Nagari Barulak, mereka mengadakan Shalawat pada acara Syukuran, Minta do’a keselamatan, Aqiqah, Sunatan, Bulan Rabi’ul Awal ( Maulud ) dan Khatam Al-Quran dan pembacaan Shalawat ini dibaca oleh kelompok Shalawat dan para muslimin atau masyarakat laki-laki yang diundang oleh orang yang punya hajatan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah Shalawat Dalail Khairat dalam acara syukuran di Jorong Aua Barulak, menjelaskan pelaksanaan Shalawat Dalail Khairat di Jorong Aua Barulak dan menjelaskan penafsiran ayat dan analisis pemahaman masyarakat tentang Shalawat Dalail Khairat di Jorong Aua Barulak. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai, tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, baik itu bersifat eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif, tergantung tujuan penelitian dan hasil yang ingin diketahui sehingga berpengaruh pula pada paradigma yang menyelimutinya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa tradisi shalawat di jorong Tanjung Aua, merupakan tradisi yang pertama kali diajarkan dan dihidupkan oleh seorang tokoh yang bernama Tuanku Imam Buah Dalu, yang kemudian dilestarikan dan diamalkan oleh masyarakat setempat sampai saat sekarang ini. Pelaksanaan Shalawat ini di laksanakan pada acara Syukuran seperti pesta pernikahan, Aqiqah, Khatam Qura’an dan lain sebagainya. Amalan shalawat ini dilandaskan kepada Q.s Al-Ahzab ayat 56 dengan tujuan semoga dengan pembacaan shalawat dirumah ahli bait (pemilik hajat) mendapatkan keberkahan dan keselamatan dengan berkat bacaan shalawat itu sendiri.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Pembacaan Shalawat Badar serta Dzikir Pagi dan Petang di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlisin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur'an)

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini adalah pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an yang mempunyai keunikan dalam pelaksanannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui dasar dan manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Proses pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang dilakukan secara rutin pada waktu setelah shalat ashar, maghrib, dan shubuh. Pelaksanaannya dipimpin oleh santri yang dipilih oleh ustadzustadzah pengasuh santri dan diikuti oleh seluruh santri. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pembacaan Shalawat Badar serta Dzikir Pagi dan Petang di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlisin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur'an)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Pembacaan Shalawat Badar Serta Dzikir Pagi Petang Di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang (Kajian Living Qur’an)” yang disusun oleh Jamaluddin Pohan NIRM S1.VI.19.20.166, program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengkaji tradisi pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin dalam konteks Living Qur'an. Dengan adanya keunikan dalam pelaksanan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang pada setiap harinya secara rutin di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin, maka hal inilah yang mendorong penulis untuk mengembangkan penelitian di pondok pesantren tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui sejarah dan dasar serta manfaat pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Selanjutnya untuk mengetahui bagaimana proses tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlishin. Serta untuk mengetahui penafsiran ayat Q.S Al-Ahzab ayat 41-43 dan 56 sebagai dasar tradisi pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan living qur’an. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Ittihadul Mukhlishin Desa Paran Padang Kelurahan Hutatonga Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam menganalisis data penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menemukan bahwa sejarah pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang ini bermula dari ajaran para pendiri pesantren yang menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dengan berdzikir dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dasar pelaksanaan pembacaan shalawat badar serta dzikir pagi petang terdapat dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-43 dan ayat 56, Manfaat utama yang dirasakan oleh santri meliputi peningkatan keyakinan dan hubungan kepada- Nya, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari gangguan. Selain itu, pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang juga berperan dalam membentuk karakter santri yang disiplin, sabar, dan tawakal. Pembacaan shalawat badar dan dzikir pagi petang di pondok pesantren Ittihadul Mukhlisin merupakan implementasi nyata dari konsep Living Qur'an, dimana ajaran Al-Qur'an tidak hanya dibaca tetapi juga dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail