Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: Studi Naskah kitab Tafsir klasik
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengantar Studi Al-Qur'an: Teori dan Pendekatan

2021•Koleksi Perpustakaan

Meskipun studi keislaman terutama studi Al-Qur'an telah banyak dilakukan oleh para sarjana luar dan dalam negeri, dengan menggunakan ragam teori dan dengan fokus kajiannya masing-masing seiring dengan perkembangan keilmuan kontemporer, karya ini tetap layak diapresiasi karena ia berusaha menghadirkan cara pendekatan yang berbeda terhadap Al-Qur'an, dan dengan kemasan sistematika penulisan yang mudah dicerna dan dipahami.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Al-Qur’an (Teori dan Aplikasinya dalam Penafsiran Ayat Pendidikan)

2021•Koleksi Perpustakaan

Secara komprehensif, buku Studi Al-Qur’an (Teori dan Aplikasinya dalam Penafsiran Ayat Pendidikan) menyajikan dan memaparkan hal-hal yang berhubungan dengan ‘Ulum al-Qur’an, seperti pewahyuan, Al-Makkiyah dan Al-Madaniyah, Nasikh dan Mansukh, Munasabah, Hermeneutika, tafsir tematik dan sebagainya yang diaplikasikan terhadap ayat-ayat pendidikan. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam proses pendidikan Islam terutama di kalangan mahasiswa, pendidik serta semua pihak yang terlibat dalam pendidikan Islam, berupa pengembangan konsep pendidikan berlandaskan Al-Qur’an yang kemudian dikontekstualisasikan dalam menjawab persoalan-persoalan kehidupan yang semakin kompleks.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Metodologi Tafsir

2021•Koleksi Perpustakaan

Sejarah penafsiran dan metodologi tafsir al-Qur’an telah melewati berbagai fase yang panjang, rumit dan kompleks. Awalnya, penafsiran merupakan usaha menemukan maksud yang sesuai dengan teks, namun pada tahap selanjutnya proyeksi penafsiran terkontaminasi dengan usaha menundukkan al-Qur’an demi kepentingan kelompok keagamaan dan individu. Dalam beberapa penelitian, produk-produk penafsiran al-Qur’an dari generasi ke generasi memiliki corak dan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain adalah adanya perbedaan situasi sosio-historis di mana seorang mufasir hidup. Bahkan situasi politik yang terjadi ketika mufasir melakukan kerja penafsiran juga sangat kental mewarnai produk-produk penafsirannya. Di samping cakupan makna yang dikan-dung oleh al-Qur’an memang sangat luas, perbedaan dan corak penafsiran itu juga disebabkan perbedaan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing mufasir.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Arah Baru Studi Ulumul al-Qur’an

2021•Koleksi Perpustakaan

“Edisi kedua karya sahabat Aksin Wijaya ini merupakan lanjutan dari karya sebelumnya yang berjudul Menggugat Autentisitas Wahyu Tuhan, di sisi lain menjadi pijakan dasar dari karya berikutnya yang berjudul Sejarah Kenabian dalam Perspektif Tafsir Nuzuli. Sebagai lanjutan, karena buku ini menampilkan gagasan inti dari karya sebelumnya tentang diferensiasi pesan Tuhan menjadi wahyu, al-Qur’an dan Mushaf Utsmani; dan menjadi pijakan karena karya berikutnya itu bertolak pada buku ini terutama tentang dialog al-Qur’an dan Mushaf Utsmani dengan realitas masyarakat Arab yang hidup pada pra, era, dan pasca kehadiran al-Qur’an. Ketiga buku itu menjadi satu kesatuan yang harus dibaca oleh mereka yang hendak memahami pemikiran keislaman Aksin Wijaya secara utuh.” [Dr. Hefni Zein, Wakil Rektor III IAIN Jember] “Buku ini membahas unsur-unsur Ulum al-Qur’an dengan cara baru, mensistematisasinya serta mendiferensiasi antara wahyu, al-Qur’an, dan Mushaf Utsmani. Ketiga istilah itu menurut Aksin mempunyai makna yang berbeda, kendati menunjuk pada satu titik yang sama, yakni pesan Tuhan. Pesan Tuhan yang tersimpan di dalam ketiga istilah itu juga berbeda dari segi autentisitasnya, sehingga dia menawarkan pendekatan baru dalam memburu pesan autentik Tuhan, yakni hermeneutika. Di sinilah letak kesegaran dan kebaruan buku karya Aksin Wijaya ini.” [Dr. Suwendi, M.Ag., Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat PTKI, Kemenag RI]

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Metodologi Studi AlQuran

2021•Koleksi Perpustakaan

"Semua umat beragama yang mendasarkan diri pada kitab suci sangat rentan terhadap kecenderungan untuk menempatkan teks dalam kedudukan yang begitu tinggi, hingga mengalahkan kenyataan hidup manusia yang terus berubah. ""Rezim teks"" akan selalu menjadi bayangbayang yang terus menghantui masyarakat pengagung kitab suci. Wujud modern dari kecenderungan itu adalah fundamentalisme dengan pemahaman agama yang bersifat literalis-skripturalistik dan bibliolatrik. Karena supremasi teks yang berlebihan, dimensi manusia (ghayab al-insan) hilang dari modus keberagamaan, dengan akibat pengasingan manusia dari pengalaman spiritualnya sendiri. Dalam konteks seperti itu, diperlukan pandangan yang lebih seimbang tentang teks wahyu yang hidup dalam konteks yang nyata, di mana masyarakat terlibat aktif dalam pemaknaan teks itu. Diperlukan metodologi yang menempatkan pengalaman manusia dan wahyu sebagai dua hal yang saling mengandaikan, tidak bisa dipisahkan, dan diperlakukan sebagai sesuatu yang memiliki status epistemologis yang sama dalam tindakan penafsiran. Buku ini adalah upaya untuk mencapai itu, yang tak pelak akan mendinamisasi cara kita memahami pesan kitab suci."

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pluralisme Agama dalam Perspektif Islam (Studi Kritis atas Perkembangan Pemikiran Islam di Indonesia): Bintang Pustaka

2021•Koleksi Perpustakaan

Buku sederhana ini berusahan untuk menawarkan sebuah konsep pemahaman tentang bagaimana semestinya kita bersikap yang semestinya sesuai dengan koridor syariat terhadap agama yang baik, tentunya kita dituntut untuk menjadi seorang muslim yang taat dan kuat secara aqidah. Pun demikian, di sisi lainnya, karena kita hidup di tengah pluralitas, kita pun dituntut untuk bersikap toleran dengan segala perbedaan yang ada, sebagai wujud lil’alamin-nya Islam.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVOLUSI PESANTREN; Studi Kepemimpinan Kiai Berbasis Orientasi ESQ

2021•Koleksi Perpustakaan

Idealnya, kepemimpinan seorang kiai mesti bersandar secara maksimal pada kualitas spiritual dan kapasitas penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kualitas tersebut akan berdampak pada derajat pemanfaatannya terhadap kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam proses dan peran kepemimpinan yang dijalankannya. Yang ideal, meskipun sulit, harus terus menerus dikejar dan diupayakan, karena eksistensi pesantren di masa depan akan sangat bergantung salah satunya pada kriteria kepemimpinan yang semacam itu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Aneka Pendekatan Studi Agama

2021•Koleksi Perpustakaan

Buku ini adalah pengenalan awal berbagai pendekatan terhadap agama, yakni pendekatan antropologis, fenomenologis, feminis, filosofis, sosiologis, psikologis, dan teologis. Meskipun tampak berdasar pada pembelahan disiplin ilmu secara tradisional, namun ia tak lebih merupakan penyederhanaan dan ujungnya sifat interdisiplin terhadap agama akan tampak dalam buku ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Aneka Pendekatan Studi Agama

2021•Koleksi Perpustakaan

Buku ini adalah pengenalan awal berbagai pendekatan terhadap agama, yakni pendekatan antropologis, fenomenologis, feminis, filosofis, sosiologis, psikologis, dan teologis. Meskipun tampak berdasar pada pembelahan disiplin ilmu secara tradisional, namun ia tak lebih merupakan penyederhanaan dan ujungnya sifat interdisiplin terhadap agama akan tampak dalam buku ini.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Hermeneutika Kajian Pengantar

2021•Koleksi Perpustakaan

Hermeneutika dalam tradisi pemikiran Islam adalah sesuatu yang masih menjadi polemik. Ada yang menerima tanpa reserve dan ada yang menolaknya secara mati-matian, sekaligus ada yang bersikap moderat. Penyusunan buku ini adalah untuk memberikan pemahaman awal agar terhindar dari pretensi yang menjebak pada dua kubu ekstremitas, yaitu menerima dan/atau menolaknya tanpa bersikap kritis kepadanya. Bukankah ada ungkapan yang menyatakan khudz al-Hikmah wala Yadurruka min Ayyi wi’a in kharajat ? Nah, penyusunan buku ini dimaksudkan untuk memenuhi proses tersebut sekaligus agar proses perkuliahan dapat berlangsung dengan lebih terarah, terfokus sehingga tujuan perkuliahan dapat lebih tercapai dengan lebih efektif dan efisien. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Teori Naskh Al-Qur’an Kontemporer: Studi Pemikiran Mahmud Muhammad Taha dan Jasser Auda

2021•Koleksi Perpustakaan

Diskursus studi al-Qur’an kontemporer pasca Muhammad Abduh mengalami pergeseran paradigma, dari teks ke konteks. Konteks dalam proses penafsiran mendapatkan porsi pertimbangan yang lebih dibanding era sebelumnya. Hal ini berimplikasi terhadap munculnya beragam rekonstruksi dalam melihat teori-teori klasik, salah satu diantaranya adalah teori naskh al-Qur’an. Dua dari sekian tokoh yang menawarkan pembacaan modern adalah Mahmud Muhammad Taha dan Jasser Auda. Taha membangun konstruksi teori naskh-nya di atas basis pemikirannya, yaitu evolusi syariah. Sedangkan Jasser menggugat penggunaan teori naskh berlandaskan perspektif maqashid syariatnya, yaitu teori sistem. Karena itu, buku ini berupaya menghadirkan kerangka argumen dan metodologis penafsirannya, berikut paradigma yang mendasarinya, serta relevansi pemikiran keduanya di dalam peta wacana naskh al-Qur’an kontemporer. Buku ini menyimpulkan bahwa teori naskh evolutif-progresif Taha bertumpu pada konteks dan dialektikanya terhadap realitas. Peristiwa naskh di periode Madinah dipahami tidak dalam kerangka penghapusan ayat, melainkan sebagai penggantian penerapan yang bersifat temporal. Pada saat yang sama, agar ajaran esensial yang terkandung di dalam ayat Makkiyah dapat terbuka kembali, ia membalik teori naskh konvensial, sehingga hukum mengalami gerak evolutif di sepanjang zaman. Di sisi yang lain, dalam kerangka teknis, Jasser Auda tak beranjak dari pengertian teori konvensional, namun perspektif maqashidi yang ia tawarkan menutup aplikasi yang memungkinkan terjadinya naskh. Hal itu dilakukan bertujuan untuk menunjukkan kelemahan argumen epistemologis teori naskh konvensional yang cenderung oposisi binner, menggantikannya dengan pembacaan komprehensif-multidimensional. Buku ini tidak sependapat dengan mayoritas ulama tradisional, baik tradisional secara zaman ataupun tradisional secara metodologi pembacaan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail