Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tanah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Jum'at Berkah Di Masjid Istighfar Tanah Mati (Studi Living Qur'an)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini mengangkat judul "Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati (Studi Living Qur’an)". Fokus utama dari penelitian ini adalah menggali bagaimana pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 18, diwujudkan dalam bentuk kegiatan sosial keagamaan yang dikenal dengan nama “Jum’at Berkah”. Kegiatan ini mencerminkan praktik keberagamaan yang tidak hanya ritualistik, tetapi juga berdimensi sosial dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di Masjid Istighfar Tanah Mati. Dalam menganalisis makna Surah At-Taubah ayat 18, digunakan metode tafsir tahlili dengan merujuk pada enam kitab tafsir utama, yaitu: Tafsir al-Munir, Tafsir al-Tabari, Tafsir al-Azhar, Tafsir al-Misbah, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir al-Qurtubi. Keenam tafsir ini memberikan perspektif linguistik, historis, dan kontekstual dalam memahami ayat yang berkaitan dengan pemakmuran masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Jum’at Berkah di Masjid Istighfar Tanah Mati merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta pemakmuran masjid sebagaimana dimaksud dalam Surah At-Taubah ayat 18. Kegiatan tersebut menjadi medium aktualisasi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihidupkan dalam realitas sosial umat Islam.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Tradisi Bakaua di Jorong Tanah Ungguak

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ayat yang menjadi landasan kegiatan bakaua adalah surah ghafir ayat 60, pada penafsiran ayat ini dijelaskan bahwa Allah memerintahkan untuk berdo'a kepada Allah secara ikhlas tanpa diiringi kesyirikan, berdo'a memiliki syarat-syarat, adab-adab, waktu mustajab, tempat-tempat do'a mudah dikabulkan. Dari pemaparan tersebut tidak ada ditemukan bahwa berdo'a harus dilakukan di suatu tempat tertentu tanpa boleh diubah tempatnya, seperti yang dipraktekkan pada tradisi bakaua. Jika dilihat dari tempat-tempat mistajab do'a, tempat dilaksakannya tradisi bakaua juga tidak termasuk kedalamnya.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail