Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

185 item publik

Publikasi

Halaman 2 dari 10

Jual Beli Online tanpa Aplikasi Menurut Al-Qur`an

FITRI EZA
2026 · Thesis · Open Access

Perkembangan teknologi komunikasi digital melahirkan fenomena jual beli online tanpa aplikasi, yakni transaksi melalui telepon atau WhatsApp tanpa dukungan platform e-commerce terstruktur. Praktik ini berpotensi mengandung gharar (ketidakjelasan) akibat ketiadaan dokumentasi formal, ketidakjelasan spesifikasi barang, dan minimnya perlindungan konsumen. Kementerian Perdagangan RI mencatat bahwa dari 20.942 keluhan konsumen sejak 2022 hingga Maret 2025, sebanyak 92% berasal dari transaksi online yang umumnya berkaitan dengan barang tidak sesuai spesifikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan fenomena tersebut, menafsirkannya melalui Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dan merumuskan pandangan Al-Qur'an yang komprehensif terhadap fenomena jual beli online tanpa aplikasi. Penelitian ini merupakan library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif analitis, menggunakan metode tafsir maudhu'i model kedua Muhammad Baqir al-Shadr yang bertolak dari fenomena kehidupan nyata sebelum mendatangi Al-Qur'an sebagai sumber jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat yang relevan terbagi dalam dua tema. Tema yang pertama adalah Muamalah dan Transaksi Ekonomi dalam Islam, mencakup Q.S. Al-Baqarah [2]: 282 tentang perintah pencatatan dan dokumentasi transaksi, Q.S. An-Nisa [4]: 29 tentang larangan transaksi batil dan perintah an-tarādhin yang hakiki, serta Q.S. Al-Baqarah [2]: 275 tentang kehalalan jual beli dan keharaman riba. Tema yang kedua adalah Perdagangan sebagai Konsep Dunia dan Akhirat, diwakili Q.S. As-Saff [61]: 10 tentang tijarah yang menyelamatkan sebagai landasan etika dan spiritualitas perdagangan. Berdasarkan penafsiran az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir, pandangan AlQur'an terhadap jual beli online tanpa aplikasi dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, status hukum dasarnya adalah boleh (halal) karena termasuk dalam albay' yang dihalalkan Allah secara umum (lil-jinsi). Kedua, kebolehan tersebut terikat pada empat syarat minimal, yaitu adanya dokumentasi digital yang memadai sebagai al-bayyinah modern berdasarkan pandangan Ibnu al-Qayyim yang dikutip az-Zuhaili, terpenuhinya an-tarādhin yang hakiki melalui spesifikasi barang yang jelas dan dapat diverifikasi, terjaganya nilai shidq, amanah, dan tabligh dalam seluruh proses transaksi, serta bebasnya transaksi dari riba, gharar kathir, dan tadlis. Ketiga, apabila syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi sehingga terdapat gharar kathir maka akad menjadi fasid (rusak), dan apabila terdapat tadlis yang disengaja maka akad menjadi batil.

Penafsiran Mahmud Yunus tentang Batasan Aurat Perempuan dalam Surah An-Nur Ayat 31

DELFI YULIANDRA
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi berjudul “Penafsiran Mahmud Yunus Tentang Batasan Aurat Perempuan Dalam Surah An-Nur 31” yang ditulis olch Delfi Yuliandra, NIM. 2219005, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat para ulama dan mufassir mengenai batasan aurat perempuan, khususnya dalam menafsirkan frasa illā mā zhahara minhā (kecuali yang biasa tampak) dalam Q.S. An-Nur: 31, yang ada dalam Tafsir Qur’an Karim memiliki pendekatan penafsiran yang khas dan kontekstual terhadap ayat ini. Adapun rumusan masalah Skripsi ini: Bagaimana penafsiran Mahmud Yunus tentang aurat dalam Q.S. An-Nur: 31, Batasan Masalah: Pertama, mengungkapkan penafsiran Mahmud Yunus terhadap Q.S. An-Nur: 31. Kedua, Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Dan tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengatahui penafsiran Mahmud Yunus Surah An-Nur: 31. Metode penelitian ini ialah kualitatif, jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan fikih. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus dan sumber sekunder jurnal ilmiah karya Hanna Salsabila, dan teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dengan pedoman dokumentasi yang tersusun berdasarkan rumusan masalah. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan, Mahmud Yunus menafsirkan Q.S. An-Nur: 31merujuk kepada tafsir ibnu Abbas bahwa anggota yang biasa terbuka itu adalah muka dan telapak tangan juga diperkuat dengan hadis Nabi juga mengatakan hanya muka dan telapak tangan, tetapi jika dilihat dari pendekatan keilmuan Mahmud Yunus iya ber mazhab hanafi, menurut Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir al-Munir mengatakan bahwa Diriwayatkan dari Imam Abu Hanifah bahwasanya kedua telapak kaki juga bukan termasuk aurat. Sebab unsur kerepotan dalam menutup kedua telapak kaki lebih besar daripada dalam menutup kedua telapak tangan, terutama bagi para penduduk. Analisis terhadap penafsiran Mahmud Yunus bahwa penafsirannya merupakan sintesis antara sumber bil ma’tsur (Ibnu Abbas dan hadis Sunan Abu Dawud) dan bil ra’yi (mazhab Hanafi), dengan metode gabungan ijmali-tahlili dan corak adabul ijtima’i. Posisi penafsirannya moderat luas lebih luas dari mazhab Syafi’i namun sejalan dengan mazhab Hanafi serta relevan sebagai rujukan tafsir kontekstual bagi masyarakat Muslim Indonesia yang beragam secara budaya.

Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an

ABDUL HAMID
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi berjudul “ Rekonstruksi Pemikiran Theodor Nöldeke Tentang Kodifikasi Al-Qur`an” yang ditulis oleh Abdul Hamid, NIM. 2219029, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Usulluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur`an (IDAQU) Payakumbuh. Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu Allah Swt yang keasliannya dijaga melalui proses hafalan dan kodifikasi. Namun, dalam sejarah perkembangan akademik Barat,kodifikasi Al-Qur'an sering kali dikaji oleh sarjana orientalis melalui pendekatan historis-kritis yang melahirkan perdebatan teologis dan historis. Salah satu tokoh sentral orientalis dalam kajian ini adalah Theodor Nöldeke melalui karya monumentalnya The History of the Qur'an. Beberapa asumsi Nöldeke dinilai kontroversial dan menuai kritik dari sarjana Muslim karena meragukan validitas riwayat tradisional Islam serta mengabaikan otoritas transmisi riwayat, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi ilmiah secara objektif dan berimbang guna memahami dinamika pemikirannya dalam khazanah dialog akademik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Peneliti melakukan telaah kritis terhadap teks dan struktur gagasan tokoh dengan menguji pola argumentasi secara logis dan metodologis. Sumber data penelitian ini dibagi menjadi dua kategori. Sumber primer bertumpu pada karya asli Theodor Nöldeke, yaitu buku The History of the Qur'an edisi revisi. Sumber sekunder mencakup literatur pendukung berupa buku buku ‘Ulum al-Qur’an, skripsi, tesis, disertasi, serta jurnal ilmiah yang mengkaji pemikiran orientalis maupun karya sarjana Muslim yang memberikan kritik. Hasil penelitian di bagi ke dalam dua bagian: 1. Pemikiran Theodor Nöldeke pada bagian asumsinya mengatakan kalau dia meragukan mutu penghafAl-Qur`an hal ini berdasarkan data korban L. Caeni, Theodor Nöldeke berargumen kalau korban dari perang Yamamah itu merupakan mualaf baru bukan para penghafAl-Qur`an (huffaz), Theodor Nöldeke juga meragukan mengenai waktu dalam proses pengumpulan Al-Qur`an pada masa Abu Bakar yang dinilai terlalu singkat lebih kurang 15 bulan untuk proyek yang sebesar itu dan juga Theodor Nöldeke mengganggap bahwa Al-Qur`an yang sudah terkumpul,kemudian Umar Bin Khattab menyerahkanya kepada Hafsah Binti Umar merupakan koleksi Pribadi bukan milik negara. 2. Metode yang digunakan oleh Theodor Nöldeke dalam mengkaji/meneliti sebuah teks Al-Qur`an menggunakan Metode Filologi/ Kritik Historis-Tekstual ala barat yang akan dibahas dalam penelitian ini asumsi dasar Theodor Nöldeke dan tanggapanya. Rekonstruksi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Theodor Nöldeke tidak langsung percaya dengan adanya apa yang sudah tertulis dalam sebuah teks (skeptisisme metodologis) sehingga dia akan menganalisis gaya bahasa dari teks tersebut, mencari keterkaitan antara teks yang satu dengan teks yang lain, ulama muslim berbeda pendapat mengenai hal tersebus salah satunya menurut Imam Jalaluddin As Suyuti mengatakan kalau apa yang sudah tertulis dalam Al-Qur`an itu memang itu datang dari Allah SWT hal ini di dasarkan pada hadis yang Shahih,Mutawatir.

Nisab Zakat Padi Masyarakat Nagari Sitanang (Kajian Ayat-ayat Zakat)

SYAMSUL HANAFI
2026 · Thesis · Open Access

Skrispsi ini berjudul “NISAB ZAKAT PERTANIAN (PADI) MASYARAKAT NAGARI SITANANG (KAJIAN AYAT-AYAT ZAKAT)”, yang ditulis oleh Syamsul Hanafi, NIM 2219001, Mahasiswa Institut Darul Quran (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan antara pemahaman masyarakat dan praktik pelaksanaan nisab zakat pertanian padi di Nagari Sitanang. Masyarakat pada umumnya telah mengetahui adanya ketentuan nisab sebagai syarat wajib zakat, namun pelaksanaannya masih mengacu pada ukuran lokal yang diwariskan secara turun-temurun sehingga belum sepenuhhnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan nisab zakat pertanian padi di Nagari Sitanang serta menganalisis berdasarkan penafsiran ayat-ayat zakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode tafsir maudu’i Baqir Shadr dengan mengkaji ayat-ayat zakat pertanian, khususnya penafsiran QS. Al-Baqarah : 267 dan QS Al-An’am : 141. Adapun sumber data dari penelitian ini yaitu data primer dengan mewawancarai langsung petani, pemuka masyarakat dan juga alim ulama di Nagari Sitanang, dan data sekunder untuk melengkapi data primer yang terkait dengan zakat pertanian padi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Nagari Sitanang mengenai nisab zakat pertanian masih beragam. Sebagian telah memahami dan melaksanakan zakat pertanian dengan berpedoman pada nisab 1.000 gantang sebagai konversi dari lima wasaq, serta mengetahui perbedaan kadar zakat sebesar 10% untuk sawah tadah hujan dan 5% untuk sawah beririgasi. Namun, sebagian masyarakat lainnya hanya mengetahui ukuran nisab berdasarkan tradisi turun-temurun tanpa memahami dasar hukum, kadar zakat, maupun tata cara pendistribusiannya sesuai syariat. Berdasarkan kajian QS. Al-Baqarah ayat 267 dan QS. Al-An'am ayat 141, pelaksanaan zakat pertanian harus mengacu pada ketentuan syariat yang meliputi nisab, kadar zakat, waktu pelaksanaan pada saat panen, serta kualitas hasil panen yang dizakatkan. Dalam kitab tafsir bercorak fiqh lima wasaq disetarakan dengan 653 kg gabah kering. Kemudian penelitian ini juga menunjukkan bahwa tokoh agama memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman masyarakat mengenai zakat pertanian, namun peran tersebut belum optimal karena masih terbatasnya pembinaan dan sosialisasi dari UPZ dan BAZNAS, sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar pelaksanaan zakat pertanian sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Nasehat Sebagai Tahap Penyelesain Nusyuz (Analisis lafadz) Faizhuhunna dalam Tafsir Ahkam AL-Qur'an Karya Ibnu AL-Arabi

PAUJI HIDAYAT TANJUNG
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul "Nasehat Sebagai Tahap Penyelesaian Nusyuz (Analisis Lafad Fa'izhuhunna dalam Tafsir Ahkam Al-Qur'an Karya Ibnu Al-Arabi)", yang disusun oleh saudara Pauji Hidayat Tanjung. NIM. 2219041, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur'an (IDAQU) Payakumbuh. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah Fenomena. pembangkangan istri (nusyuz) dalam rumah tangga menjadi salah satu persoalan yang banyak dibahas dalam perspektif hukum Islam. Nusyuz dipahami sebagai sikap tidak taat atau munculnya ketidakharmonisan antara suami dan istri yang dapat mengganggu keutuhan keluarga. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan bersifat deskriptif analitis. Adapun pendekatan metode tafsir yang digunakan adalah tafsir tahlili. Metode tahlili yang di pakai yaitu metode Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah kitab ahkam Al-Qur'an karya Ibn Al-Arabi. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk-bentuk nasihat sebagai tahap penyelesaian nusyuz pada lafadz faizhuhunna menurut Tafsir Ahkam Al-Qur'an karya Ibnu al-'Arabi, Batasan masalah yang dibahas yaitu menjelaskan penafsiran Ibnu Al-Arabi' tentang lafad: fa'izhuhunna dalam Q.S. An-Nisa':34, serta Analisis penafsiran lafadz fa'izhuhunna dalam tafsir ibnu AL-Arab Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya langkap ataupun poin-poin yang harus disampaikan kepada istri yang nusyuz, dan Ibn Al-Arabi lebih mengutamakan cara menasihati istri yang nusyuz di banding cara pisah ranjang ataupun memukul.

Penafsiran Surat Al-Qariah Perspektif Tafsir AT-Thabari dan Tafsir AL-Azhar

ZULYADEIN
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul “Analisis Penafsiran Surat Al-Qariah Perspektif Tafsir AtThabari Dan Tafsir Al-Azha” yang ditulis oleh Zulyadein, NIM. 2219021, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya asumsi yang mengatakan hari kiamat terjadi pada hari ini, dan itu. Padahal sebenarnya hanya Allah yang tahu kapan terjadinya. Maka penafsiran surah al Qari`ah ini semoga dapat menjawab seluruh asumsi yang berseleweran dimasyarakat dengan pendekatan penafsiran at Thabari dan Buya Hamka dalam tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir muqaran. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir at Thabari dan Tafsir al Azhar, dan sumbersumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut. Bahwa dalam penafsiran yang dilakukan tidak terdapat satu ayat dan penafsiran yang mengatakan bahwa hari kiamat terjadi dengan pastinya kapan, akan tetapi dalam ayat tersebut disampaikan bahwa keadaan dan kondisi bagaimana sebelum dan sesudah terjadinya hari kiamat. Pada penafsiran surah al-Qari`ah juga terdapat kekhususan dalam pembahasannya, di antaranya, dari bidang bahasa, al Qariah lebih tegas karena ada pengulangan, lebih to the point karena langsung membahas keadaan manusia dan hari kiamat itu sendiri dibandingkan dengan surah lain, seperti al Zalzalah, kalau di al Zalzalah hanya membahas balasan amal manusia saja. Sedangkan analisis dari perbedaan penafsiran yang dapat disimpulkan adalah pada metode keduanya sama sama menggunakan metode Tahlili yaitu menafsirkan al Qur`an secara keseluruhan yang dimulai dari surah al Fatihah sampai yang terakhir surah an Naas. Pada bagian corak juga sama, akan tetapi berbada dalam pendektan coraknya yaitu lughawi. Buya Hamka menggunakan pendekatan kebahasaan Nusantara, sedangkan at Thabari dengan pendekatan dengan riwayat.

Penggunaan Kata Laita dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir Karya Imam Asy Syauqani)

SOLEMAN
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul “Penggunaan kata Laita dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Kitab Tafsir Fathul Qadir)” yang ditulis oleh Soleman, NIM. 2219014, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman penggunaan kata laita dalam Al Qur’an yang tidak selalu dipahami dalam satu makna dalam Al-Qur’an, tetapi dapat menunjukkan makna yang berbeda sesuai dengan konteks ayat. Kata laita memiliki fungsi kebahasaan yang beragam sehingga menarik untuk dikaji melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung kata laita berdasarkan subjek yang mengucapkan, serta menganalisis penafsiran kata laita dalam Tafsir Fathul Qadir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan adalah metode tafsir maudhu’i. Sumber data primer penelitian ini adalah Tafsir Fathul Qadir karya Imam Asy-Syauqani, dan sumber sekunder lain yang dapat menjadi data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata laita dalam Al Qur’an disebutkan sebanyak 14 kali. Dari segi subjek yang mengucapkannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, pertama orang beriman 2 ayat, kedua orang munafik 1 ayat, dan ketiga orang kafir 11 ayat. Berdasarkan analisis penafsiran dalam Tafsir Fathul Qadir, penggunaan kata laita menunjukkan variasi makna yang dipengaruhi oleh konteks ayat dan keadaan subjek yang mengucapkannya. Berkaitan dengan orang beriman, laita bermakna angan-angan dan harapan yang sulit terwujud. Pada orang munafik, laita bermakna penyesalan yang lahir dari kepentingan duniawi. Adapun pada orang kafir, laita bermakna angan-angan, harapan, dan penyesalan setelah tersingkapnya kebenaran serta datangnya azab Allah SWT. Dari keseluruhan data yang diteliti, makna yang paling dominan adalah angan-angan, terutama angan-angan terhadap sesuatu yang telah berlalu atau mustahil terwujud kembali. Kata Kunci: Laita, At-Tamanni, Tafsir Fathul Qadir, Penggunaan Kata Laita.

Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-bahr Al-Muhit

ARDIANSYAH
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi yang berjudul ―Penafsiran Surah Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Bahr AlMuhith‖ yang disusun oleh Ardiansyah NIM 2219045 program studi Ilmu AlQur‘an dan Tafsir Institut Darul Qur‘an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi surah Al-Fatihah dianggap sebagai surah yang paling mulia dalam Al-Quran karena memiliki peran yang krusial dalam pelaksanaan sholat, yaitu sebagai salah satu dari rukun sholat. Pengkajian surah Al-Fatihah sangat dibutuhkan untuk memahami makna dari setiap potongan ayat dalam surah tersebut. Salah satu diantaranya adalah penafsiran surah AlFatihah dari aspek lughawi. Hal tersebut mendorong minat penulis untuk meneiliti penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith, untuk mengetahui bagaimana penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pustaka (library reseach), dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berfokus langsung pada kitab tafsir Al-Bahr Al-Muhith surah Al-Fatihah, artikel, jurnal dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk dokumentasi, dimana data-data pada penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen berupa kitab-kitab lughah, buku, tulisan, dan lampiran. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan bentuk deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama pada penafsiran surah Al-Fatihah dalam tafsir Al-Bahr Al-Muhith berdasarkan aspek ilmu nahwu ditemukan hasil, ayat pertama huruf ba‘ pada kata bismi makna sebagai isti‟anah (memohon pertolongan), ilshaq (keterikatan), ayat kedua lafadz ―Al-hamdu” dibaca dengan rafa‘ sebagai mubtada‘ , “lillaahi”, terdapat huruf lam bermakna istihqaq (hak mutlak). menujukkan pernyataan segala pujian adalah milik Allah semata. Pada susunan ayat kelima “iyyaka na‟budu”, terdapat taqdim (pendahuluan) pada peletakan maf‘ul yang berfungsi sebagai hasr (pembatasan), artinya segala ibadah tidak layak dilakukan kecuali semata-mata karena Allah. Kedua, ditinjau dari segi ilmu sharaf ditemukan hasil; pada ayat ketiga lafadz “Ar-Rahman Ar-Rahim” menunjukkan bentuk mubalaghah, Ar-Rahman bermakna kasih sayang secara umum, sedangkan Ar-Rahim diberikan secara khusus dan berkelanjutan. Pada ayat kelima lafadz “nasta‟iin” berasal dari wazan “istif‟al” menunjukkan makna permohonan, artinya sesungguhnya manusia selalu membutuhkan pertololongan dari Allah dan hanya Allah lah yang mampu menolong manusia dalam keadaan apapun. Pada ayat ketujuh lafadz an‟amta merupakan wazan af‟ala yang berfungsi memberikan pengaruh kepada objek atau menjadikan seseorang memperoleh sesuatu, arti ayat ini menjadi ―Engkau beri mikmat‖.

Pemahaman Yahya Waloni Terhadap Ayat Al-Qur'an ( Analisis Konten )

MUHAMMAD REYHAN
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur'an melalui media digital, khususnya ceramah yang disebarluaskan melalui platform YouTube. Salah satu tokoh yang aktif menyampaikan dakwah melalui media tersebut adalah Yahya Waloni. Dalam ceramahnya, ia sering menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai dasar penyampaian pesan keagamaan sehingga menarik untuk dikaji dari perspektif ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat-ayat Al-Qur'an serta menganalisis pemahamannya terhadap ayat-ayat yang disampaikan dalam ceramah berjudul Ceramah Tegas! yang dipublikasikan pada 26 Juli 2020 di kanal YouTube Islam Sumirat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis konten (content analysis). Sumber data primer berupa video ceramah Yahya Waloni, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu tafsir, metodologi penelitian, dan analisis konten. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistematika Yahya Waloni dalam menjelaskan ayat Al-Qur'an diawali dengan menjadikan ayat sebagai landasan utama pembahasan, kemudian memperkuat penjelasan melalui rujukan terhadap literatur keislaman, hadis, kisah-kisah para nabi, serta ilustrasi yang bersifat rasional dan ilmiah. Selanjutnya, kandungan ayat dihubungkan dengan realitas kehidupan masyarakat, kondisi umat Islam, dan berbagai persoalan dakwah, sebelum diakhiri dengan penekanan terhadap implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Pola penyampaian tersebut menunjukkan kecenderungan sistematika yang bersifat deduktif, yaitu berangkat dari dalil normatif menuju penerapan praktis dalam kehidupan. Adapun pemahaman Yahya Waloni terhadap ayat-ayat Al-Qur'an lebih menonjolkan fungsi dakwah, penguatan akidah, pembinaan ibadah, persatuan umat, dan motivasi keagamaan daripada pembahasan aspek kebahasaan, asbāb al-nuzūl, munāsabah, maupun perbedaan pendapat para mufasir. Dengan demikian, penafsiran yang disampaikan dalam ceramah lebih berorientasi pada penyampaian pesan-pesan dakwah yang aplikatif bagi masyarakat.

Penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang Ikhlas dalam Kitab Tafsir Sofwat At-Tafasir

SUSPAWATI TANJUNG
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul "Penafsiran Ali Ash-Shabuni Tentang Ikhlas Dalam Kitab Tafsir Sofwat At-Tafasır yang ditulis oleh Suspawati Tanjung NIRM 2219032, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Institut Darul Qur'an Payakumbuh Kehidupan modern memperlihatkan adanya pergeseran orientasi hidup, di mana keberhasilan sering dikaitkan dengan pengakuan sosial. Pergeseran orientasi ini berpotensi memengaruhi tujuan yang mendasari berbagai aktivitas, baik dalam bekerja, bermuamalah, maupun beribadah sehingga kemurnian niat menjadi tantangan yang semakin relevan. Dalam Islam, ikhlas merupakan syarat diterimanya amal dan menjadi fondasi penghambaan kepada Allah. Namun, kajian yang mengungkap ikhlas berdasarkan penafsiran dengan sudut pandang aqidah masih relatif terbatas, mengingat penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas menitikberatkan pada penguatan aspek aqidah. Penelitian ini dibatasi pada penafsiran dan analisis tentang ikhlas menurut Ali Ash-Shabuni dalam tafsir Sofwat At-Tafasir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Şofwat At-Tafasir karya Ali Ash-Shabuni, sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai buku, artikel jurnal, dan literatur lain yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode tafsir maudhu'i (tematik) dengan cara menghimpun seluruh ayat yang berkaitan dengan ikhlas, selanjutnya dikaji secara deskriptif-analitis Penelitian ini dibagi menjadi dua pembahasan. Pertama, penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan lima prinsip, yaitu ikhlas sebagai wujud dari tauhid, ikhlas sebagai syarat diterimanya amal, ikhlas sebagai orientasi seluruh aspek kehidupan, ikhlas sebagai bukti keteguhan seorang mukmin, dan ikhlas sebagai dasar ajaran dalam risalah kenabian. Kedua, hasil analisis terhadap penafsiran Ali Ash-Shabuni tentang ikhlas ditemukan tujuh analisis, yaitu tidak berbangga diri di hadapan manusia; tetap teguh dalam pendirian dan tidak goyah oleh keadaan; sama antara lahir dan batin; mengarahkan amal, niat, ibadah, dan ketaatan hanya kepada Allah; bersih dari campuran syirik dan riya; melaksanakan ibadah sesuai syariat dan terbebas dari syirik; serta mengarahkan seluruh kehidupan kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya.

Penerapan Ilmu Tajwid Dalam Peningkatan Hafalan Santri Madrasah Hubbul Quran Payakumbuh

RINALDI
2026 · Thesis · Open Access

Madrasah Tahfizh Hubbul Qur`an Payakumbuh memiliki metode setoran ba`id, qorib dan jadid. Hafalan ba`id adalah hafalan lama yang wajib disetorkan setiap hari kepada ustadz/ustadzahnya, sementara hafalan qorib adalah hafalan yang dekat. Setelah hafalan jadid dan qorib betul-betul mutqin, dibolehkan hafalan Jadid atau hafalan baru. Khusus bagi yang sudah hafizh 30 Juz ada program muraja’ah 2 Juz sekali duduk sampai 30 Juz sekali duduk nantinya. Namun yang menjadi tantangan bagi santri adalah mempertahankan penerapan ilmu tajwid yang telah mereka pelajari di Madrasah Hubbul Qur`an, butuh sebuah metode atau cara untuk membantu dalam proses mempelajari tajwid ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi dengan cara penjajakan awal ke lokasi penelitian kemudian mewawancarai pimpinan Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, lalu merekam bacaan santri di pondok dengan sampel sebanyak 15 Santri. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan ilmu tajwid di Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh dimulai dari proses talqin bacaan bagi santri berikutnya dikoreksi ketika muraja`ah sehingga menjadikan hafalan berkualitas. Adapun tentang kualitas hafalan santri-santri Madrasah Hubbul Qur`an Payakumbuh, untuk makharijul huruf sebagian besar sudah benar. Namun sebagian kecil masih terdapat kesalahan pengucapan pada makhraj huruf dzal, ha tipis, zai, qaf, kaf, jim dan ra. Pengucapan Mad Wal Qashr dalam peraktek sebagian besar masih memiliki kesalahan pada beberapa hukum mad, seperti pada mad jaiz munfasil. Begitu juga dengan hukum nun sukun dan tanwin secara umum sudah benar, 90 % santri sudah menguasai tentang ilmu tajwid ini. Hubungan tajwid sangat erat dengan kualitas hafalan santri, di mana jika santri menghafal al-Qur’an dengan tajwid yang betul maka hafalan yang dihasilkan adalah hafalan yang berkualitas.

تأثير استخدام وسيلة لعبة سكرابل (Scrabble) على تنمية مهارة القراءة لدى طلاب مدرسة المتوسطة بمعهد جاهايا إسلام الإعدادية الداخلية لمابولوه كوتا

ANNISA
2026 · Thesis · Open Access

تجريد النساء، ٢٠٢٦، في رسالتها العلمية بعنوان"تأثير استخدام وسيلة لعبة سكرابل (Scrabble) على تنمية مهارة القراءة لدى طلاب مدرسة المتوسطة بمعهد جاهايا إسلام الإعدادية الداخلية لمابولوه كوتا" جاء هذا البحث بسبب ضعف اهتمام الطالبات بتعلم اللغة العربية، حيث تعتبر بعض الطالبات ان اللغة العربية مادة صعبة بسبب قلة استخدام الوسائل التعليمية المناسبة. لذلك استخدمت الباحثة لعبة سكرابل كوسيلة تعليمية ممتعة وتفاعلية .يهدف هذا البحث الى معرفة تطبيق وسيلة لعبة سكرابل في تعليم اللغة العربية، ومعرفة فاعليتها في تنمية مهارة القراءة، وبيان تاثير استخدامها لدى طالبات الصف الثامن. استخدمت الباحثة المنهج الكمي بتصميم شبه تجريبي من نوع المجموعة الواحدة بالاختبار القبلي والبعدي. وتم جمع البيانات باستخدام الاختبارات والملاحظة والتوثيق. واجرت الباحثة عملية التعليم باستخدام لعبة سكرابل في حصتين دراسيتين، حيث قامت الطالبات بترتيب بطاقات الحروف العربية لتكوين المفردات ثم قراءتها بصوت عال داخل مجموعات تعليمية، واظهرت الطالبات حماسا ومشاركة فعالة اثناء عملية التعلم. اظهرت نتائج البحث ان متوسط درجات الاختبار القبلي بلغ ٦٠٫٠٤ ثم ارتفع في الاختبار البعدي الى ٨٢٫٦٠. كما بلغت قيمة متوسط N-Gain Score نحو ٠٫٥٥٦٩ او ما يعادل ٥٥٫٦٩ بالمئة، وهو ضمن مستوى الفاعلية المتوسطة. وبين اختبار العينات المرتبطة ان قيمة Sig. 2-tailed اقل من ٠٫٠٠١ وبلغت قيمة t الحسابية ١٤٫٧٠٥- بدرجة حرية ٢٤، ولذلك تم رفض الفرضية الصفرية وقبول الفرضية البديلة. وتثبت هذه النتائج ان استخدام وسيلة لعبة سكرابل له تاثير دال احصائيا في تنمية مهارة القراءة لدى طالبات الصف الثامن، ويمكن استخدامه كوسيلة فعالة في تعليم اللغة العربية

Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur'an

SRI DAMAI YANTI
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi berjudul “Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Al-Qur’an” yang ditulis olch Sri Damai Yanti, NIM. 2219056, mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Institut Darul Qur‟an (IDAQU) Payakumbuh. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pemahaman yang masih parsial mengenai tanggung jawab suami terhadap istri. Dalam kehidupan masyarakat, tanggung jawab suami sering kali dipahami hanya sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi, sementara Al-Qur'an memberikan konsep yang lebih luas, mencakup tanggung jawab material, moral, spiritual, serta tanggung jawab dalam berbagai kondisi kehidupan rumah tangga. Perbedaan pemahaman tersebut mendorong perlunya kajian yang komprehensif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tanggung jawab suami terhadap istri. Jenis peneltian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif analitis. Metode tafsir yang digunakan maudhu‟i Abdul Hayy al-Farmawi. Sumber data utama adalah Kitab Tafsir Al- Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, Kitab Al Jami’ Li Ahkam al-Qur’an karya AlQurtubi, Kitab Tafsir al-Kasysyasaf karya Abu al-Qosim Mahmud bin Umar al khorizmiy khowarizmiy az- Zamakhsyariy, Kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Abu Al-Fida „Imad ad-Din Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhau‟ bin Katsir al-Qiraisyi al-Dimasyqi as-syafi‟i, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), Kitab Tafsir Al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab, Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab suami terhadap istri dalam Al-Qur‟an, sementara batasan masalah yang dibahas adalah klasifikasi ayat-ayat tanggung jawab suami terhadap istri dan penafsirannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab suami terhadap istri dibagi menjadi lima pembahasan: pertama, tanggung jawab terhadap keluarga yaitu seorang suami berkewajiban untuk melindungi diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik keluarganya melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kedua tanggung jawab moral dan spritual, seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga berkewajiban memberikan nafkah, melindungi, mendidik dan memperlakukan istrinya dengan baik. Ketiga, tanggung jawab mahar, seorang suami berkewajiban memberikan mahar kepada calon istrinya sesuai kesepekatan dan penuh kerelaan. Keempat tanggung jawab mut’ah, yaitu sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang diceraikannya sebagai penghibur selain nafkah sesuai kemampuannya. Dan terakhir tanggung jawab masa iddah seandainya terjadi perceraian, seorang suami mempunyai kewajiban memberikan nafkah dan tempat tinggal kepada mantan istrinya selama masa iddah Dengan demikian, tanggung jawab suami terhadap istri sesuai ayat-ayat AlQur‟an diharapkan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

تطوير مواد التعليم الخط بالطريقة متابعة الخطية في مدرسة الابتداءية الاسلامية الكتاب دانجونج- دانجونج

MITA AGUSMI ELVIA
2026 · Thesis · Open Access

ميتا أغسمي ألفيا, عنوان البحث العلمي : تطوير مواد تعليم الخط بطريقة متابعة الخطية (Follow The Line) في مدرسة الإبتدائية الإسلامية الكتّاب دانجونج - دانجونج يُعدّ تعلّم الخط العربي جانبًا أساسيًا من جوانب التعليم الإسلامي، إذ يُسهم في تحسين قدرة الطلاب على كتابة الحروف العربية وفقًا للقواعد الصحيحة. ومع ذلك، لا تزال عملية التعلّم مُركّزة على المعلّم، وتفتقر إلى مواد تعليمية كافية، مما يؤدي إلى عزوف الطلاب عن المشاركة. تهدف هذه الدراسة إلى تطوير مواد تعليمية فعّالة وعملية للخط العربي باستخدام أسلوب "متابعة الخط". اعتمدت الدراسة منهجية البحث والتطوير، باستخدام نموذج الأبعاد الأربعة (التعريف، التصميم، التطوير، النشر). جُمعت البيانات من خلال المقابلات، والملاحظات، والاستبيانات، وتقييم الخبراء، والتوثيق، والاختبارات القبلية والبعدية. أُجري تحليل البيانات نوعيًا وكميًا من خلال دراسة الجدوى، والتطبيق العملي، وتحليل N-Gain. تشير النتائج إلى أن المواد التعليمية المطورة تستوفي معايير الجدوى والفعالية والكفاءة العالية في تعليم فن الخط. ويمكن لهذه المواد أن تُحسّن مهارات الطلاب في الخط، مما يجعلها وسيلة تعليمية بديلة في مدرسة الكتب الابتدائية.

Peran Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga Rabbānī pada QS. Āli ‘Imrān ayat 35-37

MULYA RIZKA
2026 · Thesis · Open Access

Skripsi yang berjudul: "Peran Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga Rabbānī pada QS. Āli ‘ImrānAyat 35-37". Disusun oleh: Mulya Rizka, NIM: 2219030, Mahasiswa Institut Darul Qur’an Payakumbuh.. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya reposisi peran perempuan dalam institusi keluarga guna menjawab stigma domestik yang sering kali mereduksi fungsi perempuan hanya pada urusan rumah tangga. Perempuan sebagai madrasah al-ūlā memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter serta spiritualitas generasi. Batasan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada analisis peran edukatif dan spiritual perempuan sebagaimana digambarkan dalam lingkup QS. Āli ‘Imrān ayat 35-37, dengan rumusan masalah yang mengkaji penafsiran mufasir terhadap ayat tersebut serta bagaimana manifestasi peran perempuan dalam mewujudkan konsep Keluarga Rabbānī. (keluarga yang dekat dengan nilai-nilai agama) berdasarkan pesan-pesan dalam QS. Āli ‘Imrān ayat 35-37 dengan menggunakan metode tafsir Taḥlīlī." Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tarbawi (pendidikan), yaitu mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an mengenai peran perempuan dalam pendidikan keluarga pada QS. Āli ‘Imrānayat 35-37.Dalam mengolah data, saya menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Tafsir at-Tafsir at-Tarbawi lil Qur’an al-Karim karya Anwar al-Baz, Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab, serta Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Ibnu Katsir. Sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku-buku, jurnal, dan skripsi yang relevan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode Taḥlīlī, yaitu menjelaskan makna ayat secara rinci dan mendalam. Metode ini dipilih agar pesan tentang peran perempuan sebagai pendidik dalam QS. Āli ‘Imrānayat 35-37 dapat terungkap secara utuh dan jelas." Penelitian menemukan bahwa QS. Āli ‘Imrān ayat 35-37 memberikan prototipe nyata mengenai peran perempuan dalam merancang masa depan generasi melalui kekuatan visi spiritual yang tertuang dalam bentuk nażar dan doa, penanaman nilai independensi batin atau muḥarraran, serta pengelolaan lingkungan edukasi yang positif di dalam institusi keluarga. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa Keluarga Rabbānī terwujud melalui sinergi antara kesalehan orang tua dan ekosistem pendidikan yang terjaga. Hal ini membuktikan bahwa peran perempuan melampaui batas domestik karena mencakup kepemimpinan spiritual yang menjadi penentu kualitas generasi umat di masa depan.

Proses Pembentukan Alam Semesta: Penafsiran Zaglul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Kosmologi Modern.

MULIYA AGUSTINAWATI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Skripsi yang berjudul: “Asal-Usul Alam Semesta: Penafsiran Zaghlul Al-Najjar Atas Qur'an Surah Al-Anbiya' Ayat 30 Dalam Cahaya Sains Modern”. Di susun oleh: Muliya Agustinawati. NIRM: 2219008. Mahasiswa Institut Darul Qur'an Payakumbuh. Penelitian ini dilatar belakangi adanya perbedaan pendapat tentang asal-usul terbentuk alam semesta, para ilmuwan dan para mufassir berbeda pendapat mengenai maksud dari berpadunya langit dan bumi, dan proses pemisahan antara keduanya dan dengan apa keduanya dipisahkan. Metode penelitian pada skripsi ini menggunakan metode kualitatif, karena bertujuan memahami atau mengkaji penafsiran Zaglul Al-Najjar tentang asal-usul alam semesta dengan pendekatan kepustakaan (library research). Adapun metode tafsir yang digunakan adalah metode tafsir tahlili, karena penelitian ini mengkaji penafsiran QS. Al-Anbiya’ ayat 30 secara terperinci berdasarkan pemikiran Zaghlul Al-Najjar dengan pendekatan sains (scientific approach), yaitu pendekatan yang mengkaji ayat-ayat kauniyah melalui lensa ilmu pengetahuan modern. Analisis yang digunakan dalam skripsi ini bersifat deskriptif analisis, yakni menggambarkan dan menguraikan penafsiran dalam Al-Qur'an dengan temuan sains modern. Hasil dari penelitian ini yaitu penelitian ini terdiri dari tiga pembahasan, pertama penafsiran Zaglul Al-Najjar atas Qur'an surah Al-Anbiya' ayat 30 tentang asal-usul penciptaan alam semesta, terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap pertama penciptaan alam semesta dimulai dari satu masa primer (sesuatu yang menyatu dan berpadu) yang dalam bahasa arab disebut "ratq". Tahap kedua pemisahan atau penghancuran masa primer ini atas perintah Allah yang disebut dengan "fatq" dan tahap ketiga terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dari asap inilah Allah menciptakan langit dan bumi, dan segala apa yang ada diantara keduanya(alam semesta). Pembahasan kedua yaitu para Mufassir Ilmi dalam menafsirkan surah Al-Anbiya' ayat 30 sepakat bahwasanya alam semesta ini berasal dari satu yang padu dan berbeda pandangan pada bagaimana pemisahannya terjadi. Ar-Razi menyebutkan ada yang berpendapat Allah pisahkan dengan angin dan ada juga yang berpendapat Allah pisahkan dengan hujan, dan sedangkan Tantawi Jauhari menyebutkan terpisahnya langit dan bumi (alam semesta) karena mendinginya matahari. Dan pembahasan ketiga yaitu analisis penafsiran Zaglul Al-Najjar dengan temuan sains modern, yaitu terdapat tiga aspek kesamaan konsep dengan sains modern. Pertama kata "ratq" yang berarti menyatu, Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan masa primer dan temuan sains mengatakan dengan titik tunggal (singularitas). Kedua pada kata "fatq" Zaglul Al-Najjar mengartikan dengan pemisahan dan dalam teori temuan sains modern disebutkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketiga Zaglul Al-Najjar mengatakan terbentuknya selubung asap dari hasil pemisahan masa primer tersebut, dalam temuan sains disebut gas kosmik. Dari selubung asap atau gas kosmik inilah yang membentuk alam semesta.

Penafsiran Kata Khasyyah dalam Al-Qur'an Menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali

INDAH SRI GUSTINI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas penafsiran Ibnu Rajab Al-Ḥanbali terhadap konsep khasyyah dalam Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami makna khasyyah yang sering diterjemahkan sebagai “rasa takut kepada Allah”teteapi ternyata tidak sesederhana itu, bukan hanya sebagai emosi keagamaan, tetapi sebagai kesadaran spiritual yang lahir dari pengetahuan dan pengenalan terhadap keagungan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Ibnu Rajab menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan khasyyah, serta untuk mengungkap hubungan antara khasyyah, ilmu, dan keimanan menurut perspektif beliau. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i (tematik), yaitu menelusuri seluruh ayat yang berkaitan dengan khasyyah dalam Al-Qur’an kemudian mengkaji penafsiran Ibnu Rajab sebagaimana terdapat dalam karya-karyanya, terutama Rawai’ut Tafsir. Data sekunder diperoleh dari karya-karya tafsir klasik dan modern dan jurnal-jurnal yang relevan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Rajab hanya menafsirkan konsep khasyyah secara mendalam dan utuh pada Q.S. Faṭir ayat 28, yang menegaskan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah para ulama. Ayat ini secara jelas mengaitkan khasyyah dengan ilmu, sehingga menunjukkan bahwa rasa takut yang benar lahir dari pengetahuan yang mendalam tentang Allah. Menurut Ibnu Rajab, khasyyah bukan sekadar rasa takut, melainkan kesadaran batin yang muncul dari pengenalan terhadap keagungan, kebesaran, dan kekuasaan Allah. Ia juga mengaitkan rasa takut yang lahir dari ilmu ini dengan keyakinan terhadap yaumul akhir (hari akhir), karena kesadaran akan hari pembalasan memperkuat ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepad Allah SWT. Dengan demikian, khasyyah menurut Ibnu Rajab merupakan cerminan dari ilmu yang benar, aqidah yang kuat, serta tanda keimanan sejati yang menghantarkan seseorang pada derajat ulama yang hakiki.

Kemampuan membaca Alquran remaja masjid amaliyah Muaro Kelurahan ikua koto dibalai kecamatan Payakumbuh Utara

YANTI ELITA
2025 · Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul “Kemampuan Membaca Al Qur’an Remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara”, yang ditulis oleh Yanti Elita, NIRM S.1.VI.19.19.532., Mahasiswa Institut Darul Qur‟an Payakumbuh. Latar belakang skripsi ini banyak remaja yang menghadapi kesulitan dalam membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain kurangnya pengetahuan tentang tajwid, tidak terbiasa membaca Al-Qur'an sejak dini, atau kurangnya perhatian dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penelitian tentang kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja masjid, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan mereka. Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pendekatan yang sangat cocok untuk meneliti kemampuan membaca Al-Qur'an pada remaja di masjid karena fokusnya adalah pada pemahaman mendalam mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi, pengalaman, persepsi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan remaja di masjid. Hasil Penelitian yang penulis temukan adalah berapa remaja sudah membaca dan menerapkan Mahharijul Qur’an dengan baik dan benar. Dan ada beberapa remaja yang tidak tepat dan kurang tepat yang disebabkan karena kebiasaan membaca dari dulu, tergesa-gesa dalam membaca, kesulitan dalam pengucapan huruf hijaiyah Al-Qur’an. Dari total 15 orang sampling, 7 orang dalam kategori bacaan tepat, 4 orang dengan kategori kurang tepat dan 4 orang dalam kategori tidak tepat. Kategori tepat, bacaan dan makharijulnya sudah tepat, kurang tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapannya hampir sama, dan kategori tidak tepat dengan keterangan mengganti huruf yang pengucapan serta penulisannya hampir sama. Bacaan remaja masjid yang kategori tepat merupakan Siswa menengah atas dan mahasiswa juga berprofesi sebagai Guru Ngaji. Sedangkan remaja masjid kategori kurang tepat dan tidak tepat merupakan siswa menengah pertama (SMP) dan ada sebagai siswa menengah atas (SMA). Kesimpulan yang Penulis berikan adalah Tingkat kemampuan membaca AlQur’an remaja Masjid Amaliyah Muaro Kecamatan Payakumbuh Utara sebagian berada pada kategori “tepat”. Sebagian lagi pembacaan dan penerapan makharijul hurufnya berada pada kategorti kurang tepat dan tidak tepat yang mana tertukar antara huruf yang hampir sama pengucapannya dan hampir sama penulisannya serta Factor hambatan yang menjadi penyebab remaja masjid berada pada kategori kurang tepat dan tidak tepat adalah terbiasa melafalkan Surat Al Fatihah yang makharijul hurufnya belum sempurna dari kecil, tergesa-gesa dalam membaca dan satu orang sulit dalam pengucapan huruf hijaiyah. Saran yang penulis berikan adalah mengharapkan Masjid Amaliyah Muaro dapat menyelenggarakan program pelatihan tahsin dan tajwid secara rutin bagi remaja masjid, dengan pendampingan ustadz atau guru ngaji yang kompeten, remaja masjid hendaknya terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui latihan rutin, mengikuti pengajian, dan memperdalam ilmu tajwid baik secara mandiri maupun berkelompok serta orang tua diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka untuk belajar membaca Al-Qur’an sejak dini dan mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan masjid.