Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Pelaksanaan Tradisi Mangupa-upa Tondi dalam Pernikahan di Desa Simpang Bajole Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur'an)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pelaksanaan Tradisi Mangupa-upa Tondi pasca ‎Pernikahan di Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten ‎Mandailing Natal (kajian living Qur’an)” yang ditulis oleh Fitri Zakiyah ‎NIRM.S1.VI.19.17.077, Mahasiswa STAI Darul Qur’an Payakumbuh.‎ Latar belakang penelitian ini adalah adanya keunikan dalam pelaksanaan ‎tradisi Mangupa-upa Tondi pasca pernikahan di Desa Simpang Bajole, bila ‎dibandingkan dengan Desa atau tempat lain tradisi Mangupa-upa Tondi di Desa ‎Simpang Bajole dianjurkan baik laki-laki dan perempuan, kemudian adanya ‎perbedaan tata cara pelaksanaan termasuk di dalamnya pembacaan ayat Al-Qur’an ‎dan cara penyajian makanan.‎ Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), berupa ‎kajian Living Qur’an dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan ‎living Qur’an. Penelitian dilakukan di Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga ‎Bayu, Kabupaten Mandailing Natal. Dalam pengumpulan data, peneliti ‎menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya, dalam ‎menganalisis data peneliti menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: reduksi ‎data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.‎ Penelitian ini menemukan bahwa sejarah Tradisi adat Mangaupa-upa berasal dari ‎Sumatera Utara merupakan salah satu tradisi dari adat Batak Mandailing dan ‎Batak Toba yang sudah dilaksanakan secara turun termurun dari satu generasi ke ‎generasi. Berdasarkan temuan dari penelitian tradisi Mangupa-upa tondi ‎merupakan tradisi dari khas Batak yang memiliki tujuan untuk mengembalikan ‎tondi (semangat) ke dalam diri seseorang yang di upa-upa kemudian memohon ‎keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari keburukan, ‎diberikan kesehatan, keselamatan, dan diberikan rezeki dalam kehidupannya. ‎Tradisi Mangupa-upa di Desa Simpang Bajole telah dilaksanakan sejak 1948 dan ‎dilakukan pertama kali oleh masyarakat setempat. Tradisi Mangupa-upa dipimpin ‎langsung oleh pemimpin adat setempat. Proses pelaksanaan Mangupa-upa dimulai ‎dari berkumpulnya seluruh keluarga dari kedua pengantin disertai beberapa tokoh ‎dari pembawa acara. Tokoh masyarakat membuka acara dimulai dari salam ‎pembuka yang diawali dengan kalimat tahmid dan takhtim, shalawat kepada Nabi ‎Muhammad Saw, kemudian doa dan nasehat dari tokoh adat, selanjutnya ‎tambahan nasehat juga doa dari mora dan anak boru, acara selanjutnya pemberian ‎makan kedua pengantin, lalu doa dan nasehat penutup dari pihak keluarga diwakili ‎oleh kahanggi, selanjutnya penutupan acara dari tokoh agama dengan ‎membacakan doa dan beberapa ayat. Dasar pelaksanaan Mangupa-upa Tondi ‎pasca pernikahan yaitu surah Q.S Ar Rad:21, dari penjelasan kitab tafsir orang-‎orang yang senantiasa menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya ‎dihubungkan dantaranya silaturrahmi. Sedangkan menurut pemahaman Komta ‎Dalimunte selaku tokoh pelaksana, hubungan surah Ar Rad:21 dengan tradisi ini ‎adalah mengadakan acara Mangupa-upa tondi ini merupakan salah satu bentuk ‎ketaatan kepada Allah Swt.‎

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pelaksanaan Tradisi Mangupa-upa Tondi dalam Pernikahan di Desa Simpang Bajole Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Kajian Living Qur'an)2024 · oai:ais:skripsi:97